
Terutama setelah Tianzi mengatakan tentang Racun Es, ada beberapa pertanyaan yang ingin Chen tanyakan. Dan beberapa ucapan yang sulit di ucapkan saat ini.
......................
"Dia..." Sudut bibir di tarik melihat pemandangan di hadapan. Ternyata sosok yang mereka khawatirkan memang sedang tidak baik-baik saja.
Namun rasa syukur tetap di rasa saat memastikan sosok itu masih bernyawa, dan berada di tempat yang terbilang cukup aman.
Mereka, Yixuan, Junsi dan Li Yue segera melesat ke istana Kekaisaran Zhao setelah menemukan titik terang.
Sedikit panik saat melihat lokasi terakhir Shuwan, alun-alun kota yang rusak bahkan terbilang hancur. Namun mereka menarik nafas lega mendapati Shuwan yang tidak sadarkan diri dan Pangeran Mahkota tampak berdiri di sisi peraduan dengan raut wajah tak terbaca.
Diam-diam mereka berharap hubungan kedua nya dapat memiliki kemajuan hingga Shuwan melupakan masa yang telah berlalu.
Hanya Yixuan dan Junsi yang berpikiran seperti itu karena Li Yue hanya memandang bingung Yixuan dan Junsi yang sama sekali tidak terlihat khawatir.
'Ada apa dengan mereka? Tadi saja terlihat sangat cemas, tapi sekarang justru santai saat mengetahui adik mereka sedang tidak baik-baik saja!? 'Batin Li Yue merasa dua pemuda di hadapan nya itu sangat unik.
"Apa kalian tidak khawatir? " Pada akhir nya Li Yue menyerah dengan pemikiran nya sendiri dan memutuskan untuk bertanya.
Yixuan dan Junsi saling melempar pandangan dan tersenyum tipis kepada Li Yue. Mereka paham jika Li Yue tidak mengerti saat ini.
"Tidak ada yang perlu di cemaskan lagi" Ucap Yixuan dengan tenang.
"Dia baik-baik saja" Bukan Yixuan yang melanjutkan melainkan Junsi.
'Kecuali racun yang ia derita' Lanjut Yixuan dalam hati, ia mengetahui Shuwan terkena Racun Es namun tidak panik.
Tentu Yixuan sangat tahu jika Shuwan memiliki elemen Es yang menjadi kekuatan utama. Jadi, Shuwan dapat menyerap Racun Es dan menyatukan nya dengan Elemen Es yang Shuwan miliki sendiri.
"Dari mana kalian tahu kalau dia baik-baik saja? Bukan kah wajah nya terlihat sangat pucat? " Tanya Li Yue lagi karena jawaban yang Yixuan dan Junsi berikan tak cukup untuk membuat nya puas.
"Aliran Qi nya sangat teratur, Dia sehat-sehat saja dan belum sadarkan diri karena sedang mengalami Kultivasi tidur" Yixuan masih mempertahankan raut wajah tenang nya, ia bisa melihat jelas keadaan sang adik saat ini.
"Dia baik-baik saja selama masih bisa mengendalikan kekuatan nya "Timpal Junsi di sertai senyum tipis di wajah nya yang begitu menawan.
'Percaya diri sekali mereka ini ck-ck-ck' Li Yue berdecak malas dalam hati karena dua pemuda di hadapan nya terlalu percaya diri.
***
Tabib segera memeriksa keadaan Shuwan setelah mereka sampai di Istana Kekaisaran Zhao. Shen pergi ke kediaman nya untuk beristirahat.
Begitu pun kaisar dan yang lain nya, sementara Chen menunggu Tabib memeriksa keadaan Shuwan namun sempat pergi ke kediaman nya untuk membersihkan diri.
"Bagaimana? " Tanya Chen langsung pada inti nya tanpa basa-basi setelah melihat tabib itu selesai.
"Menjawab Yang Mulia! Nona Shu hanya tidak memiliki tenaga yang cukup lantaran menderita Racun Es. Dan Racun yang dia derita bereaksi dengan cukup lambat karena tekanan dari Qi yang Nona Shu lakukan" Ucap tabib itu membungkuk hormat.
"Baik, kau boleh pergi" Jawab Chen dengan nada tenang mengalun.
"Hamba Permisi Yang Mulia...! " Chen hanya mengangguk untuk membalas penghormatan Tabib tadi.
Krieeett
Pintu terbuka kemudian kembali tertutup menyisakan keheningan dalam ruangan.
Setelah kepergian tabib tadi, Chen hanya memandang lurus wajah Shuwan yang terlihat pucat dengan bibir yang sedikit membiru.
'Racun Es di ciptakan dengan bunga Es yang hanya bisa tumbuh di daerah Kekaisaran Xia, kerajaan Serigala. Dan Racun Es hanya bisa di ciptakan dengan Qi khusus yang di miliki oleh Keturunan Istimewa. Mustahil dia bisa terkena Racun itu atau berurusan dengan Kerajaan Serigala mengingat kerajaan itu begitu menutup diri' Batin Chen memandang penuh curiga.
"Ukh! " Lamunan Chen buyar ketika mendengar suara lenguhan pelan dari bibir manis Shuwan.
".... " Tanpa kata Shuwan bangkit dan duduk tanpa kesulitan sedikit pun, bahkan raut wajah nya tidak berubah sedikit pun.
"Apa kau merasa lebih baik? " Tanya Chen dan hanya di balas dengan tatapan datar oleh Shuwan.
"Lumayan" Jawab Shuwan setelah diam beberapa saat, ia merasa dingin di tubuh nya tidak berubah.
"Syukur lah kalau begitu" Ucap Chen pelan seperti bergumam, Shuwan menatap nya dengan rumit.
Hening...!
"Apa yang terjadi selama aku belum sadar? " Setelah hening beberapa saat Shuwan kembali mengangkat suara dengan pertanyaan.
"Tidak ada... " Gumam Chen lirih namun Shuwan masih dapat mendengar nya.
Suasana di ruangan itu terasa sedikit canggung. Chen berdehem untuk mengurangi rasa gugup yang entah sejak kapan mulai melanda.
"Selanjut nya, apa rencana mu? " Tanya Chen dengan hati-hati, berat rasa nya jika harus terpisah dengan gadis di hadapan nya.
"Tidak pasti... Hanya saja jika mereka sudah menemukan ku maka aku tentu harus kembali" Balas Shuwan dengan tenang, namun entah bagaimana dia merasa enggan mengucapkan hal itu.
"Kembali ke dunia mu? "
"Mungkin...! "
"Apa kau tak akan kemari lagi? " Entah apa yang membuat Chen tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang menimbulkan kerutan tipis di dahi Shuwan.
"Entah lah... " Balas Shuwan Lirih, tak memungkiri ia sendiri ragu dengan jawaban yang ia ucap kan.
Hening...!
Lagi-lagi tak ada yang memiliki topik untuk membuka percakapan. Hingga setelah pertimbangan, Chen pun berkata...
"Kalau begitu istirahat lah... Aku pergi dulu!" Tanpa menunggu jawaban terlontar dari bibir Shuwan, Chen melenggang pergi dengan wajah dingin dan aura yang mengerikan.
".... " Shuwan hanya memandang kepergian Chen dengan raut wajah tak terbaca, kemudian menghela nafas.
Perasaan nya kacau, segala tingkah laku Chen mengingat kan nya dengan sosok Zhenli yang pernah mengisi ruang di hati nya.
"Ya Tuhan...! Aku tidak tahu takdir apa yang kau permain kan, Aku memang menyimpan Rasa ini untuk Kak Lee... Tetapi kenapa rasa yang pernah aku kubur harus kembali mencuat ke permukaan dan membuat perasaan ku kacau...? "Gumam Shuwan lirih seraya memejamkan mata nya. Shuwan menarik nafas kemudian membuanh nya perlahan.
'Apa pun rencana mu Tuhan! Aku harap itu bukan lah hal buruk' Lanjut Shuwan dalam hati, dia memang tak begitu mempercayai keberadaan Tuhan karena takdir yang menimpa nya sejak kecil.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!