Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 152: Dua Sahabat Part 1



"Aku akan membunuh mu Zhao Li Chen!! " Ujar pria beiris runcing yang bernama Kang De Lu tersebut seraya menarik pedang nya yang menguar kan aura hijau.


Pria muda dengan taring yang di panggil Zhao Li Chen tadi pun berlari seraya menghunus kan pedang nya dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat mata telanjang.


......................


Namun karena Kang De Lu memiliki ketajaman mata yang tidak perlu di ragu kan. Dia dengan sigap menghindar dan menggeser tubuh nya ke samping.


Li Chen yang melihat itu segera menggeser arah serangan nya mengikuti arah De Lu menghindar. Sehingga terdapat celah cukup lebar untuk diri nya.


"Sejak dulu kau selalu Impulsif" Ucap De Lu membuat Li Chen kesal, lalu De Lu tiba-tiba menarik pedang dan mengayunkan nya ke arah Chen.


Serangan mendadak tersebut membuat Chen tak mampu menghindar, alhasil terdapat luka sayatan lebar di bahu kiri Chen.


Sreettt


Darah merembes keluar dari pakaian Chen, dia meringis seraya menyentuh luka nya. Tampak raut kesakitan terpampang di wajah nya.


'Dia benar-benar serius ingin membunuh ku ya? 'Batin Chen menatap nanar sahabat nya yang kini berbalik menyerang nya. Emosi nya memuncak seketika.


Chen yang kini terbawa emosi pun tanpa pikir panjang menyerong kan tubuh nya dan melayang kan tinju pada perut De Lu menggunakan energi Qi nya.


Buggghhh


Tanpa memberi jeda, Chen kembali menggunakan kecepatan nya yang tidak biasa. Kemudian dia kembali menerjang De Lu dengan pedang nya yang di ayunkan.


Syaaattt


Tringgg


Namun De Lu berhasil menangkis serangan Chen kemudian menekan Chen dengan mendorong nya hingga punggung Chen menyentuh dinding tebing.


Buugghh


Chen mengangkat kaki kanan nya dan menendang De Lu sehingga De Lu terhempas mundur beberapa langkah. Lalu Chen merangsek maju seraya menghunus kan pedang nya.


Tringgg


Dua bilah pedang saling berbenturan, mereka beradu tatap dalam diam. Chen menggertak kan gigi nya saat melihat De Lu memberi nya tatapan remeh.


"Aku akan membunuh mu Kang De Lu! " Ujar Chen penuh penekanan seraya menyalurkan sedikit tenaga nya dalam pedang yang dia gunakan.


"Sebelum itu, aku akan membunuh mu lebih dulu" Balas De Lu ikut menyalurkan tenaga di pedang nya.


Mereka saling mendorong membuat pedang mereka saling bergesekan dan sedikit menimbulkan percikan api dari sana.


"Jangan bermimpi! Sampai kapan pun kau tidak akan bisa membunuh ku" Ucap Chen dengan kilat amarah yang tidak terbendung lagi.


Lalu dia menepis pedang De Lu dan mengayunkan kaki nya dan menendang De Lu dengan sangat kuat. Aliran Qi di tubuh nya tetap teratur meski sedang dalam pengaruh kemarahan.


De Lu terhuyung ke samping lalu tapa di duga dari telapak tangan nya keluar pusaran angin yang membentuk bola seukuran bola golf.


Setelah nya De Lu mencondongkan tubuh nya ke depan dan mengayunkan tangan nya dari belakang ke depan, tepat ke arah Chen.


"Teknik Angin-Pusaran Angin! " Ujar De Lu kemudian, Chen tersentak akan serangan tiba,yang De Lu luncurkan sehingga tak sempat menghindar.


Syuuuutttss


Alhasil perut bagian kiri Chen terkena pusaran angin De Lu, menimbulkan luka yang terlihat cukup parah. Luka seperti lubang yang berputar.


Chen terperangah sesaat, namun kemudian dia mengeluarkan aura hijau yang padat. Lalu tangan kiri nya sedikit menghijau, dia melayangkan tinju ke arah De Lu.


Buugghh


"Cuih! " De Lu meludah kan darah nya ke samping lalu mengusap sudut bibit nya. Dia menyeringai lalu....


De Lu menghilang dan tiba-tiba muncul di sisi kiri Chen dan menambah luka sayatan yang berada di sana. Hal ini membuat Chen secara alami memekik...


"Akh" Pekik Chen seraya menyentuh luka nya, mencoba menghentikan darah yang terus keluar dengan deras nya. Dia sedikit mundur untuk menjaga jarak dari De Lu.


Namun tidak memberi jeda, De Lu kembali menghilang dengan aura hijau kekuningan lalu muncul di belakang Chen seraya mengayunkan pedang menggunakan kedua tangan nya yang mencengkram erat pedang tersebut.


Sreettt


Namun dengan meringis, Chen berbalik dan menangkap pedang De Lu menggunakan kedua tangan nya. Dia mengernyit kan alis nya menahan perih yang menyakitkan.


Tanpa di duga De Lu mengangkat tangan kiri nya dan memberikan tinju pada perut Chen membuat sang empu terhuyung ke belakang lalu mencoba berdi,tegak seraya mencengkram perut nya dan terbatuk...


"Uhuk" Segumpal darah keluar dari mulut Chen, rupa nya De Lu mengincar salah satu Dantian Chen membuat Chen terkejut dengan De Lu yang benar-benar serius.


Setelah nya Chen tiba-tiba melempar pedang nya ke sembarang arah lalu melesat ke arah De Lu seraya menunjukkan taring nya.


Chen mendesis dan seketika sudah mencengkram leher De Lu membuat De Lu tersentak karena pergerakan Chen bahkan tidak memakan lebih lama dari satu kali tarikan nafas.


"Eugh" De Lu melenguh saat dia mulai sulit bernafas lantaran Chen mempererat cengkraman nya.


Melihat hal itu tanpa sadar Chen melonggarkan cengkraman nya karena perasaan iba yang entah muncul dari mana.


"B*doh" Umpat De Lu lirih lalu mencengkram pergelangan tangan Chen dan tiba-tiba membanting tubuh Chen ke samping.


Bruuukkhh


Tubuh Chen menghantam tanah dengan sangat keras, membuat ia lagi-lagi terbatuk dengan darah keluar dari mulut nya begitu saja.


Perlahan taring pendek di mulut nya mulai menghilang bersamaan dengan bola mata nya yang kembali putih bening, warna kemerahan itu menghilang.


Kuku-kuku nya yang tadi menajam kini perlahan mulai kembali seperti semula. Sedetik, Chen merasa seperti sudah mati, namun kemudian dia segera bangkit dan melihat De Lu yang juga membuang pedang nya sendiri.


"Jangan bermain-main Zhao Li Chen!! Lawan aku dengan seluruh kekuatan mu!!" Bentak De Lu kemudian berlari menerjang Chen dengan langkah angin nya.


Sreettt


Bugghhh


Chen yang sudah berdiri sempurna segera mengangkat tangan nya yang mengepal untuk menahan serangan De Lu sehingga dua kepalan tinju saling beradu.


"Kau yang meminta nya, maka jangan salah kan aku jika terlalu kasar" Ucap Chen dengan nada dingin yang membuat De Lu tersentak sekaligus merasa sedih. Kemudian.....


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!