
Koaaakkkk
Mereka serempak menoleh ke asal suara pekikan itu. Xio Xan pun ikut menoleh, lalu seketika suhu yang mulai nya panas pun menurun dengan drastis.
" Itu.... Phoenix!? "Ujar salah satu prajurit dari pasukan Kekaisaran seraya menunjuk ke arah utara.
......................
" Wan Wan? "Gumam Chen pelan lantaran mengingat jelas Phoenix yang terbang paling depan.
Bukan hanya satu, melainkan itu adalah segerombolan burung-burung dengan elemen Es. Dan di pimpin seekor Phoenix atau burung Legendaris.
Koaaakkkk
Para burung itu mengeluarkan suara yang keras menggema. Seketika itu suhu udara turun dengan drastis dan mendadak menjadi begitu dingin.
Swooossshh
Phoenix itu di kelilingi asap putih, sebelum akhir nya berubah menjadi seorang pemuda berhanfu biru yang berdiri di atas salah satu burung dengan memegang tombak nya.
Melihat itu Xio Xan mundur satu langkah ke belakang, dia terlihat takut dengan suhu di sekitar pemuda yang tak lain adalah Shan Lan. Tiba-tiba....
Sreettt
Shan Lan muncul di hadapan Xio Xan seraya menghunus kan tombak nya. Xio Xan yang menyadari hal itu segera mengangkat pedang nya untuk menangkis.
Tringg
Kedua senjata yang di buat dari baja itu saling berbenturan. Xio Xan menggerakkan gigi nya saat merasakan udara dingin yang menembus ke tulang.
Melihat sang pemimpin yang turun, Para burung itu mulai menyerang pasukan Iblis. Segera pasukan Kekaisaran Mundur agar tidak terkena dampak serangan.
Chen dan De Lu mundur bersama dan berusaha memulihkan tenaga. Tetapi pikiran Chen terus berkelana memikirkan gadis nya.
Gadis nya?
'Seperti nya dia tidak ikut. Bahkan di saat seperti ini, dia masih menyempatkan diri untuk membantu' Gumam Chen dalam hati merasa tidak berguna. Seharus nya dia lah yang melindungi.
***
Sementara itu di sisi lain terdapat Fei Lin yang terdiam mendengar ucapan Shuwan. Dia melihat para Iblis itu masih berdiri walau terlihat melemah.
"Seperti nya yang dia katakan ada benar nya" Gumam Fei Lin dengan murung, tiba-tiba....
"Teknik Kombinasi-Pusaran Badai Es!! "
Fei Lin tidak sempat bereaksi, dia hanya tahu kalau tangan nya di tarik dari sana. Kemudian dia tiba-tiba berada di atas burung Elang putih raksasa yang memiliki bulu lembut.
"Putri Qin, apa maksud nya? " Tanya Fei Lin bingung ketika melihat Shuwan yang berputar dan mengarahkan tangan nya sendiri ke arah pasukan Iblis tadi.
Seketika angin berhembus kencang, bersamaan dengan salju yang terus berjatuhan Dengan deras nya.
Para Iblis itu memekik kesakitan, sementara pasukan dari Kekaisaran Bumi memilih melindungi diri sendiri masing-masing.
"Kekuatan mu cukup meningkat sejak terakhir kita bertemu putri " Ucap Shuwan pada Fei Lin tanpa menatap putri cantik itu.
Fei Lin tidak menjawab dan memilih untuk terus melihat ke bawah di mana pasukan Iblis beteriak kesakitan.
Sreettt
Fei Lin menoleh dan dia tersentak kaget saat melihat Shuwan melompat dari atas dan turun dengan sempurna di bawah. Tepat di tengah-tengah pusaran badai salju tadi.
Lalu Shuwan mengangkat tangan kiri nya, muncul lah sebilah pedang yang selalu Shuwan gunakan.
Pedang berwarna hitam dengan gradasi buru dan memiliki tulisan yang berarti 'Pedang Pembelah Air' (分水器) Fēn shuǐ qì
Pada dasar nya Membelah Air adalah suatu hal yang mustahil atau tidak mungkin. Dan pedang ini di sebut Pedang Pembelah Air (分水器) karena pedang ini bekerja dengan konsep di mana, Selagi Dialiri Energi Maka Tidak Ada Yang Mustahil Untuk Dilakukan.
Shuwan melesat maju dan mengayunkan pedang nya. Seketika udara pun terpotong, dan para Iblis itu terbelah dua dengan Es di bagian yang terbelah.
"Teknik Cahaya-Pancaran Cahaya Suci" Ucap Shuwan seraya memutar pedang nya searah jarum jam.
Tepat di Iblis terakhir yang masih hidup, Shuwan berdiri tegak dengan pedang yang terhunus ke depan. Terdapat jejak darah di pedang nya.
"Hebat nya!! " Teriak Fei Lin kagum, dia melompat ketika Erlang terbang semakin rendah. Kemudian dia berlari menghampiri Shuwan.
"Layak menjadi Pemilik Kekuatan. Takdir memang tidak salah memilih, bukan begitu Fu Shuwan? " Fei Lin sampai di sisi Shuwan bertepatan dengan suara seseorang yang terdengar nyaring.
Serempak mereka semua menoleh ke asal suara. Mereka melihat ribuan pasukan Iblis yang kembali datang dengan di pimpin dua orang.
"..... " Shuwan tidak mengatakan apa pun, namun di mata nya berkilat kebencian yang begitu besar.
Bayangan kejadian ketika di dunia Neraka dulu kembali menghantui. Dua orang yang datang itu adalah Xio Xin dan Yun Xie.
"Kamu terlihat jauh lebih kuat dari sebelum nya, padahal kita tidak bertemu hanya beberapa bulan saja" Ucap Yun Xie yang meninpali ucapan Xio Xin tadi.
"Kalian masih hidup!?" Ucap Shuwan dengan suara yang tidak pelan karena pasukan Kekaisaran sudah segera maju menahan pasukan Iblis. Kedua nya hanya menyeringai lebar menanggapi ucapan Shuwan.
"Putri Fei, hadapi dua Jendral Iblis itu. Di lihat dari segi mana pun, kau lebih unggul di banding kan kedua nya" Ucap Shuwan pelan kemudian melesat pergi meninggalkan Fei Lin yang terpaku sejenak.
"Teknik Angin-Pusaran Angin" Tiba-tiba Shuwan muncul di belakang Xio Xin dan Yun Xie dengan bola energi angin di tangan nya.
Bola itu berputar cepat dan memiliki cahaya biru yang terpancar. Melihat itu tanpa pikir panjang Yun Xie mau pun Xio Xin bergerak menghindar.
Swiiingggg
Bola pusaran angin itu membesar kemudian meledakkan cahaya. Namun secara tiba-tiba Shuwan berada di hadapan Xio Xin seraya mengayunkan pedang nya.
"Akh mati kau! " Ujar Shuwan, Xio Xin yang tidak sempat menghindar pun mendapatkan luka tebasan besar di dada nya.
Tanpa mengatakan apa pun, Shuwan kembali bergerak dan kali ini menahan serangan Yun Xie yang begitu tiba-tiba.
Yun Xie menyerang Shuwan dengan pedang yang mengayun dari atas lurus Vertikal, sehingga Shuwan menekuk sikut nya membuat pedang nya horizontal.
"Si*lan! Kau meningkat banyak rupa nya" Ucap Yun Xie geram dan sedikit tidak menyangka.
"Karena itu bersiap lah menemui Raja Neraka! " Balas Shuwan sinis seraya menekuk sikut nya sehingga pedang nya tertahan hingga dada.
"Lakukan jika kau mampu! " Ujar Xio Xin yang segera membantu Yun Xie.
Xio Xin mengayunkan pedang nya di samping Shuwan, namun gadis itu berhasil menepis pedang Yun Xie kemudian melompat dan menghindari serangan Xio Xin dengan begitu mudah.
Tringg
Dua bilah pedang berbenturan ketika Shuwan merangsek maju dengan ayunan pedang, namun berhasil di tahan oleh Yun Xie.
Kemudian Xio Xin menghunus kan pedang nya lurus ke arah Shuwan. Segera Shuwan melompat dan mendarat tepat di ujung pedang Xio Xin seraya mengarahkan ujung pedang ke Xio Xin.
"Orang tua seperti mu seharus nya berada di kamar dan membantu mengurus cucu" Ucap Shuwan sinis membuat Xio Xin geram.
Segera Yun Xie mengayunkan pedang nya horizontal ke arah kaki Shuwan. Dan membuat Shuwan melompat kemudian dia membuat posisi terbalik di udara.
Seketika kedua mata nya berubah warna menjadi merah yang membuat nya dapat melihat hingga 360° seperti mata Iblis.
Sringgg
...----------------...
Awalnya author mau memberikan Visual Cast Tambahan. Tapi.... males 😅
Jadi ayo komen!!
Yang minta di kasih Visual angkat tangan✋
Yang ga minta abaikan aja, tapi harus komen wkwkwkwk
Eh Betewe, Ada yang pengen Crazy Update ga? Sebenarnya author ada 10 Cadangan Chapter, tinggal tentuin tanggal update nya aja😅
Ayo dong komen!!!!
Jangan lupa Like!!!