
"Oh? Begitu kah? Hem" Gumam Shuwan menarik bibir nya menjadi seringaian.
......................
Di sisi lain seorang pemuda tampan tengah duduk di hadapan tumpukan dokumen dan laporan. Ia tengah memeriksa nya satu persatu dengan teliti dan cermat.
Pemuda tampan itu adalah Liu Luo, tuan muda pertama keluarga Liu. Ia ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan S'LI Company yang menjadi perusahaan favorit.
Tampak juga seorang pemuda yang tak kalah tampan tengah duduk tak jauh di tempat Liu Luo duduk. Pemuda itu tak lain adalah Wu Yan, dia adalah tangan kanan sekaligus sahabat dari Liu Luo.
"Yan! Cari tahu tentang CEO dari perusahaan S'LI Company! " Ucap Luo seraya mengangkat kepala nya yang sedari tadi menunduk menatap laptop di hadapan nya.
"Siap Bos! " Tukas Yan sambil mengangkat tangan nya menjadi posisi hormat.
Selang Beberapa Waktu Kemudian...
"Bos! CEO perusahaan S'LI Company adalah Nona Li Shuwan, menurut data ia juga seorang dokter di rumah sakit LIS Hospital. Dia seorang gadis berusia 23(dua puluh tiga) tahun. Orang tua nya meninggal saat ia masih berusia 15(lima belas) tahun. Sejak orang tua nya meninggal, ia merintis usaha nya dari titik terendah. Namun ia tetap memimpin perusahaan milik orang tua nya yaitu RUO LI GROUP. Sehingga ia memiliki kekayaan yang luar biasa untuk anak gadis seumuran nya. Tapi.... " Yan menggantung ucapan nya ragu untuk mengatakan sebuah rahasia.
Liu Luo menaikkan sebelah alis nya mendengar ucapan Yan yang menggantung. Ia pun menatap Yan dengan tatapan bertanya, Yan sendiri segera menghela nafas pelan lalu beranjak dari duduk nya.
Ia berjalan ke arah Liu Luo yang menatap heran ke arah nya, setelah tepat di dekat bos nya Wu Yan pun membisikkan sesuatu. Yaitu...
"Dia juga seorang agen rahasia predikat-S yang memiliki berbagai macam kemampuan dan telah mendapat kan banyak penghargaan" Mendengar itu mata Liu Luo membuat terkejut, namun hanya sesaat dan kini ia menarik bibir nya membentuk seringan.
"Menarik" Gumam nya lalu sebuah ide terlintas di kepala nya. Ia pun memberi perintah kepada Wu Yan untuk menjadi suka relawan yang berpura-pura menjadi pembeli barang terlarang dengan syarat di kawal langsung oleh Li Shuwan.
Dan yah.... Rencana nya berjalan lancar, kini bahkan Shuwan sudah masuk dalam perangkap nya. Tanpa ada yang tahu, ternyata ia adalah seorang Mafia aliran putih yang membantu negara. Mungkin yang tahu hanya ia, Wu Yan, utusan pemerintah dan Tuhan.
***
Kini Shuwan sedang bersantai di kamar nya, meski senja telah datang Shuwan tetap diam tak bergeming. Pandangan yang kosong entah mengapa terdapat secerah cahaya di dalam nya. Meski begitu raut wajah bingung pun terlihat di wajah datar nya.
Tentu ia bingung, di satu sisi entah mengapa ia merasa senang, di sisi lain ia merasakan kegundahan dalam kesenangan nya itu.
Tak terasa kini sudah waktu nya untuk pergi bertemu rekan misi. Shuwan segera melesat dengan kecepatan sedang, entah mengapa kepala nya sakit sekali. Namun ia tak menghiraukan nya dan menambah kecepatan guna lebih cepat sampai ke tujuan.
Dan benar saja! Tampak di ruangan pribadi yang sudah di pesan secara khusus itu ada dua pemuda yang sedang duduk berdampingan.
"Maaf saya terlambat" Ucap Shuwan datar tanpa ekspresi saat sudah ada di hadapan dua pemuda yang tak lain dan tak bukan ialah Liu Luo dan Wu Yan.
"Oh? Tidak masalah nona, kami pun baru saja tiba" Ucap Wu Yan yang menampilkan sedikit senyum ramah nya, berbeda dengan Liu Luo yang hanya mengangguk kecil.
"Silahkan duduk nona! Jangan sungkan" Ucap Wu Yan lagi yang hanya di balas anggukan kecil nan samar.
Mereka pun mengobrol tentang apa saja rencana yang akan di laksanakan. Namun yah seperti biasa Shuwan selalu berwajah datar, dan sekarang di tambah Liu Luo dengan wajah dingin nya, ke dua hal itu membuat Wu Yan merasa sedikit Canggung dan Risih.
"Markas mereka ada di pinggiran kota dekat sebuah hutan, di kelilingi banyak pohon liar. Apa anda yakin nona? " Wu Yan sendiri sedikit ragu dengan Shuwan mengingat tubuh ramping nya yang nampak rapuh.
"Ya" Lagi dan lagi wajah datar itu di perlihatkan.
"Di sana mungkin sedikit berbahaya! Ku harap semua berjalan lancar" Sambung nya lagi masih tanpa emosi dan tanpa ekspresi.
"A-Ekhem tentu saja ehehehe" Wu Yan terkekeh canggung sedangkan hati nya tertawa menertawakan ke bodohan Shuwan.
'Andai anda tahu nona! Kalau tuan itu Leader Mafia Ice Tiger! Anda mungkin akan terkejut hingga akan mati' Batin Wu Yan terkikik geli. Seolah mengerti apa yang ada di otak Wu Yan, Liu Luo pun mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ah itu-Anda tak perlu cemas, sebab kami pun tak selemah itu" Ucap Liu Luo tegas dengan aura dingin yang mendominasi.
"Oh" Jawab Shuwan malas, ia tahu ke dua pemuda itu bisa bela diri, mungkin.... lebih dari kata bisa!
'Cih! Padahal dia kan seorang leader Mafia Ice Tiger, tentu saja tidak mungkin lemah! ' Batin Shuwan berdecih.
Jika mereka pikir Shuwan tak tahu menahu, mereka salah besar! Tentu Shuwan tahu sejak dia melacak dan mencari bocoran informasi lewat laptop nya siang tadi.
Kini mereka sudah sepakat dan rencana pun sudah di tetap kan. Shuwan kini telah sampai di apartemen nya. Ia sedang duduk seraya membaca buku cerita rakyat.
Shuwan selalu membaca buku dongeng setiap sebelum tidur, karena sejak kecil ia selalu berharap ada yang membacakan nya dongeng penghantar tidur. Namun semua itu hanya lah angan-angan semata, sekali lagi di ingatkan semua itu tak akan pernah terjadi.
***
Cahaya terang kini berkumpul di ufuk timur, seperti biasa Shuwan segera bersiap untuk pergike rumah sakit. Melakukan rutinitas yang memang hanya itu dan itu saja.
Setelah dari rumah sakit, Shuwan akan menyempatkan diri mampir ke perusahaan nya. Lalu pulang ke apartemen untuk persiapan malam nanti.
Celana pendek satu setengah jengkal di bawah pinggang di padukan dengan sepatu pentofel yang ke dua nya berwarna hitam. Tak lupa juga ikat pinggang kulit berwarna hitam nya, dua buah pistol berwarna putih menggantung di pinggang ramping nya.
Sebuah pedang pendek menyerupai katana pun ikut menggantung cantik di pinggang kiri nya. Dua buah pisau kecil seperti belati terdapat di bagian dalam jaket nya. Tak lupa memakai topi hitam dan kaca mata hitam nya.
Tersemat jam tangan dengan alat perekam dan pelacak di pergelangan tangan nya. Satu buah handset menjuntai di daun telinga nya, tak lupa juga ia memakai sarung tangan untuk menghindari tertinggal nya jejak berupa sidik jari.
Kantung kecil ia ikat kan di paha kanan nya guna menyimpan beberapa peluru beracun untuk keadaan darurat. Kini ia sudah berada di parkiran tanpa di ketahui siapa pun, Ia juga sudah menghubungkan CCTV dengan laptop nya dan akan membuat seolah olah ia tak pernah keluar dari apartemen nya.
Ia pun segera mengendarai mobil sport hitam nya dan melesat menuju kediaman milik Liu Luo. Ia menghela nafas lelah dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedikit tinggi.
Tak perlu waktu lama, kini ia sudah berada di ruang pribadi Liu Luo. Nampak Liu Luo dan Wu Yan memperhatikan penampilan Shuwan dari atas hingga ke bawah. Shuwan merasa risih namun tetap menampilkan wajah datar.
"Kau akan menyamar menggunakan pakaian ini? Bukan kah ini terlihat mencolok? " Tanya Liu Luo sarkas melihat penampilan Shuwan yang serba hitam.
"Hem? " Shuwan hanya menaikkan sebelah alis nya untuk bertanya, terlihat Wu Yan menghela nafas pelan dan menatap Shuwan dengan pandangan rumit.
"Sebaik nya anda menggunakan pakaian yang lebih feminim untuk menyempurnakan penyamaran, karena tidak mungkin anda menyamar sebagai kekasih tuan muda namun memakai pakaian siap tempur seperti itu" Ucap Wu Yan panjang lebar dengan sabar.
"Aku tak memiliki pakaian seperti itu" Jawab Shuwan datar seraya melihat pakaian nya sendiri.
"Haish! Wu Yan cepat kau cari kan pakaian wanita semacam dress dan lain-lain nya" Titah Liu Luo.
"Baik tuan muda"Segera Wu Yan meninggalkan ruangan dan pergi mencari pakaian untuk Shuwan.
"Huft! " Shuwan hanya bisa menghela nafas pasrah, entah itu yang ke berapa hari ini.
***
Bibir nya berkedut, kepala nya tiba-tiba terasa pusing. Alis Shuwan pun terangkat sebelah dan dahi nya berlipat, nampak sekali dia sedang dalam suasana hati yang tidak baik.
Bagaimana tidak? Dress hitam polos selutut dengan bahu yang sedikit terbuka, pinggang nya terdapat warna merah memberi kesan feminim namun misterius.
Di tambah lagi Shuwan harus menggunakan High heels runcing berwarna hitam yang berkilau. Meski ia menyukai warna nya, namun ke dua benda itu membuat nya tak nyaman.
Dan jangan lupakan bahan dari Dress itu yang sangat tipis, sudah tentu ia akan masuk angin setelah ini. Mata Shuwan menatap dua pemuda di hadapan nya yang tengah terpesona. Dahi nya masih berlipat dalam, batin nya tak henti henti mencibir.
"Apa kah harus begini? " Tanya Shuwan pelan. dengan nada suara yang sedikit melembut. Dua pemuda yang sedang terpesona itu pun segera sadar dan menetralkan ekspresi mereka.
Liu Luo membuang pandangan nya kesamping dan terlihat kembali dengan wajah datar dan dingin. Sedangkan Wu Yan hanya tersenyum canggung, Huft!
"Anda sangat sempurna" Puji Wu Yan lalu melirik bos nya yang sekarang terlihat salah tingkah.
"Aku bertanya, apa kah harus menggunakan ini? Terlebih lagi ini? Saat berlari dengan ini sudah pasti akan sulit" Gerutu Shuwan sambil mengangkat High Heels nya sedikit tinggi, yah Shuwan memang tak terbiasa menggunakan High Heels.
"Sudah lah! Sebaik nya kita segera berangkat" Ucap Liu Luo lalu masuk ke mobil nya di ikuti Wu Yan dan Shuwan.
...----------------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )