Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 182: Aku Mengenalmu Kak!!



"Maka saya akan melakukan nya sesuai perintah" Setelah mengatakan hal itu, Yanlei membungkuk hormat dan berjalan keluar.


"Gadis, setelah hidup jutaan tahun lama nya. Ini kali pertama aku tertarik dengan wanita" Gumam Huo Shuai seraya tersenyum kemudian fokus membaca buku-buku di atas meja.


......................


Matahari bersinar dengan terik nya, hanya tertutup awan di beberapa bagian saja. Namun rasa panas itu seolah tidak terasa.


"Kau ini kenapa kak? Sejak tadi seperti orang frustasi" Tanya Shen kesal menatap sang kakak yang duduk di hadapan nya. Mereka hanya di pisahkan oleh sebuah meja kayu kecil.


"Huft! " Lagi lagi hanya itu yang terdengar dari Chen, mata nya masih sibuk menerawang seolah tidak mendengar kata-kata sang adik.


"Sebenar nya... Siapa yang membawa ku ke kamar semalam? " Tanya Chen pada akhir nya menyerah dengan pikiran nya yang tak kunjung menemukan jawaban.


"Hah? Memang nya kau kenapa? " Tanya Shen dengan heran, ada apa dengan kakak nya ini?


"Semalam... Aku meminum dua kendi Arak Putih dan mabuk. Tetapi pagi tadi mendapati bahwa aku berada di kamar, siapa yang membawa ku? " Jelas Chen dengan jujur, dia benar-benar bingung.


Di satu sisi hati nya masih berdenyut tidak menentu saat mengingat kejadian kemarin. Namun ia tidak ingin impulsif dan memilih untuk menanyakan nya secara langsung kepada Shuwan nanti.


"Apa!? Dua Kendi Arak Putih? Kak apa kau sudah gila!? Apa yang membuat mu meminum begitu banyak arak? Cepat! Katakan pada ku! " Shen memekik dengan terkejut sekaligus penasaran. Kakak nya itu bukan lah seorang peminum, lantas kenapa meminum begitu banyak?


"Hanya ingin" Balas Chen singkat merasa enggan membagi masalah.


"Aku mengenal mu kak! Kau bukan seorang pemabuk, kau pasti memiliki alasan yang membuat mu menyentuh Arak terutama Arak Putih! " Ucap Shen membuat Chen menghela nafas dan meminum teh nya.


"Kau benar! Aku sedang memikirkan, kenapa aku tidak pernah melihat teman wanita mu sejak baru datang? " Tanya Chen mengalihkan pembicaraan.


"Oh! Maksud mu Qiu? Hahaha, tentu saja dia bersembunyi karena ayah nya berada di Istana ini untuk memeriksa pembangunan kerja sama Kekaisaran" Shen tertawa kecil membuat Chen bingung.


"Ayah? Siapa ayah nya? " Tanya Chen dengan tatapan bingung nya.


"Qiu adalah Putri kedua Kekaisaran Xia, yaitu Xia Qiuliu. Dan kaisar Xia saat ini masih berada di Istana Zhao untuk membicarakan Kerja sama tentang masalah yang sedang melanda" Jelas Shen dengan senyum tersungging.


"Dia kabur dari istana hanya karena tidak ingin di jodoh kan. Dan kau tahu bukan siapa yang di jodoh kan oleh nya? "


"Hahahaha!! " Sontak saja Chen tertawa terbahak dengan mata berair ketika mendengar cerita Shen.


"Shen Shen! Bukan kah ayahanda menjodohkan mu dengan nya? Apa kah dia tidak tahu itu? " Tanya Chen setelah menetralkan ekspresi nya.


"Huft! Seperti nya dia tidak tahu" Jawab Shen dengan suara rendah.


"Aku penasaran, apa kah dia masih akan menolak perjodohan itu jika tahu kamu lah yang akan menjadi suami nya" Gumam Chen dengan tatapan menerawang, namun terdengar seperti ejekan bagi Shen.


"Hentikan itu! Aku tidak ingin menjadi Suami gadis seperti nya! Sudah kasar, tidak bisa mengurus orang dengan benar! Tidak bisa berhenti bicara dan lebih parah nya adalah suka mengumpat"Ujar Shen dengan raut wajah tidak suka, bahkan tangan nya terus menunjuk-nunjuk sesuatu.


" Sungguh jauh dari kriteria yang ku ingin kan" Lanjut nya membuat Chen terkikik geli.


"Jangan terlalu membenci nya! Atau kau akan tergila-gila dengan nya nanti" Perkataan Chen ini sukses membuat Shen bergidik. Membayangkan nya saja sudah ngeri apa lagi jika mengalami nya? Hiih!


"Diam lah Kak! Jika aku harus memilih, maka lebih baik dengan Shuwan di banding kan dengan gadis kasar seperti nya" Ucapan Shen kali ini membuat tatapan Chen menajam dan Shen menahan senyum nya.


"Jangan bersaing dengan kakak mu ini Shen Shen. Kau akan kalah! " Tekan Chen dengan senyum sinis tersungging.


***


Shuwan sedang berjalan-jalan berdua dengan Fu Lee. Kedua nya berjalan santai di pasar Kekaisaran Zhao dengan tangan yang saling bertautan.


Fu Lee terus memperhatikan tangan nya yang di genggam erat oleh Shuwan. Sementara Shuwan terus menarik Fu Lee mencicipi kudapan yang di jual.


"Silahkan nona" Ucap wanita penjual itu dengan ramah, Shuwan tersenyum kemudian mengambil dua potong semangka sehingga melepaskan genggaman tangan nya pada Fu Lee.


"Kak! Coba lah, ini manis sekali" Ucap Shuwan menyodorkan salah satu semangka itu.


Fu Lee tersenyum manis kemudian menggigit semangka yang Shuwan sodor kan. Perasaan hangat di hati nya tidak bisa lagi dia abaikan.


Setelah itu Fu Lee meletakkan satu koin emas di meja penjual itu. Kemudian tersentak pelan saat melihat Shuwan sudah berada di meja penjual lain.


'Hehehe, aku bisa berhemat sedikit. Rasa kan itu! Saat pulang nanti kantung koin mu akan kosong' Ucap Shuwan dalam hati ketika Fu Lee sudah berada di sisi nya kembali.


"Kak coba lah kue ini. Sangat enak" Ucap Shuwan kembali menyodorkan kue berbentuk bunga yang berada di tangan nya.


"Kamu ini" Fu Lee tersenyum lalu menarik hidung Shuwan dengan gemas.


"Kamu! " Shuwan mengusap hidung nya yang memerah lalu berjalan meninggalkan Fu Lee yang menggelengkan kepala nya pelan, lalu Fu Lee kembali membayar kudapan yang Shuwan beli.


"Hei! Apa lagi yang kau tunggu kak!? " Tanya Shuwan membuat Fu Lee yang sedang terdiam segera menoleh ke arah nya.


"Kamu ini lambat sekali" Shuwan mengeluh dengan alis menukik tajam.


"Baiklah Lin Lin, jangan berlarian! " Fu Lee dengan segera menghampiri Shuwan, namun gadis itu berlari menjauhi nya.


"Ck! Menyebalkan sekali" Gumam Shuwan sangat pelan, bahkan terkesan berbicara kepada diri nya sendiri.


"Kak Lee, kemari lah!!! " Ujar Shuwan berhenti tepat di sebuah kedai topi.


Fu Lee segera menghampiri Shuwan yang sedang memilih sesuatu. Dia hanya diam memperhatikan Shuwan dengan tatapan hangat nya.


"Menunduk lah! " Ucap Shuwan melambaikan tangan nya, Fu Lee bingung namun tetap menurut.


Sreettt


"Hihihi" Shuwan terkikik menertawakan diri nya sendiri ketika memasang kan sebuah topi kerucut dengan warna mencolok ke kepala Fu Lee.


Fu Lee yang bingung pun menaikkan sebelah alis nya, kemudian meraba kepala nya. Dia tersenyum dan melepas Topi itu dan memakaikan nya kepada Shuwan.


"Kau lebih cocok menggunakan nya" Ucap Fu Lee tersenyum lembut, senyum yang hampir sama dengan senyum yang biasa Shuwan lihat dulu.


'Kapan kau akan menunjukkan diri mu yang sebenar nya, Kak Lee palsu. Tapi setidak nya kau sedikit mengurangi rasa rindu ku, jadi cepat lah bongkar identitas mu agar aku tidak terjebak permainan ku sendiri' Gumam Shuwan dalam hati nya dengan sedih.


...----------------...


Sebenarnya author ga pandai membuat kejadian romantis, jadi author hentikan sampai sini aja. Nanti biar author skip agar cepet tamat.


Pokoknya nanti cerita ini akan TAMAT dengan akhir yang bahagia sekaligus sedih juga sih hehe. Dan author akan membuat Season kedua nya, tapi.....


Kayaknya lebih bagus kalau author TAMAT ini sequel nya dulu. Sequel cerita ini adalah History's Ying Shang.


Masih ingat dengan sang Pemilik Elemen Air murni? Anak kandung dari Du Xie dan Ying Jun? Anak laki-laki yang berpetualang menghabiskan sisa hidup nya setelah membantai keluarga sang ayah?


Aakkhh!!! Sebenar nya bingung juga sih, kalau ga ada musuh terbesar nya nanti ga seru. Jadi saran kalian gimana nih?


Komen ya!!!


Jangan lupa Like karena Like itu Gratis!!!