
"Jangan gegabah, kita harus menunggu terlebih dahulu" Ucap Zhang Xueying dengan suara rendah berharap Shuwan mengerti.
Sementara Shuwan hanya mengepalkan tangan nya dengan erat sehingga kuku tajam nya menusuk telapak tangan.
......................
Sementara itu Junsi, Yixuan, dan Li Yue Memasuki daerah pantai. Daerah yang berbatasan langsung dengan lautan.
"Apa kita tidak bisa istirahat sejenak? " Tanya Li Yue di sela-sela lari nya pada Yixuan.
Dia tidak akan berani bertanya seperti iu kepada Junsi, mengingat wajah Junsi itu yang selalu menampilkan ekspresi dingin.
"Apa kau sudah sangat lelah? " Tanya Yixuan balik seraya menoleh.
"Aku sudah tidak kuat lagi.... " Wajah Li Yue terlihat pucat dan seperti tidak memiliki tenaga.
Yixuan yang melihat itu pun menjadi tidak tega, terutama melihat bagaimana Li Yue yang sedikit lagi pingsan....
Bughh
"Li Yue!? " Dan benar saja, baru di katakan dan kini Li Yue jatuh pingsan membuat Yixuan dan Junsi mau tak mau harus berhenti.
"Merepotkan! " Sarkas Junsi lalu mendekati Li Yue kemudian menggendong nya.
Yixuan hanya mengikuti Junsi saja, hingga Yixuan melihat Junsi meletakkan tubuh Li Yue ke atas pasir yang sudah di beri alas.
Lalu Junsi terlihat mengambil air dari lautan dan seperti sedang memisahkan sesuatu. Ternyata Junsi sedang memisahkan kandungan garam dari air laut itu.
Kemudian Junsi kembali mendekat ke arah Li Yue berada, lalu Junsi meminum kan air itu ke mulut Li Yue dengan cara menuangkan nya.
Namun air itu tumpah dan tidak terminum oleh Li Yue sehingga membuat Junsi kesal sendiri.
"Dia sedang tidak sadar, kau tidak akan bisa memberi nya minum! " Ucap Yixuan ketika melihat Junsi yang seperti orang frustasi.
"Tapi jika tidak di beri minum, dia akan kekurangan cairan" Ucap Junsi dengan penuh kekesalan.
"Kalau begitu gunakan mulut mu, dengan begitu kau juga bisa langsung memberi nya Pil penambah tenang kan? " Yixuan menaik turunkan alis nya seraya menyeringai.
Sementara Junsi tiba-tiba menegang dengan wajah yang sedikit memerah, dia tanpa sadar menatap bibir Li Yue lalu menelan ludah.
"A-ku tidak bisa melakukan nya! " Ucap Junsi secepat kilat mengalihkan pandangan nya.
"Oh? Baiklah biar aku saja yang melakukan itu" Ucap Yixuan seraya merebut botol minum Junsi kemudian Yixuan mengeluarkan Pil dari lengan baju nya.
"Aku saja! " Ujar Junsi dengan cepat merebut kembali botol minum yang kini berada di tangan Yixuan, tak lupa juga mengambil pil penambah tenaga.
"Ay!? Bukan kah tadi kau tidak mau?? " Tanya Yixuan seraya tersenyum lebar yang terlihat mengerikan.
"Aku berubah pikiran! "
"Cepat sekali...! "
"Diam lah! "
"Uh kenapa wajah mu memerah? "
"Diam lah!!
"...... "
Kali ini Yixuan benar-benar diam dan memperhatikan Junsi dengan begitu teliti. Karena Junsi sedang meletakkan Pil Penambah Tenaga di dalam mulut nya.
Keringat mulai menetes dengan tidak stabil di pelipis Junsi. Tapi kemudian Junsi menutup mata nya dan menempelkan bibir nya ke bibit Li Yue.
Lalu membuka mulut Li Yue dan mencoba mendorong air dan Pil yang berada di mulut nya ke dalam mulut Li Yue.
Dia mendorong Pil tersebut menggunakan lidah nya sehingga tanpa sengaja Lidah Junsi dan Lidah Li Yue saling bersentuhan.
Sreet
Dengan segera Junsi melepaskan tautan nya lalu pergi ke arah air meninggalkan Li Yue yang belum sadarkan diri dan Yixuan yang sedang menahan tawa.
'B*doh sekali!! Padahal jika dia memencet hidung nya, mulut Li Yue akan terbuka karena tidak bisa bernafas hihihi... Lucu nya! ' Batin Yixuan seraya terkikik pelan saat Junsi sedikit jauh dari mereka.
Lalu Yixuan tampak sedang berusaha menetralkan ekspresi nya. Sehingga wajah nya kembali datar seolah tidak terjadi apa pun.
"Ekhem" Yixuan berdeham ketika Junsi kembali duduk di sisi nya dengan ekspresi datar.
"Apa kah masih sangat jauh? " Tanya Junsi membuka obrolan setelah hening beberapa saat.
"Tidak! Daerah sini seharus nya menjadi daerah terakhir yang kita lewati untuk sampai di Menara Penghubung Tiga Dunia" Ucap Yixuan dengan wajah tenang.
Degg
"Apa kau merasakan nya? " Tanya Yixuan seraya menoleh ke arah Junsi dengan wajah tegang.
"Ya.... Seperti nya ini adalah Pasukan Kekaisaran Alam Baka. Apa kita akan bergabung? " Tanya Junsi dengan ekspresi serius milik nya.
Hening... !
"Kita harus berkumpul dengan mereka" Putus Yixuan setelah hening beberapa saat.
"Lalu bagaimana dengan nya? " Tanya Junsi lagi seraya menunjuk Li Yue yang masih belum sadar.
"Biar aku menggendong nya" Ucap Yixuan seraya menyeringai tipis.
"Tidak! Biar aku saja! " Sahut Junsi dengan cepat mencekal tangan Yixuan yang sudah bangkit dari duduk nya.
"Oh!? " Hanya ini yang keluar dari mulut Yixuan.
Hingga Junsi meletakkan Li Yue di punggung nya dengan perlahan dan hati-hati. Kemudian menatap Yixuan untuk meminta intruksi.
"Karena sudah selesai, ayo kita bergegas... Pasukan iy pasti tidak jauh dari sini, kalau tidak salah menebak mereka sedang dalam pertarungan. " Ucap Yixuan seraya melesat dan di ikuti Junsi.
"Apa kau menyukai Nona muda Hao? " Tanya Junsi tiba-tiba dan berhasil membuat Yixuan terkejut.
"Te-tentu saja tidak, kau bercanda!? " Yixuan mengelak seraya mengalihkan pandangan nya ke samping.
"Oh ya sudah, aku hanya bertanya.... Nona muda Hao sangat cantik, pasti banyak yang memperjuangkan cinta untuk nya" Ucap Junsi menyeringai lebar tanpa di sadari oleh Yixuan.
"Apa!? Tidak tidak!! Dia tidak akan menerima mereka semua karena tidak mengerti maksud mereka! Gadis itu polos namun galak sehingga pasti mudah di bodohi" Ucap Yixuan cepat seperti seorang Rapper.
"Kau tahu? Justru karena kepolosan nya itu lah, dia akan menerima lamaran laki-laki dengan alasan Tidak Enak Jika Menolak " Junsi terkekeh mendengar ucapan nya sendiri, tapi kemudian terdiam ketika melihat ekspresi Yixuan yang mendingin.
"Tidak akan ada yang bisa! Tidak ada yang boleh!! " Ujar Yixuan dengan tegas, hingga akhir nya Yixuan terdiam ketika sadar akan sesuatu.
'Apa aku benar-benar menyukai nya? ' Batin Yixuan tidak mengatakan apa pun lagi sekarang.
...----------------...
Jangan lupa meninggalkan Like untuk Junsi x Li Yue! 😉