
'Seperti nya aku mengerti alasan dia menculik Wan Wan' Batin Chen kemudian melesat dengan cepat ke arah De An dan mencoba menerjang nya.
......................
"Seperti nya gadis itu sangat berharga bagi mu, Li Chen!? "Ucap De Lu yang nampak melipat tangan nya di dada dengan pedang yang tidak luput dari genggaman.
Chen menoleh ke arah nya dengan wajah dingin seraya menggertak kan gigi nya. Rasa nya seperti... Mengeraskan rahang, mungkin!
" Wan Wan tidak memiliki kaitan apa pun dengan masalah Kekaisaran Zhao dan Kekaisaran Kang! Sebaik nya kalian tidak melibatkan nya!! "Ucap Chen berdesis tajam, membuat Shuwan menegang di tempat.
Pikiran Shuwan kembali berkelana, mengelilingi ingatan masa lampau. Kenangan dari masa masa indah saat remaja.
...[~Flashback~]...
Tapp
Tapp
Tapp
Shuwan berlari dengan sangat cepat menyusuri lorong koridor yang sudah sepi karena bel masuk telah berbunyi sejak tadi.
'Semoga tidak terjadi apa pun! 'Harap Shuwan dalam hati tanpa memperlambat langkah kaki nya.
Sesaat kemudian dia telah sampai di parkiran sekolah, segera dia memasuki salah satu mobil di sana.
Mobil berwarna hitam legam dengan bentuk yang sederhana namun sangat elegan.
Shuwan segera mengemudikan mobil tersebut dengan sangat cepat. Besi beroda itu melaju membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan tinggi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi nya untuk sampai di sebuah lapangan yang sangat luas.
Brakk
Shuwan membanting pintu mobil dengan terburu-buru. Mata nya menelisik sekitar, lapangan tempat pertarungan antar sekolah itu tampak ramai.
" Zhenli!!! "Teriak Shuwan melihat sosok yang di cari nya sedang bertarung melawan siswa dari sekolah yang berbeda dengan nya.
Sosok yang merasa terpanggil pun segera menoleh dan menjadi tidak fokus saat melihat pujaan hati nya yang berlari ke arah nya.
" Shuwan? "Gumam Zhenli terdiam di tempat membuat celah yang besar untuk lawan.
"Menyingkir! " Ujar Shuwan seraya memberikan tinju nya kepada seseorang yang hampir memukul Zhenli menggunakan balok kayu.
"Apa yang kau lakukan di sini??? " Tanya Shuwan marah sekaligus khawatir.
"Aku lah yang seharus nya bertanya, apa yang kamu lakukan di tempat ini? " Alih-alih menjawab, Zhenli justru membalikkan pertanyaan dengan wajah cemas.
"Pergi lah, di sini berbahaya! " Lanjut Zhenli seraya menangkap beberapa serangan dari lawan.
"Kau tahu ini berbahaya, lalu kenapa melakukan nya hah!? " Bentak Shuwan dengan sesekali menghindar.
Teman-teman Zhenli tampak bersorak saat kemenangan hampir mereka raih, sampai seseorang dengan sengaja memukul kepala belakang Shuwan membuat nya limbung ke depan.
"Shuwan!? " Panggil Zhenli dengan khawatir, kemudian seseorang itu melingkar kan lengan nya pada leher Shuwan.
"Uhuk! Lepas Si*lan! " Umpat Shuwan seraya menepuk tangan kekar tersebut.
Pemilik tangan itu justru mengeratkan lilitan nya membuat Shuwan hampir kehabisan nafas. Zhenli pun semakin panik di buat nya hingga berhenti seketika.
'Si*l! Seharus nya aku lebih giat berlatih! 'Gerutu Shuwan dalam hati merendahkan kemampuan nya sendiri yang memang masih rendah.
"Menyerah lah kalian semua atau gadis ini akan kehilangan nyawa nya! " Ucap seseorang yang melilit leher Shuwan seraya mengeratkan lilitan nya.
"Uhuk! " Shuwan terbatuk di buat nya membuat Zhenli berteriak....
"Henti kan! Dia tidak memiliki kaitan dengan semua ini! Jangan menjadi lelaki rendah yang melibatkan seorang perempuan!! " Teman-teman Zhenli bersorak merendahkan lawan yang menyandera Shuwan.
"Ha-ha-ha! Kalian pikir aku akan peduli! Dalam pertarungan kemenangan adalah segala nya, jadi tak masalah bahkan jika harus menggunakan cara hina! " Gelak tawa dari sosok yang melilit leher Shuwan pun terdengar.
'B*jingan ini! 'Kesal Shuwan seraya mengangkat kaki kanan nya dengan hentakan membuat kaki nya sengaja atau tidak sengaja menendang pusaka sosok yang melilit nya.
Sreettt
Brukkhh
Brakkh
Shuwan berbalik dan menghadap sosok yang tadi melilit nya, kemudian mengangkat kaki nya dan menendang sosok itu dengan sekali hentak.
"Manusia seperti mu tidak layak untuk hidup! " Ucap Shuwan berdesis lirih dengan melirik sinis laki-laki yang baru saja dia tendang.
Tidak lama kemudian terdengar suara sirine polisi membuat kerumunan seketika membubarkan diri dengan berlari terbirit-birit.
Zhenli dengan cepat menarik tangan Shuwan dan membawa Shuwan masuk ke dalam mobil Shuwan sendiri karena Zhenli membawa motor bersama teman-teman nya.
Kemudian Zhenli mengemudikan mobil Shuwan dengan kecepatan tinggi, namun tidak membuat Shuwan mau pun diri nya merasa takut.
"Dari mana kau tahu-"
"Lian mengatakan nya pada ku saat di kelas tadi! " Ucap Shuwan dengan nada datar memotong pertanyaan Zhenli.
Hening...!
'Lian Si*lan! 'Umpat Zhenli dalam hati seraya melirik ke arah Shuwan yang memasang tampang datar.
"Kau... marah? " Tanya Zhenli dengan ragu membuat Shuwan menolak ke arah nya dengan tatapan tajam.
"Tidak kah kau mengerti arti dari perbuatan ku!? Aku segera berlari begitu mendengar kabar yang ku dapat dari Lian! Apa yang ada di pikiran mu tentang perbuatan ku? Sekarang kau bertanya apa kah aku marah!? Menurut mu aku harus menjawab apa? Tidak kah kau berpikir, ku rasa seharus nya kau mengetahui jawaban nya sendiri!! "
Mendengar hal ini Zhenli hanya diam membatu. Ini pertama kali bagi nya mendengar ucapan Shuwan yang begitu panjang.
Bukan itu yang menjadi masalah! Hanya saja Shuwan berbicara dengan satu tarikan nafas dan nada bicara marah serta wajah penuh emosi.
"Aku... tahu kamu marah... Maaf kan aku yang sudah ceroboh dan sembrono" Ucap Zhenli pelan seraya menepikan mobil Shuwan di sebuah restoran.
"Tidak kah kau berpikir bahwa yang kau lakukan akan membahayakan diri mu!?? Tidak kah kau mengkhawatirkan diri mu sendiri? Bagaimana jika kau terluka? Apa kau fikir luka yang kau miliki akan segera sembuh dalam sekejap mata? "Ujar Shuwan masih dengan amarah yang sampai pada puncak nya.
Segera Zhenli melepas sabuk pengaman dan mendekat kan tubuh nya ke arah Shuwan.
Shuwan tidak menghindar, dia justru dengan berani menatap lekat manik mata Zhenli yang sedikit memerah dan berair.
"Aku tahu! Maaf kan aku" Ucap Zhenli lagi, terlihat genangan air mata di mata Shuwan.
"Kau tahu betapa khawatir nya aku saat melihat mu hampir terluka tadi? "Tanya Shuwan dengan air mata yang lolos tanpa ijin, namun mata nya masih menatap lekat manik mata Zhenli.
"Bagaimana cara ku mendapat maaf dari mu? " Tanya Zhenli dengan wajah serius seraya mengusap air mata Shuwan membuat Shuwan menarik sudut bibir nya membentuk senyum tipis.
"Berjanji lah untuk Tetap menjadi Zhenli ku saat ini! Jangan melakukan sesuatu yang dapat membuat mu terluka, dan jangan pernah tinggal kan aku" Ucap Shuwan tersenyum tipis membuat Zhenli melebarkan senyum nya laku memeluk Shuwan dan berbisik....
"Aku berjanji! Selama nya... Aku akan selalu menjadi Zhenli mu... Sekarang, di masa depan mau pun di kehidupan selanjut nya"
...[~Flashback Off~]...
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!