
Pertandingan di lanjutkan dengan seorang jendral muda yang menantang pangeran Luan. Jendral muda itu memiliki elemen air, sedangkan pangeran Luan memiliki elemen petir, angin, tanah dll. Dan yahh seperti nya Shuwan tertarik dengan pertandingan ini, mungkin akan sedikit menarik.
......................
Pangeran Luan pun menerima tantangan itu, Xuan yang mendengar adik nya di tantang pun segera keluar takut-takut terjadi sesuatu.
Shuwan sendiri bisa melihat tingkat kultivasi mereka yang berbeda, yah Luan memang berbakat sehingga kultivasi nya di atas jenderal Wang yang usia nya lebih tua 4(empat) tahun mungkin.
Luan berjalan dengan ekspresi datar nya, Setelah berada di tengah lingkaran arena ia berhenti dan menatap jendral Wang yang juga menatap nya sinis.
Wasit pun memulai pertandingan dan segera mundur ke belakang bersamaan dengan Jendral Wang yang tiba-tiba berada di depan Luan sambil memegang tombak nya.
Tranggg
Suara tombak beradu dengan pedang terdengar cukup keras. Luan memutar tangan nya dan melesat cepat ke arah kanan bersamaan dengan tombak yang hampir menusuk perut kiri nya.
Sreettt
Pedang di tangan Luan tergerak kala Luan mengayunkan nya mengincar area vital, namun sayang lawan nya dapat menghindar alhasil pipi kanan jendral Wang terluka cukup dalam.
Bughhh
Luan menendang perut jendral Wang dengan cukup keras. Tak ingin kalah, jendral segera bergerak merapalkan mantra nya.
"Shui Chi! " Air menggulung di hadapan jendral Wang dan membentuk gulungan panjang lalu bergerak cepat ke arah Luan.
"Baohu De!" Luan merapalkan mantra dan muncul lah tanah yang menjulang melindungi Luan dari teknik tusukan air milik jendral itu.
Bruakhh
Dua teknik saling beradu, Shui Chi milik jendral Wang berhasil di hancurkan oleh teknik Baohu De milik Luan dan menciptakan bunyi tabrakan yang cukup nyaring.
"Feng Qiu! " Ucap Luan lalu terdapat angin yang berputar kencang di telapak tangan nya (Semacam Rasengan dalam film N*ruto). Lalu Luan melemparkan nya ke arah Jendral Wang, segera bola angin itu melesat dengan cepat.
"Shui Dun!" Teriak jendral Wang cepat, dan muncul lah sejenis perisai tipis yang tercipta dari air di hadapan nya.
Boommm
Lagi-lagi ke dua teknik itu bertubrukan namun sayang nya teknik Feng Qiu yang di gunakan Luan hanya lah pengalih perhatian.
"Xuanfeng!! "Tiba-tiba Luan sudah berada di belakang jendral Wang dan menggunakan teknik pusaran angin lalu mengarahkan nya ke punggung jendral.
Wootss
" Aarghh"Pusaran angin milik Luan terus berputar di punggung jendral Wang yang mengakibatkan kulit punggung jendral itu terkelupas dan menciptakan lubang.
Brughh
Jendral Wang terhempas karena tak sanggup menahan teknik yang di gunakan Luan. Tapi tak ingin kalah ia segera bangkit dan memulihkan tenaga nya sebentar.
"Ternyata anda memang sangat kuat" Ujar jendral Wang sambil menyangga tubuh nya dengan tombak.
"Sudah lah aku lelah, mari kita akhiri! " Ucap Luan lalu melesat cepat ke arah jendral dan...
Bughhh
Brakk
Luan melesat dan meninju ulu hati jendral Wang yang tak sempat menghindar. Jendral kembali jatuh tersungkur lalu bangkit kembali, ia segera merapalkan mantra sebelum Luan mengambil tindakan.
"Yu Chong Wei Tingzhi!!! " Teriak jendral Wang lalu tiba-tiba langit yang terang menjadi gelap, angin bergemuruh dan jendral Wang menyunggingkan senyum miring nya.
Swooshh
Tes
Tes
Tes (Author anggap ini muali hujan, dan hujan mulai semakin deras)
Tiba-tiba hujan datang mengguyur dengan sangat deras, secepat kilat air mulai naik membasahi kaki para penonton dan peserta. Luan yang melihat itu semakin waspada sementara Jendral yang masih mengendalikan teknik nya.
Air mulai naik semakin tinggi, para penonton dan peserta pun mulai panik dan menggunakan kekuatan masing-masing untuk menyelamatkan diri. Shuwan sendiri masih diam dan duduk di tempat nya meski air sudah mencapai pinggang.
Kaisar dan anggota kerajaan lain nya mulai menggunakan kekuatan untuk mencapai ketinggian. Xuan sendiri panik takut terjadi sesuatu dengan Luan. Saat air mulai mencapai dada nya, Shuwan membaca mantra segera.
"Bing Yi!" Ucap Shuwan, lalu tercipta lah sepasang sayap cantik di punggung nya yang terbuat dari es.
Junsi, Jinsu, Zeying dll. Pun sudah menciptakan sayap masing-masing. Kini penonton pun sudah di evakuasi oleh para kesatria dengan teknik khusus agar berada dalam ketinggian. Pertandingan tak dapat di hentikan karena sudah terlanjur, Luan sendiri masih diam memperhatikan sekitar. Saat ini ketinggian air sudah mencapai leher jendral Wang.
Di rasa semua orang sudah tak ada yang menyentuh air, Luan segera menciptakan sayap seperti yang lain nya.
"Feng Yi! "Ucap Luan lalu tercipta lah sepasang sayap di punggung nya yang terbuat dari pusaran angin.
" Cukup! Kau keterlaluan! "Teriak Kaisar Yang merasa bahaya datang.
" Hahahaha! Apa peduli ku? "Tanya Jendral Wang sinis.
" Huh! Enyah lah! "Ujar Luan lalu segera ia membentuk segel tangan dan merapalkan mantra.
" Zuhe: Shuishe He Dian She! " Ucap Luan lalu tangan nya menengadah ke atas dan muncul lah ilustrasi Ular yang terbentuk dari air dan air tersebut teraliri dengan elemen petir nya.
"ENYAH LAH!!! " Teriak Luan lalu mengarahkan teknik baru ciptaan nya ke arah Jendral Wang. Segera jendral Wang menciptakan perisai dari air namun...
Swooshh
Boom
Ke dua teknik kembali bertubrukan menciptakan ledakan dan air yang menggenang di bawah itu teraliri dengan petir. Perisai air milik jendral Wang hancur karena tak dapat menahan teknik kombinasi milik Luan sehingga Jendral Wang tersengat dan terkena secara langsung teknik milik Luan.
"Aaaarghh!! " Teriak Jendral Wang kala teknik Luan menghantam tubuh nya hingga ia terbakar dalam air dan daging dalam tubuh nya matang.
Ia pun mati seketika karena meridian nya hancur juga banyak lagi organ yang hancur. Air perlahan-lahan mulai surut, penonton dan peserta yang tadi di lindungi kesatria pun sudah mulai turun dan duduk kembali, begitu pun dengan Shuwan dll.
"Salam yang mulia! Jendral Wang sudah mati dan saat di periksa ternyata Teknik yang di gunakan jendral Wang itu adalah teknik aliran hitam yang mulia" Ucap seorang prajurit yang bertugas itu kepada Kaisar.
"Kurang ajar! Teknik Aliran gelap itu teknik terlarang! Dia memang pantas mati! " Ujar Kaisar marah lalu menghentikan pertandingan itu sementara agar para penonton yang shock itu bisa beristirahat.
Luan pun di nyatakan menang dan di perbolehkan untuk mengikuti babak selanjut nya walau dia membunuh lawan, tapi di bilang seri karena Jendral itu menggunakan teknik terlarang.
"Heh! Sudah ku duga dia memiliki teknik terlarang, di tubuh nya pun terdapat aliran gelap. Namun aliran gelap itu terasa familiar" Ucap Shuwan sambil mengelus dagu nya dan menatap Junsi dan Jinsu.
"Hah? Familiar bagaimana? " Tanya Jinsu yang bingung dengan ucapan Shuwan.
"Hnn... Entah lah" Ucap Shuwan acuh lalu kembali memperhatikan jasad jendral Wang yang sedang di evakuasi.
"Menggunakan teknik terlarang untuk menang? Cih! meski dia menang sekalipun, setelah nya tubuh nya akan hancur perlahan-lahan karena teknik terlarang memiliki efek yang buruk untuk tubuh" Ucap Junsi mencibir karena efek bagi pengguna teknik terlarang sangat buruk terhadap tubuh. Sehingga bila terlalu sering menggunakan nya, akan membuat tubuh pengguna hancur perlahan-lahan.
Pertandingan pun berlanjut hingga langit mulai gelap dan pertandingan di hentikan karena babak ke dua sudah berakhir. Semua orang baik penonton atau pun peserta kembali ke kediaman masing-masing. Shuwan pun kembali ke istana bersama yang lain nya, ia kembali menggunakan kereta bersama Bailin karena Lizan di tempat kan di kereta khusus.
Di kereta Bailin terus menatap Shuwan tajam, Sedangkan Shuwan sama sekali tidak peduli akan hal itu. Seperti nya Bailin cukup marah dengan Shuwan yang melukai kakak nya.
"Kau berani sekali membuat kakak ku seperti itu! Awas saja! " Ucap Bailin setengah berteriak pada Shuwan yang menatap nya malas.
"Ck! Ku tunggu" Ucap Shuwan sambil mengalihkan pandangan nya pada luar jendela yang tampak lebih menarik di banding kan makhluk ciptaan Tuhan di hadapan nya itu.
"Sombong sekali kau! Lihat saja akan ku balas perbuatan mu dasar j*lang!! " Tukas Bailin dengan wajah memerah menahan amarah yang meluap-luap.
"Oh"
"Di pertandingan besok akan ku bunuh kau! " Ujar Bailin yang semakin emosi karena jawaban Shuwan.
"Silakan saja kalau bisa" Jawab Shuwan santai lalu memainkan gelang di tangan kanan nya yang dulu pemberian guru tercinta nya, ehh salah maksud nya pemberian calon mertua.
"Kau! Tunggu saja" Teriak Bailin lalu mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Shuwan sendiri diam saja karena jika di balas tak akan selesai. Tak lama kemudian kereta yang mereka tumpangi sudah sampai di istana. Shuwan pun bergegas kembali ke kediaman nya lalu ia merenungkan kejadian yang membuat nya tiada pada kehidupan pertama.
...{~Flash Back~} ...
...---------------...
Tahapan Qi
-Dou Zhi Qi Tahap 1-9
-Dou Practioner Tahap 1-9
-Dou Shi Tahap 1-9
-Da Dou Shi Tahap 1-9
-Dou Ling Tahap 1-9
-Dou Zhe Tahap 1-9
-Dou Wang Tahap 1-9
-Dou Huang Tahap 1-9
-Dou Emperor Tahap 1-9
-Dou Ancestor Tahap 1-9
-Dou Zun Tahap 1-9
-Dou Sheng Tahap 1-9
-Dou Di Tahap 1-5
-Dou Saint Tahap 1-3
......................
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )