
"Kau lebih cocok menggunakan nya" Ucap Fu Lee tersenyum lembut, senyum yang hampir sama dengan senyum yang biasa Shuwan lihat dulu.
'Kapan kau akan menunjukkan diri mu yang sebenar nya, Kak Lee palsu. Tapi setidak nya kau sedikit mengurangi rasa rindu ku, jadi cepat lah bongkar identitas mu agar aku tidak terjebak permainan ku sendiri' Gumam Shuwan dalam hati nya dengan sedih.
......................
Chen dan adik nya masih duduk di gazebo yang sama. Mengobrol mengisi waktu luang yang ada, karena selanjutnya mereka akan jarang memiliki jam kosong.
"Tuan muda Hua! " Panggil Chen saat melihat seseorang yang berjalan cepat melewati gazebo tempat ia dan Shen bersantai.
"....? " Seseorang yang lewat itu adalah Hua Feiye, dia berbalik dan menatap Chen serta Shen. Kemudian dengan cepat membungkuk.
"Salam Pangeran Chen dan Pangeran Shen" Sapa Feiye seraya mengepalkan tinju di depan dada dan sedikit membungkuk.
"Ah tidak perlu sopan" Ucap Shen bangkit dari duduk nya di ikuti Chen, kemudian membalas salam Feiye dengan kepalan tangan di dada.
"Kalau Pangeran ini boleh tahu, Tuan Muda Hua ingin kemana? " Tanya Chen dengan formal karena dia tidak bisa mengabaikan tata krama kerajaan.
"Sebelum itu... Kalau boleh tahu, di mana keberadaan Sepupu saya? Selama beberapa hari ini saya tidak melihat nya" Ucap Feiye dengan kernyitan di dahi.
"Shuwan saat ini berada di ibu kota Cuanxing, sedang berjalan-jalan dengan seseorang" Balas Chen datar karena tahu dengan jelas siapa orang nya.
"Kalau begitu, bisa kah saya menitipkan ini kepada nya. Saya harus kembali ke kediaman Hua dengan segera" Feiye mengambil sesuatu dari balik lengan baju nya.
Sreettt
Setelah itu Feiye menyodorkan sebuah kertas yang di lipat rapi kepada Chen. Kepala nya sedikit menunduk untuk sopan santun Kekaisaran.
Melirik sekilas, Chen segera mengambil surat itu kemudian mengepalkan tangan di depan dada. Saat itu pula Feiye berbicara...
"Pastikan dia membaca nya karena saat ini terjadi sesuatu yang penting. Saya rasa kalian pasti tahu kalau sepupu saya bukan berasal dari dunia ini. Dan saya harap dia dapat kembali ke dunia nya dengan segera" Jelas Feiye dengan ekspresi serius, sedangkan Shen hanya menjadi pendengar yang baik.
"Dia pasti akan membaca nya ketika sudah kembali nanti" Jawab Chen dengan ekspresi rumit nya.
***
Di sebuah taman, terdapat sebuah pohon yang tinggi dengan daun lebat. Di sekeliling pohon ini tumbuh berbagai macam bunga.
Di bawah pohon itu Shuwan sedang duduk menyandarkan punggung nya. Dan Fu Lee menidurkan kepala nya di paha Shuwan.
Sreettt
Tangan Shuwan tidak berhenti mengusap kepala Fu Lee. Ada perasaan aneh di dalam hati Shuwan, dia merasa pernah melakukan seperti ini.
Sementara Fu Lee merasakan ketenangan dalam hati nya, merasa hangat dan nyaman. Dia berharap waktu dapat berhenti sejenak dan membiarkan nya tetap seperti ini sementara.
"Lin Lin... Jika aku melakukan kesalahan, apa kamu akan pergi dan membenci ku? " Pertanyaan Fu Lee membuat gerakan tangan Shuwan berhenti seketika.
'Dengan meniru wajah orang yang pernah ada di hati ku, aku sudah membenci mu' Gumam Shuwan dalam hati, namun bibir nya tersenyum...
"Jika aku pergi, itu arti nya aku tidak mencintai mu" Balas Shuwan dengan suara rendah nya.
Mendengar hal ini Fu Lee yang sedang memejamkan mata nya pun sontak membuka mata, menatap Shuwan dengan tatapan rumit nya.
"Apa kah itu artinya kamu tetap akan berada di sisi ku? " Tanya Fu Lee dengan tatapan nanar di mata nya. Shuwan terdiam sejenak kemudian bergumam sangat pelan.
"Hm....."
***
Di sisi lain, Di Kekaisaran Bumi. Terlihat para rakyat yang di ungsikan karena perbatasan Kekaisaran sedang di serang.
Para Komandan peperangan mengatur barisan dan menginstruksikan kepada Rakyat untuk memasuki Benteng Pertahanan Kekaisaran.
Jendral pelindung Kekaisaran sibuk kesana-kesini untuk memperkokoh pertahanan yang di ciptakan. Mereka semua tampak gugup untuk menghadapi pertarungan ini.
Wajar saja! Karena yang mereka lawan bukan lah manusia! Beruntung Kekaisaran Bumi telah membuat Benteng besar untuk pertahanan.
Boooommm
Boooommm
Terdengar suara ledakan, kemudian di susul dengan cahaya-cahaya aneh yang keluar dari setiap orang yang mengeluarkan jurus.
"Pertahankan Kekaisaran Bumi!!! Bunuh dan Hancurkan mereka semua!!!! " Teriak seorang pria yang di yakini adalah Jendral utama Kekaisaran Bumi.
"Bunuh para Iblis!!! Bunuh!!!! "Akhir nya sorak-sorai para prajurit terdengar untuk menyemangati diri sendiri.
Ya! Mereka akan menghadapi pasukan iblis yang entah datang dari mana. Pasukan iblis itu mulai menerobos dinding pertahanan Istana Kekaisaran.
Menghancurkan semua yang di lewati nya begitu saja! Para pasukan Kekaisaran Bumi segera maju dan mulai melancarkan serangan kombinasi.
" Teknik Air-Ombak Lautan!!! "
Syuuuurrhhhzzzzhhh
Serempak para prajurit berpakaian biru merentangkan tangan ke depan. Bersamaan dengan datang nya gelombang air dari balik tangan mereka.
Dengan hebat nya para Iblis bertahan dan tetap berdiri kokoh. Hal ini membuat Pasukan dengan pakaian berwarna Perak segera maju.
"Teknik Es-Pembekuan Kristal Es! "
Swooossshh
Seketika itu pula sebuah bongkahan es keluar dari tanah dan mulai melahap pasukan Iblis dengan begitu kejam nya.
"Di Tempat ini!! Di Tempat ini kita harus memperjuangkan Tanah Kelahiran Kita!!! Hancurkan Para Iblis itu!!! " Teriak Jendral Kekaisaran Bumi dengan penuh semangat yang membara.
"Hancurkan!! "
"Hancurkan!! "
"Hancurkan!! "
Para prajurit berteriak menyerukan kata-kata untuk membangkitkan semangat. Mereka semua bertarung dan berjuang melawan pasukan iblis yang tiada habis nya.
Tak sadar bahwa jauh di atas gunung yang berada tidak jauh dari Kekaisaran. Seorang pria berdiri di tepi tebing, bibir nya terangkat membentuk seringan.
"Hancurkan apa? Mereka hanya menghancurkan diri sendiri saja" Gumam nya pelan, mata nya yang merah tampak bercahaya.
Wajah tampan dengan penuh kharisma itu terlihat, jelas menampakkan wajah sosok seorang Xiu Min yang ketampanan nya di akui Negara.
"Satu langkah lagi, maka laut akan menjadi merah" Ucap nya dengan senyuman sinis kemudian tertawa terbahak-bahak.
...____________...
Hemmm gimana nih?
Kurang seru ya? Soalnya author ga pernah ikut perang jadi author ga tau gimana keberlangsungan perang itu, ehehe.
Baydewey wkwk ketampanan Xiumin udah di akui negara? Hehe author ngehalu nya ketinggian ya?
Pak presiden!!! Pak Presiden!! Menurut bapak Xiumin tampan ga? Menurut author sih tampan wkwkwk.
Menurut Reader gimana?
Huaaaa!!! Author ga edit!!!
Foto yang udah di edit nya ilang ga tau kemana! Raib!!!
Jadi gimana gaes???
Tampan ga?
Soalnya author mau buat kompetisi Calon Istri Xiu Min!!!
Author juga mau daftar lah!! Ada yang minat?
Ayo Like karya author ini karena Like itu Gratis!!! Ga bayar!!! Ga ribet!!! Dan ga rugi!!!