
Setelah itu muncul lah cahaya gelap yang merasuki tubuh Mu Lin, saat itu rasanya tubuh Mu Lin merasakan dingin yang sangat menusuk dan menyakitkan. Wen nampak iba melihat Mu Lin, tapi ia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Kini Dingin yang di rasakan oleh Mu Lin sudah benar-benar tak tertahan lagi. Ternyata di dunia luar sudah seminggu waktu berlalu, hingga sudah saat nya Mu Lin membuka mata.
......................
Sejak Mu Lin duduk di lotus penyucian, Lee tak henti henti nya berdoa agar Mu Lin berhasil melewati ujian nya. Erlang dan An Ri pun sesekali menengok ke bawah guna melihat keadaan sosok yang penting bagi mereka, lain hal nya dengan guru Hang yang tampak biasa biasa saja dan santai seolah ujian yang di hadapi Mu Lin hanyalah sebatas ujian kenaikan kelas 1 (satu).
Tiba-tiba batu kecil berwarna merah yang selalu di bawa Lee itu bercahaya. Lee yang sadar akan gejolak energi itu segera merogoh saku zaoshan nya. Di ambil nya batu itu, terlihat lah guru Hang yang mana adalah ayah nya itu melihat nya dengan tatapan bertanya.
"Yang mulia sudah memanggilku" Ucap Lee dengan suara tegas tapi dia melirik ke arah Mu Lin dengan tatapan cemas nya, seolah mengerti arti dari tatapan Lee guru Hang segera menghela nafas.
"Pergilah, ayah yakin dia bisa mengatasi nya"
"Tapi ayah... Jika dia gagal-" Ucapan Lee terpotong oleh guru Hang yang langsung menatap nya serius.
"Ayah mu lebih dulu mengenal nya, kau tak perlu khawatir, rasa sakit itu tak akan bisa menghentikan nya"
"Hah! Baiklah, mungkin sudah waktunya untuk melaporkan hal ini kepada yang mulia" Ucap Lee serius yang langsung di angguki oleh guru Hang. Erlang dan An Ri dari tadi hanya mengamati perdebatan mereka tanpa minat untuk ikut campur.
Setelah itu Lee membuat segel tangan dan membacakan mantra, segera tubuh nya bercahaya dan di selimut kabut berwarna putih. Tak lama kemudian, tubuh nya memudar lalu menghilang dan muncul di tempat lain. Melihat itu guru Hang menghela nafas, ia ingat kalau tidak lama lagi muridnya akan berusia 15 (lima belas) tahun. Saat itulah hal yang di takuti akan terjadi, alam akan mengamuk, dan kekuatan yang menentang langit akan bangkit.
Kejadian ini bahkan akan lebih parah dari kejadian dimana sang kakak Mu Lin lahir. Setiap anak pilihan takdir itu lahir, maka akan terjadi hal yang tidak terduga. Seperti kejadian pada 3(tiga) tahun lalu, tepat saat kakak dari Mu Lin yang pertama yaitu Fu Yixuan genap berusia 15 (lima belas) tahun. Saat itu terjadi badai di dunia atas, petir bergemuruh dan angin selalu berhembus. Hujan tak henti henti mengguyur tanah di dunia itu hingga basah, bahkan para Spirit Beast mengamuk seolah merasakan sesuatu yang besar. Kini di takutkan akan segera terjadi saat Mu Lin genap 15(lima belas) tahun.
......................
Di sisi lain Lee sudah sampai di tempat yang dia tuju. Laporan sudah berada di tangan nya, tepat saat ia sampai. Ia berlutut dengan satu lutut menyentuh tanah dan tangan kanan nya menyentuh dada kirinya, kepala nya menunduk hormat pada junjungan nya.
"Salam yang mulia! Semoga selalu bahagia seumur hidup nya" Ucap Lee dengan wajah tegas nya tidak seperti saat bersama Mu Lin yang selalu menunjukkan ekspresi lembut nya.
"Jadi... Dia sudah melakukan penyucian? "Tanya sang junjungan dengan nada cemas.
"Ya yang mulia"
"Hah! Aura nya semakin menajam, bahkan kaisar ini bisa merasakan aura nya. Takut nya dia akan bertemu dengan mereka, jadi kau tau apa yang harus kamu lakukan kan? " Tanyanya lagi, yap! Dia adalah kaisar Fu Haifeng. Di samping nya duduk seorang pemuda tampan yang berwajah tegas, ia nampak memancarkan aura agung yang tinggi, dia adalah Fu Yixuan kakak dari Mu Lin.
"Ya yang mulia"
"Kau ingat kenapa aku memilih mu untuk melindungi nya? "Tanya Fu Haifeng sambil menatap Lee yang menunduk, tapi saat mendengar kata itu Lee segera mengangkat kepala nya untuk menatap sang junjungan nya sekaligus calon mertua nya itu.
" Hamba ingat yang mulia "Jawab Lee mantap, mata nya memancarkan tekad dan ketulusan yang besar.
"Ibu mu dan Istri ku dulu menjodohkan kalian, dan yahh benar saja yang lahir anak perempuan, aku sangat bersyukur" Ucap Fu Haifeng dengan mata nya memancarkan kebahagiaan, bahkan senyum tipis tercetak di bibir nya.
"Kau harus melindungi adik ku dengan nyawa mu" Ucap Fu Yixuan yang sedari tadi hanya diam.
"Tentu yang mulia, hamba akan melindungi nya bahkan dengan nyawa hamba sekalipun" Tukas Lee dengan keyakinan. Pasangan ayah dan anak itu mengangguk mantap seraya tersenyum tipis.
"Lalu bagaimana dengan anak ku yang lain nya? "
"Pangeran Luan tampak berlatih dengan sangat giat, dan Pangeran Xuan juga. Bahkan pangeran Xuan adalah seorang Alchemist dengan bakat nya yang luar biasa" Lapor Lee kembali menceritakan apa yang dia amati selama ini.
"Anak ku memang tak ada yang tidak berbakat, semuanya selalu membanggakan" Fu Haifeng tersenyum menatap anak pertama nya, sedangkan Fu Yixuan yang mendengar itu langsung menatap datar ayah nya.
"Hihihi~Tentu saja buah jatuh tak jauh dari pohon nya" Ucap Fu Haifeng terkekeh melihat anak nya yang menatap nya datar.
Sedangkan Lee hanya diam saja mendengar kan perdebatan ayah dan anak itu tanpa minat. Ia justru merasa senang melihat Kaisar Fu dan anaknya begitu akrab.
"Sudah lah! Jendral Lee, sebaiknya kau awasi pergerakan musuh untuk saat ini, lihat portal dunia neraka. Terus amati, aku takut para iblis itu mempercepat pembukaan segel teleportasi nya" Ucap Fu Haifeng mengakhiri pertengkaran tak bermutu nya bersama sang putra.
"Laksanakan yang mulia" Tepat setelah itu Lee hilang dan melesat seperti cahaya. Fu Haifeng langsung menatap anaknya, Yixuan yang di tatap ayah nya pun hanya menaikan sebelah alis nya.
"Sebentar lagi portal penghubung dengan dunia neraka akan terbuka, jika itu sampai terjadi maka nyawa adik mu akan terancam"
"Baiklah" setelah itu mereka pun hanyut dalam pikiran masing-masing dan Hening.
Tokk
Tokk
Tokk
Suara ketukan pintu memecah keheningan dan menyadarkan mereka dari lamunan.
"Masuklah" Ucap Fu Haifeng lantang.
Kriett
"Salam yang mulia Kaisar Fu dan yang mulia putra mahkota Fu! Semoga di berikan umur panjang" Sang kasim masuk dan berlutut seraya menunduk hormat. Fu Haifeng dan Fu Yixuan pun mengangguk sebagai jawaban
"ada apa? " Bukan Fu Haifeng yang bertanya, melainkan Fu Yixuan lah yang bertanya. Sang kasim mengangkat kepala nya lalu berkata...
"Kaisar langit memanggil anda berdua untuk segera ke ruang kerja nya"
"Baiklah! Tunjukkan jalan nya" Ucap Fu Haifeng sambil berdiri di ikuti anak nya dan keluar bersama sang kasim.
Dalam perjalanan semua pelayan dan penjaga menundukkan kepala nya hormat. Saat akan mencapai pintu mereka melihat rombongan putra mahkota Kekaisaran langit.
"Salam yang mulia Kaisar Fu dan Putra Mahkota Fu" Sapa putra mahkota Tian Wu seraya menunduk hormat.
"Salam Putra Mahkota Tian" Ucap Fu Haifeng dan anak nya betsamaan, akhirnya mereka pun masuk ke ruang kerja kaisar langit secara bersama-sama karena kebetulan tujuan mereka sama.
"Kaisar Fu, Putra Mahkota Fu dan Putra Mahkota Tian tiba! " Seru kasim saat mereka memasuki ruangan, terlihat lah seorang pria paruh baya berwajah tegas nya tengah duduk di depan tumpukan gulungan yang harus di periksa nya.
"Salam yang mulia kaisar langit" Ucap mereka bersamaan.
"Duduklah" Suara tegas menyapa rungu, mereka pun duduk di tempat yang sudah di tentukan.
"Bagaimana persiapan kita untuk menyambut para iblis Haifeng? " Tanya kaisar langit menghilangkan sikap formal nya karena mereka memang bersahabat sejak kecil (Nanti akan author cerita kan kisah nya secara rinci di chapter selanjutnya)
"Persiapan lancar, tepat saat portal terbuka, kita bisa melancarkan penyerangan. Lalu... Bagaimana dengan persiapan pertahanan Jun? " Tanya balik Haifeng kepada Tian Jun atau kaisar langit.
"Tentu saja semua berjalan sesuai dengan rencana" Setelah itu mereka mengobrol santai, anak mereka juga cukup akrab karena sejak kecil sudah tumbuh bersama sama. Percakapan ringan di lakukan, sedikit menceritakan tentang masa lalu mereka, anak mereka yang penasaran pun akhirnya memilih untuk mendengar dan menyimak konflik orang tua mereka dulu sehingga menyebabkan persahabatan mereka terpisah dan menjadi musuh.
...----------------...
Hai Readersss ๐
Akhh akhirnya Up juga author
Segitu dulu deh, kasian sama jempol...
Jangan lupa
Like
Vote
Rate
Komen
Favorit๐๐