Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 16 : Latihan bersama kak Lee & Visual Tambahan!!



"Hahahaha lihat wajahmu Erlang! " Tawa An Ri pecah tepat di telinga Erlang, Sedangkan Lee hanya terkekeh sambil menutup mulutnya tanpa berhenti berjalan.


Mereka pun berbincang singkat sambil duduk dibawah pohon yang rindang, sesekali An Ri dan Erlang saling melempar candaan. Mu Lin juga sesekali mencuri pandang ke arah Lee yang menarik perhatian nya, Itupun tak lepas dari perhatian guru Hang yang diam-diam tersenyum tipis. Saat malam tiba, mereka pun memilih istirahat untuk menyambut hari esok yang pasti akan melelahkan.


......................


Matahari mulai merangkak naik saat pagi tiba, Hutan kematian masih nampak suram seperti biasa. Namun gadis kecil yang cantik nan imut sudah mandi dan kini tengah berburu mencoba kekuatan barunya.


Seekor rusa gemuk nampak sedap di panggang, ia sudah lapar jadi tak mau menunggu yang lain bangun terlebih dahulu.


Srekk 2x


Dia terus masih mengintai rusa tersebut, menggunakan elemen tanah nya, ia membuat lubang tepat di bawah rusa tersebut. Dan ya!


Dia berhasil, ketika rusa tersebut jatuh dan terlihat panik, ia segera melempar kan tombak tepat ke jantung rusa tersebut, dan itu tepat mengenai sasaran nya.


Setelah mendapat kan rusa, ia pun segera membawanya ke sungai untuk di bersihkan. Menggunakan elemen kayunya, ia membuat beberapa puluh tusukan.


Sesuai keinginan nya pula kayu tersebut meruncing tanpa perlu ia gunakan pisau.


Setelah bersih, ia segera memotong daging rusa tersebut kecil-kecil dan menusuk nya ke tusukan itu.


Setelah selesai ia segera membawa ber tusuk-tusuk daging tersebut menuju tenda, ia meletakkan daging tusuk siap panggang tersebut di daun pisang yang sudah ia bersihkan.


Segera ia mencari kayu bakar di sekitar tenda, lalu di kumpulkan dan dengan elemen api nya segera ia buat kayu tersebut terbakar.


Sambil menunggu pengarangan, ia membuat bumbu untuk di baluri ke daging tusuk itu. Mulai dari kunyit, jahe, bawang putih dan lain-lain, ia tumbuk lalu di baluri ke daging tusuk itu.


Guru Hang, An Ri, Paman Ho, Erlang dan Lee pun sudah selesai mandi. Mereka yang melihat Mu Lin masak langsung menghampirinya. Mu Lin masih dengan raut wajah datarnya membalikkan daging tusuk yang serasa nya hampir masak.


"Apa yang kau masak? " Tanya An Ri ketika melihat masakan yang sedikit asing itu.


"Sate" Jawab Mu Lin acuh tak acuh, Mereka pun ikut ambil bagian untuk membalikkan daging tusuk tersebut.


Bau harum daging matang menyeruak ke indra penciuman mereka. Setelah dirasa matang, mereka pun segera mengangkat nya dan meletakkan sate tersebut di daun pisang tadi.


Mereka pun segera makan dengan tenang, Erlang yang biasanya banyak bicara pun entah mengapa diam sejak tadi, tapi bukan Mu Lin nama nya kalau dia peduli. Mu Lin tidak peduli tentu saja.


"Mu Lin, kau harus melatih kemampuan bertarung mu, percuma bila tingkat kultivasi mu tinggi, tapi seni bela diri mu rendah. Kau harus memiliki pengalaman yang banyak untuk menghadapi musuh mu yang sebenarnya, guru mu ini akan berjalan jalan sebentar, kau bisa berlatih bersama Lee" Ucap guru Hang panjang lebar setelah mengakhiri makan nya.


Mu Lin diam saja dan mengangguk tapi dalam hati ia senang karena bisa lebih dekat dengan Lee.


"Ayah akan kemana? " Tanya Lee pada guru Hang, ia harus mengingat kan ayah nya bahwa musuh mereka masih berkeliaran.


"Hemm, Aku hanya berjalan jalan saja, kau latih lah Mu Lin. Tenang saja, Mu Lin itu cepat belajar jadi kau tak akan kelelahan" Lee pun mengangguk mengiakan kata kata ayah nya.


"Lin Lin, Aku juga akan berjalan jalan sebentar bersama Erlang"Ucap An Ri yang di angguki oleh Mu Lin. Akhirnya setelah Guru Hang, Erlang dan An ri pergi, tersisa lah paman Ho, Mu Lin Dan Lee.


Mereka diam saja hingga Paman Ho segera beranjak untuk berjaga di sekitar tenda, dan kini hanya Mu Lin Dan Lee yang tersisa di sana dalam keadaan yang sedikit Canggung.


" Ekhem, bagaimana kalau kita adu tanding sebentar untuk saling mengenal? "Ucap Lee sambil menatap Mu Lin yang masih setia mempertahankan ekspresi datarnya.


" Hemm"Mu Lin hanya berdehem dan mengangguk, segera mereka beranjak untuk bertanding di tempat yang sedikit jauh dari tenda.


Setelah di rasa cukup jauh, mereka pun berhenti dan mulai berdiri saling berhadapan.


"Kau siap? " Tanya Lee memastikan.


"Ya"


Tanpa aba-aba lagi, Lee dan Mu Lin segera menarik pedang dari sarungnya.


Tringg


Srakk


Sringg


Suara pedang beradu terus menghiasi telinga mereka, tebas, tebas, tangkis, dan tangkis. Itulah yang mereka lakukan terus menerus selama beberapa menit.


Ketika merasa ada celah, Mu Lin segera menyerang Lee dengan bola angin nya. Namun sayangnya masih bisa di hindari oleh Lee, Elemen yang di miliki oleh Lee adalah elemen Tanah, Air, Besi, dan Kayu.


Lee pun tak kalah dan menyerang Mu Lin dengan elemen tanahnya yang membentuk gundukan dan meruncing. Gundukan runcing tersebut melesat cepat mengincar Mu Lin, namun Mu Lin segera membalikkan serangan tersebut dengan elemen anginnya.


Mereka terus saling menyerang dan bertahan sampai keduanya lelah dan memutuskan untuk berhenti. Saat di perjalanan menuju tenda, mereka saling berbincang mengenai teknik yang mereka gunakan, mereka mulai akrab sekarang.


Sesampainya di tenda mereka melihat An Ri yang tertidur di atas pohon, Juga Erlang yang dalam wujud elang kecilnya, ia bertengger di dahan pohon. Paman Ho yang masih waspada dan mereka tak menemukan guru Hang di sana.


"Istirahat lah Lin Lin, ku rasa pertandingan tadi cukup menguras tenaga" Ucap Lee sambil tersenyum manis.


"Aku akan berjalan jalan dulu" Kata Mu Lin masih dengan wajah tanpa ekspresi nya.


"Kau tak lelah? " Tanya Lee dengan dahi berkerut.


"Tidak" Ucap Mu Lin lalu segera melesat pergi ke tengah hutan, melihat itu Lee pun ikut melesat mengikuti Mu Lin. Namun ia tak menunjukkan keberadaan nya.


Mu Lin berjalan jalan santai dengan sesekali bersiul, ia pun tanpa sengaja berada di hamparan padang bunga yang indah.


Udara disana sangat sejuk dan harum, terdapat satu pohon persik di tengah-tengah hamparan bunga tersebut, ia pun segera menuju pohon itu.


Laki-laki itu sedang berdiri dengan mata terpejam. Melihat itu, Mu Lin pun segera berbalik tak ingin mengganggu laki-laki itu. Namun, ketika ia hendak melangkah laki-laki itu membuka matanya dan berbicara.


"Setelah datang memasuki kawasan ku, kau pikir bisa pergi dengan semudah itu? " Tanya si laki-laki dengan senyum sinis nya.


"hm?" Mu Lin tak berniat untuk menjawab, ia pun segera melangkah kan kakinya untuk pergi, tapi tiba-tiba ada sulur yang mulai melilit tubuhnya. 'Kurasa tak ada pilihan lain selain bertarung' Mu Lin menarik nafas pelan, namun wajahnya masih datar.


...----------------...


Ini author kasih beberapa cast yaa


Maaf kalau tidak sesuai dengan khayalan readers.



Hua Mu Lin


16 tahun


Elemen api, air, angin, tanah, kayu, es, petir, crystal, cahaya dan kegelapan.



Guru Hang / Jendral Hang


Umur 39 tahun


Elemen Petir, Air, Dan Besi



An Ri / Ri An (baca chapter sebelum nya)


umur 20 tahun


Elemen petir dan angin



Erlang


umur 20 tahun


elemen api dan angin



Jendral Lee


Umur 21 tahun


Elemen tanah, air , besi, dan kayu



Paman Ho /Hua Ho


Umur 28 tahun


Elemen Tanah dan Besi



Pria cantik tak dikenal


(akan diberitahukan di chapter berikutnya)


Umur 20 tahun


Elemen tidak diketahui


......................


Reader, maaf hari ini cuma update satu chapter.


Ini di karena kan author harus bantu ortu di hari yang istimewa ini. Moga besok author bisa update lebih dari satu chapter.


Like


Komen


Favorit


Vote


...-Wo Ai-...