
"Akan ku hancurkan hidup mu Haifeng, seperti saat betapa hancur nya hidup ku karena Wen lebih memilih mu" Gumam nya seraya menyeringai menampilkan gigi nya yang membentuk seperti taring.
......................
Kini sesuai rencana Shuwan sudah berada di penginapan di mana keluarga Hua menginap. Shuwan nampak berbincang-bincang dengan Zeying dan Jinsu selama perjalanan.
Saat ia dan Jinsu memasuki kamar Junsi, ternyata kamar nya kosong membuat Jinsu terkejut sekaligus bingung. Mereka mencari hingga ke pemandian namun hasil nya nihil.
Pada akhirnya mereka bertanya kepada penjaga yang berjaga di sana dan ternyata Junsi berada di belakang area penginapan.
"Kau sudah sadar kak? " Ujar Jinsu senang saat ia melihat Junsi yang kini tengah berbaring di atas dahan pohon.
"Menurut mu? " Tanya Junsi seraya melirik ke arah Jinsu dan Shuwan yang sedang berjalan mendekat.
"Bagaimana perasaan mu saat ini kak? " Tanya Shuwan seraya ikut mendudukkan diri di atas dahan pohon yang besar itu.
"Lebih baik, bagaimana pertandingan mu hari ini? " Junsi mengalihkan topik pembicaraan karena merasa enggan membahas itu.
Bukan tanpa alasan! Ia enggan karena ia bingung saat ini, ketika berada di dunia lain bersama Du Yuwen Junsi merasa sudah berbulan-bulan di sana. Namun ternyata ia hanya tidak sadarkan diri selama satu malam! Membingungkan!
"Lin Lin meraih juara pertama! Namun tak ada pertandingan tadi karena lawan nya menyerah. Huh! Membosankan! " Gerutu Jinsu yang memang menunggu pertandingan adik angkat nya.
"Kenapa Jieru menyerah? Ku rasa, tidak mungkin dia takut pada mu" Junsi melirik ke arah Shuwan seolah meminta penjelasan, hal itu hanya di balas dengan acuh oleh Shuwan.
"Entah" Ucap nya seraya mengedikkan bahu nya acuh.
"Pasti ada alasan nya! Pertanyaan nya adalah, apa alasan nya? " Junsi mulai terhanyut dengan pikiran nya sendiri.
"Saat di arena, Jieru bilang ia tak ingin melukai Lin Lin~Hahaha"Jinsu tertawa karena ia tahu betul kekuatan adik angkatnya yang tak bisa di anggap remeh.
"Tcih! Ku rasa dia terlalu percaya diri" Ucap Junsi seraya tersenyum remeh sebab ia sendiri merasakan betapa besar nya kekuatan Shuwan.
"Ku rasa tidur begitu!" Ucap Shuwan dengan wajah serius membuat Junsi menghentikan tawa nya, lalu ia dan Junsi menoleh serentak ke arah Shuwan.
"Maksud mu? " Tanya Junsi bingung.
"Aku tak dapat melihat tingkatkan kultivasi nya, bukan kah hanya ada dua kemungkinan? Yang pertama dia tidak bisa ber kultivasi, dan yang kedua adalah tingkatkan nya jauh di atas ku. Namun kemungkinan yang pertama itu tidak memungkinkan mengingat dia bisa menggunakan elemen serta mengalahkan Xuan! Itu artinya....."
"Tingkatan nya jauh di atas kita! " Sambung Junsi dan Jinsu serentak saat Shuwan menggantung ucapan nya dengan wajah terkejut.
"Ya! Tepat sekali" Ujar Shuwan masih dengan nada datar nya.
"Ku rasa dia cukup berbahaya, lebih baik jangan mencari masalah dengan nya" Ucapan Junsi ini lebih mengarah pada Jinsu yang suka membuat masalah di bandingkan Shuwan yang terkesan acuh.
"Hehehe~Iya iya aku tak akan membuat masalah, kau tak perlu melirik ku seperti itu kak! " Jinsu terkekeh kecil saat Kakak nya justru hanya melirik nya saat mengucapkan itu.
"Huh! Yang jelas kita harus terus waspada, terlebih kita sama sekali tidak mengenal nya. Ku harap kalian lebih baik menjauhi nya" Ucap Junsi menatap ke dua adik nya, Jinsu yang mengangguk dan Shuwan yang terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
'Apakah ucapan nya saat itu dapat di percaya? Tapi kalau aku tak mengikuti nya, aku akan kehilangan kesempatan menemukan kebenaran. Apa yang harus aku lakukan, dia sangat mencurigakan 'Batin Shuwan berkecamuk antara percaya dan tidak percaya.
'Siapa sebenarnya kau Jieru? Kenapa aku merasa perasaan aneh saat melihat mu? Seperti tak asing, apakah ucapan mu itu benar ada nya? Bagaimana pun aku harus membuktikan nya sendiri' Shuwan pun memutuskan untuk menemui Jieru nanti karena urusan nya di istana belum selesai.
Tanpa mereka sadari, ternyata orang yang mereka bicarakan sedang memperhatikan mereka dengan wajah yang semakin dingin.
"Seperti nya kau mulai ragu ya? Huh! Aku harus membuat dia benar-benar mempercayai ucapan ku atau rencana ini akan gagal" Gumam Jieru seraya mendengus.
"Awas saja kalian, Lama-lama menyamar menjadi pelayan membuat ku lelah" Lanjut nya pelan, ia pun memutuskan untuk menemui Shuwan diam-diam di kediaman nya saat tengah malam.
***
Hari beranjak sore dan Shuwan pun harus kembali ke istana. Ia sudah meminta Shan Lan untuk menyiapkan alat-alat nya, jadi Shuwan sekarang hanya perlu menjalankan rencana nya saja.
Ia enggan untuk berlama-lama lagi hingga ia segera menyiapkan Afrodisiak dan mulai melesat mengelilingi istana. Kali ini ia tak meggunakan cara yang sama untuk membuat kehebohan.
Ia segera pergi ke Kediaman pangeran Ke tiga, Xuan. Sesampainya di sana ia segera memasang aray pelindung dan segera melesat ke kediaman Luan lalu melakukan hal serupa.
Bagaimana pun juga mereka adalah saudara kandung Shuwan mengingat dari rahim mana ia di lahirkan. Setelah selesai ia segera melesat ke arah menara pengawas utama yang cukup tinggi, lalu berdiri di atas tiang bendera seraya menikmati angin sepoi-sepoi.
Tersenyum miring ia segera melemparkan bubuk Afrodisiak itu dengan sembarang arah lalu menerbangkan nya dengan elemen angin nya. Tak lupa sebelum itu ia juga memasang aray pelindung di kediaman tamu karena hal ini tak ada hubungannya dengan mereka.
Setelah memastikan agar bubuk nya telah tersebar rata di seluruh penjuru istana, Ia segera memasuki ruang dimensi untuk latihan.
***
Di sisi lain kini Fu Lee sudah selesai memulihkan tenaga nya dan saat ini sedang mencoba membuka gerbang teknik turun temurun nya.
"Teknik Legenda-Gerbang Ke Enam Terbuka lah!!!" Ujar nya lalu cahaya ke unguan mulai menyelimuti nya serta bola mata nya yang menghitam.
"Huft! Seperti nya hanya ini batas kemampuan ku" Gumam Fu Lee dengan nafas tak beraturan dan nada sedih.
"Sekarang hanya kamu lah Satu-satu nya yang ingin aku lindungi, namun kekuatan ku bahkan tidak bisa membuat iblis itu lemah" Keluh nya seraya membayangkan wajah sang kekasih yang tengah tersenyum dengan lesung pipi nya.
"Aku harus bisa menjadi lebih kuat untuk melindungi mu!! Tak ada yang mustahil di dunia ini, Aku harus berusaha lebih kuat lagi!! " Ujar Fu Lee pelan namun tampak tatapan nya yang menajam serta memancarkan tekas yang membara.
Kaisar Fu yang ternyata memperhatikan nya dari jauh tampak mengulum senyum, begitu pula dengan Kaisar Langit yang berdiri di sisi Kaisar Fu.
"Seperti nya tidak salah mempercayakan putri ku pada nya, di lihat dari kegigihan nya dan sifat keras kepala yang pantang menyerah. Sungguh sangat mirip dengan Hang, aku yakin dia akan lebih kuat dalam waktu dekat" Ucap Kaisar Fu pelan namun masih terdengar oleh Kaisar langit di sebelah nya.
"Benar! Jujur dia tampak lebih giat di bandingkan para putra ku" Timpal Kaisar langit ikut tersenyum.
"Perasaan nya akan menjadi alasan bagi nya untuk menjadi lebih kuat lagi"
"Terutama rasa ingin melindungi"
"Jangan lupa kan dendam nya"
"Ya"
Mereka terus memperhatikan perkembangan Fu Lee, mengingat iu adalah salah satu kultivator yang berbakat.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')