
Ia tak tahu jika istrinya itu melahirkan anak kembar, lagipula ia juga tak tahu dimana keberadaan mereka. Kaisar langit sudah menurunkan pasukannya untuk mencari keberadaan mereka, namun nihil. Mereka masih belum ditemukan di dunia atas itu. Sudah 6 tahun pencarian dilakukan, dan hasilnya masih sama.
......................
Seorang anak laki-laki terbaring lemah di peraduan nya. Bibir nya tampak membiru, matanya yang tertutup, sesekali terbuka untuk melihat sekitar.
Kulit nya putih seputih salju, mata nya yang berwarna Hijau nampak semakin menarik perhatian para wanita.
Sayang, ia tak dapat merasakan indahnya dunia karena racun ini. Hanya seseorang dengan inti elemen api murni lah yang dapat menyelamatkan nya.
Tubuh nya sedingin es, nafas nya lemah dengan jiwa yang terombang-ambing. Rasanya seperti Mati Enggan, hidup pun tak mau.
Penderitaan yang dia tanggung selama satu tahun terakhir cukup menyiksa. Ia hanya bisa berbaring lemah, membiarkan orang tuanya merawat dia dengan hati-hati.
Tubuhnya yang dingin selalu di selimuti agar hangat. Bahkan di samping peraduannya terdapat giok api yang selalu membuat ruangan hangat.
Tapi hangatnya ruangan pun tak dapat menghangatkan tubuh dan hatinya. Ia hanya bisa berharap, Sosok itu segera datang untuk menyembuhkan nya.
***
Waktu berlalu begitu cepat. Kini sudah waktu nya perayaan ulang tahun permaisuri Kekaisaran Qin, yang tentu saja keluarga Hua di undang.
Saat itulah Hua Zeying dilanda dilema. Putri nya pasti akan di ambil kembali, lebih buruknya adalah Mu Lin tak akan bahagia tinggal di sana.
Istana adalah tempat paling berbahaya setelah medan perang, semua orang tahu itu. Bisakah seorang gadis kecil bertahan disana?
Untuk membahas ini, Hua Zeying mengumpulkan anak-anak nya. Hua Zeying berasal dari Klan Hua. Klan Hua adalah Klan pedagang yang paling terkenal di seluruh dunia tengah.
Hua Zeying sendiri memilih menetap di Kekaisaran Qin dan membangun organisasi Lotus Hitam. Namanya dihormati oleh Kekaisaran.
"Salam ayah! " Ucap Hua Jinsu, Junsi dan Mu Lin. Seolah menarik nya kembali dari lamunan, Zeying segera menatap anak-anak nya dan mengangguk.
"Ada apa ayah memanggil kami? " Tanya Hua Jinsu mewakili yang lain karena ia lah yang tertua.
"Permaisuri Kaisar Qin akan ulang tahun. Dan kita akan diundang untuk menghadiri pesta Kekaisaran itu. " Ucap Zeying ragu-ragu dan sesekali melirik Mu Lin. Mendengar itu, Jinsu dan Junsi saling melempar tatapan. Mereka sudah tahu siapa Mu Lin yang sebenarnya.
"Lalu? " Mu Lin heran, Kenapa? Kalau di undang tentu mereka harus datang bukan?
"Ayah ingin kalian menyiapkan hadiah. " Hua Zeying tak bisa berbuat apa-apa.
Ia hanya bisa pasrah sambil memikirkan alasan yang bagus, atau kalau perlu mereka akan kembali menuju pusat Kekaisaran Bumi untuk pelarian. Lebih tepatnya kembali ke pusat Klan Hua yang terkenal.
"Tapi ayah-" Baru saja Jinsu hendak protes, kakinya diinjak oleh Junsi.
Bughhh
Jinsu hanya bisa meringis, Mu Lin sedang larut dalam pikiran nya sendiri sehingga ia mengabaikan sekitar. Ia sudah seharusnya ber kultivasi secara tertutup. Guru Hang pun sudah menyuruhnya untuk itu.
"Ayah! " Mu Lin menatap ayahnya, ia akan memberitahu semuanya tentang guru Hang.
"Ya? " Tanya Zeying, ia berharap putri angkat nya tidak curiga untuk saat ini. Bahkan Junsi dan Jinsu menelan ludah berharap adik mereka tak terlalu cerdas.
"Aku tak bisa ikut! Aku akan ber kultivasi secara tertutup. " Ucap Mu Lin. Mendengar itu Zeying terkejut, sejak kapan putri angkatnya bisa ber kultivasi?
"Kau bisa ber kultivasi? Sejak kapan? kenapa kau tak memberitahu kami? " Tanya Jinsu beruntun. Ia tak percaya adik angkatnya menyembunyikan sesuatu dari nya.
"Begini. Aku memiliki teman, ia seekor Spirit Beast kuno. Ia yang mengajarkan aku kultivasi. Bahkan kadang saat aku keluar.... Aku dan dia pergi ke hutan... Aku bahkan memiliki hewan kontrak, ia adalah War Craft Beast tahap King bintang 7 . Sedangkan temanku seekor Spirit Beast Kuno tahap King bintang 7" Ucap Mu Lin dengan kepala menunduk.
Zeying dan dua putra nya terkejut dengan pencapaian Mu Lin.
"Sekarang kau ada di tahap apa? " Tanya Junsi yang sudah tersadar dari keterkejutan nya.
"Emm.... Tahap Dou Practitioner Bintang 9." Sekali lagi ucapan Mu Lin membuat mereka hampir menjatuhkan rahang karena terkejut.
Bahkan Junsi yang posisi nya sebagai kakak tertua saja masih di tahap Dou Practitioner Bintang 7, Bagaimana mungkin?
"Kau Monster! Bagaimana mungkin secepat itu? Astaga, Aku bahkan kalah. " Jinsu menunjukkan ekspresi sedihnya, Ia masih di Tahap Dou Zhi Qi bintang 6 Ayolah!
Sang ayah pun sama terkejutnya. ia tak bisa berkata-kata. Sungguh ia merasa bahwa Mu Lin adalah jenius langka yang tidak pantas berada di dunia tengah yang rendah ini. Jika ia ada di Dunia atas atau bawah mungkin tak akan terlalu mengejutkan.
"Kau tidak boleh mensia-siakan bakatmu Mu Lin. Apakah ayah perlu mendaftarkan mu di sekte? " Tanya Zeying, sebenarnya Syarat masuk sekte adalah mencapai umur 12-18 tahun. Tapi juga minimal harus sampai Dou Zhi Qi bintang 3.
"Tidak ayah! Aku akan tetap berlatih bersama teman ku, aku akan ber kultivasi secara tertutup besok di air terjun kembar. Air terjun kembar terletak di tengah hutan kematian, disana energi Qi sangat padat. Boleh kan? " Ucap Mu Lin sambil menunduk dan menunjukkan ekspresi memelas nya dengan mata yang ber air.
"Tapi disana berbahaya putri ku" Apakah Zeying khawatir? Tentu saja! Ia sudah menganggap Mu Lin sebagai putri nya sendiri.
Kalau sudah seperti ini Zeying tak dapat menolak nya. Akhirnya ia pun mengangguk dengan syarat, Adik nya, Hua Ho ikut melindungi mereka.
Hua Ho atau sering Mu Lin panggil dengan sebutan Paman Tampan itu sangat dekat dengan Mu Lin.
Pesta permaisuri akan di laksanakan 3 hari lagi, Keluarga Hua akan berangkat sehari setelah Mu Lin berangkat.
Keesokan harinya, hari yang bertepatan dengan berangkat nya Mu Lin menuju hutan ditemani penjaga Ho.
Dan An Ri sudah berubah menjadi manusia, Lagi-lagi mengejutkan Zeying, teman yang mengajarkan Mu Lin ber kultivasi masih berusia 15 tahun? Apakah dunia akan berakhir?
"Jaga dirimu baik-baik! " Meski sudah mengikut sertakan adik nya Tetap tak menurunkan kekhawatiran Zeying terhadap putri angkat nya.
"Baik ayah! Saat aku kembali nanti, aku sudah besar dan sudah kuat" Mu Lin mencoba meyakinkan mereka.
Walaupun tak mengurangi kecemasan mereka, tapi itu membuat mereka yakin bahwa Mu Lin bersungguh-sungguh untuk menempa bakatnya.
"Hati-hati! Aku tak ingin mayatmu yang pulang nanti! " Ucap Jinsu memperingati, tapi di hadiahi jitakan oleh kakaknya.
Ctakk
"Aduh! kenapa kau jahat sekali kak? " Jinsu mengaduh kesakitan. Kakaknya kejam!
"Salah mu! Seharusnya kau berdoa agar adikmu pulang dengan selamat! " Junsi mendengus kesal dengan adiknya yang tak bisa menjaga mulutnya.
"Tap-"
"Bicara lagi akan ku jahit mulutmu! " Ucapan Junsi memotong sekaligus membungkam Jinsu yang ingin protes lagi.
"Sudahlah, jangan bertengkar! " Ayah nya pun terpaksa harus memperingati agar peperangan tak berlanjut.
Akhirnya setelah perpisahan dengan air mata itu, Mu Lin berangkat menuju hutan dengan kudanya. Sebelum ke air terjun kembar, Mu Lin terlebih dahulu menemui guru Hang dan Erlang.
Sesampainya di sana, Mu Lin hanya mengobrol singkat dengan gurunya itu.
"Master! Kenapa aku tak boleh ikut? " Erlang ingin ikut menemani Mu Lin yang ber kultivasi, tapi dilarang karena harus menjaga gurunya. Akhirnya Erlang terus merengek.
"Ayolah master, biarkan aku ikut" Rengek Erlang lagi, An Ri hanya memutar bole matanya malas.
'Elang ini! Tidak tahukah ia? Bila Lin Lin marah, Aku juga kena imbasnya? ' Pikir An Ri sambil bersikap waspada, takut Mu Lin menyuruhnya melakukan hal yang 'Iya-Iya'.
"Diamlah! Aku mau mengontrak mu karena bulumu yang bagus! Kalau tidak sudah sejak lama kau kujadikan burung panggang! " Ucap Mu Lin dingin, dia sudah jengah dengan rengekan burung cerewet ini.
".... " Sungguh Kejam! Erlang tak tahu harus menangis atau tertawa, Tiba-tiba ia menyesal bertemu dengan manusia yang satu ini.
Akhirnya setelah mengucapkan beberapa kata, Ia berangkat menuju jantung hutan, yang terletak di Air Terjun Kembar.
Ia pun duduk di batu yang tersedia disitu, ia mulai ber kultivasi, sedangkan An Ri dan Hua Ho mulai membuat tenda untuk tinggal.
...----------------...
***Hai Readers 👋👋
Segitu dulu yah,,, maaf kalau terlalu pendek.
Jangan lupa Like 👍👍
Favorit ❤❤
Kritik and saran✍✍
Vote⭐⭐⭐⭐⭐
Buah Manggis ❤
Diatas Kaca❤
Salam Manis❤
Buat Pembaca❤
^^^-Love You All😘😘***^^^