
Ia tak pernah bisa menerima hal ini! Ia merasa Tuhan begitu tak adil dengan nya. Ia merasa tak pernah menyinggung para penguasa takdir. Namun kesialan selalu menyertai nya.
......................
Shuwan saat ini sedang bermeditasi di sebuah gua yang memiliki Qi yang sangat padat. Hembusan nafas yang di hempaskan begitu teratur, dan sedikit lagi Shuwan akan menerobos.
Fluktuasi energi di sekitar Shuwan mulai semkin memadat. Tubuh Shuwan mulai bersinar memancarkan sinar keemasan.
Booommmm
Booommmm
Dan Shuwan berhasil menerobos sebanyak dua tahap. Dia yang awal nya berada di Ancestor Bintang 3 kini menjadi Dou Ancestor Bintang 5.
"Tempat yang bagus! Sayang jika di sia-sia kan! " Monolog Shuwan lalu menelisik seluruh gua.
Swooossshh
Tiba-tiba muncul gumpalan asap di hadapan Shuwan, membuat nya memasang sedikit kewaspadaan. Namun yang terlihat membuat Shuwan kembali menurunkan kewaspadaan nya.
"Peningkatan yang bagus! " Puji Jiancheng yang tiba-tiba muncul di hadapan Shuwan melalui asap tadi.
".... " Shuwan hanya mengedipkan mata nya dua kali sebagai tanggapan, selebih nya acuh.
"Hemm aku akan mengajarkan satu teknik milik ku pada mu, teknik ini di sebut sebagai Teknik Legenda. Teknik Penghancur ini memiliki daya hancur yang cukup kuat. Coba lah pelajari! " Jiancheng menengadah kan tangan nya lalu muncul lah gulungan yang segera ia berikan pada Shuwan.
Shuwan dengan fokus membaca tata cara dan mempelajari teknik tersebut. Ia cukup tertarik saat mengatahui daya hancur yang di ciptakan teknik penghancur ini.
***
Di sisi lain dunia terlihat seorang pemuda bermata ungu yang sedang memberikan intruksi pada bawahan nya.
"Aku ingin kalian menyiapkan banyak pasukan untuk menyerang Kekaisaran Langit, aku tak ingin kalian melakukan kesalahan yang sama! " Wei Tianzi menjeda Ucapan nya beberapa saat lalu kembali melanjutkan.
"Kerahkan beberapa ratus pasukan iblis tingkat rendah hingga menengah untuk memburu manusia atau yang lain nya! Pastikan tidak ada kesalahan!! "
"Baik yang mulia! "Jawab para bawahan Wei Tianzi serempak.
"Berpencar cari gadis itu ke seluruh penjuru dunia! Aku ingin dalam waktu dekat, gadis itu berada di genggaman ku hidup hidup! " Ucap Tianzi lagi dengan senyum miring tersungging di wajah tampan.
"Laksanakan yang mulia! " Jawab Bawahan nya lagi.
"Aku tak menerima kegagalan! Jika kalian gagal makan jiwa kalian menjadi bayaran nya! " Tegas Wei Tianzi lalu mengalihkan pandangan nya pada pemandangan mengerikan di luar jendela.
"Ba-baik yang mulia! " Setelah mengatakan itu bawahan Wei Tianzi menghilang segera melaksanakan tugas yang di berikan.
Sementara Wei Tianzi nampak memandang datar pemandangan di luar jendela nya. Namun tak lama kemudian senyum tipis terulas di wajah nya.
"Mari kita lihat! Sejauh mana kau telah meningkat, gadis licik! " Gumam nya seraya terkekeh.
***
Shuwan melangkah kan kaki nya dan melihat setitik cahaya dari gelap nya hutan di malam hari. Cahaya yang berasal dari obor rumah warga desa itu perlahan mulai nampak jelas.
"Seperti nya itu ada desa! " Tiba-tiba terdengar suara Shan Lan di benak Shuwan.
'Aku tahu! 'Balas Shuwan acuh seraya melanjutkan langkah nya yang sempat terhenti.
Tak membutuhkan waktu lama, Shuwan kini sudah berada di desa yang cukup ramai. Ia menjadi pusat perhatian karena aura yang ia pancarkan sangat mengerikan.
Seolah sedang mengatakan "Jangan dekati aku!! " Dan mereka para warga selalu mengambil langkah jauh-jauh dari nya.
Langkah kaki membawa Shuwan menuju penginapan yang lumayan bagus untuk ukuran desa kecil.
"Ada yang bisa saya bantu Nona Muda? " Tanya seorang pelayan dengan senyum ramah nya.
Di lihat dari segi mana pun pakaian Shuwan terlihat selembut sutra. Tentu hanya para bangsawan yang mampu membeli nya.
"Satu kamar satu malam" Ucap Shuwan singkat masih dengan aura dingin yang menusuk.
"Satu malam hanya dua tael perak saja nona" Segera Shuwan mengeluarkan satu koin emas lalu dengan acuh memberikan nya pada pelayan itu.
"Ini kembali nya no-"
"Ambil sisa nya untuk mu"Ucap Shuwan memotong perkataan pelayan tadi seraya berbalik seolah meminta di tunjuk kan jalan.
"Ba-baik Terimakasih Nona! Mari saya antar...." Pelayan tadi segera mengantar Shuwan ke kamar yang telah di siapkan.
"Lumayan! " Gumam Shuwan melihat kamar yang terlihat rapi.
Setelah itu Shuwan pergi ke ruang dimensi nya untuk membersihkan diri, lalu mengambil makanan yang berada di ruang dimensi dan langsung kembali ke kamar.
Memakan makanan nya dengan tenang tanpa peduli sekitar. Namun sejak menginjakkan kaki di desa ini, Shuwan merasa ada yang aneh.
Setelah selesai makan Shuwan membuka jendela dan melihat desa yang awal nya ramai, kini sudah sepi layak nya desa mati.
Shuwan mengernyitkan dahi nya sedikit saat merasakan aura hitam yang cukup pekat, aura yang sangat mirip dengan iblis.
"Kemana pergi nya mereka? " Tanya Shuwan yang di tujukan pada diri sendiri.
Seluruh desa benar-benar sepi, bahkan jendela pun tertutup rapat. Suasana sangat sunyi membuat nya terasa mencekam.
Tanpa berniat ambil pusing, Shuwan memilih tidur di peraduan nya dan bertanya pada pelayan kecil di bawah esok hari.
***
Keesokan hari nya Shuwan sudah memanggil pelayan kemarin agar menenui nya. Dan saat ini ia sedang menatap pelayan itu dengan tatapan menyelidik.
"Kenapa kemarin sepi? " Tanya Shuwan sedikit aneh terdengar.
"Emm" Terlihat pelayan bernama Xun itu gugup untuk memberi tahu Shuwan.
"Katakan! " Tegas Shuwan merasa tak ada jawaban.
"Sebenarnya desa kami belakangan ini sering terjadi penculikan! Jika langit sudah gelap maka semua orang harus sudah berada di dalam rumah karena menurut rumor, saat ini para Iblis sedang berkeliaran" Jelas pelayan itu menunduk takut melihat mata dingin Shuwan.
"Para Iblis kah? " Gumam Shuwan memejamkan mata nya menahan gejolak emosi yang tiba-tiba meluap.
"Berapa lama sejak kejadian penculikan pertama kali? " Tanya Shuwan lagi setelah memenangkan diri.
"Mungkin sekitar dua bulan"
'Hemmm apakah terdapat perbedaan waktu? Seperti nya akan sulit' Batin Shuwan lalu terdiam dengan pikiran melayang menyusun rencana.
"Baiklah terimakasih! " Setelah mengatakan itu Shuwan meletakkan satu koin emas di meja lalu menghilang begitu saja.
Pelayan tadi terkejut melihat Shuwan menghilang dengan bayangan hitam yang muncul sekilas di tempat Shuwan berpijak tadi.
Lalu pandangan Pelayan itu beralih ke koin emas yang Shuwan letakkan dan segera mengantungi nya seraya bergumam.
"Terimakasih Nona"
***
"Xu'er dan Lu'er akan mencari di dunia tengah ini, Aku dan Junsi akan pergi ke dunia bawah, sisa nya harus menunggu laporan dari para bawahan" Ucap Yixuan tegas membagi tugas.
"Kita akan kembali berkumpul dalam waktu satu bulan namun jika sudah menemukan jejak aura nya, dia harus memberi tahu yang lain. Mengerti? " Lanjut Yixuan menatap satu persatu mereka yang di hadapan nya.
"Di mengerti! " Ucap Mereka semua dengan wajah serius.
"Baiklah, kita akan memulai rencana ini besok! Sekarang kembali ke kediaman kalian masing-masing dan bersiap! " Setelah mengatakan itu Yixuan langsung hilang dari hadapan mereka.
Sedangkan mereka hanya saling memandang lalu mengangguk bersamaan, setelah itu mereka pun sama-sama menghilang dari sana.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')