Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 107: Kapanpun Aku Selalu Siap!



Dan ia mencoba melupakan sejenak masalah nya yang terus berdatangan. Fokus para semedi nya untuk memenangkan pikiran.


......................


Swooossshh


"Racun Es mu seperti nya sudah menyerang Meridian" Tiba-tiba Jiancheng muncul di sisi Shuwan dan mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Huft! Begitu lah" Balas Shuwan membuka mata nya dan melirik sekilas ke arah Jiancheng yang sekarang menjadi guru nya.


"Kau masih bisa menahan racun itu jika kau berhasil menguasai Seluruh kekuatan mu, dan kau harus membuka Segel nya terlebih dahulu"Tutur Jiancheng membuat Shuwan teringat dengan percakapan mereka beberapa waktu lalu.


" Jadi kapan aku bisa membuka segel itu? "Tanya Shuwan karena pertanyaan ini belum sempat ia tanya kan.


" Kapan kau akan siap? "Bukan menjawab, justru Jiancheng balik bertanya.


" Kapan pun aku selalu siap! "Balas Shuwan penuh keyakinan, meski ia tak tahu bagaimana cara nya.


" Baiklah! Ingat kau memiliki tiga tahap untuk melepaskan segel nya. Meski kau dapat membuka nya secara terpisah di waktu yang berbeda, tapi tetap saja lebih baik sekaligus karena jika terpisah kau akan mengalami efek yang lumayan berat"


".... "


Shuwan terdiam memikirkan perkataan yang baru saja di katakan oleh Jiancheng. Memikirkan segala konsekuensi yang akan ia Terima saat mengambil langkah.


Untuk saat seperti ini Shuwan hanya akan fokus pada satu titik sehingga ia cenderung dapat menyelesaikan satu masalah dengan cukup cepat dan akurat.


'Tidak mungkin aku membuka nya sekaligus karena Qi yang aku miliki tidak cukup. Jika saja saat ini aku tidak terkena racun yang menguras energi.... 'Batin Shuwan kembali memantapkan pilihan nya.


'Seandainya dia dapat mengalahkan perasaan nya.... 'Jiancheng terus menatap gadis di hadapan nya.


Ia tahu masalah yang sedang Shuwan hadapi, sehingga ia menyimpulkan bahwa Shuwan tak mampu mengalahkan perasaan nya.


'Seharus nya ia dapat menekan perasaan nya sendiri! 'Mungkin hanya itu yang bisa ia simpulkan untuk Shuwan.


"Baiklah, aku akan membuka nya secara terpisah mengingat kondisi ku saat ini sangat tidak memungkinkan dan akan beresiko tinggi" Ucap Shuwan dengan pandangan mantap.


Jiancheng terdiam sesaat mendengar pilihan Shuwan, ia sepertinya harus memberi tahu Shuwan resiko membuka segel secara terpisah. Ia pun berkata...


"Jika kau membuka nya secara terpisah, maka kau tak boleh menggunakan Qi mu sampai segel nya terbuka. Karena jika kau memaksa untuk menggunakan Qi mu, maka Meridian mu dapat hancur"


".... "


Shuwan kembali bungkam di buat nya, tentu saja itu akan sangat mengganggu. Mengingat banyak bahaya yang mengancam dan akan sulit menghadapi nya tanpa menggunakan Energi Qi.


'Mungkin aku bisa menetap sementara di Istana Zhao atau mencari Tempat aman.... Seperti nya aku perlu berbicara dengan Shen setelah ini' Batin nya seraya memejamkan mata nya sejenak.


"Aku sudah memikirkan nya! " Ucap Shuwan dengan kilat mata yang memancarkan ketenangan.


"Kau yakin dengan keputusan mu? "


"Ya"


"Baiklah, kita bisa membuka tahap pertama nya sekarang. Mungkin ini akan memakan waktu sedikit lama" Tutur Jiancheng menatap serius bola mata Shuwan.


"Baik! "


Jiancheng meminta Shuwan kembali memposisikan diri dengan duduk bersila dan tangan yang berada di tengah-tengah kaki nya.


Shuwan memejamkan mata nya, mencoba untuk memasuki alam bawah sadar nya. Dalam hati ia berharap agar tidak terlalu memakan banyak energi.


***


Ruangan itu, terasa sangat mencekam. Dingin menusuk hingga ke tulang, semua itu karena dia yang berada di singgasana.


Duduk dengan wajah dingin nya serta aura mencekik yang ia keluarkan. Sudah berkali-kali ia mendapat kegagalan dari anak buah nya.


Kini ia semakin marah saat bawahan nya lagi-lagi hanya mendapat kekosongan. Tak mengetahui dengan jelas keberadaan gadis yang ia butuhkan.


"Kalian sangat tidak berguna!! Apa saja yang kalian lakukan selama ini hah!? Hanya mencari tahu keberadaan gadis itu saja tak mampu!!! " Sentak nya tajam menatap para bawahan yang menunduk ketakutan.


"Maaf!? Sedari awal hanya kata maaf yang kalian ucapkan, Tidak Berguna!!!! " Pemuda yang duduk di singgasana, yang tak lain adalah Kaisar Iblis Wei Tianzi.


"Ampun Yang Mulia! "Ujar mereka bersamaan takut dengan kemarahan sang Kaisar.


" Lalu, bagaimana dengan pasukan kalian? Aku tak ingin menunggu lebih lama"Wei Tianzi menarik nafas dan membuang nya kasar.


"Semua nya lancar, hanya saja beberapa waktu lalu pasukan iblis kita tidak kembali dari sebuah desa di sisi Hutan Ranah Iblis, Dunia Bawah. Entah bagaimana, namun seperti nya ada seorang Kultivator hebat yang memusnahkan Iblis di sana beserta desa nya"Ucap Xio Xin menjadi perwakilan yang lain nya.


Wei Tianzi dan dua Raja Iblis lain tampak menganga, mereka merasa kesal namun juga lucu. Untuk apa memusnahkan Iblis tapi Desa nya ikut di hancur kan?


Bukan kah itu tak ada beda nya? Sekurang-kurangnya pasti ada warga desa yang tidak selamat kan? Sungguh aneh dan lucu!


" Apa dia orang yang B*doh!? Berapa Iblis yang berada di desa itu? "Wei Tianzi terkekeh sinis dan bertanya. Lantas Xio Xin segera memperkirakan jumlah nya.


" Cukup banyak tuan, mengingat Desa itu cukup besar dan perkembangan nya cukup pesat! Mungkin hanya sekitar Tiga Puluh pasukan Iblis tingkat rendah dan Lime Pasukan Tingkat Menengah "Jawab nya setelah pasti dengan jumlah yang ia hitung.


Wei Tianzi tampak diam mendengar jawaban dari Xio Xin. Dia tidak menyangka akan kehilangan cukup banyak pasukan. Meski itu terbilang sedikit, namun pada dasar nya pasukan Iblis memang terbilang sedikit.


" Ck! Cepat cara Untuk Mengganti Pasukan Sia-sia itu, kita harus secepat nya membumihanguskan Kekaisaran Langit terlebih dahulu " Akhir nya setelah terdiam cukup lama, Wei Tianzi mengangkat suara.


"Baik Yang Mulia! "


"Dan untuk kali ini, aku tidak menerima kegagalan lagi!!! Dan aku sudah tak akan memberikan kalian Toleransi lagi! " Ucap Wei Tianzi lagi seraya menatap mereka tajam.


"Laksanakan Yang Mulia"


"Pergi lah! "


"Baik! " Dan setelah itu mereka langsung menghilang, meninggalkan Wei Tianzi yang duduk termangu.


'Seperti nya kau cukup Cerdik juga Gadis' Batin nya tersenyum menyeringai.


"Lari lah sejauh yang kau kira, maka aku akan mengejar mu. Bersembunyi lah selama yang kau kira, maka aku akan menemukan mu. Dan ketika kau sudah tertangkap, maka kau tidak di ijinkan untuk pergi lagi" Ucap nya lagi seraya menengadah membayangkan wajah panik gadis nya.


Bagi seorang Wei Tianzi kekuatan adalah segala nya, tak ada yang lebih berharga dari kekuatan itu sendiri.


Tak ada satu pun orang yang dia sayang, hanya Leluhur Iblis sebagai sosok yang ia hormati.


Ia di ciptakan dari setitik kekuatan sang Leluhur, tapi tak di ciptakan untuk memiliki perasaan seperti hal nya Xiu Lang.


'Aku akan menangkap mu gadis! 'Wei Tianzi kembali menyeringai.


...----------------...


Selamat Pagi And Good Morning Everybody!!


Eh!? Selamat pagi sama Good Morning itu kan sama wkwkwk...


Haah! Akhir nya selesai juga part ini, part yang kalau menurut author sih sedikit menguras otak.


Setelah part ini, di episode selanjut nya akan menceritakan tentang masa-masa Perjuangan Shuwan membuka Segel nya.


Tahap Pertama itu di nama kan tahap Kelahiran, Terus yang ke dua nya Tahap Kematian dan yang ke tiga itu Tahap Reinkarnasi.


Ada yang punya ide buat nama nya gak? Itung-itung bantu author wkwkwk...


Jadi kan author mau nya Tahap pertama itu menguji Kekuatan.


Tahap ke dua itu menguji tekad, dan tahap ke tiga itu menguji jiwa. Wkwk agak aneh ya? Tapi ya dari awal emang udah author pikirin sih ehehehe...


Yuk lah bales di komen....


Jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!


See You Next Time~~