Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 3 : Penderitaan & Penghinaan (Dalam Tahap Revisi)



"Ah sudahlah, ayo jangan biarkan mereka menunggu" ucapku sambil memegang bungkusan kecil berisi seruling giok itu.


..................................................................


Selama perjalanan menuju aula Shuwan hanya memasang ekspresi datar nya walau banyak pelayan yang menatap nya dengan cemoohan.


Hingga sampai didepan aula terlihat orang dengan pakaian berkelas yang berlalu lalang. Saat Shuwan melangkah kasim pun berteriak.


"Putri Bungsu Kekaisaran Qin Telah tiba! " Teriak nya memekak kan telinga.


Semua pandangan pun tertuju pada sosok yang kerap dirumorkan dengan hal-hal buruk. Hingga bisik-bisik pun terjadi...


"Dari rumor yang ku dengar putri bungsu sangat buruk rupa sehingga malu menunjukkan wajah di depan umum"


"Iya! Tapi putri bungsu sangat pemalu, katanya dia sangat lucu sehingga keluarga nya sangat posesif pada nya"


"Mungkin! Sepertinya begitu"


Dan masih banyak lagi gosipan gosipan lainnya yang menyebalkan. Hingga saat sosok mungil muncul di depan pintu dengan wajah dingin nya membuat semua orang di aula terkejut akan sosok yang kerap menjadi perbincangan itu.


Shuwan berjalan dengan santai dan pembawaan yang tegas, ia pun berhenti beberapa meter dari singgasana Kaisar dengan sedikit menunduk kan kepala.


"Salam kepada para kaisar dan keluarganya juga tamu Kekaisaran, menteri pejabat dan para rakyat! " ucap nya lantang seraya menundukkan kepala sedikit. Hingga bisik-bisik pun terjadi lagi...


"Apa nya yang buruk rupa? Ini jauh dari keburukkan! Begitu cantik seperti dewi"


"Kecantikan yang sesungguhnya"


Dan masih banyak lagi gosipan gosipan yang menurut Shuwan sangat tidak bermutu.


"Ya! " jawab kaisar dengan menganggukkan kepala nya.


Tanpa berkata-kata lagi, Shuwan segera pergi ke tempat duduk nya. Dia duduk menikmati acara dengan ketidak pedulian. Dia mengedarkan pandangan dan melihat sesuatu yang menarik.


'Kenapa Pemuda luglugu itu berada di sini?' Batin Shuwan sambil menghela nafas panjang.


Acara jamuan tari terus berlanjut hingga tiba saatnya untuk menyerahkan hadiah. Mulai dari para Bangsawan, putri, pangeran, selir Kekaisaran lain ataupun kaisar dan permaisurinya.


Hadiah nya pun berbagai macam mulai dari yang mahal maupun yang sederhana. Hingga tiba waktu nya Shuwan memberi hadiah.


"Salam pangeran semoga selalu diberikan kebahagiaan dalam hidup nya! " ucap Shuwan seraya menunduk kan kepala.


"hem"


Balasan pangeran Ruan yang sangat acuh membuat Shuwan mengepalkan tangan nya. Namun berusaha tetap sabar meski sangat ingin menenggelamkan pangeran itu ke dasar samudra.


"Terima lah hadiah sederhana ini dariku! " Ucap Shuwan singkat dengan dagu terangkat sambil menyerahkan kotak kecil yang sudah di hias tak lupa isinya adalah seruling itu.


"Terima kasih" Ucap nya bahkan tanpa senyum sedikit pun.


Setelah memberi hadiah Shuwan pun kembali duduk dan menyantap kudapan karena bosan sebab sekarang adalah pertunjukan bakat para putri.


Dan, putri kedua kaisar Qin lah yang sedang bermain kecapi. Saat ia selesai seluruh tamu dan rakyat bertepuk tangan karena bakat nya yang memang harus di akui sangat bagus untuk anak seumuran nya.


"Bagus sekali putri, Ayahanda mu ini suka! " Puji kaisar Qin dengan bangga nya.


"Terimakasih Ayahanda! tapi putri ini memiliki permintaan! " ucap putri Bailin sambil tersenyum miring.


"Apa permintaan mu putriku? Kalau Ayahanda mampu akan Ayahanda turuti"


"Putri ini ingin melihat bakat putri bungsu Ayahanda! " ucapnya lantang membuat kaisar diam dan langsung banyak yang berbisik karena menurut mereka "Jika putri Shuwan tampil, itu hanya akan mempermalukan diri sendiri dan Kekaisaran" yang tentu saja membuat Putri Bailin tersenyum penuh arti.


"Bagaimana putri Shuwan? " tanya kaisar dengan kontak mata seolah mengatakan "Lebih baik kau menolak! jangan mempermalukan Kekaisaran ini!


"Baik yang mulia" ucap Shuwan dengan dagu terangkat membuat kaisar menatap nya dalam dan ada keraguan didalam nya tatapan itu.


Shuwan meminjam alat musik kepada para pembawa musik, alat yang ia pinjam tak lain dan tak bukan ialah seruling.


Shuwan memainkan lagu 'Sadness And Sorrow' karena menurut nya itu adalah lagu yang cocok.


Alunan musik yang di rasakan membawa unsur kesedihan tersendiri, membuat siapa pun yang mendengar nya tak kuasa untuk tidak menitihkan air mata.


Kecuali kaisar dan para pangeran, mereka hanya diam dengan pandangan kosong seakan tertarik kedunia lain akibat musik itu.


Hingga saat musik selesai semua orang masih larut dalam fikiran masing-masing sehingga suasana menjadi senyap dan hening sampai kakak Zhuang lah yang bertepuk tangan dahulu membuat lamunan orang-orang buyar seketika dan bertepuk tangan dengan meriah nya.


"Ekhem! Penampilan yang bagus putri! " ucap kaisar dengan wajah terkejut nya yang tersembunyi di balik topeng wajah nya yang tebal itu.


Notes:


Topeng wajah: menyembunyi kan ekspresi di balik wajah tenang nya(atau datar) (seperti pura-pura tidak peduli padahal penasaran).


"Terimakasih yang mulia" ucap Shuwan sambil kembali duduk dan ia mulai bosan.


'Astaga bisa-bisa aku mati kebosanan, tidak bisa dibiarkan! Tak mungkin aku mati konyol karena bosan!' Shuwan hanya menggerutu dalam hati hingga ia melihat Li Zhuang keluar dari aula.


Melihat itu Shuwan pun meminta izin pada kaisar untuk kembali. Saat sudah diluar Shuwan mengikuti langkah kaki Li Zhuang hingga berhenti di kolam teratai yang terlihat agak dalam.


Tapi, sebelum Shuwan sampai ada sosok perempuan yang mendekati nya, saat sudah saling bertatapan mereka pun berpelukan, ada perasaan tidak percaya di hati nya melihat Pemuda lugu nya.


"Hai kak Zhuang! " Sapa Shuwan dengan senyuman manis yang berarti.


"Eh? Salam putri! " ucap Li Zhuang dan wanita cantik itu bersamaan sambil menunduk hormat.


"Ya! " jawab Shuwan acuh tak acuh yang sukses membuat Li Zhuang mengernyit heran.


"Ahh, Permainan seruling anda sangat indah putri! Hamba sangat menyukai nya! " ucap wanita disebelah kak Zhuang untuk membuka pembicaraan setelah sekian lama hening.


Shuwan yang mendengar nya hanya tersenyum lalu....


"Anda? " tanya Shuwan sambil menunjuk wanita itu berusaha untuk se-sopan mungkin.


"Ahh? Perkenalkan Hamba adalah anak perempuan dari jendral Lan, Nama hamba adalah Lan yan, hamba adalah tunangan kecil jendral Li Zhuang" ucap wanita berumur 15 tahunan itu seraya tersenyum, Sedangkan kak Zhuang hanya mengangguk membenarkan ucapan Lan Yan.


Tapi, belum sempat mereka berbincang salah satu penjaga dari kediaman jendral memanggil mereka berdua, akhirnya mereka pamit dan tinggal lah Shuwan seorang diri di dekat kolam itu dengan perasaan campur aduk antara sedih, senang, dan kecewa.


Padahal dia kira, dia masih bisa bermain-main dengan pemuda yang menurut nya lugu. Bagi nya, mempermainkan pemuda itu sangat menyenangkan.


Hingga datang lah kecoa pengganggu di ikuti pelayan nya. Tanpa Shuwan sadari di belakang nya terdapat para pangeran dan kaisar Qin yang hendak kembali ke kediaman.


"Hei! Kau si*l*n mencuri perhiasan ku bukan? " tanya nya dengan lantang membuat rombongan dibelakang mereka mulai mendekat takut hal yang tidak-tidak terjadi.


"Maksud? " tanya Shuwan sambil berfikir maksud dari ucapan Bailin hingga dia mengambil tangan Shuwan dan menampar wajah nya sendiri lalu menarik Shuwan masuk ke-dalam kolam yang cukup dalam itu.


