
ATTENTION PLEASEEE ๐๐๐
Hai para readers ๐๐
Author ingin berbicara sesuatu yang penting nih....
Banyak yang tanya dan kritik author tentang alur ceritanya, katanya "Alurnya terlalu berbelit"|" Alurnya kadang plin plan"|"Alurnya gak nyambung"dan masih banyak lagi.
Author mau jelasin kenapa alurnya kadang ke pemeran utama, kadang ke pemeran pembantu, kadang ke yang lain nya. Itu semua karena author pakai sistem alur acak, meskipun acak alurnya harus sesuai tempat. Author tidak ingin hanya pemeran utama saja yang author ceritakan, itu akan membuat cerita author monoton. Terlebih lagi cerita author akan cepat selesai dan tamat.
Author mau mengingatkan โTOLONG BACA DAN TELAAH SETIAP INFORMASI YANG AUTHOR BERIKAN, AGAR TIDAK TERJADI KESALAHPAHAMAN, TOLONG HAYATI CERITA DAN PERAN NYA, AGAR READERS TIDAK BINGUNG DENGAN CERITA NYAโ
Kenapa jalan cerita nya rumit?
Karena kalau tidak seperti itu, cerita nya akan mudah di tebak dan pembaca akan bosan karena sudah tahu akan seperti apa kelanjutan nya.
Author bikin alur nya lama, kenapa?
Karena kalau terlalu cepat, cerita akan cepat selesai, cerita akan cepat tamat, dan itu akan memberikan kerugian baik dalam pihak author ataupun dalam pihak readers.
Permintaan author hanya satu, Hargai karya author karena karya author ini asli hasil dari imajinasi author. Tolong untuk yang tidak dapat menghargai karya author, silahkan tinggal kan halaman. Author melarang keras ada nya plagiat, author mohon sama para readers, bikin cerita seperti ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Membuat cerita ini perlu waktu, tenaga, pikiran terutama. Jadi author harap kalian para readers bisa menghargai karya author. Please...
Jadi untuk readers author mohon pahami dulu maksud cerita author dan alur atau tema ide cerita nya. Author tidak melarang kalian untuk memberikan kritik ataupun saran, author selalu wellcome untuk para readers. Author akan berusaha semaksimal mungkin agar kedepannya bisa lebih baik lagi.
Thanks yang sudah meluangkan waktu untuk membaca karya author ini.
Love All ๐๐
...****************...
'Kenapa aku merasa adegan ini tidak asing? Aneh! Kenapa rasanya dejavu ya? Ah sudahlah' Mu Lin sudah pusing dengan jalan pikiran nya sendiri, tak lama kemudian Lee datang membawa beberapa tusuk tanghulu.
......................
"Kenapa melamun? " Tanya Lee yang sudah ada di hadapan Mu Lin.
"Ah? Tidak" Ucap Mu Lin cepat, Lee hanya mengernyitkan alis nya lalu tak bertanya lagi. Lee memberikan beberapa tusuk tanghulu kepada Mu Lin, mereka pun makan sambil berbincang singkat.
"Kenapa lama sekali? " Tanya Mu Lin kepada Lee, karena ia harus menunggu lama hanya untuk tanghulu.
"Toko nya ramai, harus mengantri dulu" Ucap Lee santai sambil memakan tanghulu tersebut. Mu Lin hanya mengangguk saja tanpa menjawab, mereka makan dalam diam.
"Guru Hang itu sebenar nya berasal dari mana?" Tanya Mu Lin yang sudah sejak lama penasaran dengan asal muasal guru nya tersebut. Lee terdiam lalu menatap mata Mu Lin, tatapan yang sulit di artikan.
"Dunia atas" Jawab Lee datar, ia sebenarnya tak ingin menjelaskan kepada Mu Lin. Tapi, ia tak bisa menolak untuk menjelaskan nya.
"oh" Mu Lin hanya ber-oh ria, ia tak bertanya lebih lanjut karena mengerti bahwa sepertinya Lee tak ingin menceritakan nya.
