
"Aku sudah bertemu dengan Kak Yi, malam semakin larut... Aku pergi dulu"
Swooossshh
Tanpa menunggu balasan dari Junsi dan Li Yue, Shuwan menghilang begitu saja membuat Li Yue kagum dengan kekuatan Shuwan. Sementara Junsi masih terdiam.
......................
Setelah kejadian hari itu Shuwan selalu bersama Chen di Istana Kekaisaran Zhao karena mereka di minta untuk tinggal selama beberapa hari.
Dan Shuwan hanya menurut karena bagi nya menginap di sana tidak merugikan, bahkan dia dapat menghemat beberapa perak.
Saat ini matahari bersinar dengan terang nya di atas tanpa tertutup awan. Hari memang sedikit panas dan sangat cocok untuk berenang.
Namun di sini lah Shuwan berada, duduk di sebuah Gazebo seraya membaca gulungan-gulungan Teknik yang ingin ia pelajari.
Di hadapan nya duduk Chen yang memandangi wajah serius Shuwan seraya memakan kudapan. Dia menatap wajah Shuwan dengan tatapan serius seakan-akan sedang menonton sesuatu yang menarik.
"Apa ada sesuatu di wajah ku sehingga pangeran Zhao terus memandangi ku sejak tadi? " Tanya Shuwan yang sedikit kesal karena konsentrasi nya sedikit terganggu.
"Tidak ada...! Aku hanya ingin memandangi ciptaan Tuhan yang begitu sempurna" Ucap Chen tersenyum membuat Shuwan memutat bola mata nya malas.
"Wan Wan, coba lah Kue Bulan ini...! Sangat enak, kamu pasti menyukai nya" Ucap Chen lagi seraya menyodorkan kue berbentuk seperti bola ke mulut Shuwan.
"Diam lah aku sedang fokus" Ucap Shuwan membuat Chen menghela nafas kesal.
"Kalau begitu, buka lah mulut mu! Biar aku suapi!"
Akhir nya Shuwan membuka mulut nya demi menghindari masalah. Dia menghentikan kegiatan membaca nya sejenak kala mengunyah kue itu.
"Rasa nya seperti Kue Kacang, Tapi... " Shuwan terus mencoba mencari tahu pembuatan kue itu.
"Rasa nya memang akan seperti Kue kacang namun kue ini tidak di buat dari kacang...! Kue ini adalah kue khas Ibu Kota Cuan Xing Kekaisaran Zhao, tidak di temukan di mana pun! " Jelas Chen seakan mengerti kebingungan Shuwan.
"Oh" Hanya itu yang Shuwan ucapkan, kemudian dia kembali fokus pada buku nya.
Chen hanya menggelengkan kepala nya samar namun tidak berhenti menyuapi Shuwan. Dan Shuwan menerima saja, apa salah nya?
"Hari ini cukup panas" Ucap Shuwan seraya menutup buku nya kemudian ia gunakan untuk mengipas-ngipasi wajah nya yang sedikit memerah.
"Kamu benar! Seperti nya akan turun hujan nanti, lihat awan itu begitu putih" Ucap Chen seraya menengadahkan kepala nya menatap langit.
***
Tess
Tess
Tess
Tetesan air hujan tidak berhenti membasahi tanah, Terlihat Shuwan yang berdiri di ambang pintu seraya mengulurkan tangan nya untuk merasakan tetesan hujan.
"Ternyata benar-benar hujan" Gumam Shuwan seraya tersenyum kecil.
"Kenapa kamu bermain air hujan? Kamu bisa demam" Shuwan menoleh ke belakang di mana Chen memasang kan jubah nya pada Shuwan.
"Kamu meremehkan ku? " Tanya Shuwan menaikan sebelah sudut bibir nya.
"Tidak, aku hanya khawatir pada mu" Ucap Chen menyangkal, tentu saja! Siapa yang ingin meremehkan seorang Kultivator tingkat tinggi seperti Shuwan?
Seseorang seperti Shuwan seharus nya mustahil akan terkena demam hanya karena air hujan bukan?
Swooossshh
Bruusskkhh
"Kamu berlebihan! Aku tidak akan demam hanya karena air hujan!! " Ujar Shuwan seraya memutar tangan nya yang terulur dan bergerak seolah sedang memukul.
Seketika tetesan air hujan yang terkena tangan Shuwan itu melesat ke depan dan mematahkan sebuah tangkai pohon yang cukup tebal.
"Baiklah! Baiklah! Wan Wan memang lah hebat dan tidak akan sakit dengan mudah! " Chen memilih mengalah di banding kan meneruskan permasalahan.
Hal ini membuat Shuwan tersenyum tipis ketika melihat wajah Chen yang sedikit memelaa. Sedikit tidak cocok dengan karakter wajah nya.
"K*nyol! " Gumam Shuwan sangat pelan namun bibir nya tetap tersenyum tipis.
"Wan Wan, lihat lah ini" Chen mengulurkan kedua tangan nya kemudian tetesan-tetesan air hujan berkumpul menjadi gumpalan air kecil.
Lalu Chen menggerakkan jari nya, seketika gumpalan air itu bergerak membentuk seperti kelinci yang sedang duduk dengan telinga terangkat.
"Kelinci? Seperti nya Kelinci bakar tidak buruk" Ucap Shuwan yang mengartikan pada arah makanan, mata nya sedikit berbinar.
"Hah? " Saat ini justru Chen yang tidak mengerti dengan reaksi Shuwan.
Bukan kah seharus nya Shuwan berkata bahwa kelinci itu lucu? Kenapa malah menjadi Kelinci bakar? Kira-kira seperti itu lah isi pikiran Chen mungkin.
"Bagaimana kalau kita ke hutan untuk mencari kelinci? " Tanya Shuwan kepada Chen, terdapat binar di mata nya.
"Sekarang? Saat hujan? " Tanya Chen tidak percaya, namun melihat binar mata Shuwan yang redup membuat nya tidak tega.
"Baiklah kita akan pergi saat hujan reda" Putus Chen membuat Shuwan mendelik.
"Untuk apa menunggu hujan reda? Aku bisa melakukan ini! "
Setelah mengucapkan itu Shuwan mengulurkan tangan. Mengalirkan Qi ke tangan nya, Shuwan merapalkan mantra....
"Teknik Alam-Manipulasi Air" Ucap Shuwan seraya memejamkan mata nya, seketika tetesan air hujan itu berhenti dan melayang di udara.
Shuwan membuka mata nya dan menoleh ke arah Chen dengan senyuman tipis. Sementara Chen nampak tersenyum membalas senyuman Shuwan.
"Berapa lama dapat bertahan seperti ini? " Tanya Chen tanpa menghilang kan senyum nya.
"Dua Jam" Jawab Shuwan singkat, Chen tidak membalas namun tiba-tiba...
Grebb
Swooossshh
Shuwan sempat terkejut ketika Chen merengkuh pinggang nya sehingga Shuwan sontak menatap ke arah Chen. Namun Chen membalas nya dengan senyuman.
"Pegangan yang erat, kita akan terbang!! "
Mendengar penuturan Chen, Shuwan memutar bole mata nya malas namun tanpa sadar sudut bibir nya tertarik membentuk senyuman tipis.
Tapp
Swooossshh
Hingga tanpa sadar Shuwan menggenggam tangan Chen meski tidak erat. Itu hanya gerakan spontan namun dapat membuat Chen tersenyum dalam diam.
'Siapa pun kekasih Wan Wan di masa lalu, tolong dukung aku untuk membahagiakan nya. Aku akan berusaha semampu ku, bahkan jika harus melepas Gelar ku sebagai Pangeran Mahkota' Gumam Chen dalam hati tanpa menghilangkan senyum nya.
...****************...
Fu Shuwan (Maafkan author yang belum sempat edit, jadi anggap aja warna matanya coklat keemasan gimana gitu. Ehehe)
-
.
Qin Li Chen (Ukuran arah matanya agak sedikit melenceng, tapi author mager betulin. Jadi anggep aja gitu wkwk)
-
.
Hua Feiye (Author ga dapet yang pake hanfu abu-abu, lebih kurang cuma ini yang sedikit cocok)
-
Kang De An (Foto ini author dapet nemu asalnya, nyempil di album wkwk)
-
Kang De Lu (Nanti ada waktunya author jelaskan kenapa warna mata keduanya berbeda. Kang De Lu justru sama dengan warna mata Qin Li Chen, namun pola nya berbeda)
-
Fu Yixuan (Author cuma dapet yang kek gini doang, nanti author revisi lagi deh)
-
Hao Piaoliang (Foto ini author pilih karena karakter nya yang lembut dan penyayang. Ekhem)
-
Hua Junsi (Setelah sekian lama, akhirnya nemu foto Hua Junsi yang cocok dengan karakter nya. Melelahkan rasanya nge bongkar Album satu-satu)
-
Han Li Yue (Author pilih foto ini karena Han Li Yue memiliki jiwa bebas dan suka berpetualang. Jadi mungkin sedikit cocok)
-
Qin Li Shen (Menurut author, foto nya sedikit mirip dengan foto Qin Li Chen, makanya author pilih hehe)
-
Xia Qiuliu (Karakter gadis kasar yang memiliki jiwa pemberontak? Author ga ada, jadi ini aja dulu)
-
Huo Shuai (Jangan tertipu dengan wajah nya!!! Usia nya bahkan lebih tua dari kakek nya kakek author wkwkwk)
-
Fu Lee (Akan muncul di chapter selanjutnya... Buat yang rindu sama Fu Lee wkwk)
-
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!