****Byurrrr****


Mereka masuk secara bersamaan, putri Bailin pura-pura tenggelam dan kaki Shuwan tersangkut, sungguh nasib!


Shuwan dan Bailin berteriak minta tolong tapi pangeran ke 3 menceburkan diri ke kolam dan hanya menyelamatkan putri Bailin.


Saat didalam air pangeran ke 3 melihat kaki Shuwan yang tersangkut tapi dia hanya pura-pura tidak tahu.


Melihat itu Shuwan yang tadi nya Berusaha meminta pertolongan pun menjadi diam dan membiarkan tubuh nya tenggelam perlahan.


Putri Bailin sudah dibawa keatas dan seluruh keluarga nya pun cemas, juga tak ada yang memikirkan tentang Shuwan hingga....


****Byuuurr****


Seorang penjaga yang masih muda langsung menceburkan diri tanpa perintah dan seakan tak peduli pada nyawanya setelah ini karena bertindak sebelum di titah.


Putri Bailin yang tadi nya pura-pura pingsan pun sudah pura-pura sadar saat Shuwan sudah digendong untuk naik ke permukaan.


Kesadaran Shuwan yang belum hilang sepenuh nya sayup-sayup mendengar perkataan putri Bailin yang menyalahkan nya.


"Ayah! Aku hiks hanya bertanya hiks padanya tentang perhiasan ku hiks yang hilang tapi di temukan di bawah hiks peraduan nya. Tapi, dia hiks malah menampar ku sangat hiks keras hingga aku tercebur hiks di kolam dan hiks tak sengaja hiks menarik lengan nya hiks hiks, tolong berikan keadilan ayah hiks" lirih putri Bailin dengan suara yang di lemah-lemahkan.


Shuwan yang kesadaran nya sudah kembali sepenuh nya pun langsung terbatuk-batuk.


"Lancang sekali seorang putri selir rendahan menampar dan mendorong putri saya!! " Teriakan sang selir Qin menggelegar, entah sejak kapan selir itu berada di sana.


"Apa kau benar mencuri Shuwan? " Tanya pangeran ke 4 yang tidak lain dan tidak bukan adalah kembaran Shuwan.


"Aku tida-"


"Kalau tidak pun kau seharus nya tidak menampar dan mendorong putri kedua! " Sarkas permaisuri Dengan senyuman tipis penuh arti.


"Cukup! Kau sudah keterlaluan putri Qin Shuwan! Kau di hukum dengan di asingkan ke hutan kematian selama 1 bulan dan hanya diikuti 1 pelayan saja! " perintah sang kaisar mutlak.


"Tapi ak-"


"jangan membantah! " Belum selesai Shuwan protes, ucapan nya sudah di potong.


"Tapi ayah! Dia juga jelas-jelas mencuri perhiasan ku, bukti nya perhiasan ku ini ada di bawah peraduan nya, aku tanya pada mu ayah, apa hukuman nya untuk anak selir rendah yang mencuri benda milik anak Selir agung ? " rengek putri Bailin seakan tidak puas akan penderitaan Shuwan ini.


"Cukup! aku tidak mencuri, lagipula untuk apa aku mencuri hah? Dan aku juga tidak menampar atau mendorong nya, bagaimana mungkin anak berumur 11 tahun yang tidak bisa ber kultivasi mendorong nya? " ucap Shuwan sambil menahan emosi yang menggebu-gebu.


"Diam! " Ucap Selir Qin takut anak nya ketahuan berbohong.


"Yang mulia berikan keadilan untuk anak hamba!! " Selir Qin mulai memeluk kaki kaisar.


'Seperti nya ini kesempatan untuk membunuh anak dalam ramalan ini' Gumam Kaisar Qin Zhaoqi dalam hati.


"1 bulan pengasingan di hutan kematian dan cambuk 5 kali karena mencuri! " ujar kaisar tegas.


"Kau! " Ujar Shuwan namun tidak mengatakan apa-apa, lagi pula ada bagus nya juga dia di asingkan.


Notes: Author gak sebut kaisar Qin dengan sebutan "Ayah" karena kaisar Qin bukan ayah kandung Shuwan.


"Pengawal! Ambilkan cambuk! " titah kaisar


Shuwan duduk membelakangi kaisar yang sudah memegang cambuk nya.


Ctaarr


"Ssh" Shuwan hanya meringis saat cambukan terakhir dilayangkan, darah segar mengalir deras dari luka dipunggungnya itu.


Kulit mulus nya pun sudah robek dengan 5 luka. Shuwan pun berdiri sambil menggigit bibir menahan sakit mengakibatkan bibir nya ikut berdarah. Tubuh yang dia gunakan saat ini masih terlalu lemah.


