Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 51 : Perasaan dalam kegelapan



Hai Readers😁😁


Maaf author baru bisa update....


Handphone author rusak nih, alhasil author harus pake HP satu nya lagi, tapi tetap ga bisa karena HP itu ga bisa nangkep sinyal.


Maka nya author harus nunggu HP author bener dulu.


Untuk beberapa hari ke depan atau mungkin beberapa minggu, mungkin author masih belum bisa update karena HP author masih belum selesai di perbaiki.


Mohon pengertian dan dukungan nya


Like


...*********...


'Aku mati? Hahaha tak kusangka akan secepat ini, Kalau tahu akan seperti ini lebih baik aku menginap tadi. Ah sudah lah' Batin Shuwan tertawa miris, setelah nya gelap dan hampa.


..............................


...[~Flashback Off~]...


Lagi dan lagi Shuwan hanya menghela nafas, ia tak menyangka akan meninggal sebelum menikmati hidup kala itu.


"Huft! Takdir memang sulit di tebak" Gumam Shuwan sambil menatap langit-langit kamar nya.


Shuwan gelisah karena mata nya tak ingin menutup sejak tadi. Ia tak bisa tidur entah karena apa, ia pun bangkit dan membuka jendela.


"Huft" Shuwan menghela nafas lelah, ia menengadah kan kepala nya dan menatap bintang-bintang di langit.


Lalu pandangan Shuwan terpusat pada Guzheng yang ada di kamar nya, ia pun mencoba untuk memainkan Guzheng tersebut. Dan mulai menyanyikan sebuah lagu....


"Senja kini berganti malam


Menutup hari yang lelah


Di mana kah engkau berada


Aku tak tahu di mana"


"Pernah kita lalui semua


Jerit tangis canda tawa


Perpisahan bukan lah duka


Meski harus menyisakan luka"


"Tidur lah


Selamat malam


Lupakan saja lah aku"


"Mimpi lah


Dalam tidur mu


Bersama bintang"


"Ooo oooo"


"Sesungguh nya aku tak bisa


Jalani waktu tanpa mu


Kini hanya untaian kata


Hanya itu lah yang aku punya "


"Tidur lah


Selamat malam


Lupakan saja lah aku"


"Mimpi lah


Dalam tidur mu


Bersama bintang"


^^^Anji : Bersama Bintang^^^


Alunan musik terdengar mengiringi perjalanan menuju alam mimpi. Sayup-sayup suara musik dan nyanyian terdengar ke seluruh penjuru istana, mengundang rasa penasaran orang sekitar.


Rasa penasaran merasuki setiap orang yang mendengar nya. Ribuan pertanyaan hadir di pikiran mereka. Bahkan penjaga yang sedang berjaga di depan pintu kediaman Shuwan pun jadi mengantuk karena lagu Shuwan.


Kini Shuwan sedang menatap lurus ke luar jendela, menikmati angin malam yang masuk dari celah jendela. Perasaan gusar mulai menghampiri Shuwan, hati nya resah entah karena apa.


"Huft! Ada apa dengan ku? " Gumam Shuwan seraya menatap langit malam berbintang.


Netra kelam nya menangkap sebuah seruling di meja samping peraduan. Sekali lagi Shuwan menghela nafas, lalu ia mengambil seruling tersebut dan melompat keluar jendela guna mencari udara segar.


Melompat dari pohon ke pohon, berlari dan memutar. Kini kaki Shuwan mendarat di puncak salah satu pohon yang tinggi. Ia mengangkat seruling nya sejajar dengan mulut dan ia mulai meniup.


Alunan seruling yang terdengar merdu, perasaan yang mengalir dalam lantunan alunan musik. Shuwan membiarkan perasaan nya mengalir dari setiap nada yang ia keluar kan.


Rindu. Perasaan ini memuncak, membuat ia gelisah. Ia merasakan rasa ingin bertemu, ia mengenang kenangan indah dalam jiwa. Rasa yang rumit, dan rasa yang membuat nya semakin gusar.


Rasa ini! Rasa ingin bertemu, rasa ingin tahu dalam satu kata, Rindu. Shuwan menghentikan permainan seruling nya dan menghela nafas pelan.


"Huft! Kakak Lee sedang apa ya? " Gumam Shuwan seraya menatap langit malam. Tanpa ia sadari sudut bibir nya terangkat kala mengingat senyuman sang pujaan hati.


Ternyata sedari tadi ia sedang di perhatikan oleh sepasang mata kelam seseorang.Sepasang mata berwarna merah itu memperhatikan gerak gerik Shuwan sejak tadi. Perlahan tapi pasti, Seringai kecil tercetak di bibir nya.


Mata merah itu kini berubah menjadi hitam layak nya langit malam. Tingkat kekuatan yang seharus nya sudah tinggi itu, kini menurun hingga tahap tertentu untuk menyempurnakan penyamaran.


Merasa di awasi, Shuwan mengedarkan pandangan nya. Netra kelam milik Shuwan menangkap bayangan hitam di salah satu dahan pohon. Kening nya mengernyit kala menangkap aura yang familiar.


"Apa aku mengganggu mu? " Suara bariton menyapa rungu, perlahan bayangan itu keluar dan menampakkan diri di sertai senyum nya yang memenangkan.


"Jieru? " Ucap Shuwan mengernyit.


Sosok yang ternyata bernama Jieru itu semakin melebarkan senyum nya kala Shuwan ternyata masih mengingat nama nya.


"Ternyata kau masih mengingat ku? " Ucap Jieru lalu melangkahkan kaki nya mendekat ke Shuwan.


"Apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Shuwan dingin.


"Ehm Hanya berjalan-jalan namun tak kusangka akan mendengar alunan seruling yang indah. Jadi aku mengikuti nya" Jawab Jieru santai, Shuwan mengangkat sebelah alis nya sejenak dan menurunkan nya kembali.


"Dapat kah ku percaya? " Merasa tak puas akan jawaban Jieru, Shuwan kembali mengangkat suara nya dan ber tanya.


"Terserah pada mu untuk percaya atau pun tidak" Ucap Jieru santai lalu ikut berdiri di samping Shuwan.


Jieru mengangkat kepala nya ke atas, menatap Bintang. Shuwan hanya memperhatikan Jieru, ia merasa Jieru tak dapat di remehkan.


"Tak kusangka kau dapat mengalahkan Pangeran Xuan" Ucap Shuwan ikut menatap ke atas. Mendengar itu Jieru mengalihkan pandangan nya ke Shuwan, ia menatap wajah Shuwan dari samping.


"Itu hal mudah bagi ku" Jawab Jieru, Shuwan pun mengalihkan pandangan nya ke arah Jieru. Sejenak mereka bertatapan, ada perasaan nyaman dalam hati Shuwan, namun juga terdapat perasaan gusar dan gelisah.


"Kalau begitu kenapa tak sekaligus kau bunuh? " Tanya Shuwan mengalihkan pandangan nya.


"Hehehe~Aku tak ingin salah mengambil langkah, karena aku punya tujuan khusus" Ucap Jieru seraya terkekeh kecil.


"Oh? Apa tujuan mu? " Tanya Shuwan setelah hening beberapa saat.


"Tak ada.... Hanya saja... " Jieru menggantung ucapan nya, Shuwan mengernyit bingung mendengar nya.


"Hanya saja? " Tanya Shuwan, tak lama kemudian Jieru malah tersenyum tipis menatap Shuwan.


Degg


Degg


Degg


Perasaan Shuwan semakin kacau, ia merasa kebencian yang mendalam saat melihat nya. Namun di satu sisi, dia juga merasakan ke nyamanan di sisi Jieru.


"Apa kita pernah bertemu? " Tanya Shuwan lagi kala perasaan ingin tahu memuncak dalam pikiran nya. Nampak Jieru tersenyum lagi dan menjawab dengan kekehan.


"Tentu saja pernah. Apa kau lupa? Bukankah baru tadi kita bertemu? Hehehe" Jieru Terkekeh berpura-pura tak tahu. Mata Shuwan memicing sesaat, namun ia kembali tak peduli.


"Maksud ku, sebelum nya? " Dengus Shuwan kesal, bola mata nya terputar malas.


"Tentu pernah! Ayah ku mengenal ibu mu, selir Wen." Ucap Jieru pelan.


"oh? Lalu kapan kita pernah bertemu? " Shuwan sedikit terkejut mendengar ucapan Jieru.


" Saat itu aku baru berumur 7(tujuh) tahun. Kau sendiri masih dalam kandungan, hihihi~Tak kusangka saat lahir akan menjadi secantik ini" Ucap Jieru seraya menyentuh rambut Shuwan yang tertiup angin.


Jieru segera menarik tangan nya lagi saat sengatan listrik menyapa tangan nya.


'Belum saat nya'Batin Jieru mendengus, Shuwan sendiri terpaku dan diam sejenak.


"Lalu? "Tanya Shuwan pelan, Jieru masih mempertahankan senyum nya.


" Yaahh... Sayang nya karena ayah mu, ibu mu itu berani berkhianat dan membuat ayah ku marah "Ucap Jieru lagi, Shuwan dapat melihat dengan jelas kesedihan yang terpancar dari mata kelam milik Jieru.


Kesedihan, penyesalan, amarah, dan kebencian terpancar dari Mata Jieru. Shuwan terdiam mendengar nya, ia bingung apakah benar atau salah.


" Ibu mu berasal dari Ras Iblis, ayah mu memiliki darah keturunan Ras Dewa Dewi. Ayah mu yang licik itu memanfaatkan kepolosan ibu mu, Mengakibat kan ibu mu berani menentang Ras dan berniat menghancurkan Ras iblis.(Jieru terdiam sejenak menatap Shuwan yang kini menatap kosong ke depan) Pernikahan antara kedua nya di larang keras, namun cinta membuat Ibu mu mengkhianati Ras. Dan karena ayah mu pula, Ibu mu harus pergi dari dunia untuk selama nya..... Jika saja-"


"Diam! " Perkataan Jieru di potong oleh Shuwan, nampak mata kelam Shuwan yang berkaca-kaca. Diam-diam Jieru tersenyum puas melihat nya.


'Tugas Satu Berhasil' Ucap Jieru dalam hati tersenyum penuh kemenangan.


'Tidak Mungkin! 'Sanggah Shuwan dalama hati dengan ke tidak percayaan, mata nya terpejam dan tangan nya mengepal menahan kemarahan.


'Mungkin saja, kaisar itu pun terlihat licik' lanjut Shuwan dalam hati.


"Jadi kaisar Qin yang melakukan itu? " Tanya Shuwan datar dan dingin. Jieru tersenyum miring kala Shuwan terperangkap dalam jebakan nya.


"Kaisar Qin bukan ayah kandung mu"


Degg


Ucapan Jieru menjawab pertanyaan Shuwan tentang alasan kebencian kaisar Qin terhadap nya. Namun setelah pertanyaan itu terjawab, hadir sebuah pertanyaan baru.


'Jadi? Kaisar itu bukan ayah ku? 'Batin Shuwan menatap kosong ke depan.


"Lalu siapa? " Shuwan kembali bertanya dengan tatapan kosong nya. Kini berbagai pertanyaan turut hadir dalam kepala nya.


'Siapa ayah ku sebenar nya? Kenapa dia tak ada di sini? Apa yang sebenar nya telah terjadi? Akan kah ia masih hidup? Kalau iya! Dimana? Siapa aku sebenar nya? 'Batin Shuwan, tak terasa kini bahu nya bergetar menahan sesuatu.


'Tugas ke dua selesai'Batin Jieru kembali trsenyum senang, namun tidak di perlihatkan dalam wajah nya.


"Suatu hari nanti kau akan tahu siapa ayah mu yang sebenar nya! Namun kau harus berhati-hati, ayah mu adalah orang yang licik dan haus kekuatan. Aku takut kekuatan mu akan di kendalikan oleh nya untuk di jadikan senjata. Tapi kau tenang saja, kau tidak sendirian, aku dan ayah ku membuka pintu lebar-lebar untuk mu. Karena sedari awal, ayah ku tak setuju dengan pernikahan ibu mu. Kelak jika kau membutuhkan sandaran, aku ada untuk mu. Sebaik nya kau kembali, hari sudah larut, sampai jumpa besok" Ucap Jieru lalu menghilang bagaikan di telan bumi meninggalkan Shuwan dengan sejuta pertanyaan.


"Siapa? Siapa kau sebenar nya? " Gumam Shuwan lalu melangkahkan kaki nya kembali ke kediaman.


Sesampai nya di sanaa, Shuwan segera beranjak ke peraduan dan langsung tertidur karena lelah.


***


"Hahahaha!! " Pria dewasa itu tertawa keras mendengar laporan dari anak nya, bukan hanya membuat kegelisahan dalam hati sang target. Namun juga berhasil membuat salah satu penghalang nya terluka.


"Bagus putra ku! Kau memang jenius! " Puji nya pada sang anak.


"Tapi, saat aku hendak menyentuh nya, aku tak bisa. Rasa sakit itu masih ada sama seperti waktu itu, itu artinya sekarang belum saat nya" Ucap sang anak memberi tahu sesuatu yang penting.


"Belum waktu nya, kita harus menunggu beberapa saat lagi. Kau masih harus menyamar menjadi dua orang sekaligus" Ucap pria dewasa dengan mata merah menyala dan jangan lupakan tanduk di kedua sisi kepala nya itu.


"Huft! Itu memang melelahkan, namun juga menyenangkan" ucap pemuda sambil menyeringai.


"Kalau begitu teruskan lah! Saat waktu nya tiba, kesenangan yang sesungguh nya akan terjadi Hahaha!! "


"Hahahaha!! " Mereka pun tertawa bersama-sama.


"Xiu Lang! Jangan lupa dengan kaisar Air yang selalu di sisi nya itu! " Ucap pria dewasa itu yang tak lain dan tak bukan ialah Xiu Min.


"Tentu ayah! Aku selalu mengawasi nya menjadi orang lain lagi, sayang sekali harus menjadi pengawal pribadi adik nya karena dia sudah punya" Xiu Lang tampak kesal akan hal itu karena tak dapat mengawasi dari dekat.


"Hah sayang sekali, tapi tak apa! Lanjut kan kerja keras mu putra ku! "


"Baik ayah! " Ucap Xiu Lang lalu menghilang dari hadapan Xiu Min.


"Sudah ku bilang bukan? Selagi aku masih hidup aku tak akan membuat mu hidup dengan tenang, bahkan keturunan mu juga" Gumam Xiu Min seraya membayangkan wajah Wen sang pujaan hati.


***


Di sisi lain kaisar Fu dan kaisar langit yang sedang berbincang tiba-tiba merasakan getaran aura.


"Mereka sudah mulai bergerak! " Ucap kaisar langit seraya menatap langit berawan mendung.


"Ini tidak boleh di biarkan! Kita harus segera bertindak! " Ujar Kaisar Fu dengan wajah yang pucat.


"Kau benar! Tapi kekuatan kita masih belum cukup! Apa lagi menyegel dunia neraka akan membuat keseimbangan dunia kembali terganggu seperti dulu"


"Ya! Saat Wen menyegel dunia iblis, dan mereka melepaskan segel nya tepat saat istri ku akan melahirkan dulu" Ucap Kaisar Fu seraya menerawang masa lalu.


...[~Flashback~]...


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b


blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )