
Akhirnya mereka hanya bisa menyegel portal dunia neraka. Portal tersebut terus di perkuat setiap tahunnya dan mereka berharap tak ada yang membuat masalah bersangkutan dengan iblis. Hal itulah yang membuat Kerajaan Fu hancur pada saat Permaisuri Wen mengandung Shuwan dan Luan. Portal yang rusak membuat para Iblis berkeliaran di dunia tersebut. Iblis tahu kalau Wen adalah keturunan murni, lalu Kaisar Fu Haifeng yang merupakan salah satu rasa dewa membuat anak-anak nya memiliki kekuatan di atas rata-rata. Anak pertama mereka awalnya menjadi incaran iblis, tapi saat tak terdapat aura intensitas cahaya dan kegelapan membuat mereka tak melanjutkan penangkapan Yixuan, tapi mereka merasakan nya di anak ke 4(empat) Haifeng yaitu Shuwan. Hal itulah yang membuat Shuwan akan di kejar-kejar iblis nanti nya, bahkan jika Shuwan tak dapat mengendalikan kekuatan nya, akan membuat tubuh Shuwan rusak secara perlahan lahan.
...(~Flashback off~)...
......................
"Jadi semua ini hanya karena wanita? " Tanya Putra Mahkota Tian pada Kaisar Fu dan Kaisar langit.
"Hah! Andai aku tau akhirnya akan seperti ini" Kaisar langit menghela nafas mengingat luka yang ia dapat dari sahabat nya.
"Membunuh keluarga nya sendiri demi ambisi? " Yixuan tampak mengangkat sebelah alisnya menanggapi dongeng ayah nya dan paman nya itu.
"Hais! Sudah lah, yang lalu biar berlalu. Kini kita harus fokus untuk kedepan nya. Kalian kembali lah" Ucap Kaisar Fu sambil memijat pangkal hidung nya. Para putra Mahkota pun keluar ruangan meninggalkan dua Kaisar Yang mulai membahas rencana mereka.
......................
Sudah tujuh hari berlalu sejak Mu Lin mensucikan diri nya. Kini Lee pun sudah kembali dari misi nya dan duduk menunggu Mu Lin membuka mata nya. Langit yang semula terang dan baik-baik saja kini tertutup awan...
Jdarr
Woooshh
Petir saking menyambar, angin berhembus kencang menerbangkan apapun yang di lewati nya. Kawah di gunung berapi meluap-luap seolah ingin memuntahkan sesuatu dari mulut nya. Tiba-tiba hujan mulai turun di sertai Petir yang semakin mengamuk. Di sisi lain seorang gadis berusia 14 (empat belas) tahun nampak mulai membuka mata nya saat seluruh tubuh nya tak lagi merasakan sakit. Mata Phoenix gadis itu menelisik di dalam pelindung Lotus buatan Guru Hang. Perlahan kelopak bunga itu terbuka satu persatu memperlihatkan seorang gadis yang sedang duduk bersila.
Alam yang tadi nya mengamuk kini mulai tenang bersamaan dengan terbuka nya kelopak bunga terakhir yang membungkus tubuh Mu Lin. Segera ia melompat dan mendarat sempurna di bibir gunung, dengan hanfu putih nya dan paras menawan nya ia bagai dewi yang turun dari Nirwana.
"Lin Lin! " Pekik Lee dan yang lain nya saat melihat Mu Lin berdiri seraya tersenyum pada mereka. Wajah Mu Lin sedikit berubah, rambutnya kini berwarna putih keperakan yang panjang nya menyentuh lutut. Mata nya tampak berwarna Merah dengan kristal di dahinya yang berwarna hitam berkilau. Tapi dalam sekejap, penampilan Mu Lin kembali seperti saat ia akan melakukan penyucian.
"Hah! Aku tak tahu kalau rasa nya akan sesakit itu" Keluh Mu Lin saat teman teman nya itu sudah berada di hadapan nya.
"Apa kau baik-baik saja? " Tanya Lee dengan tatapan cemas nya membuat Mu Lin mencibir.
"Tubuh ku rasa nya remuk" Cibir Mu Lin pada Lee yang membuat mereka terkekeh.