"Apakah kakak memiliki saudara? " Tanya Mu Lin lagi.
"Tidak ada"
"..... " Mu Lin tak berniat untuk bicara lagi. Matanya lurus menatap ke depan, seolah ia sedang melihat masa depannya.
"Kamu tahu? Kamu bukan lah anak kandung dari keluarga Hua" Ucap Lee tanpa ragu, ia merasa bahwa sudah saatnya Mu Lin tahu kebenaran nya, tapi ia tak akan memberitahu siapa orang tua Mu Lin yang sebenarnya sebelum mendapatkan perintah.
"Apa maksud mu? "Terkejut? Tentu Mu Lin terkejut dengan apa yang ia dengar, tapi keterkejutan nya tetap tersembunyi dalam topeng wajah nya yang datar itu.
" Keluarga Hua bukan keluarga kandung mu, kalau kau tak percaya, kau bisa melakukan tes darah"Ucap Lee menatap manik mata dalam milik Mu Lin. Mu Lin diam, ia tahu bahwa tak mungkin Lee berbohong. Tapi, Mu Lin sendiri tak yakin karena ia tak memiliki satu keping pun ingatan milik tubuh yang ia tempati itu.
"Dari mana kau tahu? " Tanya Mu Lin dengan suara yang sedikit dingin. Lee faham, tentu saja ini akan sedikit sulit bagi Mu Lin.
"Tidak ada yang tidak aku ketahui" Ucapnya sombong, dan di hadiahi tatapan sinis dari Mu Lin.
"Lalu siapa orang tua ku yang sebenarnya? " Gumam Mu Lin yang masih bisa di dengar jelas oleh Les.
"Kau akan tahu seiring dengan berjalan nya waktu, biar kan takdir yang memberitahu mu" Ucap Lee sedikit lirih. Mu Lin diam, ia menggertakkan giginya, siapa? siapa sebenarnya dia di sini? Kenapa ini menjadi rumit? Ribuan pertanyaan hadir di dalam kepala Mu Lin, lama kelamaan ia malah pusing sendiri, akhirnya ia menghela nafas panjang.
"Hah! Baiklah, aku harus bisa memainkan peran ini" Ucap Mu Lin sedikit menambah semangat. Ia jadi memiliki tujuan untuk tetap hidup. Mereka berdua akhirnya terdiam, hening cukup lama sampai salah satu dari mereka membuka percakapan.
"Kamu tahu? Kata nya, jika manusia sudah meninggal maka dia akan menjadi bintang di langit. " Ucap Lee sambil menunjuk langit.
"Benarkah? tapi aku tak mau! " Kata Mu Lin sambil menggelengkan kepala nya.
"Kenapa? " Lee menatap Mu Lin.
"Aku ingin jika aku tiada, aku menjadi bintang di hati orang yang aku cintai" Ucap Mu Lin seraya menyentuh dada nya.
Lee menggenggam tangan Mu Lin erat, seolah jika tak erat tangan itu akan lepas dan tak bisa di gapai kembali. Perlahan tangan Lee Yang satu nya membelai rambut Mu Lin Dan menyisipkan anak rambut nakal yang menghalangi wajah Mu Lin ke telinga nya.
"Kak Lee... Ini sudah larut, sebaiknya kita segera kembali, aku takut guru akan cemas" Ucap Mu Lin seraya menyentuh tangan kekar Lee Yang masih bertengger di wajah nya.
"Baiklah, ayo! " Lee dan Mu Lin pun berjalan bergandengan tangan menuju gerbang ibu kota. Mereka harap Erlang dan An Ri sudah di sana.
....
Benar saja, sesampainya di gerbang Erlang dan An Ri sudah menunggu sambil memakan kacang.
"Lin Lin! kenapa lama sekali? " Tanya An Ri yang sudah sadar bahwa Mu Lin Dan Lee sudah tiba.
"Akhirnya kau datang, lihat bahkan camilan ini sudah habis lebih dulu karena kalian lama" Celoteh Erlang sambil melirik An Ri, mereka pun saling lempar pandangan dengan tatapan sinis mereka.
"Huh! Sudahlah, ayo kembali" Mu Lin mendengus kesal karena tiada hari tanpa pertengkaran bagi Erlang dan An Ri.
"Sebaiknya kita kembali, hari sudah larut tidak baik belama lama di sini" Ucap Lee seraya menarik tangan Mu Lin untuk berjalan beriringan. Mereka pun melesat menggunakan ilmu peringan tubuh.
Menembus dingin nya angin malam, lembab nya udara sekitar hutan, gelapnya malam dan melesat membelah hutan dengan kecepatan tinggi.
.....
Sesampainya di tenda jantung hutan mereka langsung membersihkan diri dan langsung bergegas untuk memasuki alam mimpi.
Tidur dalam keheningan malam, sendirian dalam kedinginan. Mu Lin tetap tertidur lelap tanpa menghiraukan dingin nya udara malam ini. Kini ia tengah berada dalam alam mimpi
Dalam mimpinya Mu Lin berada dalam padang rumput yang luas, ia heran bagaimana bisa ada di tempat aneh seperti ini. Tak lama kemudian udara di sekitar menjadi sangat dingin, langit mulai gelap dan angin berhembus kencang.
"Shuwan" Terdengar suara berat memanggilnya namun ia di panggil dengan nama aslinya saat di masa modern.
Mu Lin mengedarkan pandangan nya ke segala arah. Tapi nihil, ia tak menemukan apapun selain hamparan rumput yang luas.
"Shuwan" Lagi-lagi suara itu menyapa indra pendengaran nya.
"Siapa? " Teriak Mu Lin dengan suara dingin nya.
"Atas mu" Mendengar itu Mu Lin segera mendongakkan kepala nya, melihat hal di atas nya, mata Mu Lin terbelalak.
"Ka-kau?! " Teriak Mu Lin terkejut bukan main, seekor burung Phoenix berwarna biru, dengan elemen es terbang tepat di atas kepala nya.
"Apa kau terkejut? " Tanya sang Phoenix dengan nada yang sedikit di sombongkan. Mu Lin mematung sejenak, tapi ekspresi nya perlahan kembali seperti sebelumnya yaitu datar.
"Kau harus menaklukkan nya" suara asing kembali menyapa di telinga Mu Lin. Lalu muncullah sosok wanita cantik dengan pakaian serba biru nya. Suara nya yang halus pasti akan membuat semua laki-laki terpesona oleh nya.
"Siapa kau? " Tanya Mu Lin dingin.
"Aku adalah kau, kau adalah aku. Dan, kau adalah reinkarnasi ku"ucap wanita itu sambil tersenyum lembut padanya. Alis Mu Lin bertaut, 'Apa yang di maksud dengan wanita ini? 'Tanya Mu Lin dalam hati nya.
"Apa maksud mu? " Suara dingin milik Mu Lin kembali terdengar.
"Aku adalah pemilik Phoenix itu dulu, kini ku berikan padamu tapi... kau harus menaklukkan nya" Ucap wanita itu masih tersenyum lembut.
Tiba-tiba di hadapan Mu Lin, muncul sebuah pohon yang rindang, di bawah nya terdapat tempat duduk untuk dua orang. Melihat itu Mu Lin kembali Mengernyit heran, lalu ia memijat pelipis nya yang berkedut.
"Kemari kita mengobrol sambil duduk" Ucap wanita itu lagi sambil menepuk nepuk kursi di sebelah nya. Mu Lin pun menurut saja, ia sudah semakin bingung sekarang.
"Nama ku Du Xie, aku akan bercerita kepada mu tentang kehidupan ku, tapi kamu harus benar benar mendengarkan karena aku hanya bercerita sekali "Ucap wanita cantik bernama Du Xie.
" Hemm"Mu Lin mengangguk saja dan mempersilahkan Du Xie untuk bercerita.
...----------------...
Like๐
...Komenโ...
^^^Voteโญ^^^
Favoritโค
Dukung author dalam cerita ini. ๐
Love you all๐๐