
'Di saat seperti ini dia masih sempat bersantai!? 'Chen tersenyum tipis lalu kembali fokus dengan lawan nya yang mulai serius.
......................
Yixuan sedang duduk bermeditasi setelah tepat berada di dalam kamar yang ia pesan. Ia mengisi kembali Energi nya.
"Huuuft! " Dia menarik nafas dan membuang nya perlahan seraya membuka mata.
Mata biru nya bersinar terang lalu kembali redup dan menjadi Coklat keemasan lagi. Lalu ia kembali menutup mata lalu mencoba merasakan Energi Shuwan yang terakhir kali.
'Masih belum berpindah, Tetapi... Kenapa energi nya semakin tipis? 'Batin nya berpikir, ada apa dengan Shuwan!
'Apa yang sedang terjadi? 'Kembali ia berpikir, energi seorang Kultivator akan menipis jika Kultivator itu kehilangan Energi Kehidupan nya.
Atau dengan sengaja menyamarkan energi kehidupan nya. Energi yang Yixuan gunakan untuk melacak adalah Energi Kehidupan.
Semakin tipis energi kehidupan Seorang Kultivator, maka arti nya hidup Kultivator itu sedang terancam. Karena sangat sulit untuk menyamarkan energi kehidupan.
Yixuan membuka mata nya lalu bangkit dari duduk nya. Berpikir, apakah ia perlu melihat sendiri keadaan Adik kecil nya?
Ia pun keluar dari kamar dan bergerak mengetuk pintu kamar sebelah. Tepat sebelah kiri nya, tak lain dan tak bukan ialah Kamar Junsi.
Jujur saja, Yixuan lebih dekat dengan Junsi di banding kan Jinsu atau yang lain. Mungkin karena kepribadian mereka yang tidak jauh berbeda.
Tokk
Tokk
Ia mengetuk sebanyak dua kali lalu diam menunggu respon dari dalam.
Krieeett
Bukan respon suara, melainkan pintu itu langsung terbuka dan terlihat Junsi yang membuka nya dengan raut wajah datar seperti biasa.
"Ada apa? " Tanya Junsi sedikit terkejut melihat Yixuan di depan kamar nya, namun ekspresi wajah nya tak banyak berubah.
"Apa kau tak ingin menawarkan aku masuk? Ada yang ingin ku katakan pada mu Mengenai Shuwan" Yixuan mencibir dengan mata memicing namun terlihat serius di akhir kalimat.
"Ah maaf aku lupa, masuk lah dul-"
Sreettt
Junsi mematung lalu menatap datar Yixuan yang sudah melewati nya begitu saja tanpa rasa bersalah. Sebenar nya memang tidak ada yang salah!
Akhir nya mau tak mau Junsi menutup pintu dan segera duduk di kursi tepat di depan kursi tempat Yixuan sudah duduk.
"Ada apa dengan Shuwan? "Tanya Junsi pada akhir nya setelah sekian lama hening tanpa suara.
" Aku merasakan Energi kehidupan nya semakin menipis! "
Junsi tersentak karena ia tahu dengan jelas arti menipis nya energi kehidupan seorang Kultivator. Yang tak lain adalah berada di ambang kematian.
"Bagaimana mungkin! Apa yang terjadi dengan nya!? Kita harus segera menyusul nya, aku takut dia berada di dalam bahaya besar! Tak pernah sebelum nya Shuwan memiliki energi kehidupan yang tipis! " Ujar Junsi dengan kilat keterkejutan di dalam mata nya, namun juga terlihat Khawatir.
"Tenang lah...! Aku yakin dia bisa mengatasi sendiri masalah nya, hanya saja aku perlu memastikan nya sendiri" Tutur Yixuan dengan tatapan serius nya.
"Lagi pula kau seharus nya tahu bagaimana kehebatan Shuwan" Lanjut Yixuan melirik Junsi yang terdiam.
"Huft! Maaf aku hanya terlalu khawatir, dia bukan Gadis biasa dan aku yakin dia tidak akan mengambil langkah yang salah! " Junsi menghela nafas panjang dan tersenyum tipis.
'Meski aku sedikit khawatir dengan mental nya yang begitu tertekan! 'Lanjut Junsi dalam hati karena tak berani mengungkap kan nya secara langsung.
"Aku akan melihat sendiri keadaan nya malam nanti! Saat ini aku masih harus bersiap, kau jaga lah Li Yue" Ucap Yixuan sera,beranjak dari duduk nya dan melenggang pergi meninggalkan Junsi yang masih kaku di tempat nya.
***
Di sebuah ruangan yang tampak seram nan mencekam. Terlihat Wei Tianzi yang masih setia mendengarkan laporan dari Xiu Min.
Dari laporan yang ia dapat, gadis yang ia cari ternyata berada di dunia bawah yang terdapat lebih banyak energi negatif di banding kan energi Positif.
