
"Huft! Kita akan melihat-lihat di sini sebentar, lalu segera pergi mengikuti jejak Shuwan lagi" Mendengar hal ini Junsi lagi lagi hanya dapat mengangguk.
Akhir nya setelah saling bersitatap sesaat, mereka pun menghela nafas bersamaan lalu melangkah bersama-sama menyusul dua wanita yang entah kemana.
......................
Chen dan Shuwan berjalan masuk ke dalam desa. Tepat saat mereka melewati gerbang, banyak penduduk desa yang menoleh ke arah mereka.
Hal ini membuat kedua nya secara alami memiliki tanda tanya besar dalam benak masing-masing.
"Tuan, Nona kalian seperti nya orang baru" Seorang nenek tua berseru membuat kedua nya menoleh.
"Benar" Jawab Chen datar sementara Shuwan hanya diam seraya melihat sekeliling.
"Kalian akan mencari penginapan bukan? Ada penginapan di depan sana, kalian hanya perlu berjalan lurus" Ucap nenek tua itu seraya tersenyum ramah, nenek itu menatap Shuwan yang sedang memperhatikan nya.
"Baik, terimakasih" Balas Chen tersenyum tipis kemudian menarik tangan Shuwan untuk meninggalkan nenek itu.
Saat sudah dekat dengan penginapan tadi, Shuwan menghentikan langkah nya membuat Chen ikut berhenti lalu memandang Shuwan bingung.
"Kau merasakan nya? " Tanya Shuwan ambigu membuat Chen termangu sejenak, kemudian mengangguk dan berkata....
"Tempat ini terlalu aneh... Bahkan para warga nya pun begitu! "
Mendengar hal ini Shuwan kembali melirik ke sekeliling di mana para penduduk desa sedang memperhatikan mereka. Sejenak Shuwan mengusap tengkuk nya yang entah mengapa terasa dingin.
"Entah mengapa, tatapan mereka seolah ingin memakan kita" Ucap Shuwan pelan namun telinga Chen yang ketajaman nya tidak perlu di ragu kan dapat mendengar ucapan Shuwan.
"Sudah lah, ayo" Kemudian Chen dan Shuwan memasuki penginapan itu, di sambut oleh Pelayan yang menatap mereka seperti sedang kelaparan.
"Dua kamar untuk satu malam"
Tepat setelah Chen mengatakan hal itu, Pelayan tadi segera menghilang kan raut wajah mengerikan dan mengganti nya dengan senyum ramah.
"Masing-masing kamar Dua Koin Perak" Ucap Pelayan itu seraya memanggil pelayan lain nya.
"Tolong antar kan Tuan dan Nona ini ke kamar yang sudah di siapkan" Ucap pelayan tadi kepada teman nya setelah Chen meletakkan Empat koin perak di atas meja.
"Mari Tuan, mari Nona" Kemudian Chen dan Shuwan berjalan mengikuti pelayan tadi.
Hingga saat ini Shuwan berada di dalam kamar nya, duduk seraya menyesap teh nya perlahan. Di tangan nya terdapat sebuah buku usang dengan sampul berwarna coklat.
"Barier, Formasi, Aray dan Ilusi...." Gumam Shuwan pelan kemudian menutup buku yang dia baca.
Tokk
Tokk
Shuwan bangkit dari duduk nya seraya meletakkan bukit yang tadi dia baca di atas meja. Lalu berjalan menuju pintu yang masih di ketuk.
Kriett
"Ada apa? " Tanya Shuwan singkat saat melihat Chen berdiri di hadapan pintu yang baru saja Shuwan geser. Chen tertegun melihat Shuwan yang memakai Hanfu putih di balut luaran berwarna Kuning samar.
"Kamu cantik...! " Ucap Chen tanpa sadar sementara Shuwan hanya mengernyit kan dahi nya merasa aneh.
"Eh i-itu maksud ku... " Segera Chen tersadar akan ucapan nya dan bergegas meralat nya namun dia justru malah gugup sehingga suasana sedikit canggung.
"Katakan apa yang kau ingin kan! " Ucap Shuwan datar saat melihat Chen yang seperti salh tingkah.
"Ada yang ingin aku bicara kan dengan mu" Ucap Chen dengan wajah yang kembali serius seraya memperhatikan sekitar.
Melihat hal itu Shuwan menaikan sebelah alis nya kemudian berjalan masuk tanpa menutup pintu. Shuwan berkata pelan....
"Masuk lah dan tutup pintu nya" Segera Chen mengikuti langkah Shuwan untuk masuk dan tidak lupa menutup serta mengunci pintu.
Setelah nya Chen berjalan menuju tempat di mana Shuwan sedang duduk seraya kembali membaca buku. Chen pun menarik kursi dan ikut duduk di sana.
"..... " Kedua nya sama-sama terdiam, Shuwan terlihat fokus dengan bacaan di buku nya sementara Chen sedang melamun entah memikirkan apa.
"Apa yang ingin kau katakan" Akhir nya setelah sekian lama hening, Shuwan mengangkat suara setelah menutup buku yang di baca nya.
"Ah? " Chen segera tersadar dari lamunan nya kemudian berekspresi serius.
"Aku menemukan aura aneh dari bawah penginapan ini. Serta energi kegelapan dan kebencian di sana sangat banyak. Apa kau tertarik untuk memeriksa nya? "
Mendengar hal ini Shuwan menaikan sebelah alis nya yang berada di sisi kanan seperti biasa. Sudut Bibi Shuwan sedikit meninggi.
"Seperti nya aku dapat menebak yang akan terjadi selanjut nya" Ucapan Shuwan membuat Chen penasaran, dan Shuwan hanya tersenyum tipis.
"Apa yang akan terjadi? " Tanya Chen penasaran, lagi lagi Shuwan hanya tersenyum tipis yang terkesan misterius.
"Menurut mu? "Alih-alih menjawab Shuwan justru melempar pertanyaan kepada Chen membuat pria muda itu merasa sedikit..... kesal?
" Kalau aku tahu, aku tidak akn bertanya kepada mu"
'Astaga kenapa mulut ku menjadi begitu beracun. Seharus nya bukan kalimat itu yang ingin ku katakan' Batin Chen merutuki kesalahan nya, namun berusaha tetap tenang dengan mempertahankan ekspresi datar.
Shuwan tentu nya sedikit terkejut dengan nada bicara Chen yang terkesan malas. Namun apa boleh buat? Yang Chen katakan memang lah kebenaran.
"Em maksud ku-"
"Kalau begitu cepat lah, lebih cepat lebih baik" Ucap Shuwan memotong ucapan Chen yang sudah jelas di mana akhir nya.
Dan Chen hanya bisa pasrah dengan sikap Shuwan yang masih saja tertutup, tidak peduli orang di sekitar nya. Mengerikan bukan? Itu lah yang Chen rasa kan saat ini, rasa nya seperti anda mengajak patung hidup untuk makan bersama.
......................
Author mau promosi sebentar.....
Jangan lupa mampir di karya author yang lain, salah satu karya terbaru author adalah
-WEST FRONTIER-CUAN XING VILLAGE
Pada jaman Dinasti, dua orang ini sama-sama menjadi orang yang selalu mengikuti perang. Kedua nya memiliki gelar masing-masing, sang wanita mendapat gelar jendral Wanita pertama. Maka sang pria memiliki Gelar sebagai Raja.
Awal nya sang pria yang memiliki Gelar Raja Li mulai mendekati jendral wanita itu karena memiliki tujuan tersembunyi.
Sedangkan jenderal wanita yang bernama Huang Di Fei itu tidak tertarik sama sekali. Hingga perlahan waktu mulai membawa perubahan.
Kedua nya mulai menyadari perasaan saat sedang menjalankan tugas Di Perbatasan Barat-Desa Cuan Xing.
Namun suatu tragedi terjadi dan merenggut segala nya.
Pemeran Pria- Qin Li Zhen/Raja Li
Pemeran Wanita- Huang Di Fei/Jendral Muda Huang
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!