
Gui Yan kalah karena kehabisan energi dan Bailin lah yang keluar sebagai pemenang. Kini pertandingan akan segera berlanjut yaitu Bailin VS Putri Jing Xia Lu.
.........................
Setelah di berikan istirahat sejenak untuk para peserta, kini putri Bailin dan putri Jing Xia Lu sudah berdiri di tengah panggung arena dengan memegang senjata masing-masing.
Jing Xia Lu hanya menatap Bailin dalam diam. Gong di bunyikan pertanda bahwa pertandingan di mulai. Segera Bailin mengangkat cambuk nya.
Ctarr
Sayang nya cambuk itu berhasil di tangkap oleh Jing Xia Lu dengan tangan kosong membuat Bailin melebarkan mata nya.
"Ba-bagaimana bisa? " Ucap nya terkejut.
"Sekarang giliran ku" Segera setelah itu Jing Xia Lu menarik pedang dan mengarahkan nya ke Bailin.
Tranggg
Siapa yang menyangka ternyata Bailin telah menguasai teknik perubahan elemen. Elemen kayu nya kini berevolusi menjadi besi, begitu pun dengan cambuk nya yang kini menjadi tongkat untuk menahan serangan Jing Xia Lu.
Adu kekuatan tak dapat di hindari. Putri Jing Xia Lu sama sekali tak kesulitan melawan putri Bailin, sementara putri Bailin tampak. kewalahan dengan Putri Jing.
Putri Jing sedikit mundur lalu membuat beberapa bola api dan mengarahkan nya ke Bailin. Sedangkan Putri Bailin malah membuat perisai Kayu alhasil kayu itu terbakar dengan dia di dalam nya.
"Aaarrggghhh!!!! " Teriak nya saat panas menjalar ke seluruh tubuh.
Segera Putri Jing memadamkan api nya dan berlari ke arah Putri Bailin yang pingsan. Setelah nya Putri Jing di nyatakan menang, dan putri Bailin segera di bawa ke ruang perawatan.
Kembali istirahat sejenak setelah nya melanjutkan pertandingan. Putri Jing dan Pangeran Qin Ruan sudah berdiri berhadap-hadapan di area. Sejenak putri Jing menatap pangeran Ruan yang jauh di atas diri nya dan ia yakin akan kalah.
Pangeran Ruan memiliki elemen petir dan angin di tubuh nya sehingga dapat membuat penggabungan yang lumayan. Dan benar saja! Tak membutuhkan waktu lama putri Jing berhasil di kalahkan.
Namun meski pertandingan telah berakhir pandangan nya tak lepas dari putri Jing yang di bawa ke ruang pengobatan itu. Setelah itu kini. berlanjut dengan pertarungan antara Hua Jinsu dan Fei Long.
Fei Long sendiri memiliki elemen angin yang juga memiliki satu dantian hingga perkembangan nya cukup cepat. Fei Long sendiri cukup ramah kepada semua orang membuat nya banyak di sukai oleh kalangan rakyat maupun bangsawan.
***
"Apakah menurut mu Jinsu akan menang? " Tanya Junsi pada Shuwan yang duduk santai di sebelah nya. Sebenarnya hal ini membuat Junsi sedikit bingung, pasalnya Shuwan terlalu santai seolah dia yakin akan menang. Ya memang begitu sih!
"Entah" Jawab Shuwan acuh tanpa melirik yang bicara, Junsi sendiri hanya bisa menghela nafas jengkel.
"Tapi di lihat dari sisi mana pun kak Jinsu pasti menang" Lanjut Shuwan setelah menyadari tatapan jengkel lawan bicara nya.
"Kenapa? " Junsi merajut kan alisnya menatap Shuwan sejenak.
" Tentu saja karena kak Jinsu pengguna elemen api sementara lawan nya pengguna elemen angin yang mana bisa memadamkan sekaligus memperkuat elemen api tergantung jumlah energi yang di pakai"Jelas Shuwan sambil terus fokus dengan dua orang yang sedang memperkenalkan diri di panggung arena.
"Kau benar! Bagaimana bisa aku melupakan nya? " Junsi pun ikut fokus pada pertandingan.
".... " Shuwan diam tak menjawab pertanyaan yang menurut nya tidak penting. Perbincangan mereka pun berakhir dengan keheningan.
***
Dengan bunyi Gong makan pertandingan resmi di mulai setelah wasit menyingkir dari tengah arena. Fei Long segera mengambil posisi waspada saat Jinsu melesat ke arah nya dengan pedang terayun.
Trangg
Pedang mereka beradu, Fei Long segera melompat ke belakang dan mengambil posisi untuk menyerang.
"Pukulan bola angin" Bola yang terbuat dari elemen angin muncul di tangan nya dengan ukuran se kepalan tangan orang dewasa. Segera bola itu di arahkan ke Jinsu.
Swooshh
Sreet
Duaakhh
Teknik itu berhasil di tepis oleh Jinsu menggunakan pedang nya yang sudah di aliri Qi. Nafas Jinsu masih beraturan, itu karena dia sudah mempelajari teknik olah pernafasan.
"Giliran ku, Semburan badai api! " Api pun keluar dari hembusan nafas yang di keluarkan Jinsu melalui mulut nya. Fei Long mencoba menangkis nya dengan elemen angin namun usaha nya sia-sia karena Jinsu menggunakan setengah dari tenaga nya.
Swoosshhh
Api membakar setengah dari lingkaran arena, dan terlihat lah Fei Long yang berusaha menghindari api tersebut dengan nafas tak beraturan.
Tak memberi kesempatan bernafas, Jinsu kembali melesatkan serangan pada Fei Long dan tiba-tiba berada di sisi nya.
"Ceroboh, Tapak raja api" ucap Jinsu seraya menempel kan telapak tangan nya ke pinggang Fei Long.
"Aaaarrrgghhh panas" Teriak Fei Long dengan pinggang yang terbakar dan berwarna hitam.
"Tcih ku rasa cukup sampai di sini saja! Badai naga api! " Ucap Jinsu seraya menyembur kan api berwarna merah yang menghanguskan seluruh arena.
"Aaaaaaarrrrggghhh!!!!" Fei Long yang tak bisa menghindar pun akhirnya terkena serangan api tersebut. Beruntung Jinsu hanya menggunakan teknik tingkat rendah. Meski begitu seluruh lingkaran arena di penuhi dengan nyala api berkobar.
Fei Long pun kalah dengan berbagai dengan berbagai luka bakar yang cukup parah. Segera kemenangan Jinsu di umumkan dan Fei Long di bawa ke ruang pengobatan.
kini sudah waktu nya pertandingan antara Jinsu dan Ruan. Wasit segera menepi saat Ruang melesat membawa dua pedang ke arah Jinsu.
Traangg
Sreettt
bughhh
Jinsu berhasil memberikan pukulan pertama pada perut Ruan yang tidak di jaga. Sedikit terhubung ke belakang Ruan segera mengalirkan Qi ke dua pedang nya.
Crisstt
Dua pedang milik Ruan bercahaya terang dengan cahaya warna biru saat di alirkan Qi. Segera ia kembali melesat ke arah Jinsu dan mengayunkan dua pedang nya ke area vital.
Traangg
Krakk
Pedang milik Jinsu yang tidak di aliri Qi pun retak tak sanggup menahan serangan dua pedang Ruan. Segera Jinsu melompat mundur dan melesat lagi ke Ruan dengan mengalirkan Qi nya pada pedang hingga pedang nya bercahaya warna Oranye.
Traangg
Sreettt
Tringg
Serangan Jinsu berhasil di tangkis oleh Ruan yang memang memiliki penglihatan yang tajam dan gerakan yang gesit. Dengan gesit pula Jinsu terus menyerang tanpa memberi celah.
Tringg
Srett
Pipi kanan Ruan berhasil di gores Jinsu, terus Jinsu menyerang tanpa memberi celah membuat Ruan kesulitan.
"Tcih" Ruan berdecih seraya terus berusaha menangkis meski kesulitan.
"Bola-bola angin! "Tiba-tiba muncul bola-boka angin dari tangan Jinsu untuk menyerang Ruan.
Swooshh
Swooshh
Ruan ber salto menghindari bola-bola angin tersebut, ia melompat dan berputar hingga bola-bola angin itu melewati nya begitu saja membuat Jinsu berdecak kagum dengan gerakan gesit Ruan.
"Ck ck ck kau layak menjadi putra mahkota" Ucap Jinsu seraya membuat segel tangan dan merapalkan mantra.
