Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 108: PENGUMUMAN & Tangisan Li Yue



ATTENTION PLEASE!!! WAJIB BACA!!



Author berniat membuat Group Wh*tsapp yang menginfokan jadwal update. Bagi yang berminat untuk bergabung Group "Attention Please" silakan Chat author menggunakan nomor di bawah ini~~~


+6282123981798 (Atas nama Adm: Lira Nur)


...****************...


Ia di ciptakan dari setitik kekuatan sang Leluhur, tapi tak di ciptakan untuk memiliki perasaan seperti hal nya Xiu Lang.


'Aku akan menangkap mu gadis! 'Wei Tianzi kembali menyeringai.


***


Li Yue terus berjalan di belakang Junsi dengan tenang dan diam karena Junsi menyuruh nya untuk tidak banyak bicara.


Meski begitu, Junsi merasa sedikit aneh karena sejak tadi Gadis yang ia selamatkan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Tidak seperti saat pertama bertemu, ketika memohon kepada Junsi untuk ikut Li Yue sangat cerewet dan berisik bagi nya.


Junsi hanya sesekali melirik ke arah Li Yue, dan Li Yue sadar kalau ia sedang di lirik namun pura-pura tak peduli.


"Bisa kah kau tak melihat ke arah ku? "Jengah terus di lirik namun tak di ajak bicara, Li Yue pun berucap kesal.


" Siapa yang melihat mu! ? " Bukan pernyataan melainkan pertanyaan yang ia ajukan, tentu saja Junsi tak ingin terjebak dalam kata-kata nya.


"Siapa lagi yang ada di sini selain aku dan Kamu? " Dan Li Yue menjawab pertanyaan Junsi dengan pertanyaan nya.


Mendengar hal itu, Junsi tersenyum miring. Gadis ini sudah mulai berani menurut nya.


"Seperti nya kau sudah tidak takut lagi kepada ku" Tutur Junsi menghentikan langkah nya seraya menoleh kan kepala nya sedikit ke belakang.


Li Yue membeku, tenggorokan nya tercekat membuat nya tak mampu mengeluarkan suara. Nada seolah tertahan di tenggorokan.


"Ma-af" Cicit Li Yue menundukkan kepala nya seraya memainkan jemari dengan gugup.


"Kau ini aneh sekali" Ucap Junsi tertawa renyah lalu melanjutkan langkah nya meninggalkan Li Yue yang terpaku melihat tawa Junsi.


'Apa aku sedang bermimpi? Dia! Dia! Dia tertawa, oh tampan sekali! 'Batin Li Yue kemudian tersentak dan segera berlari menyusul Junsi.


"Ah tu-tunggu!!! " Teriak Li Yue lalu berhenti sejenak setelah berada di sisi Junsi.


Deru nafas nya tak beraturan, masih sulit mengontrol energi yang ia keluarkan sehingga menjadi mudah lelah.


"Lambat! " Sarkas Junsi tanpa melihat lawan bicara nya.


"Aku tidak lambat! Hanya saja, hanya saja, hanya saja kau yang terlalu cepat"


Li Yue tampak kesal di ejek oleh Junsi, dia melayangkan tatapan tajam nya ke arah punggung yang hanya berjarak beberapa langkah saja.


"Ya ya ya terserah kau saja" Balas Junsi dengan nada malas nya.


"Huh! " Li Yue hanya bisa mendengus namun memilih untuk tak memperpanjang masalah sepele ini.


Mereka pun berjalan beriringan di temani keheningan. Li Yue yang masih kesal memilih bungkam, sedangkan Junsi tak tahu cara nya memulai percakapan.


Mereka menghentikan langkah masing-masing saat tiba di sebuah Dinding panjang yang menjadi perbatasan Kekaisaran.


"Kekaisaran apa ini? " Gumam Li Yue pelan memandang takjub Dinding di hadapan nya.


Meski terbilang cukup pelan, Junsi masih dapat mendengar gumaman Li Yue karena indra nya yang cukup sensitif.


"Ini adalah Kekaisaran Alam Baka, atau Kekaisaran Zhao" Ucap Junsi singkat lalu melangkah mendekati perbatasan di ikuti Li Yue.


Melihat penjagaan yang cukup ketat, Junsi memilih untuk melompat. Dia merengkuh pinggang Li Yue membuat sang empu terkejut.


