
"Selagi aku masih bernafas, aku akan melindungi mu Wan Wan" Ucap Chen pelan kemudian menghilang menggunakan teknik teleportasi bersama dengan Shuwan dalam dekapan nya.
......................
Syuuttt
Chen mendarat tepat di atas dahan pohon bersama Shuwan. Mereka dapat melihat gubuk kecil tadi seketika runtuh.
Lalu Chen menatap Shuwan yang sedang mengedarkan pandangan ke sekeliling. Entah apa yang di cari nya.
'Jadi... Hutan ini berada di mana? 'Batin Shuwan mencoba mencari petunjuk, namun karena Qi nya di tutup jarak pandang nya terbatas.
"Pangeran" Panggil Shuwan pelan tanpa menatap Chen. Namun kemudian, Chen menjawab....
"Ada apa? "
"Bisa kah-"
Sreeekkk
Belum sempat Shuwan menyelesaikan ucapan nya, Tiba-tiba dari arah samping kanan seekor serigala besar berbulu putih mengibaskan cakar nya yang tajam.
Seperti gerakan Slow motion, Chen hendak bergerak ke samping kiri untuk menghindar. Namun tiba-tiba seekor serigala lain nya yang berwarna hitam ikut muncul dengan posisi yang sama.
Syuuutt
Pada akhir nya dia pun berteleport sehingga para serigala itu menghentikan serangan agar tidak salah sasaran.
Chen dan Shuwan pun mendarat di dahan pohon lain nya, sedikit jauh dari para serigala itu.
'Si*l! Padahal ku yakin Pangeran Zhao bisa membuka titik pusat Qi ku yang di tutup'Batin Shuwan mengerutkan alis nya tidak senang.
"Kamu tunggu lah di sini, aku harus menyelesaikan masalah ini dulu" Ucap Chen kemudian menghilang kembali masuk dalam pertarungan tanpa mendengar kan jawaban Shuwan.
"Kalau sudah begini... Lebih baik menonton saja" Gumam Shuwan seraya mengangkat bahu nya acuh lalu bersedekap dada seraya bersender di batang pohon.
Sementara itu Chen segera menarik pedang dan mengayunkan nya untuk menyerang serigala hitam. Tak lupa mengalirkan Qi milik nya.
Sraakk....!
Namun dengan cepat De An mengibaskan cakar nya untuk menghalau serangan Chen tersebut. Kejadian seperti itu pun terulang saat Chen menyerang De Lu.
Lalu tiba-tiba ekor De An terpancar cahaya biru muda yang kemudian membentuk sengatan sengatan petir membuat Shuwan mengerutkan dahi nya sedikit.
De An melolong kemudian menerjang Chen menggunakan ekor nya, tak ingin kalah dari sang adik De Lu pun di selimuti aura hijau nya.
Seketika itu pula tanah tempat De Lu berpijak berubah menjadi kristal, elemen yang sama dengan milik Chen.
Sreettt
Chen mengeratkan cengkraman nya pada pedang yang berada dalam genggaman nya saat ini tepat kala dua serigala itu menyerang nya bersamaan.
Zrrrttt
Aneh nya pedang Chen di selimuti petir biru kehijauan, yang kemudian dia angkat ke kanan sedikit. Sementara tangan kiri nya dia lapisi Cahaya hijau samar yang membentuk perisai di sebelah kiri.
Banggg
Sraaatt
Srettt
Kaki Chen sedikit terseret mundur saat menahan serangan dari dua serigala yang menyerang nya bersamaan. Dia sedikit menggertak kan gigi nya.
Di bagian kanan yang terdapat pedang, Chen menahan serangan De An menggunakan pedang yang di aliri Qi. sementara tangan kiri nya membentuk perisai untuk menahan De Lu.
'Si*l! Jika terus seperti ini..... ' Batin Chen kemudian mata nya tak sengaja melirik ke arah Shuwan yang tetap terlihat santai.
Sreettt
"Teknik Mata Angin-Tapak Raja Angin! "
Bruuukkhh
Chen menggeser tangan kanan nya kemudian menjatuhkan pedang nya dengan sengaja lalu mendorong De An dengan tapak nya.
Swooossshh
Braakkkhhh
De Lu mengaum saat melihat adik nya terpental jauh. De Lu kembali menerjang Chen dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelum nya.
Chen melompat dan bersalto dengan tangan di bawah dan kaki di atas kemudian kembali berbalik seperti semula.
Ketika De Lu kembali menerjang nya, Chen kembali melompat dan kini berada di dahan pohon sehingga dahan itu hancur akibat cakaran De Lu.
Chen pun melompat-lompat dari satu pohon ke pohon lain nya. Menghindar dari setiap serangan yang De Lu berikan dengan menggunakan perkiraan karena ia memiliki rencana saat ini.
***
Sementara jauh di sana De An kembali menjadi manusia dan tampak di tatap penuh selidik oleh Shuwan yang memang tak jauh dari sana dan memiliki ketajaman mata yang tidak perlu di ragu kan.
"Ukh! " De An nengerang lalu bangkit seraya menyentuh perut nya yang sakit.
'Si*l! Dia masih saja kuat seperti dulu ' Batin De An namun mata nya tak sengaja menatap Shuwan yang berada di atas dahan pohon membuat gadis itu tersentak sedikit.
'Baik! Kalau aku tidak mampu mengalahkan mu, maka jangan salah kan aku jika aku membunuh gadis mu Zhao Li Chen' Guman De An dalam hati seraya menyeringai tipis.
Kemudian De An menghentak kan kaki kiri nya dan melompat lalu melesat ke arah Shuwan membuat gadis itu pun dengan segera melompat ke bawah dan berlari menggunakan kemampuan nya di kehidupan pertama.
'Meski pun aku tidak bisa menggunakan Qi, jangan menganggap aku bisa lebih lambat' Batin Shuwan tersenyum sinis dan berlari dengan cepat dan melompat-lompat membuat De An terkejut sekaligus takjub.
"Dia memiliki kecepatan yang mengerikan untuk ukuran manusia yang sedang tidak bisa menggunakan Qi nya" Ucap De An pelan menatap punggung Shuwan dengan tajam, kemudian dia memberikan tekanan pada kaki nya sehingga dia melesat cepat seperti peluru ke arah Shuwan.
Sreettt
Dengan tiba-tiba muncul dua cakram di masing-masing tangan nya, kemudian De An menekuk tangan kanan nya 90° ke arah kiri dan sebalik nya.
Tepat saat sedikit lagi menyentuh Shuwan, De An memutar tubuh nya ke arah kanan dengan cepat membuat pusaran.
"Uhk!" Shuwan tersentak kemudian sedikit menyingkir ke samping dengan bantingan sehingga dia tersungkur ke samping kanan sementara De An mendarat kan kaki kanan nya saat sasaran menghilang.
'Kecepatan menghindar nya memang hebat! ' Batin De An menggertak kan gigi nya lalu menatap sengit ke arah Shuwan membuat Shuwan sedikit meringis.
"Kau fikir dapat mengalahkan ku dengan begitu mudah? " Tanya Shuwan menyeringai membuat amarah De An tersulut.
"Omong Kosong! Apa pun itu, tanpa Qi kau tetap tidak bisa bertahan dengan lama!! " Ucap De An kemudian mendesis tajam, sementara Shuwan tampak memperlihatkan wajah datar.
'Benar! Tidak bisa terus seperti ini atau aku akan mati kelelahan, bagaimana pun cara nya aku harus memancing b*jingan ini menggunakan serangan yang secara tidak langsung membuka titik pusat Qi ku' Batin Shuwan kemudian memikirkan segala kemungkinan yang terjadi jika dia gagal menahan serangan itu.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!