Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 29 : Masa Lalu Para Kaisar 2



"Baiklah" Ucap Wen Tersenyum seraya menyambut uluran tangan Fu Haifeng dan berdiri. Mereka pun melangkah bersama menuju pintu, seseorang yang mendengar percakapan mereka pun segera bergegas masuk agar tidak ketahuan. Haifeng dan Wen masuk ke tempat tidur masing-masing, Seseorang yang mendengar percakapan mereka tadi adalah Xiu Min Yang tidak lain dan tidak buka adalah Putra Mahkota Clan Iblis yang kelak menjadi raja Iblis.


......................


Keesokan paginya mereka sudah bersiap untuk berangkat menuju istana Kekaisaran Langit. Wen yang bagun lebih awal sudah siap dengan hanfu hitam nya. Wen sebenarnya adalah putri keturunan murni klan iblis, Namun tak ada yang tahu keberadaan nya karena nyawa nya selalu menjadi incaran pembunuh sehingga Xiu Min yang dari kerajaan iblis pun tak tau jati diri Wen.


Satu persatu mereka bangun dan kini sudah akan berangkat, mereka melesat menggunakan ilmu peringan tubuh nya. Mereka dengan cepat membelah hutan dengan kecepatan tinggi sehingga tak sampai habis satu batang dupa mereka sudah tiba.


Sesampainya di istana ternyata Wen di sambut dengan baik karena di anggap sebagai penyelamat. Hubungan Wen dan Haifeng semakin dekat, di saat seperti itu lah hubungan Haifeng dan Xiu Min kian merenggang. Berkali-kali Wen dan Haifeng berjalan bersama, Berkali-kali juga Xiu Min harus minum cuka.


Hingga waktu terus berputar, hubungan Wen bersama Haifeng sudah seperti perekat. Kini Wen genap berusia 18 (Delapan Belas) Tahun, Haifeng mengajak Wen untuk berjalan jalan.


"Aku akan membawa mu ke suatu tempat sore ini" Ucap Haifeng bersemangat.


"Benarkah? Kemana?" Tanya Wen tak kalau bersemangat.


"Rahasia" Bisik Haifeng tepat di telinga Wen sehingga deru nafas nya terdengar oleh Wen dan membuat wajah nya merah merona. Melihat itu Haifeng hanya terkekeh dan mengacak rambut hitam Wen yang panjang. Mereka pun akhirnya hanya mengobrol sambil bercerita tentang mimpi.


"Xiu Min!!" Panggil nya pada Xiu Min yang sedang berjalan melewati taman tempat mereka mengobrol. Mendengar ada yang memanggil nama nya, Xiu Min pun menoleh ke arah suara tersebut dan tersenyum masam membalas senyuman lebar sahabat nya itu.


"Kemari" Titah Haifeng pada Xiu Min, Ia pun melangkahkan kaki nya menuju Haifeng.


"Ada apa?" Tanya nya dengan nada yang sedikit tidak enak untuk di dengar.


"Ada apa kau ke istana lagi?" Haifeng malah bertanya kembali pada Xiu Min. Pasalnya baru beberapa hari yang lalu Xiu Min datang berkunjung, dan sekarang datang lagi.


"Akhh... Itu ayah akan melakukan kerjasama dengan kerajaan mu jadi kami datang lagi" Jawab Xiu Min sambil menghindari tatapan mata Haifeng.


"Kalau begitu..... Bagaimana kalau kita ke pasar sekarang" Wen yang sedari tadi diam pun angkat bicara seraya tersenyum ke arah dua pemuda itu.


"Ahh itu ide yang sangat bagus, bagaimana?"Tukas Haifeng lalu bertanya kepada Xiu Min.


"emmm kurasa tidak buruk"


"Kalau begitu ayo"Wen segera menarik kedua tangan mereka secara bersamaan dan langsung berlari ria menuju pasar.


Sesampainya di pasar, banyak yang menunduk hormat kepada dua calon kaisar. Wen segera berlarian mengunjungi banyak toko, Haifeng dan Xiu Min pun hanya mengikuti dari belakang. Pandang Wen jatuh ke jepit rambut berbentuk bunga lili putih di sebuah toko yang di jual oleh seorang lelaki paruh baya.


"Waahh berapa harga nya paman?" Tanya Wen sambil menyentuh Jepit rambut tersebut. Karena Haifeng yang pergi membeli manisan, Xiu Min lah yang menjaga Wen untuk sementara.


"Pilihan nona cantik sangat tepat!Itu hanya 3 koin perak saja" Ucap sang penjual seraya tersenyum.


"Ini koin nya" Xiu Min meletakkan 1(satu) koin emas di meja lalu menarik Wen pergi, ia juga sudah mengambil jepit nya. Paman penjual tadi terkejut saat melihat koin yang di letakkan adalah koin emas, ia ingin berterima kasih tapi pembeli tadi sudah pergi.


'Pemuda itu sangat dermawan, semoga mereka di berikan ke bahagian' Ucap nya dalam hati sambil bersyukur.


"Eh?"Pekik Wen terkejut karena langsung di tarik oleh Xiu Min menjauh dari pedagang tadi. Saat sudah berada di tempat yang tidak terlalu ramai, Xiu Min berhenti dan menatap lekat manik mata Wen. Ia pun tersenyum dan memasangkan jepit rambut tadi di rambut Wen, Wen hanya diam mematung. Saat Xiu Min Sudah selesai barulah Wen tersadar lalu tersenyum seraya berkata....


"Terimakasih"


"Hem" Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan bertemu Haifeng yang sedari tadi mencari keberadaan mereka.


"Ini makanlah" Haifeng memberikan manisan buah kepada Wen, yang tentu saja di terima dengan senang hati.


Setelah itu mereka pun melanjutkan jalan jalan di pasar, saat siang akan berganti malam mereka segera kembali ke istana. Wen dan Haifeng bersiap di kediaman masing-masing, sedangkan Xiu Min segera menuju ayahnya yang memanggil.


Malam pun tiba, Wen sudah menunggu kedatangan Haifeng. Wen menggunakan hanfu berwarna biru bepadukan putih, rambut yang selalu terkepang itu kini di biarkan terurai. Tak lupa juga dia memakai pemerah bibir sedikit agar tidak terlihat pucat.


"Sudah siap?" Tanya Haifeng seraya tersenyum kepada Wen dan ia mengulurkan tangannya.


"Yaa" Jawab Wen sambil menerima uluran tangan Haifeng dan tak lupa senyuman manis nya yang seakan tak pernah luntur. Haifeng segera memeluk pinggang Wen dan segera terbang dengan sayap spiritual.


Swooshh


Haifeng membawa Wen terbang mengitari ibu kota, Wen nampak antusias terlihat dari mata nya yang berbinar lucu. Saat sedang terbang tak ada yang berniat membuka obrolan, Wen pun menoleh kebelakang untuk memandang Haifeng yang ternyata sedang memandangi nya. Tatapan mereka bertemu dan terkunci seolah tak bisa berpaling.


Degg


Degg


Degg


Degup jantung mereka saling memacu, mata yang saling menatap dan tatapan di putuskan sebelah pihak oleh Haifeng, karena jika ia lengah bisa bisa mereka terjatuh.


Setelah lama terbang, Haifeng pun mendarat dengan hati hati di bukit yang tak jauh dari ibu kota.


"Wahhh indah nya" Pekik Wen dengan wajah berseri-seri sambil berlari melepaskan diri dari Haifeng.


"Bagaimana kau suka?" Tanya Haifeng yang sudah ada di sisi Wen, Wen pun menoleh dan tersenyum.


"Tentu saja aku suka"


"Selamat ulang tahun!" Ucap Haifeng sambil mengusap kepala Wen.


"Terimakasih, terimakasih sudah membantu ku merasakan kebahagiaan. Terimakasih sudah mau menerima ku"Ucap Wen terharu Kate selama ini tak ada yang terlalu peduli dengan nya.


"Hemm"Haifeng hanya bergumam, mereka saling bertatapan dan saling merasakan degupan jantung yang seperti akan meledak. Perlahan tapi pasti wajah mereka kian mendekat dan akhirnya bibir Haifeng mendarat di atas bibir Wen. Mereka saling menikmati Ci*man lembut itu, dan saling merasakan perasaan masing-masing.


Setelah beberapa saat waktu yang tak dapat di jelaskan secara spesifik, mereka mengakhiri ci*man mereka dan saling menatap. Lalu tiba-tiba Haifeng berlutut di depan Wen seraya menggenggam erat tangan Wen.


"Maukah kau menikah dengan ku? Mau kah kau menjadi permaisuri ku?" Tanya Haifeng dengan suara serius tapi di akhir dengan senyuman manis nya yang mampu meluluhkan hati seluruh wanita termasuk Wen.


"Ehm Aku mau" Jawab Wen malu-malu sambil tersenyum, sontak saja Haifeng berdiri dan segera memeluk tubuh Wen seraya menitihkan air mata bahagia nya.


"Terimakasih! Terimakasih" Haifeng terus berterima kasih sambil mengecup puncak kepala Wen. Lalu Haifeng mengangkat dagu Wen dengan lembut dan menci*um bibir nya. Haifeng menahan tengkuk Wen untuk memperdalam ci*man mereka. Setelah itu mereka berjalan jalan dengan penuh keromantisan, Saat malam semakin larut Haifeng pun mengantar Wen kembali ke kediaman nya.


...----------------...


Hai Reader,,,, Maaf kan author yang telat update nya.....


Dukung terus author melalui


Like


Rate


Vote


Komen


Favorit.


Thanks untuk pembaca setia author, Jangan bosan membaca karya author yang apa adanya ini😍😘