
Dengan begitu ia memiliki sedikit celah mengalahkan Spirit Beast Kuno ini meski pasti sangat lah sulit.
......................
"Teknik Legenda-Pemecah Seribu Ilusi! " Ucap Shuwan membuat segel tangan.
Bukan nya berhasil, teknik itu justru menjadi boomerang untuk nya dan berbalik melukai nya.
Ia seperti itu karena ketidakakuratan Qi yang ia salurkan dan beberapa kesalahan kecil.
"Uhuk" Shuwan terbatuk dengan raut wajah yang tetap datar.
Namun sesaat kemudian ia menyeringai merasa tertantang. Belum pernah ia gagal seperti ini, jadi ia akan memastikan kegagalan itu tak akan terjadi untuk ke dua kali nya.
Bukan tanpa alasan ia gagal, tentu karena ini pertama kali nya ia mempelajari teknik pemecah ini. Dan ia baru menyadari kalau ini tak semudah yang ia kira.
"Teknik Legenda-Pemecah Seribu Ilusi! "
Slaassshhh
Trakkk
Cahaya meluncur begitu saja dari tangan Shuwan yang membentuk segitiga. Tanpa Shuwan sangka Teknik kali ini berhasil dan membuat Aray itu terpatahkan.
Namun ada hal yang ia takut kan kali ini, ia takut kalau pemasang Aray itu tahu kalau Aray nya di patah kan.
'Apakah mereka akan menyadari nya? 'Tanya Shuwan pada An Ri melalui telepati.
"Ku rasa seharusnya tidak, Teknik yang baru saja kau gunakan adalah Teknik tingkat tinggi yang memiliki kecacatan kecil namun seperti yang kau tahu kalau tingkat resiko nya pun meningkat" Jelas An Ri sedangkan Shuwan hanya mengangguk kan kepala nya saja.
Setelah Aray itu terpatahkan, Shuwan menyingkap Jendela dan segera masuk tanpa memedulikan sekitar nya.
Ia memasang Aray yang sama agar tak ada yang tahu akan hal ini. Lebih tepat nya agar pemasang Aray itu tidak terlalu curiga.
Ia terdiam saat sedikit lagi sampai di sisi peraduan. Menatap datar Pemuda yang terbaring kaku di atas sana.
Rasa penasaran yang menghantui membuat nya melangkah kan kaki mendekati peraduan. Lalu ia menggerakkan tangan nya menggapai dan memeriksa nadi pemuda itu.
***
Krraaakkkk
Slaassshhh
Bebatuan dan pasir beterbangan dan dengan sekali Ayun segala bentuk material itu mengudara dan melesat ke arah Junsi.
Sringg
Namun bukan nya mengelak, Junsi justru membuat ini seperti latihan dengan mengangkat padang dan mengayunkan nya.
Kraaakkk
Ia mengayunkan pedang nya ke arah kiri dengan cepat menghancurkan batu yang mengudara tadi, lalu kembali mengayunkan ke arah sebalik nya.
Sraaakkk
Sekali lagi seperti itu dan terus berulang-ulang hingga tak ada lagi Bebatuan yang melesat ke arah nya.
Ia kembali menggerakkan tubuh nya dengan cepat dan kini ia mengayunkan pedang nya dari arah kiri untuk menebas kalajengking tadi.
"Teknik Raja Air-Tebasan Pemotong Air! "
***
Sadar ada seseorang yang menyentuh nya, pemuda yang tak lain adalah Chen membuka mata nya perlahan lalu mengedarkan pandangan nya.
Degg
Pandangan mereka bertubrukan, Jantung Shuwan serasa berhenti saat menatap manik mata hijau milik Chen.
'Pemuda ini.... 'Shuwan tak bisa berpikir jernih, ingatan nya melayang pada ramalan nenek tua beberapa waktu lalu.
"Racun Es...! " Gumam Shuwan pelan namun siapa sangka kalau Chen dapat mendengar nya.
'Siapa gadis ini? 'Batin Chen memandang bingung dan waspada pada Shuwan yang terlihat sedang berpikir.
'Wajah nya sangat cantik! 'Bukan tanpa alasan Chen menyebut Shuwan cantik, saat ini Shuwan memakai Hanfu hitam nya tanpa memakai cadar.
Rambut Shuwan yang terkesan pendek itu di biarkan tergerai dan melambai-lambai tertiup hembusan angin.
'Jadi aku harus mendapatkan inti api? 'Tanya Shuwan melalui telepati.
Pertanyaan Shuwan di balas helaan nafas lemah oleh Hu Ren sebelum akhir nya Hu Ren menjawab dengan pelan.
"Bisa saja kau tidak menggunakan inti api, tapi itu hanya bisa kau lakukan jika kau adalah pemilik Elemen Api Murni! " Jawab Hu Ren pelan seolah itu memang sangat mustahil.
'.... 'Tidak terdengar sahutan dari Shuwan membuat Hu Ren tiba-tiba merasa cemas.
"Elemen Murni ya? " Gumam Shuwan seraya menyeringai.
Pemandangan itu tak luput Dari Chen yang memang sudah waspada namun tak bisa berbuat apa-apa sehingga hanya bisa menerima segala nya dengan lapang dada.
"Kalau aku tak bisa menyembuhkan nya maka jangan pernah memanggil ku Shuwan! " Ucap Shuwan lalu mendekatkan wajah nya ke wajah Chen.
Manik mata hijau itu menatap pada manik mata coklat keemasan milik Shuwan. Entah mengapa tatapan itu seolah menghipnotis dan membuat Shuwan tenggelam ke dalam tatapan itu.
Namun sesaat kemudian Shuwan sadar dan segera terkesiap. Ia menyunggingkan senyum miring nya lantas berkata....
"Aku akan menyembuhkan mu, dengan atau tanpa elemen api.... " Bisik Shuwan tepat di telinga Chen.
Lalu Shuwan menjauhkan wajah nya, dan meletak kan tangan nya di atas dada kiri Chen.
'Jika aku tak bisa menyembuhkan nya dengan Elemen Api, Maka aku hanya perlu menarik racun nya dengan Elemen Es ku' Batin Shuwan lalu mulai menyalurkan Qi nya dengan hati-hati.
"Teknik Legenda-Penyerap Langit! " Ucap Shuwan lalu segala energi baik panas mau pun dingin tersedot ke dalam tangan Shuwan yang menyentuh dada kiri Chen.
Chen terbelalak merasakan tubuh nya panas dan dingin secara bersamaan. Lalu ia melihat Shuwan yang tampak memucat.
"Uhuk" Dan Tiba-tiba saja Shuwan terbatuk darah namun bukan nya marah Shuwan justru melebarkan seringai nya dan segera menyeka darah tadi.
Ia sudah menduga kalau hal ini akan terjadi. Tentu ia sudah menyiapkan rencana lain karena tadi ia belum menyalurkan elemen Es nya.
Kali ini Shuwan mengulang kembali kegiatan yang pertama lalu dengan memberikan sedikit elemen Es nya dan membiarkan Es itu menarik energi serupa di sekitar nya.
"Teknik Legenda- Es Penyerap Langit!! "Tampak dada kiri Chen yang berasal dingin dan akan membeku.
Namun sesaat kemudian Chen merasakan rasa hangat menjalar ke tubuh nya bersamaan dengan jari nya yang mulai bisa di gerak kan.
Swooossshh
Tubuh Chen terasa semakin hangat dan hangat, jemari nya bergerak kaku sebelum akhir nya ia mencoba menolehkan pandangan ke arah Shuwan.
" Uhuk!! "Ia mendapati Shuwan yang terbatuk-batuk dengan wajah yang semakin pucat.
Brukk
Tepat setelah itu Shuwan jatuh tak sadarkan diri yang Chen anggap kehabisan tenaga.
Sedangkan sebelum Shuwan tak sadarkan diri, ia merasa tubuh nya dingin dan terasa kaku tak bisa di gerak kan.
Dingin semakin menjalar membuat Shuwan merasa kesadaran nya menghilang dan akhir nya benar-benar tak sadarkan diri.
Chen terpekik kaget lalu ia duduk dengan kaku. Setelah itu mencoba melangkah kan kaki lemas nya ke arah Shuwan dan mengangkat nya ke peraduan.
Ia menyelimuti tubuh Shuwan dengan selimut nya. Lalu ia mengusap lembut kepala Shuwan
" Siapa kau gadis kecil? "Gumam Chen tanpa sadar tersenyum tipis memandang wajah Shuwan.
...-----------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!?
Ketemu lagi nih sama Author, berarti kalian harus cepat-cepat tekan tombol like.
Jangan Lupa Like karena Like itu gratis dan ga merugikan siapa pun dan apa pun!!
Maaf author belum sempat Crazy Up, tapi nanti kalau ada waktu Author usahakan ya....
Intinya sih gitu aja, jangan lupa tekan like karena like itu gratis!!!
See You Next Time~~~