Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 46 : Maaf kan aku



"Aku harus menghampiri nya! " Ucap Xuan lalu bangkit dan berlari tergesa-gesa guna menghampiri 'Dia'. Ia berlari tanpa memedulikan adik nya dan orang orang yang berteriak memanggil nya dan mengejar nya. Ia tak peduli, yang terpenting ia harus menemui nya.


......................


Xuan berlari menerobos orang orang yang mengelilingi ruang perawatan, sampai di arena ia melihat pertandingan yang di lanjut kan. Segera ia mengedarkan pandangan nya mencari sosok 'Dia'.


'Itu dia! ' batin Xuan saat melihat 'Dia', segera ia berlari memutari arena dan melihat sosok 'Dia' yang sedang berdiri.


Greepp


"Hei! " Sosok itu berteriak kala Xuan memeluk nya dari belakang, ia melepas pelukan Xuan secara paksa.


"Maaf kan aku" Lirih Xuan sambil melepas pelukan nya perlahan. Gadis bermata coklat terang itu terkejut saat melihat Xuan berurai air mata sambil memegang tangan nya erat.


"Kau?! " Tanya nya pada Xuan yang masih menunduk.


"Maafkan kakak Wan'er"Yap! Sosok 'Dia' adalah Shuwan yang sedang berdiri sendirian menatap pertandingan yang membosankan.


" Apa maksud mu? "Tanya Shuwan bingung, Xuan segera memeluk nya lagi lebih erat dari tadi dan tak ingin lepas. Shuwan pun diam saja tak membalas namun tak juga memberontak.


" Maaf kan aku "Bahu Xuan bergetat, Shuwan dapat merasakan bahu nya basah.


'Dia menangis? 'Batin Shuwan bertanya-tanya, di mana pangeran dingin yang ada biasanya?


" Le-lepaskan dulu"Ucap Shuwan karena nafas nya sesak.


"Maaf" Lirih Xuan seraya melepaskan pelukan nya secara perlahan, di belakang mereka terdapat Luan yang diam memperhatikan.


"Maaf... Maaf atas perbuatan ku dulu.... Maaf karena aku tak bisa menjadi kakak yang baik untuk mu" Ucap Xuan lagi, masih dengan posisi menunduk karena tak berani menatap wajah dingin adik nya.


'Huh! Maaf? Setelah adik mu tiada kau baru minta maaf? Tidak semudah itu! 'Batin Shuwan mendengus tapi ia diam saja enggan bicara.


"Aku tahu, perbuatan ku dulu tak pantas untuk kau maaf kan.... Tapi jika boleh aku hanya ingin meminta maaf pada mu sebagai seorang kakak" Ucap Xuan lagi namun masih tak di gubris oleh Shuwan.


Perlahan ia mendongak guna menatap manik mata kelam milik sang adik. Tatapan mereka bertemu, ia melihat sebuah kekosongan dalam tatapan adik nya. Ia dapat melihat ada api yang membara di tengah kekosongan itu, sebuah tekad yang kuat.


"Maaf? Cih! untuk apa meminta maaf kepada orang mati? " Tanya Shuwan dengan nada mencibir. Meski Shuwan dapat melihat tatapan penuh penyesalan dari mata Xuan, tapi Shuwan ingin bermain api sedikit.


"Aku tahu! Aku tahu aku sudah terlambat, tapi aku hanya ingin meminta maaf, itu hak mu ingin memaafkan atau tidak tapi aku hanya berharap kita bisa memulai semua nya dari awal" Ucap Xuan pelan hampir seperti berbisik. Mata Shuwan memicing mendengar itu, lantas ia mendengus dan kembali berkata....


"Kau harus bisa menghidupkan orang mati jika ingin memulai dari awal" Ucap Shuwan dingin lalu meninggalkan Xuan begitu saja.


Xuan hanya bisa menatap kepergian Shuwan tanpa berkata apa apa lagi. Tanpa sadar air mata nya kembali menetes melihat punggung Shuwan yang kian menjauh. Melihat itu Luan segera menghampiri kakak nya dan menepuk bahu sang kakak.


"Yahh... Beri kan dia waktu untuk sendiri dulu" Ucap Luan sambil menatap punggung Shuwan.


"Apakah dia akan memaafkan ku? " Tanya Xuan lirih sambil menatap sang adik yang berusaha menyemangati nya.


"Kau harus berusaha, setidak nya. Sudah lah sebaik nya kau kembali beristirahat" Ucap Luan lalu menarik kakak nya kembali ke ruang perawatan.


Di sisi lain Shuwan sudah kembali duduk di samping Junsi dan Jinsu. Ia duduk sambil menopang dagu dengan kedua tangan dan tatapan lurus ke depan.


"Kenapa? " Tanya Junsi yang heran dengan perubahan sikap adik angkat nya.


"Huh! Si B*doh itu meminta maaf pada ku" Dengus Shuwan sambil mengambil kue berbentuk kepala kelinci yang nampak lucu itu lalu memasukkan nya ke dalam mulut.


"Entah lah" Jawab Shuwan acuh.


Mereka pun kembali terfokus pada camilan di depan mereka dan menghiraukan pertandingan yang berlangsung. Sedangkan banyak orang yang bertanya-tanya perihal kedekatan putri ke tiga dengan tuan muda pertama kediaman Hua.


Saat tengah asik dengan camilan tiba-tiba Ar Ran datang dan membisikkan sesuatu di telinga Junsi. Shuwan yang melihat itu hanya angkat bahu acuh dan malas ikut campur


"Rencana yang bagus! Sangat licik, Baiklah kau boleh pergi dan melanjutkan tugas mu! "


"Baik tuan muda"Setelah nya Ar Ran segera melesat pergi.


" Ada apa? "Tanya Shuwan tanpa menatap kakak nya.


" Setelah pertandingan ini berakhir bersiap-siap lah, permaisuri Juan akan memberikan hadiah untuk mu, pastikan hadiah itu di kirim kembali pada putri nya"Ucap Junsi santai lalu melihat Shuwan yang menatap nya dengan alis terangkat sebelah lalu tersenyum miring.


"Oh? tentu akan ku kembali hadiah itu pada anak nya, dan jangan lupakan memberi ucapan terimakasih untuk nya"Ucap Shuwan yang di balas kekehan oleh Junsi.


Sementara itu pertandingan terus berlanjut, banyak yang terluka. Banyak juga mereka yang berbakat berhasil meraih kemenangan. Diam-diam Shuwan kagum terhadap kekuatan kakak nya yang memiliki elemen murni.


Ia memperhatikan Junsi yang sedang memakan camilan, ia dapat merasakan saluran Qin kakak nya yang lancar dan teratur. Kekuatan kakk nya yang besar ini membuat ia takjub. Kadang ia lebih suka berlatih bersama Junsi di banding kan Jinsu karena Junsi adalah tipikal orang yang tenang.


Kali ini yang sedang bertanding adalah putri Bailin melawan salah seorang putri cantik dari Kekaisaran Bumi. Putri Fei sangat cantik dan berbakat membuat Bailin iri dan ingin mempermalukan nya.


Bailin memiliki elemen kayu yang membuat ia bisa mengendalikan tumbuhan. Sesekali ia memukul lawan nya dengan sangat keras, sedangkan Putri Fei yang memiliki sifat lemah lembut membuat ia terus terpukul mundur.


Putri Fei adalah seorang pengendali elemen air, ia juga seorang Sumoener yang memiliki burung bangau sebagai partner nya. Putri Fei banyak mendapat luka karena senjata Bailin adalah cambuk, sedangkan ia lebih menggunakan tombak.


Kemenangan pun di raih oleh Putri Bailin yang sedang membanggakan diri di hadapan ibu nya sambil membusungkan dada. Ia seperti anak kecil! Yah begitulah sifat manusia itu berbeda-beda.


Pertandingan di lanjutkan dengan seorang jendral muda yang menantang pangeran Luan. Jendral muda itu memiliki elemen air, sedangkan pangeran Luan memiliki elemen petir, angin, tanah dll. Dan yahh seperti nya Shuwan tertarik dengan pertandingan ini, mungkin akan sedikit menarik.


...----------------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b


blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )