Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 127: Sesuai Dugaan!



Shuwan mendengus pelan lalu melompat kembali menyerang prajurit tadi di ikuti bayangan nya yang menyerang prajurit lain nya.


Sringg


......................


Sesuai Dugaan! Ketika ke-delapan Prajurit itu memiliki kesibukan masing-masing, Shuwan dapat menyerang prajurit pertama dengan sedikit lebih mudah.


'Benar saja! Penglihatan mereka terhubung, jika ingin menang maka kacaukan semua nya! 'Batin Shuwan seraya menyeringai lalu menghunus kan pedang nya.


Sreettt


Jlebb


Shuwan menusuk jantung prajurit itu, mata Shuwan sedikit melebar saat merasa tak ada apa pun yang dia koyak.


"Tidak ada jantung! Bagaimana cara menghentikan semua ini!? " Ucap Shuwan merasa kesal dan lelah.


Meski menemukan keanehan, dia harus segera menemukan jalan untuk menghentikan para prajurit berbaju besi itu.


'Mungkin kah semacam Formasi pelindung? Atau ada Totem khusus yang mengikat mereka , kalau begitu aku harus segera menemukan Inti Formasi nya! 'Batin Shuwan kembali fokus lalu memusatkan energi nya dan mencoba mengamati energi sekitar.


Nihil! Shuwan hanya merasakan kekosongan yang tiada batas, entah bagaimana namun Shuwan dapat menggunakan Qi.


Namun Shuwan menyipitkan mata nya saat memusatkan Qi di mata nya, sehingga mata nya berubah menjadi biru dan bercahaya.


Shuwan memang sudah menguasai teknik itu, namun kendali nya terbatas sehingga Shuwan hanya dapat menggunakan nya sewaktu-waktu saja.


Seraya menyeringai, dia melompat dan mendarat di belakang punggung prajurit tadi. Lalu tangan nya membentuk dua jari yang di satu kan.


Sliiiissshhh


".... " Tanpa kata Shuwan memecah segel formasi yang berada di sana.


Seketika Shuwan merasakan energi keemasan yang mengalir dalam diri nya. Dia menganggap kalau pengujian ini sudah berakhir.


Sreettt


Kraakkkhh


Brukkhh


Ke-delapan prajurit berbaju besi itu langsung terjatuh seperti tidak memiliki isi. Hanya baju besi tanpa sosok pemakai.


Swooossshh


Bayangan air Shuwan pun turut menghilang, dan Shuwan mengelap peluh yang menetes dari dahi nya.


"Syukur lah... " Gumam nya lalu menatap bingung tangga yang belum sampai di ujung.


Shuwan menarik nafas dan membuang nya perlahan, kemudian melangkah kan kembali kaki nya untuk menuju atas.


Tapp


Tapp


Tapp


Di anak tangga yang kesekian, Shuwan dapat melihat cahaya samar di atas sana. Namun sejauh mana ia melangkah, tetap tak kunjung sampai.


"Lin Lin! " Kaki Shuwan terhenti secara mendadak saat mendengar suara yang familiar memanggil nama nya dalam sebutan lain.


"Lin Lin! "


Degg


'Suara ini... 'Jantung Shuwan berdegup dengan sangat kencang saat mengingat suara yang dia dengar.


Sreettt


Shuwan membalikkan tubuh nya secara perlahan. Mata nya terbelalak saat melihat sosok yang selalu ia rindu kan.


"Apa kamu tidak merindukan ku Lin Lin? " Tanya sosok itu memberikan senyum lembut yang selalu Shuwan sukai.


"Aku.... " Shuwan merasa tenggorokan nya tercekat, dia tidak bisa melanjutkan kata.


Hanya menatap sosok sang kekasih dengan penuh cinta dan kerinduan.


"Seperti nya kamu tidak merindukan ku"


"Tidak! " Secara Spontan Shuwan memekik saat mendengar gumaman sosok itu.


Tentu saja Shuwan selalu merindukan sosok itu, tak peduli kapan, di mana, mau pun bagaimana.


"Aku... selalu.... merindukan mu..... Kak Lee..... " Lirih Shuwan membuat Fu Lee sumringah dan menyeringai tanpa Shuwan sadari.


"Kalau begitu... Ayo kemari! Tinggal kan tempat penuh bahaya itu! Tetap lah di sini... Bersama ku selama nya! " Ucap Fu Lee seraya merentang kan tangan nya.


Jarak antara Shuwan dan Fu Lee hanya lima anak tangga. Tanpa sadar, Shuwan melangkah kan kaki nya turun ke bawah.


Degg


'Ini tidak boleh! 'Batin Shuwan seraya menggeleng keras.


Lalu Shuwan membalikkan kembali tubuh nya menatap ke ujung tangga yang sudah hampir sampai. Mencoba mengabaikan sosok di belakang.


"Jadi... Lin Lin sudah tidak mencintai ku lagi...? Lin Lin ku tidak ingin di sini bersama ku? " Tanya Fu Lee dengan wajah sedih.


Terdapat getar di nada yang terucap, percaya atau tidak Shuwan menoleh kan kepala nya menatap berat sosok di belakang nya.


'Aku selalu mencintai mu Lee' Batin Shuwan namun hanya bisa di ungkapkan dalam hati.


"Benar ya? Lin Lin ku sudah tidak mencintai ku lagi... "


Mata nya berair merasa berat, dia merasa begitu tidak berdaya. Tidak bisa melangkah kan kaki nya ke atas atau pun ke bawah.


"Apakah Lin Lin ku benar-benar sudah melupakan ku? " Fu Lee kembali bertanya dengan nada sedih dan bergetar.


Sreettt


Secara alami Shuwan langsung berbalik dan menatap tajam Fu Lee. Dia marah di tuduh seperti itu, karena dia tak pernah sedikit pun melupakan sosok yang dia cintai.


Sreettt


Dan entah bagaimana, kaki nya melangkah mendekati Fu Lee di bawah. Namun tiba-tiba....


"Jangan membahayakan diri mu sendiri Wan Wan! "


Degg


Degg


Degg


Perasaan Shuwan kacau saat bayangan sosok bermata hijau melintas begitu saja dalam penglihatan nya.


Namun entah kenapa Shuwan langsung membalikkan tubuh nya dan berlari menuju ke atas seperti tidak lagi mendengar teriakan Fu Lee di belakang.


Nnnnngggggg


Telinga Shuwan berdengung ketika Fu Lee terus meneriakkan kata 'Cinta'. Tanpa sadar Shuwan menutup telinga nya dengan kedua tangan seraya memejamkan mata dengan erat.


"Hentikan!!! " Teriak Shuwan saat telinga nya berdengung keras hingga terasa sakit.


"Akkhhh Hentikannn!!! " Shuwan kembali berteriak bersamaan dengan telinga nya yang mengeluarkan darah.


Namun Shuwan tetap tak menghentikan langkah nya menuju atas!


Tapp.....!


Tepat di ujung tangga yang terang, Shuwan menghentikan langkah saat melihat bola cahaya yang memancarkan cahaya keemasan.


Sreettt


Masih menahan sakit di telinga, Shuwan mengangkat tangan nya dan di ulurkan untuk menyentuh bola itu.


Swooossshh


Sreettt


Nngg....!


***


Yixuan, Junsi dan Li Yue memutuskan untuk berkeliling Kekaisaran Zhao. Berita penyerangan heboh dan membuat beberapa Warga biasa merasa panik.


Namun Yixuan, Junsi, dan Li Yue bersikap seolah tidak terjadi apa pun. Hanya Junsi dan Yixuan, sedang kan Li Yue merasa sedikit khawatir.


"Ku harap Shuwan segera melupakan Masa lalu nya" Ucap Junsi pelan seraya berjalan sedikit melambat.


"Dia akan segera melupakan hal itu" Timpal Yixuan dengan mimik wajah santai seperti biasa.


"Hal apa? " Tiba-tiba Li Yue bertanya karena ia begitu penasaran dengan percakapan dua pemuda tampan di hadapan nya.


"Kau akan tahu seiring berjalan nya waktu" Jawab Yixuan sementara Junsi hanya mendengus dingin.


"Huft! Dia ini dingin sekali! Siapa kira nya wanita yang mau menjadi pasangan nya nanti? Aku turut prihatin" Gumam Li Yue menggerutu namun siapa yang menyangka kalau Junsi mau pun Yixuan dapan mendengar gerutuan Li Yue dengan jelas.


'Ku harap itu kau' Batin Yixuan tersenyum miring, sementara Junsi mempertahankan wajah dingin nya meski merasa kesal.


"Siapa pun yang akan menjadi pasangan ku nanti itu bukan lah urusan mu! " Pada akhir nya Junsi mengeluarkan gerutuan nya dengan nada dingin.


"Aku juga tidak berminat mengurusi urusan mu! " Tak mau kalah, Li Yue menyentak.


"Aku tidak bertanya! " Balas Junsi acuh, Li Yue mengerucut kan bibir nya merasa jengkel.


"Ya sudah jangan bicara! " Sentak Li Yue masih enggan mengalah.


"Aku tidak bicara! "


"Lalu apa yang baru saja kau lakukan? "


"Aku? Aku sedang berjalan"


"Kau!! " Li Yue menggeram kesal tak bisa membalas ucapan Junsi yang sangat santai. Sedang kan Yixuan hanya menggeleng kan kepala nya pelan, bosan dengan perdebatan Junsi dan Li Yue yang pasti nya akan dimenang kan oleh Junsi.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798 (Group Wibu mau pun Group Informasi)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!