
"Hehehe apa Wan Wan ku merajuk? Baik. Baik Li Chen minta maaf. Janji tidak akan mengulangi nya" Chen tersenyum kemudian mengacungkan jari kelingking nya ke atas.
"Kekanakan! " Shuwan hanya mendengus tapi bibir nya tetap melengkung. Membentuk senyuman, dan kali ini Chen menyadari hal itu.
......................
Di tempat lain terlihat Yanlei yang sedang menghadap pada tuan nya. Menceritakan semua yang dia dapatkan.
"Yang Mulia! Apakah anda masih tidak ingin turun tangan saat perang kali ini? " Tanya Yanlei hati-hati karena takut menyinggung tuan nya, Huo Shuai.
"Kamu tahu sendiri, saya telah berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak mencampuri urusan dunia lagi" Jawab Huo Shuai dengan nada datar nya, meski terdapat keraguan yang di sembunyikan dengan apik.
"Tapi yang mulia, Peperangan kali ini berbeda. Perang yang di menangkan oleh Dewa Jiancheng itu karena 7 Dantian Surgawi tidak kering...." Yanlei menjeda ucapan nya sejenak dan menatap tuan nya yang masih fokus menulis tanpa peduli apa pun. Kemudian Yanlei melanjutkan...
"Sedang kan Perang kali ini, para Iblis menggunakan Tujuh Dantian Surgawi untuk melepaskan Segel leluhur Iblis. Nona Shuwan pasti akan kesulitan" Jelas Yanlei dengan takut, dia masih sayang nyawa namun juga tidak bisa membiarkan kehancuran yang berada di depan mata.
Sejenak Huo Shuai menghentikan kegiatan menulis nya, mata nya memandang lurus ke depan. Dia tidak memikirkan hal ini sebelum nya.
Jika Kekuatan Tujuh Dantian Surgawi di gunakan untuk membebaskan leluhur Iblis. Maka tidak ada lagi kekuatan Eseni Dunia yang bisa di gunakan untuk kembali menyegel leluhur Iblis.
Dan dapat di pastikan kalau Iblis akan memenangkan peperangan, dan perseteruan akan kembali terulang seperti dulu.
"Cukup awasi dari kejauhan, ketika masa nya tiba... Saya akan turun dan membantu gadis yang membuat saya tertarik" Ucap Huo Shuai dengan jujur, tidak ada keraguan sedikit pun di pancaran mata nya.
'Gadis yang membuat Yang Mulia tertarik? 'Batin Yanlei tertegun sejenak, namun segera sadar dari lamunan.
"Saya mengerti yang mulia! Saya akan kembali mengawasi mereka" Setelah mengucapkan hal itu, Yanlei membungkuk hormat lalu berjalan keluar meninggalkan Huo Shuai yang termenung di dalam sendirian.
***
Brukkhh
Para Kaisar yang berada di ruang rapat aula di kejutkan dengan kedatangan seorang prajurit dengan pakaian penuh darah yang tiba-tiba berlutut di hadapan Kaisar Langit.
"Hormat Yang Mulia! Ampuni saya yang sudah mengganggu Rapat Para Kaisar!! " Ujar Prajurit itu seraya mencengkram dada kiri nya yang terluka dan masih mengeluarkan darah.
"Katakan!! " Ujar Kaisar Langit dengan tegas, Kaisar yang lain juga ikut penasaran dan sudah mengambil sikap waspada.
"Istana. Istana Kekaisaran di serang oleh pasukan Iblis!!! "
Brakkhhh
Ucapan prajurit tadi di susul dengan suara gebrakan meja. Lalu para Kaisar dan pengikut nya segera berlarian keluar ruang aula pertemuan.
Mereka semua keluar dan mendapati seluruh prajurit Istana yang sedang berjuang tanpa di minta. Bertindak secara langsung melindungi para Kaisar.
"Cepat kumpul kan Prajurit Bayangan dan Lindungi para Kaisar!! Pertahankan Istana!! " Teriak Jendral dari Kekaisaran langit yang segera secara spontan menginterupsi prajurit berseragam hitam.
"Semua nya, ambil posisi masing-masing sesuai rencana. Kita tidak bisa turun secara langsung, dan harus menunggu terlebih dahulu" Dengan tenang Kaisar Fu berucap membuat perhatian teralih pada nya.
Segera setelah nya para Kaisar saling tatap dan mengangguk. Kemudian para Kaisar segera melesat pergi menuju tempat yang sudah di rencana kan.
Bagaimana pun Kaisar adalah orang penting yang akan menjadi Kartu bantuan ketika saat berbahaya. Sesuai dengan rencana, meski serangan gelombang pertama ini terbilang cukup tiba-tiba.
