Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 109: Apa Aku Mati....?



"Maaf sudah membuat mu sedih! " Tutur Yixuan mencoba menenangkan gadis yang sedang menangis. Ia hanya menepuk pundak Li Yue tanpa berani berbuat lebih, sedang kan Junsi tetap tak bergeming dari tempat nya.


......................


Hanya kegelapan yang terlihat selama sesaat. Hanya keheningan yang melanda. Gelap dan hening.


Cliinggg


Kegelapan yang terlihat itu kini mulai berangsur-angsur menghilang saat setitik cahaya muncul menyinari sekitar nya.


Shuwan melihat diri nya berada di tengah-tengah lingkaran dengan pola aneh yang terdapat 5 pilar di sekitar lingkaran itu.


Dia dapat melihat pola aneh dengan garis-garis bintang itu nampak memancarkan cahaya keemasan.


Shuwan takjub di buat nya, namun di sisi lain ia bingung. Bukan kah seharus nya ia sedang membuka segel? Kenapa ia berada di sini!


Dalam ingatan nya, membuka segel itu seperti saat ia akan memulai latihan bersama guru Hang. Lupakan! Shuwan sedang tak ingin membahas mereka.


Swooossshh


Terlihat gumpalan cahaya muncul tiba-tiba di hadapan Shuwan. Namun Shuwan sama sekali tak terkejut, hanya sedikit bingung.


"Ini aku guru mu! Aku akan membimbing mu agar tidak salah mengambil langkah. " Terdengar suara Jiancheng dari gumpalan cahaya itu.


"..... " Shuwan mengernyit namun sesaat kemudian ekspresi nya kembali datar seperti sebelum nya.


"Pengujian pertama adalah menguji ketahanan tubuh mu! Akan ada lima petir yang menyambar setiap pilar, dan pola itu berguna untuk menyalurkan rasa sakit nya ke tubuh mu! Kau harus menahan nya hingga petir itu berhenti dengan sendiri nya" Jelas Jiancheng membuat Shuwan mengerti.


Segera Shuwan mengikuti arahan Intruksi sang guru dan duduk bersila di sana. Ia lantas menatap rumit cahaya yang menjadi jelmaan guru nya.


"Kau siap? " Tanya Jiancheng yang hanya di balas anggukan oleh Shuwan.


Shuwan memejamkan mata nya dan mengalirkan Qi ke tubuh nya agar resiko yang ia Terima tidak fatal.


Shuwan merasakan Qi nya yang hanya seperempat karena sisa nya ia gunakan untuk menahan racun Es agar tidak menyebar.


Dahi nya mengernyit bingung kala rasa sakit yang ia tunggu tak kunjung datang. Apa guru nya sedang mempermainkan nya?


Shuwan membuka mata nya dan memandang bingung cahaya di hadapan nya. Mulut nya bergerak Hendak bertanya namun....


Jdeeeerrrrttt


Belum sempat Shuwan membuka mulut, petir menyambar dengan dahsyat nya salah satu pilar di sekeliling lingkaran tempat Shuwan berada.


Lalu petir merambat ke tengah lingkaran membuat Shuwan merasakan sakit yang luar biasa.


Ia memejamkan mata nya dan mengeraskan rahang mencoba menahan rasa yang hampir membuat nya mati.


Tak pernah ia sangka kalau akan sesakit ini. Ia mengingat saat di kehidupan pertama, ia tak pernah tersambar petir. Ah pikiran Shuwan terlalu jauh untuk saat ini.


Shuwan menetralisir rasa sakit nya dengan Energi Qi. Dan rasa sakit nya pun berkurang meski sengatan petir itu masih tak hilang.


Dia beberapa kali terbatuk dan memuntahkan darah karena rasa sakit yang bergejolak membuat aliran Qi nya berantakan.


Jdeeeerrrrttt


Tanpa aba-aba petir kembali menyambar di pilar yang lain. Dan sama-sama merambat ke tengah lingkaran. Menyengat Shuwan, membuat tubuh nya benar-benar sakit.


"Ssshhh" Shuwan berdesis menahan sakit dan mencoba untuk tetap terjaga.


Kembali ia mengalirkan energi Qi nya ke seluruh tubuh. Ia menetralisir rasa sakit yang ia rasakan dua kali lipat dari sambaran pertama.


'Aku ingin menyerah! ' Untuk pertama kali nya Shuwan sangat ingin menyerah.


Namun sesuai prinsip nya, apa yang sudah ia jalani tak boleh ia hentikan sebelum selesai. Shuwan jadi menyesal telah berprinsip seperti itu.


Ia kembali berpikir untuk mengantisipasi sambaran selanjut nya, namun belum sempat ia berpikir...


Jdeeeerrrrttt


Lagi-lagi petir menyambar tanpa memiliki tanda-tanda. Namun kali ini petir nya lebih besar dari yang sebelum nya.


"Arghh" Pekik Shuwan terkejut saat tubuh nya benar-benar merasa tak sanggup lagi.


'Sakit sekali! 'Batin Shuwan menggigit lidah nya sendiri hingga berdarah.


Mencoba mengabaikan rasa sakit yang ia rasakan. Dan mencoba mengalihkan perhatian nya pada lidah yang terasa kelu.


Di saat-saat seperti ini ia merasakan Qi nya yang hampir terkuras habis. Ia kembali terbatuk darah dengan wajah yang mulai memutih.


Ia lantas kembali mengecek keadaan Aliran Qi nya. Lalu Mencoba menyisihkan nya sedikit guna menetralisir rasa sakit.


Nihil! Semakin banyak ia mengeluarkan energi, semakin ia merasa kesakitan. Dahi nya mengernyit heran, sejenak melupakan rasa sakit yang ia derita.


Jdeeeerrrrttt


Petir kembali menyambar lebih dahsyat dari yang sebelum nya. Kesadaran Shuwan seolah di renggut paksa.


"Aarrghhh" Teriak Shuwan dengan mata terpejam erat, tubuh nya seakan mati rasa.


Rasa sakit yang di derita nya menembus ke seluruh tubuh sehingga kepala nya terasa ingin pecah.


Tubuh nya serasa melayang, tak ada alas untuk berpijak. Ia merasa kalau semua nya sudah berakhir.


'Seperti nya aku akan tamat! ' Batin Shuwan ingin tersenyum miris. Ia bahkan belum mencoba rencana nya!


Bahkan ia belum sempat mengucapkan salam perpisahan dengan Anti, Shan Lan, Hu Ren, Erlang dan yang lain nya.


Padahal dia belum membalas dendam kepada Tiga Raja Iblis dan siapa pun yang membantu mereka.


Ia belum bertemu Phoenix Feng Xue, belum mencoba mengalahkan pemimpin Phoenix itu. Belum menuntaskan tujuan nya, tapi apa boleh buat?


Ia sudah berakhir dan ia menyerah! Ia berharap untuk langsung masuk ke neraka tanpa perlu proses apa pun lagi.


"Berjanji lah untuk tetap hidup, Lin Lin! " Tiba-tiba bayangan wajah Fu Lee yang kesakitan dan penuh darah terlintas di benak nya.


Seolah meminum pil penyemangat, Shuwan kembali tersadar dan kembali merasakan sakit nya sengatan empat petir di pilar masing-masing.


"Aaarggghhh Aku tak akan menyerah!!! " Ujar Shuwan mencoba menyemangati diri nya sendiri.


Awan mengumpul dengan kilatan-kilatan tajam di sekitar nya. Seperti nya sambaran yang ke-lima akan menjadi yang paling dahsyat sepanjang sejarah hidup Shuwan.


Gigi Shuwan tampak Bergemeletuk, berharap mendapat sedikit keringanan. Ia bukan takut dengan rasa sakit nya, ia hanya takut mati karena tujuan nya belum terselesaikan.


'Aku tidak boleh mati! Sebelum menyelesaikan semua nya, aku tak boleh mati! 'Tekad itu lah yang saat ini Shuwan terap kan.


Swooossshh


Nampak angin berputar mengelilingi lingkaran, langit di atas mulai bergemuruh. Kilat bercabang ke sana ke mari.


Jddeeeeeeerrrrrrrrettttthhhh


Gelap!


Dia tak merasakan apa pun, tak melihat apa pun, tak mendengar apa pun. Hanya kegelapan yang ia lihat, serupa dengan saat akan berpindah tubuh.


'Apa aku mati? 'Batin Shuwan bertanya-tanya.


...-------------...



Berminat gabung? Silah kan chat Author yaa(+6282123981798)


Aaaaahhhkkkkk!!!!


Author keseeeeel!!!!


Di Chapter ini author bikin nya seharian...


Gimana ga? Ini satu-satu nya chapter yang bikin author bingung!


Author mau panjang kata-kata, tapi apa yang harus di tulis? Mau di pendekin, ga asik!


Lah terus harus gimanaaaa???


Coba deh kalian komen buat betulin Chapter ini, Asli author bakal Revisi!!!


Komen atau Chat di WA author (+6282123981798)


Wajib Komen!!


Jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!! Ga NGERUGIIN!!!! Ga pake LAMA!!!Dan ga RIBET!!!