
Ia segera bergegas menyusul Hu Ren dengan langkah cepat nya. Seraya berdoa dalam hati agar tuan kecil nya baik-baik saja.
......................
"Teknik Raja Air-Tebasan Pedang Air! "
Crasshhh
Tanpa di duga Junsi berhasil memotong capit kiri kalajengking membuat spirit beast kuno itu memekik marah.
Kalajengking itu menggerakkan sungut nya yang beracun untuk menusuk Junsi dengan cepat. Namun Junsi berkali-kali berhasil menghindari nya.
Sreettt
Jundi berhasil mengelak namun hawa panas tetap terasa. Ia melompat ke samping untuk menghindar lalu dengan benang Qi ia melemparkan pedang nya.
Syuuttt
Pedang itu melesat mengitari kalajengking lalu dengan sekali ayun, tangan yang terhubung dengan pedang melalui benang Qi itu bergerak ke kanan dan menebas cangkang atas kalajengking itu.
Kalajengking itu nampak mengeluarkan suara nya yang memekakkan telinga. Lalu saat kalajengking itu lengah, Junsi menunduk dan meluncur melalui bagian bawah kalajengking.
Srrreeeeeettttt
Bagian vital, Junsi dengan lihai merobek bagian perut kalajengking itu dengan sekali tebas.
Lalu ia melompat dengan salto kepala di bawah dan mendarat tepat di atas sungut racun kalajengking itu.
Sraakkk
Crasshhh
Junsi menebas sungut itu hingga terlepas dari ekor nya membuat kalajengking itu meronta menahan rasa sakit.
"Teknik Air-Penjara Bawah Air! " Junsi mengarahkan tangan dan pedang nya lalu muncul air yang mulai mengurung Kalajengking itu.
Sreettt
Setelah kalajengking itu terkurung di dalam. air yang menggumpal, Junsi mengeratkan tangan nya sehingga dalam gumpalan air itu terdapat tekanan yang membuat Kalajengking itu bagai di tusuk-tusuk.
"Cih! Merepotkan...! " Gumam Junsi saat melihat kalajengking itu mati lalu ia membebaskan kurungan nya dan mendekati kalajengking itu mengambil inti spiral nya.
'Setidak nya ini cukup berguna untuk ku' Batin Junsi lalu melanjutkan langkah nya berbalik arah ke arah barat.
***
Mata nya mengerjap menyesuaikan diri dengan cahaya yang memasuki retina. Lalu Shuwan mengedarkan pandangan, mendapati kawan-kawan yang mengelilingi nya.
"Shan Lan.... " Lirih Shuwan merasa tubuh nya dingin dan kaku.
Shan Lan yang merasa di panggil pun menoleh dan terkejut melihat Shuwan yang sudah sadar. Hu Ren tersenyum tipis dan berkata....
"Maaf aku tak bisa mengangkat racun nya atau mencari penawar nya... Tapi aku menekan racun itu dengan teknik ku sehingga kamu hanya akan merasakan kedinginan saat musim dingin atau suhu udara yang rendah" Jelas Hu Ren dengan wajah murung, namun An Ri menepuk bahu nya pelan.
"Setidak nya kita sudah berusaha! " An Ri tersenyum tipis pada Hu Ren dan di balas anggukan.
"Huft! " Shuwan sendiri hanya bisa menghela nafas karena sejujur nya ini adalah kesalahan nya sendiri yang bertindak lalai.
Notes: Ruang Dimensi Lotus Biru terhubung dengan berbagai dunia sehingga Shuwan/Yang memiliki Ruang itu dapat bepergian menggunakan Ruang dimensi sebagai penghubung. Oleh karena itu Hu Ren dan An Ri bisa berada di sana padahal mereka berbeda dunia dengan Shuwan.
"Sabar lah Lin Lin, aku yakin kita akan menemukan inti api nanti" Ucap Shan Lan menepuk kepala Shuwan pelan dan tersenyum memberikan semangat.
Sedangkan Shuwan tak. membalas senyum nya dan hanya menatap dingin mereka. Ia lantas berusaha duduk dan menopang tubuh nya dengan bertumpu pada ke dua lengan nya.
"Lupakan akan hal ini, ada sesuatu yang lebih penting untuk ku lakukan! " Tutur Shuwan pelan lalu mencoba berdiri meski tubuh nya dingin..
"Jangan bilang kau masih ingin melanjutkan rencana gila mu itu Fu Shuwan! " Ujar An Ri dengan nada dingin dan sorot mata tajam nya.
Ia sudah tahu mengenai rencana Shuwan dari Shan Lan dan ia sangat tidak menyukai tindakan Shuwan yang seolah tak bisa menerima kenyataan.
"Kau tak bisa menentang takdir Fu Shuwan!! Semua yang telah terjadi biar lah berlalu dan seharus nya kau jadikan pelajaran agar tak terulang di masa depan!! " Tukas An Ri penuh penekanan dan amarah di setiap nada nya.
"Kau tak akan mengerti Rin An!! Kau tak tahu bagaimana perasaan ku! Kau bukan siapa-siapa bagi ku, jadi jangan turut mencampuri urusan pribadi ku Rin An!! " Hardik Shuwan dengan tajam nya menusuk hingga relung hati.
An Ri merasa sakit saat Shuwan mengatakan kalau ia bukan lah siapa-siapa bagi Shuwan. Lantas apa posisi nya di hati Shuwan saat ini?
"Kau sadar apa yang kau katakan!!? "
"Aku sadar.... Aku selalu sadar dengan segala ucapan yang aku ucapkan, dan perbuatan yang aku perbuat.... " Lirih Shuwan pelan sedikit menunduk kan kepala nya.
"Kau bukan lah Lin Lin yang ku kenal! Lin Lin ku adalah orang yang bijaksana dan pintar! Bukan seperti ini yang B*doh dan terlalu berambisi! " Setelah mengucapkan itu An Ri pergi meninggalkan mereka.
Sementara Shan Lan dan Hu Ren hanya diam melihat pertengkaran mereka. Jujur saja mereka ber dua tidak begitu mengenal Shuwan sebaik An Ri.
Shuwan terdiam menatap kepergian An Ri, ia sadar ucapan nya salah. Namun jika ia sudah mengambil keputusan, maka tak boleh di ganggu gugat.
"Yah!! Sebaik nya kau pikirkan kembali rencana mu itu, saat ini kesehatan mu jauh lebih penting di banding kan rencana gila nu yang belum tentu berhasil! "Ucap Shan Lan menepuk dua kali bahu Shuwan lalu ikut melenggang pergi.
Tinggal lah Hu Ren yang menatap lekat Shuwan, tatapan nya sangat tajam seolah ingin menelan Shuwan bulat-bulat.
" Jika kau menentang hukum alam, maka seluruh alam yang menanggung akibat nya! Bukan hanya kau" Hardik Hu Ren tak kalah tajam. lalu ikut pergi meninggalkan Shuwan yang masih diam.
'Aku tahu! Aku tahu ini salah, tapi biarkan aku mencoba karena bagi ku dia begitu berharga! 'Batin Shuwan menitihkan air mata nya lalu menghilang dari pandangan.
***
Seorang gadis berlari menerobos penjagaan yang begitu ketat. Berlari seraya berdoa agar mendapat kesempatan untuk selamat dari tempat yang bagai neraka itu.
Ia berlari tepat saat beberapa pria masuk dan berniat mengambil kehormatan nya. Namun dengan licik ia menipu para pria itu lalu berlari pergi sehingga kehormatan nya masih terjaga.
"Jangan lari kau j*lang!! " Teriak para b*jingan itu membuat sang gadis bergetar ketakutan.
'Ibu tolong aku! 'Batin gadis itu menjerit berharap pertolongan dari yang maha Kuasa.
Sedikit lagi! Sedikit lagi ia benar-benar jauh, ternyata salah satu para pria itu berhasil menangkap tangan nya sehingga ia tak bisa melanjutkan berlari.
"Lepaskan aku! Lepaskan aku Br*ngsek!! Lepas arrghh!! " Teriak. gadis itu meronta namun justru membuat para pria itu menyeringai lebar.
Gadis Itu sangat berharap bisa lepas dari semua ini meski ia saat ini berada di Padang kematian.
Mungkin ia bisa selamat dari b*jingan itu namun akankah ia selamat keluar dari padang kematian yang kata nya sangat berbahaya?
...-----------...
Hai....!!
Ketemu lagi ya hehehe....
Maaf baru update, seperti yang author beritakan beberapa waktu lalu.
Dan sekarang author baru sempat update...
Pada mau tanya ga soal gadis itu?
Jadi author tuh mau bikin kisah petualangan Junsi di sini!!!
Gimana?
Di sisi lain author juga bikin kisah perjuangan Shuwan yang berjuang sendirian karena rencana nya tidak di dukung kawan-kawan!!
Segitu dulu ya....
Jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!
See You Next Time~~