"Sudah sudah. Syukur lah kau berhasil melewati ujian tersebut, Ayo pulang! " Ucap guru Hang menengahi mereka.
Mereka pun kembali ke air terjun untuk berkemas karena Mu Lin akan kembali ke kediaman Hua nya. Juga guru Hang yang ingin kembali ke dunia atas karena tugas nya selesai.
"Kau sudah tumbuh dengan baik" Ucap guru Hang mengawali pembicaraan, Mu Lin hanya diam tak menjawab tapi ia menatap Guru nya lekat.
"Tugas guru sudah selesai, sudah saat nya guru dan Lee kembali" Mendengar itu tenggorokan Mu Lin tercekat. Ia benar-benar tak menyangka hari ini akan terjadi, di saat ia sudah nyaman sosok itu hilang.
"Tenang saja! Lee bisa membuka portal teleportasi jika kalian ingin bertemu. Kau hanya perlu menelepati nya" Ucap guru Hang tenang, Diam-diam Mu Lin menghela nafas lega.
"Guru tahu, kamu bukan anak kandung dari ayah mu saat ini, guru juga mengenal ibu mu" Lagi-lagi ucapan guru nya membuat Mu Lin terkejut walau tak terlihat karena wajah datarnya.
"Maksud guru? " Kini ia mulai bertanya saat semua perkataan guru nya membuat jutaan pertanyaan memasuki otak nya.
"Hah! Kamu harus mencari tahu sendiri siapa ayah mu. Masalah ibu mu.... Guru memang mengenal nya. Guru adalah seorang jenderal, begitu pun dengan Lee. Guru di perintahkan oleh ibu mu untuk mengajari mu mengendalikan kekuatan nya saat kamu besar nanti. Ibu mu dan istri guru sudah menjodohkan mu dengan Lee -(Guru Hang terdiam sejenak menatap Mu Lin yang menunduk dan terlihat sedikit rona merah di wajah nya) -Walaupun kita nanti berpisah, percaya lah guru dan Lee akan selalu melindungi mu dan membantu mu saat kamu dalam masalah yang menyangkut nyawamu" Jelas guru Hang menceritakan sedikit tentang ibu Mu Lin. Lalu guru Hang menadahkan tangan nya dan muncul lah sebuah gelang giok berwarna hitam yang memiliki permata biru di tengah nya.
"Anggap ini hadiah dari guru mu" Lalu memberikan nya ke Mu Lin Dan prgi meninggal kan tenda tanpa berkata apa pun lagi. Tak lama Kemudian Lee masuk dan duduk di hadapan Mu Lin seraya memasang ekspresi serius.
"Maaf. Aku harus pergi" Cicit Lee sambil menundukkan kepalanya membuat Mu Lin menghela nafas.
"Hah! Aku tahu kenapa kau harus pergi! Tak perlu meminta maaf" Ucap Mu Lin seraya menatap Lee lekat-lekatapi. Merasa di tatap, Lee pun mendongak dan tatapan mereka bertemu. Lee tersenyum simpul lalu mengambil sesuatu dari lengan bajunya. Setelah mendapat apaa yang dia inginkan, segera berlutut di hadapan Mu Lin yang membuat Mu Lin terpekik kaget.
"Eh? " Tak menghiraukan pekikan Mu Lin, Lee memasangkan Gelang kaki permata berwarna hitam di kaki jenjang milik Mu Lin. Kembali ke posisi duduk nya ia memandang Mu Lin lekat-lekat begitu pun dengan Mu Lin. Perlahan tangan Lee terulur untuk menyingkirkan anak rambut nakal yang menghalangi wajah Mu Lin. Mereka saling menikmati Degupan jantung yang sangat kencang, wajah Lee semakin mendekat ke wajah Mu Lin yang memerah dan mengecup singkat pelipis Mu Lin yang membuat Mu Lin menggigit bibir bawah nya, setelah itu segera Lee beranjak meninggalkan Mu Lin yang masiharus dalam mode terkejut nya.
...----------------...
Jangan lupakan author yang menantikan dukungan kalian...
Like.
Vote.
Rate.
Komen
Favorit.
Selalu dukung author, thanks atas perhatian nya....