"Badai api neraka!! " Ucap Jinsu dan muncul lah kobaran api berwarna biru yang sudah berevolusi membakar Ruan.
Swoooshhh
"Perisai angin"Muncul perisai angin di sekitar Ruan sehingga semburan api yang menuju Ruan tersebut menjadi bercabang terbelah dua.
Semburan api milik Jinsu menghantam dinding perlindung arena, meski begitu hawa panas nya tetap terasa oleh penonton mau pun peserta membuat keringat mereka bercucuran.
" Boleh juga" Sayang nya serangan tadi hanya pengalihan saja sehingga kini tiba-tiba Jinsu sudah berada di sisi Ruan dan...
"Tapak Raja Api' Jinsu mengarahkan telapak tangan nya ke bahu Ruan hingga bahu Ruan terbakar.
" Akh... "Ruan menggertakkan gigi nya kala menyadari ternyata ia masuk perangkap Jinsu. Segera ia melompat ke belakang dan membuat segel tangan seraya merapalkan mantra.
" Tebasan Sambaran Petir! "Ia melesat ke arah Jinsu seraya mengayunkan pedang nya.
Traangg
Jderrr
Petir menyambar pedang milik Jinsu yang di gunakan untuk menahan serangan Ruan. Jinsu menyeringai lalu melompat mundur dan merapalkan mantra.
" Bayangan Pedang Api "Tiba-tiba muncul pedang-pedang lain di sisi Jinsu yang terbuat dari elemen Api dan melesat ke arah Ruan.
Trangg
Crasss
Pedang yang menyerang Ruan seolah sedang di kendalikan oleh seseorang membuat Ruan semakin kerepotan.
'Sial! 'Ruan memaki Jinsu dalam hati nya merasakan perbedaan kekuatan, ia pun mengakui bakat Jinsu yang tak bisa di rendahkan.
" Sambaran Petir! "Ucap Ruan dan muncul lah awan hitam yang menggulung di sekeliling arena membuat para penonton dan peserta cemas.
Jdaarr
Jderrr
Petir saling bersahutan menyambar pedang api dari Jinsu.
" Pusaran angin" Tiba-tiba Jinsu berada di sisi Ruan dan di tangan Jinsu terdapat angin yang berputar membentuk bola yang perlahan memadat membentuk pusaran.
Swoooshhh
Jinsu mengarahkan tangan nya yang terdapat pusaran ke arah perut Ruan yang tak fokus. Pusaran itu berputar di perut Ruan hingga pakaian Ruan pun koyak di buat nya.
"Aaarrgghh" Ruan terlempar ke luar arena dan petir buatan Ruan pun menghilang.
Braakk
Kaisar Yang melihat itu berdiri dari duduk nya karena anak nya yang berbakat itu berhasil di kalah kan.
Brukk
Bersamaan dengan itu juga Jinsu jatuh terduduk dengan nafas tak beraturan di tengah-tengah lingkaran arena. Namun Jinsu di nyatakan menang karena Ruan keluar arena.
Junsi langsung menghampiri Jinsu dan memapah nya kembali ke tempat duduk. Jinsu tidak terluka hanya saja kehabisan tenaga dan energi, setelah nya Shuwan mengalirkan energi nya pada Jinsu agar energi Jinsu tak kosong.
"Terima kasih" Ucap Jinsu pada Junsi dan Shuwan.
"hm" Jawab Shuwan dan Junsi bersamaan membuat Jinsu mendengus.
Shuwan tetap diam memandang ke depan, Tiba-tiba dia teringat akan ucapan Jieru semalam. Ia jadi turut kepikiran akan hal itu, kini ia memutuskan pergi mencari Jieru.
"Kemana? " Ucap Junsi saat melihat Shuwan yang Bangun dari duduk nya.
"Mencari angin" Ucap Shuwan handak melangkah namun tiba-tiba wajah nya tertiup angin sepoi-sepoi yang entah dari mana.
"Tak perlu di cari kan? " Junsi tersenyum miring mengarahkan tangan nya ke wajah Shuwan yang mendelik sinis.
"Huh! Diam lah" Shuwan segera pergi meninggalkan Junsi yang terkikik geli.
"Hati-hati dengan lelaki itu, tahapan nya lebih dari yang kau lihat! " Tiba-tiba Shan Lang bicara lewat pikiran Shuwan membuat langkah Shuwan terhenti seraya mengangkat sebelah alis nya.
'Siapa? Kak Junsi? 'Tanya nya bingung.
"Iya! Kekuatan nya cukup tinggi dan tahapan nya tersembunyi, dia lebih kuat dari yang kau duga" Ucap Shan Lan lagi, Shuwan ingat hal seperti ini juga terjadi saat ia berkenalan dengan pengawal pribadi kakak kedua nya (Jinsu) yaitu Rui.
...[~Fllashback~]...
Shuwan tengah duduk mendengar kan cerita dari Xiaomi. Ia duduk sambil sesekali memasukkan kue ke dalam mulut nya, begitu pun dengan An Ri yang juga duduk mendengar kan celotehan Xiaomi.
Tokk
Tokk
Tokk
"Adik apa kau di dalam" Terdengar suara seseorang yang familiar, dia adalah Jinsu. Xiaomi pun segera ke pintu dan membukakan nya sesuai perintah Shuwan.
Jinsu masuk di ikuti seorang pemuda tampan di belakang nya yang menggunakan pakaian berwarna hitam di sertai biru tua. Pemuda itu masuk dengan wajah datar dan dingin nya berbeda dengan Jinsu yang tersenyum lebar.
"Adik apa kau sibuk? Jika tidak aku ingin mengajak mu ke suatu tempat yang indah" Ucap Jinsu pada Shuwan yang memperhatikan pemuda di belakang Jinsu dengan kening terlipat.
"Ah? Aku lupa, kenalkan ini adalah pengawal pribadi ku, nama nya Rui. Rui ini adalah adik kecil ku nama nya Mu Lin. Dan ini teman adik ku nama nya An Ri" Ucap Jinsu mengenalkan Shuwan dan An Ri pada Rui.
"Salam Nona muda dan Tuan Muda" Rui tersenyum dan memberi salam pada Shuwan dan An Ri yang hanya membalas nya dengan anggukan. Lalu mata Shuwan beralih ke Jinsu lalu menerima ajakan Jinsu.
Sedangkan An Ri terus memperhatikan Rui lalu masuk ke dalam kalung dimensi milik Shuwan untuk bertanya pada Shan Lan, Erlang dan Hu Ren.
"Hati-hati dengan pemuda itu, tingkatkan nya lebih tinggi dari yang kau rasakan" Suara Shan Lan terdengar di pikiran Shuwan membuat Shuwan mengernyit bingung.
'Maksud mu? ' Tanyaa Shuwan bingung.
"Pemuda bernama Rui tadi tidak sederhana" Ucap Hu Ren menanggapi, lalu Erlang meminta Shuwan untuk waspada terhadap nya.
'Huh! Entah lah namun ku rasa juga begitu, pemuda bernama Rui ini patut di waspadai' Ucap Shuwan seraya terus memperhatikan gerak-gerik Rui dalam diam.
Shuwan juga mendengar kan cerita Jinsu tentang pertemuan Jinsu dengan Rui, dan Shuwan hanya mendengar nya sambil sesekali menanggapi. Tanpa Shuwan sadari sejak tadi sepasang mata coklat gelap terus memperhatikan nya dengan seringai kecil tercetak pada bibir pemilik mata tersebut.
Yap! Pemilik sepasang mata tersebut merasa senang karena target nya sudah di temukan, perlahan tangan nya terulur menyentuh rambut Shuwan namun ia segera menarik tangan nya kembali saat merasakan sengatan listrik di tangan nya.
'Ck! Belum saat nya' Pemuda bernama Rui itu berdecak dalam hati karena sekarang belum waktu nya. Namun ia tak begitu peduli yang terpenting ia sudah menemukan Shuwan setelah pencarian.
...[~Fllashback Off~]...
'Memang nya kenapa dengan Kak Junsi? ' Tanya Shuwan dengan bingung.
"Elemen air nya begitu murni, ku rasa dia salah satu Elementer yang kau cari cari"Ucap Hu Ren menimpali.
'Benarkah? Kalau begitu aku tak perlu mencari elementer air' Shuwan senang tentu nya namun juga bingung dengan maksud mereka yang mengatakan kakak angkat nya menyembunyikan tahapan.
" Jieru!! " Panggil Shuwan saat melihat sosok yang dia cari-cari. Padahal pertandingan sedang berlangsung yaitu pertandingan antara Jinsu dan Fei Lin.
Jieru yang sedang menonton pertandingan pun menoleh mendengar nama itu di panggil. Netra tajam nya menangkap sosok yang memanggil nya, ternyata sosok itu adalah Shuwan. Bibir nya terangkat membentuk sebuah senyum yang bila di perhatikan adalah seringai.
"Putri Shuwan? Ada apa? " Tanya nya saat Shuwan sudah menghampiri nya.
"Ada yang ingin ku tanyakan pada mu" Ucap Shuwan serius.
"Tanya kan saja, jika aku tahu akan ku jawab"
"Siapa ayah ku sebenar nya? " Tanya Shuwan dengan suara yang sedikit pelan.
"Bukan kah sudah ku bilang kau akan tahu saat waktu nya tiba? " Ucap Jieru menaikan alis nya, Shuwan berdecak kesal laku kembali berkata.
'Ternyata dia benar-benar percaya. Dasar B*doh! 'Batin Jieru tersenyum senang namun tak di tunjukkan.
"Ck! Tidak bisa kah kau katakan saja" Ujar Shuwan melepaskan energi yang membuat orang di dekat nya merasa tertekan.
"Ekhem, Jika kau benar-benar ingin mengetahui nya maka....Besok Malam datang lah ke arah selatan hutan Cahaya, lebih tepat nya di sisi jurang pembatas. " Ucap Jieru menghela nafas pasrah.
"Kenapa besok malam? Kenapa tidak hari ini saja? " Kening Shuwan berlipat mendengar ucapan Jieru tadi.
"Aku tak bisa memberi tahu mu, tapi ayah ku mungkin bisa" Ucap Jieru lagi seraya tersenyum tipis.
"Ayah mu? Bukan kah kalian ini klan iblis? "
"Iya lalu? "
"Apakah itu berarti ayah mu itu iblis? "
"Iya! Tapi klan kami adalah kaln iblis biru, kami tidak suka mengganggu manusia"
"Benarkah? " Shuwan sedikit ragu mendengar penuturan Jieru.
"Iya, iblis yang suka mengganggu manusia adalah iblis hitam"
"Memang nya ada berapa jenis iblis di dunia ini? "Tanya Shuwan bingung dengan alis terangkat sebelah.
" Ada tiga! Yang pertama adalah iblis merah, dia iblis yang suka berkeliaran di dunia bawah. Yang ke dua iblis hitam, dia berada di dunia tengah dan suka mengganggu manusia. Lalu yang ke tiga adalah iblis Biru, mereka tinggal di dunia neraka dan tidak suka mengganggu manusia "Jawab Jieru jujur, memang seperti itu adanya. Memang iblis biru adalah iblis yang tidak suka mengganggu manusia, lebih tepat nya mereka masih memiliki sisi kebaikan.
Namun sejak raja mereka mati dan di ganti dengan Xiu Min, seluruh iblis menjadi lebih jahat apa lagi iblis biru adalah iblis terkuat di antara iblis lain nya.
" Ku kira semua iblis itu sama"Ucap Shuwan pelan seraya berfikir.
"Jadi kau tetap ingin tahu ayah mu atau menunggu waktu saja? "Tanya Jieru memastikan.
" Besok malam aku akan ke sana! "Ucap Shuwan yakin.
" Hm baiklah ku tunggu di sana"Jieru tersenyum manis namun dalam hati ia tertawa penuh kemenangan karena waktu yang di tunggu tunggu sudah tiba.
***
Sementara itu pertandingan antara Jinsu dan Fei Lin di menangkan oleh Fei Lin. Tentu saja karena tingkatkan kedua nya berbeda jauh dan Fei Lin juga seorang Sumoener.
Jinsu mengalami beberapa luka yang cukup parah dan harus di bawa ke ruang pengobatan. Junsi segera menghampiri adik nya untuk memberi semangat karena adik nya benci kekalahan.
Setelah nya ia kembali ke tempat duduk menunggu pertandingan yang terus berlanjut. Pertandingan selanjut nya adalah pertandingan antara Qin Shuwan melawan Fei Lin.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')