Beberapa hari yang lalu Para Kaisar Dunia Atas berdiskusi dengan Kaisar Dunia Tengah. Kemudian membuat rencana di mana Para Kaisar tidak turun langsung membantu peperangan.
Beberapa Kaisar akan di turun kan untuk melawan musuh yang kuat, kemudian di pencarian untuk memimpin Pasukan Kekaisaran.
Mereka tidak pernah mengadakan rapat pertemuan dengan Dunia Bawah, karena tidak sembarang orang dapat memasuki Dunia Bawah.
Terlebih Dunia Bawah adalah jalur alternatif menuju Dunia Neraka, tempat para Iblis Berada. Dan memasuki Dunia Bawah saat ini hanya lah mengambil Resiko.
Setidak nya Kaisar Langit telah mengirim surat karena waktu tidak cukup untuk mengirim utusan. Dan tentu saja seluruh Kaisar akan bertemu di tempat yang nama nya Padang Abadi.
***
Di sebuah taman bunga, sekeliling nya di penuhi bunga berwarna merah. Bukan bunga mawar! Melainkan bunga kematian yaitu Higanbana.
Sepasang anak muda terlihat berjalan dengan tangan yang saling bertautan. Sesekali kedua nya melempar senyum bahagia. Entah tulus atau tidak.
"Lin Lin, lihat lah itu! " Tunjuk Fu Lee pada burung-burung yang terbang di langit, Shuwan pun mendongak.
"Hm? " Tanpa menjawab apa-apa, Shuwan memandang Fu Lee kemudian menaikkan sebelah alis nya.
"Aku ingin menjadi seperti burung itu" Ucap Fu Lee seolah mengerti arti tatapan bertanya yang Shuwan layangkan.
"Kenapa? " Tanya Shuwan menatap lekat manik mata coklat terang Fu Lee.
"Aku ingin terbang bebas seperti burung itu. Tidak tertekan dan terkekang. Aku ingin terbang dan melihat indah nya dunia luar" Jelas Fu Lee memberikan senyuman secerah mentari pagi, binar mata nya memancarkan ketulusan sekaligus kehampaan.
Mereka saling tersenyum tanpa menyadari bahwa sedikit jauh dari mereka ada sepasang mata yang menatap dalam kebisuan.
Ada kemarahan yang terpancar dari tatapan mata nya, sepasang mata itu lurus menatap Shuwan dan Fu Lee yang asik bersenda gurau.
"Tahan lah Li Chen!! Ini hanya sementara sampai Rubah itu menunjukkan ekor nya" Ucap pemilik sepasang mata itu yang ternyata adalah Li Chen.
Tangan nya terkepal hingga buku jari nya memutih. Bahkan rahang nya mengeras sehingga menciptakan bunyi gemeletuk pada gigi nya.
"Huft! " Chen pun menarik nafas dan membuanh nya perlahan untuk menekan emosi yang melonjak di dalam dada.
Sesak rasa nya, namun perhatian nya teralih pada sesosok yang tiba-tiba muncul di hadapan nya dengan posisi berlutut.
"Yang Mulia" Ucap seseorang dengan pakaian yang di dominasi warna hitam.
"Xufan? Ada apa? " Tanya Chen menegakkan punggung nya yang sedikit lesu tadi.
"Saya membawa pesan dari Yang Mulia Kaisar. Bahwa Rakyat sudah selesai di ungsikan sesuai dengan Rencana yang di kirim oleh Kaisar Langit kemarin" Sosok bernama Xufan itu menjelaskan dengan sorot mata tajam, tidak jauh berbeda dari tuan nya. Lalu Xufan melanjutkan....
"Dan Yang Mulia Kaisar meminta anda untuk menemui nya. Kaisar ingin membicarakan Rencana agar anda menjadi pemimpin Pasukan Air untuk pergi ke Padang Abadi" Lanjut Xufan membuat Chen tertegun sejenak.
'Kebetulan sekali' Gumam Chen dalam hati seraya menyunggingkan senyum tipis di wajah nya yang membuat Xufan bertanya-tanya.
...----------------...
Hemmm....
Gimana? Kecewa ga? Kalo kecewa silahkan komen ya....!!!
Kalian pasti bertanya-tanya kan? Xufan itu siapa?
Dalam beberapa episode lalu author pernah menjelaskan, Xufan itu adalah Prajurit Bayangan pribadi milik Chen.
Tentu saja Shen juga memiliki satu, Masih ingat dengan Fai? Dia adalah bayangan nya Li Shen.