
Meski ia berusaha mengabaikan orang itu, namun bagi Shuwan itu sesuatu yang sulit karena ke lima indra nya yang berfungi dengan sangat baik.
....................
Namun pada akhir nya ia tetap acuh selagi orang itu tak mencari masalah dengan nya. Terus berjalan mengikuti kemana kaki membawa nya.
Tapp
Ia menghentikan langkah nya saat melihat beberapa orang sedang bertarung di hadapan nya. Terlihat seorang pemuda berpakaian bangsawan sedang di kepung beberapa puluh orang berpakaian putih dengan lambang serigala.
"Cih! " Shuwan berdecih pelan sebelum akhir nya melompat naik ke salah satu dahan pohon.
Ia mengayunkan kaki nya menonton pertarungan di depan nya dengan santai, tak lupa juga mengambil beberapa cemilan dari ruang dimensi nya.
Namun Shuwan merasa ada yang aneh dengan pemuda itu. Mereka bertarung dengan hebat, terlebih sang pemuda yang memiliki kecepatan mengagumkan.
Ia sedikit terkejut saat orang-orang berpakaian putih itu tiba-tiba berubah menjadi serigala dan kembali menyerang sang pemuda.
"Siapa kau? " Tiba-tiba salah satu dari orang-orang berpakaian putih itu berteriak ke Shuwan.
Tentu mereka terkejut melihat seorang anak kecil yang berada di hutan Ranah Iblis sendirian, dan dengan santai nya menonton pertarungan mereka.
Beberapa dari mereka mengalihkan fokus ke arah Shuwan yang masih duduk dengan acuh. Sementara pemuda tadi mengambil kesempatan dengan menyerang tanpa henti.
Kecepatan yang di miliki pemuda itu sungguh menakjubkan. Shuwan sendiri merasa tak dapat mengimbangi kecepatan itu.
Duaaarrr
Ledakan terjadi saat pemuda itu melemparkan bola angin. Lalu penampilan pemuda itu berubah, mata nya merah menyala di sertai taring panjang muncul hingga keluar dari mulut nya.
"Vampire? " Gumam Shuwan terdiam sesaat lalu kembali acuh.
Sreeettt
Swooossshh
Brukh
Shuwan segera melompat dengan ber salto turun ke bawah saat salah satu di antara orang-orang berpakaian putih itu menyerang nya secara tiba-tiba.
Slaasshh
Slaasshh
Orang itu dengan wujud serigala mulai mencakar Shuwan. Namun dengan gesit Shuwan menyingkir ke samping.
"Teknik Angin-Pisau Angin! " Shuwan mengayunkan tangan nya lalu muncul angin tipis yang dengan cepat melewati leher serigala itu.
Dugg
Tepat setelah itu kepala serigala tersebut terpisah dari tubuh nya. Shuwan mendengus pelan lalu mengarahkan tangan nya ke yang lain nya.
Ia tidak terkejut saat melihat orang-orang berpakaian putih yang ingin menyerang nya. Lalu pandangan nya beralih ke pemuda yang akan tak sadarkan diri dengan mulut membiru.
"Teknik Halilintar- Sambaran Seribu Burung! " Muncul petir berwarna biru ke hitaman di tangan Shuwan lalu dengan cepat Shuwan melesat menerjang mereka.
Sreettt
Satu orang tumbang saat Shuwan menusuk orang itu dengan tangan nya lalu kembali di cabut dan menyerang yang lain nya tanpa henti.
Drrrzzzztt
Belum sempat orang-orang itu berfikir makhluk apa yang membantai mereka, Shuwan lebih dulu mencabut nyawa mereka layaknya seorang Malaikat kematian.
Dengan langkah yang begitu ringan dan cepat, tak ada yang menyadari hingga nyawa terpisah dari raga. Kala itu lah mereka baru menyadari saat tangan Shuwan sudah di tarik kembali dari dada.
Tapp
Tapp
Tapp
Shuwan menghilang dari pandangan lalu satu persatu orang-orang berpakaian putih itu tumbang dengan luka di dada kiri mereka. Orang-orang yang masih hidup itu tampak tercengang dan bergidik ngeri.
Sreettt
Belum sempat mereka mencerna segala yang terjadi, dan belum sempat terpikirkan untuk lari. Shuwan dengan lihai nya menusuk mereka satu persatu.
Menusuk lalu mencabut nya, seperti itu terus hingga musuh benar-benar tumbang seluruh nya.
Dengan acuh ia berjalan melewati pemuda itu tanpa niat membantu. Sejak kepergian orang terkasih, perasaan nya dan segala emosi yang ada pun ikut pergi.
Langkah nya terhenti saat sayup-sayup terdengar lirihan. Indra pendengaran nya begitu tajam hingga dapat mendengar jelas lirihan yang sangat kecil itu.
"Tolong.... " Seperti itu lah kira-kira lirihan yang di dengar Shuwan.
Tentu saja pemuda itu yang berkata lirih karena sempat terbangun sesaat ketika Shuwan membantai musuh nya.
Segera Shuwan menatap datar pemuda yang meminta pertolongan nya. Ia pun mengarahkan tangan nya pada pemuda itu, lalu dengan acuh mulai membacakan mantra.
"Teknik Medis-Air Penyembuh! " Keluar Air yang mulai mengelilingi sekitar luka dari pemuda itu. Dan tentu saja tak butuh waktu lama untuk luka tersebut menutup sempurna.
Secara harfiah, luka luar mungkin sembuh namun tidak dengan luka dalam. Shuwan pun tak ingin repot menyembuhkan luka dalam pemuda itu.
Seusai mengobati, tanpa sadar sang pemuda melihat sekilas wajah Shuwan dan menghafal nya. Mungkin ia hanya bisa melihat sekilas wajah Shuwan, namun netra nya menangkap sebuah kalung yang sangat indah.
Itu adalah kalung dimensi lotus biru, setelah melihat itu pandangan nya buram. Sedangkan Shuwan tanpa kembali berbalik langsung pergi meninggalkan pemuda itu tergeletak sendirian di tengah hutan.
'Ku harap kita dapat bertemu lagi.... gadis! 'Batin pemuda itu tanpa sadar tersenyum tipis.
Dengan langkah ringan kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda. Tak peduli bahkan jika pemuda yang ia tinggal tadi tak selamat.
***
Mereka berdua tertegun mendengar nya. Sedangkan sang kakak memandang penuh kerinduan pada sosok paruh baya di hadapan nya.
"Ayah... " Lirih sang kakak seperti ingin menangis.
Grepp
Melupakan tata krama kebangsawanan, sang kakak itu langsung memeluk sosok di hadapan nya. Sang adik hanya terdiam kaku, bingung memikirkan cara mengekspresikan diri.
"Bagaimana kabar mu Xu'er? " Tanya Haifeng seraya mengusap lembut surai lembut sang anak.
"Ayah... " Xuan hanya menggumamkan kata ayah, air mata yang tumpah menjadi bukti betapa rindu nya ia pada sosok ayah di hadapan nya.
"Jadi ayah dengar kau memiliki adil kembar? " Tanya Haifeng seraya melepaskan pelukan nya.
"Ehm! Luan apa kau tak ingin menyapa ayah mu? " Pandangan Xuan teralih pada Luan yang masih mematung saat ayah nya bertanya.
"..... " Luan bingung harus mengatakan apa, ia bahkan tak mengenal sosok di depan nya. Ia hanya bisa diam mengikuti kata tanpa bicara.
Sreettt
Segera Luan di tarik ke dalam pelukan Haifeng. Sedangkan Luan hanya bisa diam, lagi dan lagi ia terkejut.
'Apakah dia..... ayahku? 'Batin Luan mengernyitkan dahi nya bingung.
"Putra ku.... " Lirih Haifeng menitihkan air mata. Bagaimana tidak? Ia sedang bertemu dengan anak yang bahkan tak pernah ia sentuh sedari kecil.
Jangan kan menyentuh, untuk melihat nya saja ia tak bisa. Karena itu lah ia ingin menggantikan hari-hari yang terlewati itu bersama.
Sreettt
Haifeng menarik Xuan yang sedang tersenyum tipis, alhasil terjadi kejadian mengharukan antara ayah dan ank yang saling berpelukan melepas kerinduan.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')