"Eh apa yang.....!?" Pekik Li Yue terkejut dengan perkataan yang menggantung karena tanpa kata Junsi melompat membawa nya.


Sreettt


Dan Junsi mendarat sempurna tanpa suara membuat Li Yue semakin takjub di buat nya.


"Aku tak menyangka kau bisa menyentuh perempuan lain selain adik ku" Junsi menoleh ke kiri mendapati Yixuan yang berdiri dengan tangan terlipat dan punggung menyender di dinding perbatasan.


".... " Li Yue yang ikut menoleh pun tak mampu berkata-kata untuk mendeskripsikan betapa menawan nya wajah Yixuan.


"Aku laki-laki normal! " Sarkas Junsi merasa ucapan Yixuan tadi adalah sindiran.


"Aku tak bertanya" Ucap Yixuan dengan nada datar nya.


Mereka saling bertatapan dengan tatapan dingin yang membuat Li Yue tak kuat.


"Anu, apakah kalian tidak bisa berhenti bertatapan seperti itu!? " Li Yue bertanya dengan wajah pucat nya yang sudah berkeringat dingin.


Menyadari ada orang lain, baik Junsi mau pun Yixuan saling mengalihkan pandangan dan membuang muka.


"Apa yang akan kau lakukan pada gadis ini? " Tanya Yixuan setelah menetralkan ekspresi nya.


"Entah lah aku pun tak tahu" Jawab Junsi jujur seraya melirik ke arah Li Yue.


Mengikuti arah lirikan Junsi, Yixuan pun melirik Li Yue yang memperhatikan sekeliling.


"Siapa nama nya? " Tanya Yixuan lagi.


"Li Yue, kalau tidak salah"


"..... "


Sudut bibir Yixuan berkedut, bagaimana mungkin pemuda di hadapan nya ini tak tahu nama gadis yang berada di dekat nya selama beberapa waktu?


"Ekhm Li Yue! Kemari lah! " Ucap Yixuan membuat perhatian Li Yue teralihkan.


"A-da apa? " Tanya Li Yue tergagap melihat wajah dingin Junsi dan wajah datar Yixuan.


"Setelah ini apa rencana mu? " Li Yue menundukkan kepala nya mendengar pertanyaan Yixuan yang seolah mengusir nya.


"Aku bukan bermaksud mengusir mu, hanya saja kami bukan dari dunia ini" Seolah mengerti apa yang di pikirkan Li Yue, Yixuan mencoba memberikan pengertian.


"..... " Li Yue terpaku dan sama sekali tak bergeming. Ia berfikir keras, apakah pemuda yang menolong nya itu berasal dari dunia lain?


"Begini saja, bagaimana kalau kau cerita kan asal-usul mu terlebih dahulu" Bukan Yixuan yang bicara, melainkan Junsi karena ia merasa bersalah melihat wajah sedih Li Yue.


"Aku, aku adalah anak ke-dua perdana menteri Han. Ibu ku tiada sejak melahirkan ku, dan ayah ku membenci ku sejak saat itu. Ayah menikahi seorang wanita dan menjadi kan nya selir" Ucap Li Yue dengan nada sendu nya lalu kembali melanjutkan...


"Selir itu selalu menyiksa ku, membuat ku tak bisa menggunakan Qi. Ayah semakin membenci ku dan mengacuhkan ku! Kakak ku pun begitu... Hingga puncak nya, saat itu Ibu Selir menjual ku ke penjual Budak hiks aku su-dah tidak tahu hiks tempat pulang hiks! " Setelah menceritakan kisah nya, Li Yue menangis terisak.


"Maaf sudah membuat mu sedih! " Tutur Yixuan mencoba menenangkan gadis yang sedang menangis. Ia hanya menepuk pundak Li Yue tanpa berani berbuat lebih, sedang kan Junsi tetap tak bergeming dari tempat nya.


...----------------...


Hai....!


Untuk part ini seperti nya Shuwan ga keluar ya wkwkwk.


Bagaimana menurut kalian? Cocok ga Junsi sama Li Yue?


Kira-kira bagus nya gimana ya sama kelanjutan hubungan mereka?


Apakah Li Yue suka sama Junsi atau sama Yixuan yang sifat nya lebih sedikit hangat?


Jadi menurut kalian, masih cocokan sama Junsi atau Yixuan?


Lalu kalau sama Yixuan, bagaimana nasib gadis tabib?


Ayo ramein komenan nya ya....


Jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!!


See You Next Time~~