Di dunia atas energi positif lebih banyak dari energi negatif, lalu di dunia tengah jumlah energi negatif dan positif cenderung sama.
"Jadi, saat ini 'Dia' berada di Kekaisaran Zhao? Lalu kenapa kekuatan nya tampak melemah? " Tanya Wei Tianzi bingung, tentu ia tahu arti nya namun ingin memastikan bahwa pemikiran nya salah.
"Benar yang mulia! Untuk masalah Kekuatan, kami sendiri tak tahu pasti! Namun energi Kehidupan nya juga menipis" Tutur Xiu Min pelan dan sopan.
"Bagus! "
"Bagus? " Gumam Xiu merasa aneh dengan yang mulia nya yang tiba-tiba berkata bagus.
"Dengan begitu aku bisa sedikit mendekati nya, setidak nya ia tak bisa dengan leluasa menggunakan energi nya" Jawab Wei Tianzi seraya menyeringai.
Seringaian yang membuat siapa pun yang melihat nya akan ketakutan, dan seringaian itu pertanda bahwa akan ada kehancuran besar.
Kekuatan Wei Tianzi sangat lah hebat melebihi Tiga Raja Iblis yang ber kombinasi. Bahkan dapat menghancurkan satu Kekaisaran dengan tepuk.
"Anda benar yang mulia! "Xiu Min berhenti sejenak lalu kembali melanjutkan ucapan nya.
Namun...Putri Fu selalu di kelilingi Kultivator hebat, bagaimana cara kita mendekati nya? " Xiu Min mengernyit heran, tentu karena saat Xiu Lang menyamar pun tak bisa terlalu dekat dengan Shuwan.
Dan yang Xiu Lang lakukan adalah menyamar menjadi dua orang yang berbeda dan mengalami banyak kesulitan.
"Kau akan tahu! " Ucap Wei Tianzi seraya menyeringai.
'Gadis.... Bersiap lah!!! ' Batin nya seraya mengalihkan pandangan ke samping kiri.
"Aku ingin kau terus mengawasi nya! Tunggu perintah dari ku untuk menyerang nya dan sisa nya nanti adalah bagian ku! Mengerti!?" Lanjut Wei Tianzi pada Xiu Min dengan suara tegas nya.
"Mengerti Yang Mulia!! "
"Dan saat itu tiba, kita hanya perlu membiarkan semua nya berjalan sesuai dengan arus takdir" Wei Tianzi menatap jauh ke depan seolah sedang menerawang masa depan.
***
Shuwan masih setia bersender di dahan pohon seraya menonton pertarungan Chen yang menurut nya sedikit membosankan.
Swooossshh
Tiba-tiba guru nya, Jiancheng muncul di sisi nya membuat Shuwan menoleh sedikit dan menatap datar dang guru.
"Mereka tak akan bisa melihat Guru mu ini, jadi kau tak perlu khawatir karena guru ini hanya dalam bentuk Arwah" Seolah mengerti isi pikiran Shuwan meski tatapan nya datar, Jiancheng mengatakan bahwa dia hanya bisa di lihat oleh Shuwan.
"Tapi para Kultivator hebat dapat merasakan energi guru mu ini" Lanjut Jiancheng sedangkan Shuwan tampak tak begitu peduli dan kembali menonton ke depan.
Ia sengaja tak membuka suara karena mata nya sempat bertubrukan dengan lirikan Chen. Akan aneh jika Chen melihat nya bicara sendiri, padahal asli nya Dia bicara dengan guru nya.
...----------------...
Author mau menanyakan pendapat kalian nih...
1. Menurut para Reader, Bagus nya Shuwan jatuh Cinta dengan Chen atau Membunuh Chen nanti?
A. Jatuh Cinta
B. Di Bunuh
C. Ga Di Bunuh, Ga Jatuh Cinta
D. Terserah Author
2. Apa kah yang akan Wei Tianzi lakukan?
A. Menyamar dan Menjadi Cinta Ke-Tiga Shuwan.
B. Menyamar dan Terjebak dalam permainan nya sendiri.
C. Tidak melakukan apa-apa
D. Biar Kan Author Yang Menjawab
3. Ending nya Harus gimana?
A. Shuwan mati karena Melindungi Orang Yang Dia Sayang.
B. Shuwan mati Karena bunuh diri, gagal Membangkit kan Kekasih nya.
C. Fu Lee berhasil di bangkit kan, dan Shuwan hidup bahagia bersama Fu Lee.
D. Shuwan Menikah Dengan Chen dan menjadi Permaisuri Dunia Bawah.
Silahkan di jawab pada kolom komentar!!!
Jangan lupa selalu tekan LIKE karena menekan LIKE itu tidak di kenakan biaya apa pun Alias GRATIS!!!
See You Next Time~~