Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 137: Putri Xia Qiuliu



"Selamat tinggal! " Ucap Shuwan dengan nada dingin kemudian menghilang begitu saja meninggalkan Qiu yang masih terkejut dengan menyentuh kaki nya yang sedikit terkilir oleh Shuwan.


......................


Shuwan membuka mata nya ketika merasa kehadiran seseorang di belakang. Saat ini dia sedang berada di danau belakang Kediaman di Istana Kekaisaran Zhao.


Tempat di mana Shuwan dan Chen pernah bercengkrama dengan sedikit dekat beberapa waktu yang lalu.


...[~Flashback~]...


"Apa yang Wan Wan lakukan malam-malam seperti ini di dekat Danau? " Tanya Chen yang sudah berada di sisi Shuwan.


"Ku rasa Pangeran tidak memiliki kaitan apa pun dengan hal ini! " Balas Shuwan dengan santai dan terkesan tidak peduli.


"Sayang nya istana ini milik ku, tentu aku memiliki kaitan dengan hal ini! " Jawab Chen dengan tenang, serta senyum tipis meski Shuwan tidak melihat nya.


".... " Shuwan tidak menjawab, dia tampak menatap jauh ke depan.


"Seperti nya Wan Wan sedang banyak pikiran" Chen menoleh menatap wajah Shuwan dari samping.


"Huft! Menurut mu... Hal apa yang paling berharga di dunia? " Tanya Shuwan secara tiba-tiba tanpa menatap Chen.


Chen tampak tersentak dan sedikit terkejut dengan pertanyaan Shuwan yang terdengar aneh.


"Hemm entah lah.... Mungkin keluarga ku? " Ucap Chen yang terdengar seperti pertanyaan, Shuwan tersenyum kecil kemudian bertanya...


"Kenapa? "


"Tidak tahu! " Jawab Chen cepat, kemudian melanjutkan....


"Mungkin karena mereka adalah orang tua ku? Dan juga adik ku, atau memiliki ikatan darah? Aku tidak mengerti dengan pasti, yang jelas aku hanya mengikuti kata hati ku" Ucap Chen terdengar ragu di awal namun bertekad di akhir kalimat.


"Bagaimana dengan mu sendiri? " Tanya Chen menatap lekat Shuwan yang masih memandang ke depan.


"Ketenangan.... " Jawab Shuwan lirih seraya memejamkan mata nya dan menghela nafas. Mendengar penuturan Shuwan, Chen mengernyit bingung lantas bertanya....


"Maksud mu? "


"Karena ketenangan adalah hal yang paling sulit di miliki semua orang, tidak! Seluruh makhluk hidup! " Jawab Shuwan dengan kilat aneh di mata nya.


"Kenapa? Bukan kah ketenangan adalah sesuatu yang paling mudah di miliki? Ketika seseorang memiliki Harta, Tahta, dan Kekayaan,orang tersebut akan merasa tenang. Jika keluarga ku merasa senang dan berada dalam keadaan yang baik-baik saja,aku pun dapat merasa tenang" Tanya Chen masih dengan kernyitan bingung, namun akhir nya dia sedikit mengerti ucapan Shuwan.


"Karena seseorang tidak akan tenang selagi memiliki masalah, sedang kan tak ada orang yang tidak memiliki masalah semasa hidup nya! Jadi tidak pernah ada yang bernama ketenangan..... Jika aku bisa memiliki nya, maka hal itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi ku! "


"Begitu ya...? " Tanya Chen pelan setelah mendengar jawaban Shuwan.


"Ssshh" Shuwan sedikit meringis seraya mengusap bahu nya pelan, bibir nya sedikit membiru dan bergetar.


Asap tipis mengepul di setiap hembusan nafas nya. Terlihat jelas kalau dia sedang kedinginan.


Sreettt


"Sudah malam! Sebaik nya kamu masuk dan istirahat lah! " Chen dengan segera melepas jubah putih yang dia pakai dan memasangkan nya pada Shuwan, kemudian dia menepuk pelan puncak kepala Shuwan.


Shuwan mendongak manatap wajah rupawan Chen yang terpatri senyum yang sangat menawan dengan tatapan rumit nya.


"Ayo! " Ajak Chen pada Shuwan, kemudian Shuwan hanya membalas nya dengan anggukan.


...[~Flashback Off~]...


'Entah mengapa kau selalu mengingat kan ku pada Zhenli, Pangeran....? 'Batin Shuwan dengan mata yang sedikit menyipit.


Lalu Shuwan mengarahkan mata nya ke samping kanan kala aura sosok yang membuat nya membuka mata telah berada tepat di belakang nya.


"Udara malam, sangat tidak baik untuk seorang gadis! " Ucap sosok itu membuat Shuwan berbalik.


"Kau!! " Shuwan terpekik dengan terkejut melihat sosok di belakang nya.


"Sudah malam, sebaik nya kau tidur! "


Sreettt


Tepat setelah sosok itu menyelesaikan perkataan nya, Shuwan sudah tidak bisa melihat apa pun dan merasakan tubuh nya seperti tidak berpijak.


***


"Apa yang ingin kau katakan? " Di sisi lain, Chen dan De Lu masih bersitegang dengan masing-masing melayangkan tatapan tajam.


"Aku yakin kau tahu dengan jelas penyakit yang di derita Permaisuri! " Ucap De Lu dengan seringai lebar di wajah nya.


"Jadi itu juga karena kalian? " Tanya Chen dengan wajah yang tetap tenang tanpa gejolak emosi apa pun.


Prokk


Prokk


Hati dan Bibir tidak pernah selaras, dan De Lu sangat mengenal Chen melebihi siapa pun karena mereka dulu pernah berteman ketika belum mengetahui jati diri masing-masing.


"Cih! Aku tidak butuh pujian dari mu! " Ucap Chen berdecih seolah memang tak menyukai Kang De Lu.


"Hah! Ayo lah, apa kau benar-benar akan memusuhi ku Kawan? "


"..... " Chen tak menjawab pertanyaan De Lu, hanya memberikan tatapan tajam yang dingin menusuk.


"Baiklah baiklah! Kali ini aku akan berbaik hati untuk mu, Penyakit yang di derita Permaisuri berasal dari Racun Serbuk Sari Bunga Kristal Ungu, dan penawar nya adalah Jantung Phoenix Feng Xue! " Ucap Kang De Lu kemudian pergi menghilang begitu saja.


Menyisakan Chen yang berada di kamar nya dalam diam. Kemudian dia mengusap wajah nya dengan kasar.


'Ini akan sangat sulit! 'Batin Chen seraya menarik kursi dan duduk si kursi tersebut.


Chen menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kasar, menautkan kedua tangan dan di jadikan penopang dagu pada atas meja.


Setelah itu dia kembali menghela nafas dan mengambil alat tulis yang berada di atas meja. Kemudian menulis sesuatu yang menjadi pesan, jika dia akan pergi bersama Shuwan seraya mencari Phoenix Feng Xue.


Lalu Chen bangkit dan meraih jubah berwarna hitam kemudian memakai nya. Dia pun mengambil Tudung untuk menutupi kepala dan menghilang dalam kekosongan.


***


Krieeett


Shen menggeser pintu dengan santai, kemudian masuk untuk membersihkan diri di pemandian.


Dia mandi dan berganti pakaian di bantu oleh beberapa pelayan. Setelah selesai dia pun duduk di kursi dekat meja.


"Aku tahu kau bukan sekedar rakyat biasa, Qiu! " Gumam Shen seraya menopang kepala nya dengan sebelah tangan.


"Fan! " Panggil Shen dan tiba-tiba muncul bayangan di hadapan nya.


"Saya Yang Mulia? " Ucap Fan yang sudah muncul dari bayangan tadi.


"Apa yang telah kau temukan? " Tanya Shen seraya menegakkan punggung nya.


"Identitas Nona Shuwan tidak bisa saya tembus, sedang kan identitas Nona Qiu ternyata adalah Putri Kedua Kekaisaran Xia, Putri Xia Qiuliu dari Permaisuri Xia"Ucap Fan dengan hormat, lalu melirik Shen sekilas.


" Putri Xia Qiuliu? Apa yang dia lakukan di Kekaisaran Alam Baka? "Tanya Shen terkejut sekaligus bingung.


" Saya masih menyelidiki nya Yang Mulia! "Jawab Fan dengan menangkup kedua tangan nya di depan dada dan menunduk.


" Awasi pergerakan nya, jangan sampai ketahuan! "


"Baik Yang mulia! "


"Pergi lah Fan! " Ucap Shen seraya melambaikan tangan nya, kemudian Fan pun menghilang dari sana.


"Putri Xia Qiuliu, kau ingin bermain-main dengan Kekaisaran Zhao? Jangan bermimpi terlalu tinggi! " Ucap Shen seraya tersenyum miring dan menyeringai.


......................


Siapa kah yang menculik Shuwan?


Apakah dia Xiao Guang yang menjalankan perintah dari Wei Tianzi?


Atau kah dia adalah sosok lain yang memiliki niat kepada Shuwan?


Nanti kan kelanjutan nya ya!!!


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!