
'Jangan membuat hati mu lemah hanya karena kepergian orang-orang yang dekat dengan mu! Rasa sayang hanya akan membuat mu lemah, Shuwan!!! ' Ujar Shuwan berteriak dalam hati, kepala nya sedikit menunduk sehingga wajah nya tertutup helaian rambut.
Jiancheng menghela nafas lemah lalu melayang ke belakang Shuwan. Dia meletakkan telapak tangan nya di punggung Shuwan.
......................
Shuwan melihat diri nya sedang berada di sebuah hamparan Es yang luas. Lalu dia pun memutuskan untuk berjalan maju ke depan.
Swoosshh
Belum sempat dia melangkah, Tiba-tiba muncul kepulan asap di hadapan nya. Lalu asap menghilang dan di gantikan sosok pemuda tampan berambut putih.
Rambut putih panjang dengan Manik mata Merah Darah di bagian kanan dan Biru di bagian kiri sehingga menciptakan perbedaan yang kontras.
"Kau.... " Ucap Shuwan ragu untuk melanjutkan ucapan nya, dia masih mengingat sosok yang pernah muncul dalam mimpi nya itu.
Notes: Baca ulang T3SA Eps. 189: Apa Yang Kau Dapat!? Di sana ada sosok pemuda berambut putih yang bertarung dengan makhluk mengerikan pada bagian part mimpi Shuwan.
"Apa kau tidak mengenali guru mu sendiri? " Tanya pemuda itu, lalu dengan pelan Shuwan bergumam...
"Liu Jiancheng.... "
Sosok yang ternyata adalah Jiancheng itu tersenyum kala Shuwan berhasil mengenali nya. Dia maju satu langkah dan menepuk puncak kepala Shuwan.
"Kau ternyata mengenali guru mu ini" Ucap Jiancheng dengan senang sementara Shuwan hanya menatap nya tanpa ekspresi. Dan Shuwan hanya membalas nya dengan gumaman singkat.
"Hm"
"Baik! Situasi saat ini tidak mendukung kita untuk membuang waktu.... Langsung saja, guru mu ini akan menitipkan sebuah barang" Menyadari Shuwan yang enggan menimpali tadi, Liu Jiancheng segera mengutarakan niat nya.
Mendengar ucapan Jiancheng, Shuwan hanya mengangguk sebagai respon. Sebenar nya dia sendiri bingung harus merespon seperti apa.
"Ulurkan tangan mu" Ucap Jiancheng menginterupsi, tanpa berkata apa pun Shuwan mengulurkan kedua tangan nya ke depan.
Swoosshh
Kepulan asap putih mengelilingi tangan Shuwan. Lalu sebilah pedang dengan sarung nya muncul di atas kedua tangan Shuwan.
Sebuah pedang dengan gagang berwarna hitam dan sarung yang memiliki warna serupa. Memiliki ketajaman yang tidak perlu di ragukan ketika melihat betapa tipis nya.
"Kamu selalu menghancurkan pedang mu di setiap kesempatan..... Jadi guru mu ini secara khusus membuat kan mu pedang yang istimewa. Semoga tidak cepat hancur seperti yang sebelum nya" Jelas Jiancheng seraya menyipitkan mata nya dengan niat mengejek.
Sementara Shuwan hanya mendelik lalu menghedikan bahu nya dengan tidak peduli. Meski ucapan Jiancheng ada benar nya.
"Kau selalu menyukai pedang melengkung, aku tidak tahu alasan nya tapi aku sengaja membuat nya melengkung meski kebanyakan kultivator akan memakai pedang lurus" Ucap Jiancheng lagi, terlihat Shuwan yang melirik nya dengan helaan nafas.
"Pedang ini lebih mudah di gunakan" Ucap Shuwan singkat tanpa perlu merepotkan diri untuk menjelaskan lebih detail. Jiancheng tidak mampu melakukan apa pun selain menghela nafas.
"Karena tugas guru mu ini sudah sepenuh nya selesai.... Maka Liu Jiancheng harus kembali ke alam nya. Dunia ini tidak bisa menerima ku terlalu lama" Satu detik setelah Jiancheng menyelesaikan kalimat nya, tubuh nya tiba-tiba menjadi transparan.
Tubuh nya yang transparan itu seperti di selimuti cahaya yang lurus menuju ke atas. Jiancheng memandang murid nya yang juga sedang memandang nya.
"Jaga diri mu.... Aku pergi" Ujar Jiancheng seraya memberikan satu tepukan di atas kepala Shuwan.
Tepat setelah melakukan itu, tubuh Jiancheng semakin transparan dan akhir nya menghilang meninggalkan Shuwan sendirian di alam bawah sadar nya itu.
"Selamat tinggal.... guru" Ucap Shuwan setelah beberapa saat membiarkan keheningan melanda.
Dia pun menghilang dari tempat itu tepat setelah satu kali melangkah dari tempat awal ia berpijak.
***
Syuuuttt
Cttaarrrrhhh
Gadis bernama Ziran mengayunkan cambuk nya pada Shuwan yang masih duduk bersila dengan memejam kan mata.
Duaarrrr
Tempat cambuk itu mendarat seketika hancur dan tanah serta bebatuan pun terangkat hingga mengudara.
Namun Ziran tidak melihat Shuwan yang duduk di tempat asal. Dia mengedarkan pandangan dingin nya ke sekitar.
Notes: Untuk membayangkan kehancuran yang di sebab kan oleh ayunan cambuk itu, silahkan bayangkan ketika Karakter Sakura Haruno sedang meninju tanah dalam Anime Naruto Shippuden.
Slapp
Ziran dengan segera menghindar ketika satu belati melesat cepat ke arah nya. Namun tiba-tiba Shuwan muncul di sisi nya seraya mengayunkan pedang.
'Cukup hebat' Hal ini lah yang Ziran pikir kan ketika melihat Shuwan untuk pertama kali nya.
Sementara Shuwan hanya menatap nya tanpa gelombang emosi. Lalu kembali mengayunkan pedang secara terus menerus tanpa berhenti.
Trangg
Ziran mengayunkan cambuk nya namun berhasil Shuwan tepis dengan pedang. Tatapan mereka bertemu.
Tatapan dingin Ziran membuat Shuwan merasa melihat duplikat nya. Sementara Ziran yang melihat tatapan datar Shuwan merasa sedang bertatapan dengan seseorang.
"Tsk! Teknik Iblis-Tarian Cambuk Api! " Ujar Ziran seraya memutar-mutar cambuk nya ke sekeliling.
Lalu cambuk perak milik Ziran pun mulai di selimuti api berwarna hijau. Persis seperti pakaian Ziran, namun mata Ziran tetap merah seperti Iblis pada Umum nya.
Swoosshh
Ziran memutar cambuk nya dan dia pun merangsek maju dengan cambuk yang terus berputar di sekeliling tubuh.
Saat sudah berjarak dekat dengan Shuwan, dia mengayunkan cambuk nya. Cambuk itu pun terayun dan siap mendarat untuk memberikan luka.
Ngggg
Namun lagi dan lagi Shuwan dapat menghindar dengan mudah. Dia hanya memiringkan tubuh nya ke samping, kemudian pedang milik Shuwan memancarkan cahaya.
"Teknik Dewa Dewi-Tebasan Pedang Cahaya! " Ujar Shuwan kemudian mengayunkan pedang pemberian Jiancheng yang memancarkan cahaya keemasan.
Cahaya yang terpancar dari pedang Shuwan membuat Ziran sulit melihat arah serangan Shuwan. Dia menyipitkan mata nya lalu terus melangkah mundur.
Sringgg
...---------------...
Tinggalkan Like!!!