
"Ah baiklah! Ayo! "
Swoooosshh
Secara alami lubang portal yang Ruan ciptakan pun menghilang setelah menelan kedua nya yang masuk. Bersamaan dengan Barier yang kembali transparan.
.................. ...
"Ahk! "Zhang Xueying memekik kesakitan, tubuh nya yang sekarang tentu berbeda dengan yang dulu sehingga dia tidak bisa sembarangan terluka.
Menahan rasa sakit dengan menggigit bibir bawah nya, Zhang Xueying menggerakkan tangan nya.
Swoooosshh...!
Wei Tianzi pun melompat-lompat saat pisau angin menggores tubuh nya, dia menggunakan intuisi nya untuk menghindari serangan Zhang Xueying.
"Semua yang kau lakukan itu sia-sia b*doh! " Umpat Huo Shuai dari tempat nya yang bahkan tidak bisa menggerakkan tubuh nya.
"Diam dan lihat saja pak tua! "Lama kelamaan Zhang Xueying yang berusaha mengontrol fokus pun merasa kesal sendiri dengan ucapan Huo Shuai.
" Cih! "Wei Tianzi tampak berdecih lalu melompat ke udara dan menghilang.
Syuuutt
Wei Tianzi tiba-tiba muncul di hadapan Zhang Xueying dengan rantai yang entah sejak kapan telah berada di belakang tubuh nya.
Sreett
Zhang Xueying amat tersentak saat rantai itu melilit leher ny secara tiba-tiba hingga dia di paksa mendongak sedikit.
" Aakh!" Zhang Xueying mengerang saat nafas nya seolah di renggut paksa.
"Si*l! Wanita ini benar-benar keras kepala, jangan sampai rencana 'nya' rusak karena satu kesalahan! "Gumam Huo Shuai seraya memejamkan mata nya.
Sreeett
Huo Shuai menghilang dari tempat nya begitu saja setelah mendobrak paksa Qi nya yang terkunci oleh Wei Tianzi.
Trangg
Dia muncul di antara kedua nya dan mengayunkan pedang, menebak dan memotong rantai yang melilit Zhang Xueying.
Dia menoleh untuk menatap Zhang Xueying sekilas, lalu kembali menatap ke depan. Namun terkejut saat tidak mendapati keberadaan Wei Tianzi di sana.
Syuuttt
Bughh
Swooshh....!
Tiba-tiba dan begitu saja, Wei Tianzi muncul lalu meledakkan Qi di sebelah Zhang Xueying hingga wanita itu terhempas begitu jauh dari tempat nya saat itu.
Syutt
Tidak berhenti di sana, Wei Tianzi berbalik dan dengan cepat melayangkan serangan pada Huo Shuai yang tidak begitu terkejut dengan apa yang Wei Tianzi lakukan.
Sedikit lebih nya dia sudah memperkirakan semua ini, jadi saat Wei Tianzi menatap nya dia tidak memberikan reaksi berlebihan.
Bahkan saat Wei Tianzi memberikan serangan, Huo Shuai hanya mengelak dengan gerakan santai. Dia sudah memprediksi arah serangan Wei Tianzi itu.
Swooshh
Kedua nya terus bertukar serangan hingga tanpa sadar melupakan Zhang Xueying yang tersungkur di tanah dengan nafas tersenggal, wajah nya membiru karena ternyata Rantai Wei Tianzi memiliki racun.
"Haah...! " Zhang Xueying melepaskan nafas dengan susah payah karena sesak yang melanda.
Dia sedikit menyesal telah mengabaikan peringatan Huo Shuai tadi, meski penyesalan nya tidak sebanding dengan rasa takut.
Takut kalau dia gagal menjalankan tugasnya nya tentu saja!
Sementara Huo Shuai terlihat serius mengendalikan fokus nya dalam mengaplikasikan teknik saat ini. MMata nya yang hitam hitam itu sedikit memutih.
Swooshh
Dia menembakkan cahaya Oranye lurus menuju tempat Wei Tianzi berada. Terlihat Iblis itu menyeringai sebelum akhir nya menghilang.
Di saat itu lah Huo Shuai terbelalak menyadari ada nya kesalahan. Dia ceroboh, dan dia segera menggunakan teknik Teleportasi nya.
Swoooohhhh
Secara alami hal ini membuat Zhang Xueying memejamkan mata nya bersiap menyambut rasa sakit yang akan segera dia rasakan.
Swooshh
Tapi hal yang tidak di sangka adalah, Huo Shuai muncul di hadapan Zhang Xueying seraya merentangkan tangan nya.
Tepat di depan Huo Shuai tercipta dinda halus yang samar terlihat. Wajah pias Huo Shuai menjelaskan kalau Barier itu di ciptakan dengan begitu banyak energi.
"Hangus lah dan membeku bersama takdir yang akan ku patahkan Hahahaa! " Ujar Wei Tianzi sebelum akhirnya tergelak.
Menertawakan Huo Shuai dan Zhang Xueying yang menciptakan drama membosankan. Sungguh membuat nya muak.
Dimana sang Wanita yang berada di sama sulit, lalu Sang Pria muncul dengan kekurangan dan berusaha menjadi pahlawan. Meski nyata nya mungkin tidak akan terjadi.
***
Di sisi lain terlihat Ruan dan Xuan yang terdiam membeku atas apa yang mereka lihat saat ini tepat di hadapan mereka.
Mereka sudah berada di sini sejak beberapa menit yang lalu, mengabaikan suara ledakan di tempat Huo Shuai dan yang lain nya berada.
Kedua nya masih diam menatap tubuh dingin sosok yang sedang di obati oleh Yixuan dan yang lain nya.
Tak ada kata yang terucap dari Bibir mereka, namun raut penuh kegelisahan itu menjelaskan semua nya.
"Seperti nya perkiraan ku sedikit melenceng" Gumam Ruan pelan namun dengan jelas dapat di dengar oleh semua nya.
"Dia berada di kekosongan yang gelap, cara untuk menarik nya hanya ada satu. Bahkan sedikit tidak berguna meski Iblis Xiu ikut memasuki nya" Ucap Yanlei membalas gumaman Ruan.
"Rencana yang di buat Nona Shuwan dan Yang Mulia Hao terlalu beresiko, kemungkinan besar Nona Shuwan akan terjebak di kekosongan itu" Lanjut nya yang membuat seluruh pandangan terarah pada nya.
"Katakan! " Ucap Yixuan dengan wajah datar nya.
Tentu membuat beberapa orang terkejut karena Yixuan terkenal dengan keramahan dan kelembutan nya.
"Katakan.... Bagaimana cara nya agar aku bisa membantu adik ku! " Ucap Yixuan lagi membuat Yanlei terdiam sejenak.
"Kontrak nyawa"
Hening...!!!
Suasana seketika hening sesaat setelah Yanlei menyelesaikan ucapan nya. Bagaimana pun semua tahu bagaimana cara kerja kontrak Nyawa itu. Namun....
"Dan itu lah alasan aku berada di sini"
Sekali lagi terdengar suara yang memecah keheningan tapi membuat semua nya begitu terkejut. Dia adalah Ruan.
"Aku sudah memperkirakan hal ini sejak awal meski ada sedikit kejadian yang di luar dugaan ku. Dan aku lah yang akan menjalani Kontrak Nyawa itu" Lanjut Ruan dengan tatapan tegas nya.
"Kau yakin? " Tanya Yixuan tersenyum miring membuat Ruan menaikkan sebelah alis nya.
"Atas dasar apa kau membantu adik ku? Setelah membuat nya merasakan penderitaan di usia muda" Ucap Yixuan lagi dengan wajah sinis nya.
"Dan sekarang kau tiba-tiba datang untuk membantu nya? Kau sendiri pasti tahu kalau Kontrak Nyawa itu adalah memanggil Jiwa dari Dimensi lain dan menarik nya paksa dengan mengorbankan Nyawa pemanggil. "Lanjut Yixuan membuat Ruan terdiam.
Hening....!
Keheningan kembali melanda setelah Yixuan selesai mengucapkan itu dengan nada bicara yang tidak biasa. Fokus mereka tertuju pada Ruan yang tampak menghela nafas.
" Aku bukan Ruan" Ucap Ruan dengan nada datar nya.
"Tidak peduli apakah kalian setuju atau tidak! Aku akan tetap melakukan itu... Jika kalian bertanya mengapa, maka Jawaban nya adalah... Zhenli" Ucap Ruan dengan tatapan meyakinkan yang justru membuat semua semakin bingung.
Tapi mereka tidak memiliki pilihan lain bukan? Jika ada yang bersedia untuk berkorban, mengapa tidak?
"Sebaiknya kita lihat situasi selanjut nya dulu. Bagaimana pun.... Kita sebaiknya percaya pada mereka berdua" Tiba-tiba Luan mengangkat suara dengan kata yang merujuk pada Shuwan dan Xiu Min.
...----------------...
Author sibuk sekali akhir-akhir ini... Mungkin beberapa pembaca menyangka kalau author cuma sekedar beralasan saja...!
Tapi nyatanya memang banyak yang harus author lakukan, maafkan author yang semakin sulit meluangkan waktu T-T
Intinya pembaca jangan khawatir! Kalian tidak akan kecewa karena Author akan tetap melanjutkan cerita ini hingga tamat!!
Nantikan kelanjutan cerita nya ya😄