Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 2 : Li Zhuang (Dalam Tahap Revisi)



...Attention!...


Sudah di perbaiki.


Apa bila masih terdapat kesalahan, harap berkomentar di bawah.


Terimakasih.


...****************...


Semua orang berlarian kesana dan kemari mempersiapkan hal besar jangan sampai ada kesalahan karena nyawa mereka dan keluarga yang menjadi taruhannya.


......................


Pagi yang cerah ditemani kicauan burung kecil. Embun di dedaunan menetes tanda udara yang sejuk nan asri.


Namun, Krasak Krusuk para pelayan sukses membangun kan gadis kecil yang masih larut dalam mimpi nya.


'Sebenar nya ada acara apa? Sangat mengganggu!' Shuwan bangun dari peraduan nya sambil menggerutu dalam hati karena kesibukan para pelayan menyiapkan hari besar yang sudah tiba.


Saat hendak menuju kamar mandi pintu kamar terbuka lebar dan menampilkan Xiaomi yang masuk bersama tiga pelayan lain nya.


"Eh? Putri sudah bangun? Ampuni Yang Rendah ini karena lalai menjalankan tugas nya" ucap Xiaomi sambil berlutut di ikuti ke tiga orang di belakang nya.


"ck, sudah lah! " ucap Shuwan seraya melambaikan tangan, ini lah yang paling tidak dia suka, setiap melakukan kesalahan pasti harus bersujud/berlutut, tidak bisa kah minta maaf dengan sewajar nya?


"Yang mulia putri ke tiga sungguh murah hati" Ucap mereka ber empat secara bersama-sama.


"Ada acara apa? " tanya Shuwan mengabaikan ucapan mereka.


"Apa putri lupa bahwa hari ini akan memperingati hari ulang tahun pangeran mahkota? "


Shuwan yang mendengar ucapan Xiaomi hanya diam karena bingung harus apax jadi ia pun memutuskan untuk bertanya.


"Lalu? "


Para pelayan saling berpandangan lantaran tidak mengerti ucapan Shuwan. Dan Shuwan mengerti arti kebingungan para pelayan termasuk Xiaomi.


"Oh baiklah" Shuwan hanya berdecak sebal.


Shuwan beranjak ke kamar mandi di ikuti Xiaomi dan pelayan lain. Lalu dua diantara mereka masuk lagi membawa air hangat.


"Ingin pakai wewangian apa putri? "


"Anggrek! "


"Laksanakan putri!! " ucap Xiaomi antusias, entah apa yang merasuki nya.


Setelah beberapa berendam, Shuwan pun beranjak dengan hanfu tipis sehabis mandi. Setelah itu Shuwan memakai hanfu sederhana berwarna cream ber gradasi biru muda yang khusus disiapkan oleh permaisuri kata nya.


Setelah siap ternyata hari sudah beranjak siang, matahari pun mulai naik secara perlahan.


Shuwan melamun memikirkan hadiah apa yang pantas untuk di berikan kepada putra mahkota yang menyebalkan itu. Hingga sang kasim datang dan teriakan penjaga membuyarkan lamunan Shuwan.


"Yang mulia putri bungsu di undang untuk sarapan pagi! " ucapan nya sopan tapi tetap ada nada keangkuhan di sana.


'Ada apa dengan kaisar itu? Mendadak begitu perhatian' Gumam Shuwan dalam hati.


Di istana, hanya beberapa pelayan dan penjaga saja yang begitu hormat kepada Shuwan. Hal ini karena status putri buangan yang di miliki nya.


"ck baiklah" ucap Shuwan sambil beranjak turun dari kursi lalu melangkah kan kaki nya.


Di perjalanan menuju aula makan Shuwan terus melamun memikirkan hadiah hingga tak terasa sudah sampai.


"Yang mulia putri bungsu memasuki ruangan!! " ujar kasim penjaga pintu itu sambil berteriak dan membuka pintu dengan lebar untuk Shuwan lewati.


Shuwan berjalan, namun sebelum itu dia memandang kasim yang berteriak tadi dengan ekspresi aneh yang sekilas terlihat lucu.


Mereka semua yang berada di aula makan hanya menatap Shuwan dengan ekspresi datar seolah tidak menyukai kehadiran nya.


Entah apa yang merasuki mereka. Bahkan kembaran nya hanya menatap lurus ke depan seolah tidak peduli akan keberadaan Shuwan di situ.


Shuwan berjalan dengan anggun dan pembawaan yang tegas, lalu berhenti beberapa meter dari meja seraya mengucap salam sambil menunduk kan kepala.


"Salam kepada yang mulia kaisar, permaisuri, ibu suri, pangeran dan putri"


Mereka sekejap menatap Shuwan bingung karena biasanya Shuwan menyebut mereka dengan sebutan ayah, ibu, kakak, dan nenek.


Tapi, barusan apa mereka tidak salah dengar? Tapi pada akhir nya hanya tidak peduli dalam diam.


"Bangunlah cucu ku" ucap ibu suri karena tak ada yang menjawab salam dari Shuwan dan ia pun menatap Shuwan dengan iba.


Shuwan pun akhir nya mendongakkan kepala nya dan berjalan menuju kursi kosong. Shuwan duduk berhadapan dengan Kakak nya yang bernama Qin Xuan.


Shuwan tersenyum tipis dan pada nya tapi dia hanya membalas nya dengan tatapan dingin, dan Shuwan akhir nya mengubah ekspresi nya dengan datar.


Suasana di situ begitu hening hingga ibu suri membuka obrolan dengan berdehem.


"Ekhem"


"Ada apa? " tanya kaisar dengan datar nya. Bahkan dengan ibu nya sendiri pun dia seperti itu.


"Jadi, apa kalian semua sudah menyiapkan hadiah untuk Pangeran Mahkota? "


'Apa peduli ku? 'Shuwan berfikir dengan keras harus bilang apa tapi pada akhir nya memutuskan untuk diam.


'hehe kesempatan mempermalukan Si J*l*ng itu' Putri kedua tersenyum dalam diam sambil melirik Shuwan.


"Tentu saja sudah! Bagaimana mungkin kita melupakan hadiah untuk kakak pertama, betul kan adik? " Ucap putri kedua sambil melirik Shuwan dan tersenyum membuat Shuwan diam karena bingung.


Hening


"Putri Shuwan! kau ditanya oleh kakakmu, kenapa tidak menjawab? apa kau tidak dengar? atau kau lupa? " ucap permaisuri sambil tersenyum remeh melihat Shuwan yang terdiam.


"Tentu saja" Hanya itu yang keluar dari mulut mungil Shuwan sambil menyuap kembali makanan itu ke mulut nya.


"Tentu saja apa? " Tanya pangeran kedua sambil menautkan alis nya bingung akan ucapan Shuwan yang terlalu menggantung.


"Aku sudah" ucap Shuwan tanpa menatap sosok yang bertanya.


Makanan yang ada dimulut, Shuwan telan langsung tanpa mengunyah untuk menghilangkan kesal, Shuwan langsung mengambil gelas dan meminum nya.


Sontak saja semua mata langsung menatap Shuwan, dan hanya di balas dengan tatapan dingin dan datar.


"Aku sudah menyiapkan nya, apa itu kurang jelas? "


"Kenapa kau bicara seperti itu? Dimana sopan santun mu? " Ucap permaisuri dengan tatapan bertanya-tanya.


'Ada apa dengan bocah ini? darimana keberanian nya muncul? ' batin nya bingung.


Shuwan akhir nya hanya diam dan berdiri untuk pamit karena selera makan nya hilang.


"Maaf, tapi saya pamit dulu karena sudah kenyang" bukan kenyang tapi kehilangan selera makan lebih tepat nya. Tanpa menunggu respon dari mereka Shuwan langsung pergi.


"Lancang! harusnya kau tidak langsung pergi seperti itu bungsu! " ucap sang putri pertama atau putri Lizan.


Mendengar itu Shuwan berhenti dan menolehkan sedikit kepala nya untuk melihat yang bicara, tapi tidak Menatap nya hingga ibu suri berbicara.


"Sudahlah! Kau boleh kembali Wan'er"


Shuwan pun melanjutkan jalan dan langsung menuju kediaman nya. Sampai nya di kediaman, Shuwan langsung melihat Xiaomi dan menutup pintu rapat-rapat.


"Kak! Aku akan pergi mencari hadiah sebentar, bila ada yang mencariku, katakan aku sedang istirahat tak ingin diganggu! "


"Wan'er ingin pergi kemana? Biar kakak temani" saat bicara terlihat jelas terdapat gurat kekhawatiran.


"hanya ke pasar" Shuwan langsung mengambil jubah dan pergi lewat jendela saat melihat Xiaomi mengangguk pasrah.


***


Sampai di pasar Shuwan bingung ingin membeli apa, lagi pula ia tak banyak membawa koin. Tetapi pandangan nya jatuh pada seruling sederhana berwarna putih yang terbuat dari bambu dan terukir sebuah tulisan china kuno `*****Bai********ling***`


"Berapa ini? " tanya Shuwan pada sang penjual seraya menunjuk seruling itu.


"Nak! Ini barang terakhir paman, karena paman sedang butuh uang jadi paman berikan harga murah saja, bagimana kalau 5 tael perak? " ucap tukang jualan itu dengan wajah sendu.


"Baiklah! ini" Shuwan menaruh satu keping emas dan mengambil seruling itu lalu...


"Terima kasih! " ucap Shuwan langsung pergi agar tidak terjadi acara tolak menolak koin.


Penjual yang melihat satu keping emas pun mencari keberadaan Shuwan untuk berterima kasih, namun nihil.


Saat sedang berjalan tanpa memedulikan sekitar Shuwan hanya melihat seruling itu dan tiba-tiba...


Brukkk


"Aduh" Shuwan jatuh tersungkur sedangkan yang menabrak hanya mundur satu langkah saja.


Lantas Shuwan bangun dan mendongak. Hemm Shuwan tak mengenali nya ternyata. Tapi, terlihat dia tersenyum.


"maaf aku tidak melihat mu tadi" Ucap nya sambil tersenyum.


"Eh? Seharus nya aku yang minta maaf" Shuwan tersenyum melihat laki-laki yang seperti nya berusia 15 tahun itu.


"Emm, Aku tidak pernah melihat mu sebelum nya, Apa kau berasal dari Kekaisaran lain? " Tanya nya sambil menaruh jari di dagu.


"Tidak! Aku hanya orang biasa yang kebetulan lewat" Shuwan menggeleng lalu menunduk takut pemuda itu mengenali nya.


"Oh? begitukah? kalau gitu kenalkan, nama ku Li Zhuang, Apa kamu tidak mengenalku? "


"Emm entahlah, memang? "


"Tidak! Ooh iya? nama mu siapa? " tanya nya lagi


"Panggil aku Shuwan" Balas Shuwan dengan datar.


"Hemm aku seperti pernah mendengar nama mu" Ucap Li Zhuang dengan bingung.


"Lupa kan, aku harus pergi" Ujar Shuwan karena takut identitas nya di ketahui. Lalu dia segera pergi tanpa berkata apa pun lagi.


***


Sesampai nya di kamar, langsung di suguh kan pemandangan Xiaomi yang mondar mandir.


"Putri cepat sebentar lagi kasim menjemput"


"Hmm Baiklah"


Shuwan di ikuti Xiaomi berjalan ke kamar mandi dan mulai berendam selamaa 20 menit. Saat sudah selesai ia duduk menunggu kasim menjemput.


"Salam yang mulia putri bungsu" ucap sang kasim berlutut.


"Ah sudahlah, ayo jangan biarkan mereka menunggu" ucap Shuwan sambil memegang bungkusan kecil berisi seruling bambu itu.


...----------------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b


blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )