Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 62: Gara-gara Shuwan



"Baiklah, permainan akan segera di mulai" Ucap Shuwan seraya tersenyum miring dan melangkah ke arah ruang ganti untuk mengganti pakaian nya.


......................


Setelah berganti pakaian dengan memakai hanfu hitam dan mengikat rambut nya menjadi satu ikatan tinggi-tinggi, Shuwan segera merubah wajah nya dengan teknik perubah wajah agar sedikit maskulin lalu segera melompat keluar jendela.


Saat hujan berhenti, langit sudah gelap dan Shuwan sudah makan malam tanpa pergi ke ruang makan. Kini Shuwan dengan lincah melompati atap demi atap rumah warga, lalu ia berhenti di satu tempat yang pernah ia datangi.


Ia segera memasuki rumah bunga tersebut dan bau arak serta pemandangan menjijikkan langsung menyambut nya saat masuk. Ia pun segera memilih tempat yang sedikit sepi lalu duduk, tak lama kemudian seorang pelayan pria datang menghampiri.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan? " Tanya nya sopan seraya tersenyum ramah.


"Berikan aku arak terbaik di sini" Ucap Shuwan pelan namun masih terdengar oleh pelayan itu.


"Baik! Tunggu sebentar tuan, saya akan segera kembali" Ucap nya lalu melenggang pergi, Shuwan langsung mengedarkan pandangan lalu kembali diam saat pelayan tadi kembali.


"Silahkan di nikmati tuan, apa saya perlu menyiapkan wanita? " Tanya nya pada Shuwan yang kini sedikit merinding.


"Emm tidak perlu! Tapi mungkin aku ingin kamu carikan Afrodisiak untuk ku" Ucap Shuwan dengan frontal membuat pelayan itu sedikit terkejut.


*Notes: Afrodisiak adalah zat yang mampu meningkatkan gairah s*ksual. Istilah ini di turunkan dari bahasa Yunani, aphrodisiakon, "berkaitan dengan Aphrodite" (dewi cinta Yunani*)


"En kalau boleh tau, untuk apa tuan muda meminta Afrodisiak? Maaf kalau yang rendah ini lancang" Tanya pelayan itu seraya menunduk dalam.


"Tidak perlu tahu! " Ucap Shuwan seraya memberikan satu keping koin emas pada pelayan tersebut.


"Baik tuan muda! Yang rendah ini pamit undur diri" Ucap pelayan itu lalu ia segera pergi mencari Afrodisiak pesanan Shuwan.


Shuwan hanya memperhatikan kepergian pelayan itu sambil meneguk arak nya. Ia merasa arak yang di minum nya itu memiliki kadar alkohol yang tinggi.


'Jika saja aku tidak menggunakan tenaga dalam ku untuk menetralisir alkohol nya, mungkin saat ini aku sudah mabuk berat' Batin Shuwan seraya memutar mutar cangkir kosong di tangan nya.


'Apa sebaik nya aku minta tolong An Ri atau Erlang saja? Akh tidak seru' Shuwan bingung sendiri dengan rencana nya, ia hanya ingin memberi pelajaran pada putri arogan itu.


Tak butuh waktu lama pelayan tadi kembali membawa sebuah kantung di tangan nya. Ia segera menghampiri Shuwan dan meletakkan kantung itu di atas meja seraya menunduk.


"Ini permintaan anda tuan, obat ini tidak berwarna dan tidak berbau" Ucap pelayan itu dan di hadiahi acungan jempol milik Shuwan.


"Bagus! Sekarang pergi lah" Ujar Shuwan seraya meletakkan beberapa keping koin emas di meja, lalu ia menyambar kantung itu dan pergi.


'Tempat yang menjijikkan' Batin Shuwan bergidik membayangkan sesuatu di tempat itu.


Ia pun segera melesat kembali ke kediaman nya dengan wajah datar seperti biasa. Namun langkah nya terhenti saat mengingat sesuatu.


'Aih aku tak bertanya dosis nya pada orang itu' Batin Shuwan merutuki kebodohan namun pada akhir nya ia memilih acuh dan akan mengikuti feeling saja nanti nya.


"Pers*tan dengan efek nya, toh bukan diri ku ini yang mencoba obat nya" Gumam Shuwan acuh seraya melanjutkan langkah nya kembali ke kediaman.


Sesampai nya di kediaman ia segera duduk untuk beristirahat. Mungkin ia akan sedikit mengadu domba seseorang agar pertunjukan nya menarik.


Setelah memikirkan kelanjutan rencana nya, ia segera pergi ke kediaman pangeran ke dua lalu melihat rupa pelayan pribadi nya. Setelah itu ia pun melemparkan batu pada pelayan itu.


Takk


Batu itu menimbulkan bunyi yang membuat pelayan pribadi pangeran kedua terkejut dan mencari asal Batu itu. Sementara Shuwan kini sudah melesat ke kediaman putri pertama lalu menggunakan teknik perubah wajah untuk menjadi kan wajah nya seperti pelayan pribadi pangeran kedua.


"Teknik Ilusi-Perubahan wajah Tiruan" Lalu kini wajah nya sudah sama persis dengan pelayan pribadi pangeran kedua itu, setelah nya ia pun berjalan santai menuju kediaman putri pertama.


Kebetulan sekali pelayan pribadi putri pertama baru saja keluar dari kediaman putri pertama, segera ia menghampiri pelayan itu.


'Ah siapa nama nya ya? 'Batin Shuwan mengingat ingatt karena ia lupa bahkan tidak tahu mungkin.


"Ekhm Yi kau di panggil yang mulia pangeran di kediaman nya" Ucap Shuwan setelah menyamarkan suara nya, ia memanggil Pelayan bernama Yi itu di tempat yang sedikit sepi dan tak ada pengawal yang lewat.


"Huh! Untuk apa pangeran memanggilku? " Tanya Yi dengan wajah bingung karena ini pertama kali nya dia di panggil pangeran.


"Sebaiknya kau tanyakan saja pada pangeran" Ucap Shuwan seraya mengangkat bahu nya.


"Tapi aku harus menyiapkan obat herbal untuk putri pertama" Yi memasang wajah aneh nya, yap aneh menurut Shuwan.


"Tak apa, biar aku yang menyiapkan nya" Ucap Shuwan dengan wajah sedikit angkuh lalu tersenyum miring.


"oh kalau begitu baiklah, ini resep obat nya aku pergi dulu" Ucap Yi seraya menyerahkan secarik kertas lalu melenggang pergi.


"Kena kau" Gumam Shuwan sambil menyeringai lalu memasukkan kertas itu ke pakaian nya.


"Teknik ilusi-Perubahan Wajah Tiruan" Wajah Shuwan kini sama persis dengan wajah pelayan Yi tadi, setelah nya ia pergi ke dapur kediaman putri pertama.


Tak ada perbincangan karena ia segera menyiapkan obat, namun saat tak ada yang memperhatikan ia segera menaburkan sebagian besar bubuk Afrodisiak di kantung tadi. Ia hanya menyisakan sedikit bubuk untuk penyempurnaan rencana nya saja.


Entah apa yang ia pikiran hingga menaburkan bubuk sebanyak itu tanpa pikir panjang. Mungkin ini karena ke tidak pedulian nya terhadap sekitar hingga ia pun tak peduli akan hal ini.


'Selangkah lagi' Dan tinggal memberikan ini pada putri Lizan, maka misi selesai.


Segera ia melesat ke kamar putri pertama, ia pun masuk setelah mengetuk pintu dan di ijinkan.


"Kenapa lama sekali Yi? " Tanya putri Lizan yang tampak sedang berbaring.


"Maaf yang mulia, tadi hamba harus bertemu pangeran kedua terlebih dahulu" Ucap Shuwan dengan suara yang di samarkan agar menyerupai Yi.


"Kakak kedua? Untuk apa? " Tanya Putri Lizan heran.


"Pangeran kedua hanya bertanya kondisi anda saja" Diam-diam Shuwan menggunakan elemen angin nya dan menaburkan sisa bubuk Afrodisiak itu ke udara.


Setelah sedikit perbincangan tadi, kini obat itu sedang di konsumsi oleh Putri Lizan dan Shuwan pun pamit undur diri.


"Pengawal, tolong! Putri pertama tiba-tiba jatuh pingsan" Ujar Shuwan setelah sedikit jauh dari kamar Lizan.


"Hihihi" Setelah memastikan sendiri kejadian selanjut nya Shuwan take henti nya tertawa geli.


Dia kini membayangkan kegemparan yang akan terjadi esok dan pasti Kekaisaran Qin akan sangat malu mengingat besok adalah hari terakhir pertandingan adu beladiri.


Ia pun segera kembali ke kediaman agar tidak mencurigakan. Dalam perjalanan pun ia masih tertawa kecil tanpa suara, ia tak ingin di sangka hantu.


***


Sementara itu kini Yi sudah berada di kediaman pangeran kedua. Ia pun segera mebgetuk pintu.


Tokk


Tokk


Tokk


Dan keluar lah pelayan pribadi Pangeran kedua yang tadi menjadi objek tiruan Shuwan. Melihat orang itu, Yi bingung sekaligus terkejut hingga kini wajah nya terlihat b*doh.


"Kau? Bukan kah seharusnya kau berada di dapur kediaman putri pertama? Sedang apa kau di sini? " Tanya Yi bingung.


"Hah? Apa maksud mu? Bukankah seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau ke sini? " Tanya Sai tak kalah bingung.


"Bukankah tadi kau yang menyuruh ku kemari atas perintah pangeran kedua? " Tanyaa Yi yang membuat Sai semakin bingung.


"Apa? Sejak kapan pangeran kedua menyuruh ku menjemput mu? Apa kau sedang berkhayal? " Yi semakin bingung di buat nya.


"Ada apa Sai? " Tiba-tiba Pangeran Zain sudah berada di belakang Sai membuat nya ter lonjak kaget.


"Astaga! " Pekik Sai seraya menyentuh daa nya karena terkejut.


"Salam Yang Mulia Pangeran Kedua! " Ucap Sai dan Yi bersamaan meski Sai masih terkejut.


"Yi? Ada perlu apa kau kemari? " Tanya pangeran Zain tanpa memedulikan betapa terkejut nya Sai saat ini.


"Maaf pangeran, tapi tadi bukan kah anda yang memerintahkan Sai untuk memanggil hamba kemari? " Jawab Yi seraya menundukkan kepala nya.


"Aku tak pernah memerintahkan Sai untuk melakukan hal itu, Sai pun baru saja menemui ku tadi sejak siang" Pangeran kedua pun tak kalah bingung, namun ia tiba-tiba tersenyum nakal memandang Sai yang kini tengah merinding.


"Akhh seharusnya jika kau ingin lebih dekat dengan Yi takau perlu menggunakan nama ku! Jika ingin seharusnya bilang dulu, agar aku bisa membantu mu dekat dengan nya" Bisik Pangeran kedua dengan nada menggoda membuat Sai tercengang akan pemikiran Yang Mulia nya.


"Eh ta-tapi yang mu-"


"Kau tak perlu mengelak Sai, aku mengerti perasaan mu sebagai sesama pria. Nanti aku akan meminta Putri Lizan untuk memberikan Yi waktu berdua dengan mu" Goda Pangeran kedua lagi dengan suara pelan memotong ucapan Sai yang ingin membantah.


Sementara Yi semakin di buat bingung saat melihat Pangeran kedua dan pelayan nya itu tengah berbisik-bisik.


"Enn Anu" Panggil Yi ragu, namun akibat panggilan Yi kini pangeran kedua dan Sai serentak menoleh ke arah nya.


"Ma-maaf tapi sebenarnya kenapa hamba di panggil kemari? "Tanya Yi karena ia ingin segera menemui yang mulia nya karena tiba-tiba perasan nya sungguh tidak mengenakkan.


" Ah ini ternyata Sai hanya ingin bertemu dengan mu dan menggunakan nama ku agar kau mau bicara dengan nya. Em jadi lebih baik kalian pergi saja, Soal putri Lizan biar aku yang mengurus nya"Ucap pangeran kedua seraya mendorong


"Eh tapi yang mulia! " Sai dan Yi terus protes namun pangeran kedua selalu mengabaikan nya.


"Sudah kalian pergi saja! Ini perintah!"


Brakkk


Setelah mengucapkan hal itu pangeran kedua langsung menutup pintu dengan cukup keras membuat Sai dan Yi Hanya bisa saling pandang dan menghela nafas lalu pergi.


***


Sedangkan di tempat Putri Lizan berada, dia sedang kepanasan. Entah mengapa sejak meminum obat barusan ia merasa sangat panas hingga membuka satu persatu pakaian nya.


Tiba-tiba kamar nya ramai para pengawal laki-laki membuat ia otomatis agresif dan mulai mendekati para pengawal itu. Sedangkan para pengawal itu juga tiba-tiba merasakan suatu sensasi aneh begitu memasuki kamar putri Lizan.


Dan mereka di buat merinding karena tiba-tiba putri Lizan mendekati mereka dan mulai meraba-raba. Sekali pun mereka berusaha menolak, namun insting seorang pria membuat sesuatu berdiri tegak setegak tianng bendera.


Pada akhir nya mereka menyerah dan tanpa pikir panjang mulai menerkam putri Lizan. Mereka seakan tidak lagi peduli dengan nyawa dan mementingkan nafsu bir*hi saja saat ini.


Tanpa mereka sadari kegiatan mereka saat ini terus di perhatikan oleh seorang gadis kecil yang duduk di atas pohon seraya tersenyum miring. Seakan biasa saja meski mendengar suara rintihan di awal dan er*ngan serta d*sahan yang memenuhi ruangan itu.


Dan mungkin mereka harus bersiap kehilangan nyawa besok, serta mempermalukan Kekaisaran. Sang putri pun seakan tidak peduli dan memilih melanjutkan kegiatan nya.


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')