Shuwan pun berbalik dan mendongak menahan amarah yang memuncak. Dia marah karena tidak bisa mengolah Qi, lantaran tidak menemukan buku tentang cara mempelajari nya.


Bahkan saat ingin ke perpustakaan pun, dia tidak di ijinkan seolah diri nya memang di larang untuk ber kultivasi.


'Akan ku balas semua penghinaan ini si*l*n'


"Kembali ke kediaman mu dan siapkan barang mu besok berangkat menuju pengasingan! " Ucap kaisar melewati ku begitu saja hingga saat pangeran ke 4 melewati Shuwan dia membisikkan sesuatu pada nya.


"Maaf aku belum bisa membantu mu, tunggu aku kuat aku akan melindungi mu adik ku" ucap nya berbisik lalu berjalan pergi.


'Aku tak butuh maaf mu akan ku balas dirimu juga karena sudah gagal melindungi adikmu Qin Shuwan! ' Shuwan hanya bisa mengumpat dalam hati karena amarah nya akan semakin memuncak bila dia berbicara.


Shuwan berjalan menuju kediaman dan mengobati luka nya di bantu Xiaomi yang sedari tadi terus meminta maaf sambil menangis.


"Terimakasih sudah membantu ku kak, sekarang pergi lah dan beristirahat untuk besok kau akan ikut aku kan? " ucap Shuwan dengan sangat dingin karena amarah nya masih di ubun-ubun.


"Iya Wan'er aku pergi dulu, besok akan aku bangunkan kamu pagi-pagi, sebaiknya kamu pun istirahat agar luka mu itu lekas sembuh" jawab Xiaomi sambil tersenyum sendu.


Baru setelah di rasa Xiaomi sudah jauh baru lah ia melampiaskan amarah nya dengan memukul dinding hingga dinding itu retak dan tangan nya terluka.


Shuwan bahkan menggebrak meja rias dan memecah kan segala alat riasan wajah yang ada sambil berteriak.


"NIKMATI KEMENANGAN SEMENTARA KAALIAANN! TUNGGU AKU KEMBALI KUBALAS KALIAN SEMUA RIBUAN KALI LEBIH MENYAKITKAN DARIKU SI*L*NN!!! "


Setelah puas berteriak Dia pun akhir nya tertidur di peraduan dengan keadaan kamar yang seperti kapal pecah.


......................


Andai aku bisa memilih dimana harus dilahirkan


Maka aku akan memilih untuk lahir di rahim orang biasa.


Tapi, bagiku aku tidak bisa mati sekarang


Karena mati bukan pilihan tapi, mati adalah opsi yang bisa kuambil jika sudah tidak ada yang menginginkan aku hidup.


Nyatanya masih ada yang ingin aku hidup


Dan, aku tak ingin pengorbanan ibunda saat melahirkanku hanya sia-sia


Kakak! Tahukah kamu jika aku tak hadir di rahim ibunda dan ibunda memiliki takdir untuk mati setelah melahirkan,


Aku yakin yang mengalami apa yang aku alami adalah kamu.


Dan, aku ragu apakah kamu sanggup?


Kurasa kau belum pantas menyebut diriku ini lemah, karena dihitung dari semua penderitaan ini kamulah yang lemah!


Walaupun Luka Ditubuh Itu Sakit


Tapi, Tak Pernah Bisa Menandingi Rasa Sakit Dari Luka Yang Ditorehkan Di Hati


Karena, Sekecil Apapun Luka Dihati Manusia


Takkan Bisa Sembuh Bahkan Dengan Dokter Terhebat Didunia


Hati ini sakit namun aku tak bisa mengungkapkan rasa sakkitnya


Belum sembuh luka di hatiku yang dulu dan sekarang kau lukai kembali hati ini dengan sembilu


Jika hidup hanya untuk dilukai maka


Aku lebih memilih mati


Jika lahir hanya memmbawa kutukan


Aku lebih memilih tidak dilahirkan


Namun apa dayaku


Aku hanya bayi kecil yang tak tahu apa-apa


Aku seperti kertas kosong yang terlihat kotor


Jika Aku mati


Aku berharap bisa bertemu Ibunda dialam sana


Kabulkanlah Tuhan


Permintaanku sederhana


Hanya bahagia dikehidupan selanjutnya


...----------------...


Hai Guys👋


Apa kabar?


Tinggalkan jejak jempol yaa👍


Jadikan favoritmu.


Apabila ada kekurangan mohon kritik dan sarannya'


Love You All😘