
Namun ia memutuskan untuk berangkat lebih dulu, tentu karena ia percaya dengan kemampuan putra sulung nya. Ia cukup dekat dengan Jinsu karena sifat ceria Jinsu, di banding kan dengan Junsi yang pendiam.
......................
Swooossshh
Portal ungu muncul secara tiba-tiba di depan gerbang membuat para penjaga memasang sikap waspada.
Hingga keluar lah tuan muda ke dua keluarga Hua yang mereka kenal bersama seorang pria paruh baya menggunakan mahkota kaisar di dampingi beberapa Ksatria.
"Buka gerbang nya! Kami ingin bertemu kaisar kalian! " Ujar Haifeng menatap tajam dua prajurit yang berjaga itu.
"Kau siapa? Kaisar bukan yang bisa bertemu sembarang orang! " Balas salah satu prajurit itu sinis, sementara prajurit yang lain tampak memandang bingung Jinsu.
"Maaf tuan, tapi ada apa gerangan Hendak menemui kaisar? " Tanya Prajurit yang tadi sempat terdiam seraya menunduk sopan.
"Katakan kalau Tuan Muda Ke dua keluarga Hua ingin bertemu" Ucap Jinsu mengangkat dagu nya sedikit angkuh.
"Maaf Tuan Muda, tapi siapa orang yang Anda bawa? " Tanya prajurit itu lagi, sementara prajurit yang pertama tampak hendak menyela namun di tahan prajurit yang sopan.
"Katakan saja kalau Teman lama nya ingin bertemu" Bukan Jinsu yang menjawab melainkan Haifeng lah yang mengangkat suara.
"Ah? Oh? Baiklah" Gugup Prajurit itu lalu menyuruh teman nya menemui kaisar.
"..... " Tak ada lagi yang bersuara, hanya keheningan yang menghiasi keadaan mereka saat ini.
Sementara itu di tempat kaisar berada, lebih tepat nya di ruang kerja kaisar. Tampak Qin Zaoqi yang memijit pelipis nya berharap pusing yang dia alami berkurang. Hingga....
Tokk
Tokk
Tokk
"Masuk! " Ujar nya sedikit berteriak agar seseorang di luar mendengar.
Krieeett
"Salam kepada yang mulia kaisar! Semoga Kekaisaran Qin selalu jaya! " Ucap kasim pribadi sang kaisar membungkuk hormat.
"Bangun lah! Ada apa? " Tanya Kaisar tanpa basa-basi.
"Prajurit yang bertugas menjaga gerbang mengatakan bahwa teman lama anda datang dan ingin menemui anda bersama tuan muda ke dua keluarga Hua" Jelas Kasim Chi pelan.
"Teman lama? " Gumam Kaisar nyaris berbisik membuat Kasim pun tak dapat mendengar jelas gumaman sang kaisar.
"Biarkan mereka masuk" Akhir nya Kaisar menyerah dengan ingatan nya yang memburuk akhir-akhir ini.
"Baik yang mulia, semoga di berikan umur seribu tahun lama nya" Kasim kembali menunduk lalu berjalan keluar.
Setelah keluar dari ruang kerja kaisar, kasim Chi langsung memberi tahu prajurit itu bahwa kaisar mengijinkan mereka masuk. Prajurit itu pun dengan enggan kembali dan langsung menyampaikan pesan kaisar.
"Kaisar mengijinkan mereka masuk! " Ucap prajurit itu singkat pada teman nya yang lebih sopan.
"Baiklah terimakasih" Setelah nya dia mengantar Haifeng dan Jinsu ke ruang kerja kaisar.
Tokk
Tokk
Tokk
"Yang mulia, mereka telah berada di sini! " Ucap Kasim Chi dari luar ruangan namun kaisar masih bisa mendengar nya.
"Biarkan mereka masuk! "
Krieeett
Tepat setelah ia mengijinkan, pintu terbuka perlahan. Masuk lah seorang pria yang seumuran dengan nya dengan mahkota kaisar dan jubah kebesaran nya.
Setelah itu di susul dengan masuk nya tuan muda ke dua keluarga Hua. Mata nya memicing kala melihat giok yang familiar.
'Fu? 'Batin Zaoqi dengan dahi mengernyit, lalu mata nya melebar saat tahu siapa orang di hadapan nya.
"Ku rasa kau dapat mengenali ku, Zaoqi! " Ucap Haifeng mencibir sifat Zaoqi yang sama sekali tak berubah, yaitu pelupa.
