Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 43 : Siapa Dia?



"Hihihi~Kau memang hebat gadis kecil! Seperti nya kau sangat penasaran dengan ku, baiklah aku tak akan membiarkan mu menunggu lebih lama lagi" Ucap nya pelan lalu perlahan bola mata nya berubah warna menjadi coklat, tingkat kultivasi nya pun ia tekan hingga tahap tertentu dan ia pun menghilang dari tempat ia bersembunyi.


......................


Di sisi lain Jinsu memberikan dua jempol pada Mu Lin yang di balas kekehan. Dan Junsi memberikan senyum manis pada Mu Lin yang tentu di balas meski hanya senyum tipis, tersirat perasaan bangga dalam benak Zeying, Junsi, dan Jinsu pada Mu Lin yang sungguh mengagumkan. Luan dan Xuan yang melihat interaksi Shuwan dan keluarga Angkat nya merasa sedih, bagaimana mungkin keluarga angkat nya di berikan senyuman sedangkan mereka tidak? Oh Luan dan Xuan, Sadarlah!!


Notes: sekarang kita panggil Shuwan lagi saja ya, terlalu merepotkan bila menggunakan Mu Lin/Shuwan.


"Kau sungguh hebat, dari mana kaau bisa melakukan itu? " Tanya Luan membuka obrolan di antara mereka.


"Tentu nya belajar" Jawab Shuwan sambil melirik Luan dengan ekor mata nya.


"Oh? Seperti nya keluarga Hua menyewa guru untuk mu" Ucap Xuan mengikuti sertakan diri nya dalam obrolan yang sebenar nya tak berfaedah.


"Tentu saja! Mereka memperlakukan ku dengan sangat baik bagaikan anak kandung nya padahal bukan. Bahkan Kak Junsi dan Kak Jinsu sangat baik dan menyayangiku walaupun aku bukan adik kandung nya" Tukas Shuwan dengan nada sindiran yang membuat dua bersaudara itu terdiam.


Sementara itu putri Bailin dan Permaisuri Juan sedang berada di ruang perawatan dengan wajah yang memerah karena marah. Bagaimana tidak?! Keadaan Putri Lizan di katakan kritis, banyak tulang yang patah dan juga kehilangan banyak darah. Cidera internal yang cukup banyak, di tambah tekanan mental yang di akibatkan aura Shuwan membuat Putri Lizan mungkin tak akan bangun dari tidur nya dalam waktu dekat.


"Bagaimana mungkin si rendahan itu bisa mengalahkan kakak? " Tanya Bailin dengan tangan terkepal sehingga kuku nyaa memutih.


"Tidak mungkin dia bisa sekuat itu! Pasti ada yang salah! Huh! Lihat saja, hal ini harus di balas" Geram Permaisuri Juan, sungguh ia benar-benar geram. Anak berbakat yang malang kenapa harus mengalami hal seperti ini?


'Awas saja kau j*lang! Aku akan membalas mu berkali-kali lipat' Batin Permaisuri Juan seraya menggertakkan gigi nya.


'Lihat saja! Aku akan membuat mu kehilangan wajah, aku harus mencari cara' Ucap Bailin dalam hati lalu tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepala nya.


"Ibu! "Panggil nya pada Permaisuri Juan yang menatap sedih ke arah putri sulung nya.


" Ya? "Jawab nya pelan.


" Aku ada ide"


"Katakan" Permaisuri Juan menunduk dan membiarkan anak ke dua nya membisikkan sesuatu.


"Bagaimana kalau..... "Bisik Bailin pada telinga Permaisuri Juan. Tampak permaisuri Juan memikirkan rencana anak nya lalu mengangguk puas.


" Benar! Ide yang bagus, kita akan biarkan dia senang sampai perlombaan berakhir, bersamaan dengan itu maka hidup nya juga akan berakhir hahaha"Ucap Permaisuri setengah pelan lalu tertawa kecil dan menyeringai di ikuti anak nya yang juga tersenyum miring.


Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi ada yang mendengar kan percakapan mereka.


"Cih! Ibu dan anak sama saja" Gumam nya seraya berdecih lalu ikut menyeringai, orang itu adalah Ar Ran yang di perintahkan Junsi untuk mengawasi pergerakan permaisuri Juan beserta anak nya.


"Baiklah, permainan akan di mulai yang mulia" Gumam nya lalu tersenyum miring segera ia pergi guna melaporkan hal ini pada junjungan nya.


***


"Kak! dari tadi aku tak melihat kak Ar Ran dan Rui, kemana mereka? "Tanya Jinsu pada Junsi yang sedang memakan kue kacang.


"Ar Ran mendapat tugas dari ku, sedangkan Rui sedang menjaga penginapan" Jawab nya menghentikan makan sebentar lalu lanjut lagi.


"Untuk apa penginapan di jaga" Tanya Jinsu lagi heran, apa yang di jaga dalam penginapan?


"Hemm entahlah aku tak peduli" Jawab Junsi santai lalu kembali fokus dengan kue kacang favorit nya.


"Cih! Sedari tadi kau fokus dengan kue mu, dasar maniak kacang" Ucap Jinsu sebal, tak di rumah tak di sini ia harus di dua kan oleh kue kacang.


"Aaaa" Pada Akhir nya Jinsu mau di suapi kue kacang itu yang membuat Junsi memutar bola mata nya malas. Mereka terus mengobrol hal yang tak penting mengabaikan pertandingan yang berlanjut, lagi pun saat ini yang bertanding adalah putra mahkota Qin Ruan dan putra mahkota Tian Long.


Dan tentu saja pemenang nya mudah di tebak, yap! Sudah pasti Qin Ruan lah yang menang, kenapa? Karena Elemen milik nya adalah Angin, Petir dan Tanah. Sedangkan Putri Mahkota Tian Long hanya pengendali elemen tanah dan besi. Di tambah lagi tahapan Qin mikik putra Mahkota Qin lebih tinggi beberapa tingkat di bandingkan putra Mahkota Tian. Dan benar! Pemenang di menangkan oleh putra mahkota Qin.


Pertandingan selanjut nya adalah Jinsu yang melawan seorang anak jendral yang sudah menyandang gelar kesatria. Pertandingan cukup imbang pada saat saat awal, namun karena otak Jinsu yang licik, akhir nya kemenangan berada di tangan Jinsu.


"Haaish! Selalu saja begitu ck ck ck" gumam Shuwan yang melihat Jinsu lagi-lagi menggunakan tipuan.


'Memang dasar rubah licik! Meski kekuatan nya masih rendah tapi kalau licik tetap saja. Sekuat apa pun dia kalau tak dapat menggunakan otak dengan baik yaa apa guna nya kekuatan' Batin Shuwan menyeringai.


Pertandingan terus berlanjut, Junsi yang bosan pun menantang seorang pangeran. Yahhh semua tahu, Junsi itu lebih licik dari rubah (Jinsu) Dia bahkan lebih kuat dari beberapa pangeran. Dan yaahhh dia juga seorang ahli strategi. Yang tentu semua tahu pasti dia lah yang menang.


Untuk mengisi kebosanan, Shuwan berjalan mendekati dua kakak angkat nya dan duduk. Melihat Shuwan duduk, Junsi sedikit mengernyitkan alis nya karena baru duduk Shuwan segera mengambil kue kacang yang akan di ambil nya.


"Kenapa kemari? " Tanya Junsi sambil mengambil kue kacang yang lain.


"Tidak boleh? " Bukan menjawab, Shuwan justru membalikkan pertanyaan Junsi dengan nada sedikit mencibir di sertai mata yang memicing.


"Bukan begitu, aku hanya bertanya" Elakkan Junsi, mendengar nya Shuwan hanya memutar bola mata nya jengah.


"Bosan" Jawab Shuwan singkat namun terkesan acuh. Mata Junsi memicing mendengar itu, pasal nya Shuwan memang orang yang mudah bosan.


Hening


"Di mana Kak Jinsu? " Tanya Shuwan setelah hening beberapa saat. Bukan menjawab, Junsi hanya menunjuk Jinsu yang sedang mengobrol bersama kawan nya. Melihat itu Shuwan memutar bola mata nya malas. Kakak nya yang satu itu sangat aktif dan tidak bisa diam.


Pertandingan kian berlanjut, seorang pemuda bermata coklat dengan rambut hitam panjang dan di kuncir kuda datang dan menantang Pangeran ke tiga yang tak lain dan tak bukan adalah Qin Xuan (Fu Xuan). Pemuda itu bernama Jieru, dia adalah rakyat biasa yang tinggal di pegunungan. Ia lolos dengan baik pada babak pertama, melihat pemuda itu Shuwan mengernyitkan dahi. Pasal nya Shuwan tak dapat merasakan tahapan kultivasi nya, ia juga merasakan hal yang berbeda pada aura orang tersebut.


...----------------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b


blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )