Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 132: Menendang Hingga Remuk



Kini hanya itu yang Shuwan lihat, tak ada apa pun sejauh mata memandang. Hanya kekosongan yang nyata!


Tak ada nada yang menyapa rungu, kecuali hembusan nafas yang dia hembuskan.


......................


"Ukh! " Mata nya mengerjap pelan kemudian setelah sepenuh nya terbuka, pandangan nya menelisik ke sekeliling.


Dia mendapati pengelihatan nya semakin menajam, indra pendengaran berfungsi hingga beberapa kilometer jauh nya.


Seluruh ke-sensitifan nya meningkat dengan drastis. Dia yang belum terlalu terbiasa pun merasa sedikit aneh.


Saat ini Shuwan berada di sebuah batu yang berada di tengah kolam. Kolam ini berada di dalam sebuah gua yang pencahayaan nya minim.


Namun dengan kondisi Indra nya saat ini, dia bisa melihat sekitar dengan jelas. Kemudian Shuwan menarik nafas dan membuang nya perlahan.


"Lumayan! " Gumam Shuwan tiba-tiba gumpalan asap muncul di hadapan nya, dan datang lah Jiancheng.


"Selamat! Kau berhasil membuka Segel Tujuh Dantian Surgawi! Saat ini kau berada di Tahap pelatihan Dou Sheng Bintang 1. Yang perlu kau lakukan adalah berlatih untuk mengendalikan kekuatan besar yang bersemayam dalam diri mu! "


"Huh? " Shuwan mengangkat sebelah alis nya merasa tertarik dengan ucapan Jiancheng.


"Kau sudah melewati Tiga Kesulitan Dunia, dan kini Tujuh Dantian Surgawi sudah terbuka! Kau akan melatih Kemampuan Cahaya dan kegelapan milik mu" Ucap Jiancheng menyeringai lebar, di satu sisi tugas nya hampir mencapai puncak.


"Bagus lah kalau begitu... " Gumam Shuwan seraya mengingat-ingat kejadian tempo hari di mana Shuwan mengusir De An untuk pergi membuka Segel.


...[~Flashback~]...


Mereka berdua saling melempar pandangan, Shuwan memberi tatapan dingin yang membekukan sementara De An tersenyum jahil dengan salah satu sudut bibir yang terangkat.


"Lantas, apa menurut mu aku akan peduli? Cih! " Tanya Shuwan seraya mengalihkan pandangan dan berdecih.


"Ck! Itu urusan mu, peduli atau tidak kau tetap lah menarik! " Tutur De An mengedip kan sebelah mata nya dengan senyum yang menurut Shuwan sangat memuak kan.


"..... " Shuwan tidak menjawab perkataan De An, kemudian tiba-tiba De An mendekat ke arah Shuwan dan berhenti tepat beberapa jengkal dari tempat Shuwan berada.


"Kau tahu? Putra Mahkota Zhao itu sangat jarang berinteraksi dengan orang luar, terutama perempuan seperti mu! Dan kau berhasil mendapat perhatian dari nya, aku yakin kau memiliki sesuatu yang istimewa... "


".... " Shuwan tetap diam dengan tatapan dingin nya ketika De An dengan lancang berbisik di telinga Shuwan.


"Apa kah Yang Mulia Pangeran Kang tidak memiliki sopan santun? Tidak kah Kaisar Kang dan Permaisuri nya mengajarkan anak mereka tata krama? " Tanya Shuwan dengan nada dingin dan sedikit mengambil langkah mundur.


Bagaimana pun juga Shuwan adalah wanita, dan De An adalah Pria. Bagi Shuwan, ini adalah hal yang harus di perhatikan.


"Uhh!! Sayang nya Kaisar dan permaisuri Kang sangat sibuk hingga tidak bisa menemani anak-anak nya lebih lama" Ucap De An lesu, bahkan terdengar seperti keluhan.


Shuwan mengalihkan pandangan nya, menatap manik mata De An dengan tatapan dingin nya. Menelisik ke dalam mata itu dan mencari sesuatu.


"Cih! Anak yang di manfaatkan oleh orang tua nya sendiri ya? Aku turut prihatin! " Balas Shuwan dengan ekspresi sedikit melunak seolah dia memang ikut sedih, padahal tidak!


"Huft! Begitu lah.... Tunggu! Dari mana kau tahu!? " De An memekik merutuki kecerobohan nya kemudian menatap tajam Shuwan.


Tatapan yang berbeda dengan Tatapan yang dia layangkan sebelum-sebelum nya. Bila sebelum nya adalah tatapan jahil, maka kali ini adalah tatapan tajam bak elang.


"Sangat mudah terlihat dari ekspresi mu saat ini, namun aku hanya menebak nya. Siapa yang menyangka kalau tebakan ku benar? " Shuwan menyeringai menunjukkan bahwa saat ini dia lah yang memimpin.


Sreettt


Tapp


"Kau! Siapa kau sebenar nya!? "Tanya De An seraya memundurkan langkah nya.


" Kau tidak memenuhi kualifikasi untuk mengetahui identitas ku! "Alih-alih memberikan jawaban yang memuaskan, Shuwan lebih memilih untuk mengatakan sesuatu yang memiliki makna berupa ancaman.


"Ku fikir Pangeran Ke-dua Kekaisaran Kang itu cerdas, tak ku sangka hanya sampai seperti ini" Shuwan memandang De An dengan tatapan remeh penuh ejekan.


Secara alami De An memiliki tiga garis hitam di kepala. Namun tidak bisa berbuat apa-apa! Menggerakkan gigi dan menggeram kesal.


"Keberadaan mu sangat mengganggu ku! Pergi lah atau aku akan menendang mu hingga Istana Kekaisaran Kang dari sini! " Ucap Shuwan seraya berdesis seperti ular, mendengar hal ini De An mengubah tatapan nya.


"Oh benar kah? Kau yakin mampu menendang ku? " De An mengedip kan sebelah mata nya dengan jahil, secara alami Shuwan berdecak malas.


"Pergi lah, jangan membuang waktu ku yang sangat berharga! " Ucap Shuwan jengah dengan mengambil ancang-ancang untuk menendang.


Meski tidak menggunakan Qi, setidak nya Shuwan bisa menendang De An hingga remuk tak berbentuk saat ini.


"Ukh aku takut sekali! " Alih-alih pergi, De An semakin gencar menggoda patung Es seperti Shuwan.


Grrrrrr


Seperti harimau, Shuwan menggeram marah dengan kesal. Kemudian Shuwan memejamkan mata mencoba menetralkan emosi nya.


"Baik! Kau yang meminta nya! "


Sreettt


Duaakkhh


"Aarrghhh! " Shuwan menarik bahu De An dan melempar nya ke jendela kemudian menendang nya tanpa perasaan.


Meski tidak menggunakan Qi, Fisik Shuwan yang terlatih membuat nya melakukan hal itu dengan mudah.


Mungkin saat ini De An akan mendarat di atap Toko kecil di pasar ibu kota dengan posisi yang tidak elite.


Atau mungkin terjatuh di taman kesukaan Permaisuri Zhao yang sudah ada sejak beberapa tahun dan di tumbuhi berbagai macam tumbuhan langka.


Seperti biasa, Dugaan Shuwan selalu benar. Mengingat jarak kediaman Shuwan dan kediaman Permaisuri yang tidak terlalu jauh.


Mengetahui kalau taman itu adalah taman kesukaan Permaisuri Zhao. Secara alami De An segera ber teleportasi agar tidak terkena masalah.


'Beruntung tidak ada yang menyadari keberadaan ku! Gadis, lihat lah pembalasan dari ku!! 'Batin De An menggeram marah merasa harga diri nya terinjak.


Jika di bandingkan dengan kekuatan Kaisar Zhao dan Permaisuri nya saat ini. De An hanya lah semut yang akan mati setelah di injak.


Beruntung Shuwan tidak mengetahui hal ini, jika tidak Shuwan akan segera menambah bensin dalam percikan api.


...[~Flashback Off~]...


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!