"Haifeng? " Tanya Zaoqi memastikan, namun rupa nya orang dong hadapan nya malah menarik kursi dan duduk tanpa ijin.
"Ternyata kau masih mengingat ku! Ku pikir kau butuh bantuan untuk mengingat" Sindir Haifeng dengan posisi duduk se-nyaman mungkin.
"Dan kau sangat pelupa! Tidak pernah berubah! " Balas Haifeng dengan nada yang terkesan santai.
Sementara Jinsu yang sedari tadi di acuhkan pun merasakan berkedut. Dua orang penting dalam satu Kekaisaran kini sedang bertengkar dengan tidak wajar.
"Ada apa kau kesini? Ku harap kau memiliki alasan yang bagus untuk menganggu ku! "Sentak Zaoqi kembali menatap dokumen yang belum sempat ia baca sampai selesai.
" Ku rasa seharus nya kau tahu apa yang ingin aku lakukan kemari!! Dan ku harap kau memiliki alasan yang bagus untuk di jadikan penjelasan! "Sarkas Haifeng melipat tangan nya di dada seraya mengangkat dagu nya angkuh.
Degg
Tentu Zaoqi mengerti jika Haifeng sudah berkata demikian. Inilah yang tidak pernah ia ingin kan, jujur saja ini adalah hal yang ia takut kan.
" Huft! Panggil kan Pangeran ke tiga dan ke empat untuk menemui ki sekarang! "Ujar Zaoqi menyuruh prajurit di belakang nya.
" Baik yang mulia! "Setelah itu salah satu prajurit nya menghilang, tentu saja menjalankan perintah.
***
Perasaan risau mulai menjalar di benak masing-masing kala tanpa sengaja bertemu di tempat terakhir jejak sosok itu menghilang.
Wajah mereka menampilkan guratan kecemasan membayangkan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.
" Tidak mungkin Lin Lin melakukan hal gila!! "Sanggah Junsi melihat jurang di hadapan nya.
" Tapi itu Hanya kemungkinan terburuk saja! Kemungkinan lain nya adalah.... ia menggunakan aray teleportasi untuk pergi ke suatu tempat dan meninggalkan jejak nya di sini "Ucap Yixuan pelan, namun jika di pikir-pikir kemungkinan ke dua itu nampak mustahil.
" Apakah ini juga salah satu gerbang antar dunia? "Tanya Junsi, samar samar ia merasakan jejak aura Shuwan di dasar Jurang, namun sekali lagi perlu di ingatkan bahwa yang ia rasakan sangat samar!
" Aku tidak tahu! Bisa iya, bisa tidak! "Tutur Yixuan merasa tak yakin dengan apa yang ia pikirkan saat ini.
" Tapi.... aura nya tidak hilang dan justru terus hingga ke dasar!" Junsi sangat ingin berpikir positif, namun tidak bisa jika sudah seperti ini!
"Kalau begitu, ayo kita turun" Akhir nya ide gila itu terlintas di benak Yixuan dan tanpa pikir panjang langsung ia tuturkan.
"Kau gila? Tidak kah kau merasakan fluktuasi energi nya yang begitu menarik kita ke bawah? "Junsi gemas sendiri dengan kakak kandung dari adik angkat nya.
"Justru karena itu lah kita harus memastikan nya! " Hardik Yixuan tanpa pikir panjang lagi segera melompat membuat Junsi terkejut.
Namun Junsi bernafas lega saat melihat ke bawah di mana Yixuan nampak melayang di udara dengan sepasang sayap di punggung nya.
"Hei! Tolong bantu aku! Jurang ini benar-benar kuat menarik ku ke bawah! " Teriak Yixuan dengan sayap nya yang perlahan memudar.
Melihat itu dengan Gesit Junsi mengumpulkan energi di tangan nya untuk menciptakan sesuatu.
"Teknik Dasar-Benang Energi" Muncul benang benar dari telapak tangan nya, segera ia arah kan ke bawah.
Ia merasa terkejut saat jurang itu benar-benar menarik energi Qi nya sehingga dengan cepat dan terburu-buru ia membelit Yixuan lalu menarik nya ke atas.
Brakk
Yixuan jatuh tersungkur karena tarikan Junsi yang begitu kuat. Beruntung Yixuan tidak terjatuh menimpa Junsi yang juga ikut tersungkur.
"Seperti nya ini bukan jurang biasa! Ku rasa Shuwan.......
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')