
Shuwan membuka mata nya lalu menoleh sedikit ke belakang dengan tatapan rumit. Setelah nya dia kembali menatap ke depan dan sedikit mempercepat laju langkah nya guna mengimbangi langkah Chen dan Feiye.
......................
Syuuttt
Mereka bertiga akhir nya berhasil keluar dari hutan yang mengerikan itu tepat saat matahari mulai hilang.
Beruntung tidak ada lagi yang mempersulit mereka mengingat di hutan tersebut seperti tidak ada kehidupan.
Mereka berhenti sejenak di perbatasan antara hutan dan jalan menuju Kota yang bertuliskan Nanhui.
"Kota Nanhui? Ibu kota Kekaisaran Xia? *Gumam Chen lalu dia teringat sesuatu yang sangat penting bagi nya.
Chen menoleh pada Shuwan yang sedang menopang tubuh nya dengan tangan berpangku pada lutut yang sedikit di Teluk.
Chen mau pun Feiye dapatkan melihat keringat yang mengucur dari pelipis Shuwan. Bahkan bibir Shuwan saat ini terlihat memutih.
"Wan Wan apa yang terjadi pada mu? " Tanya Chen merengkuh bahu Shuwan karena gadis itu limbung ke samping.
'Dingin sekali' Batin Chen merasa tangan nya hampir membeku.
"Aku... " Shuwan tidak mampu melanjutkan ucapan nya karena saat itu pula pandangan nya mengelap.
Tubuh nya jatuh dalam pelukan Chen dengan darah yang keluar melalui hidung nya serta tubuh yang semakin mendingin seperti Es.
"Wan Wan! " Panggil Chen panik, Feiye segera berkata...
"Sebaik nya kita segera menuju Kota untuk mencari Tabib" Ucap Feiye yang segera di angguki Chen.
Tanpa berkata apa pun lagi, Chen menggendong Shuwan dengan posisi Horizontal. Lalu Feiye tiba-tina melepas jubah nya dan di Pakaikan nya pada Shuwan.
"Tubuh nya sangat dingin, aku yakin dia kedinginan meski berkeringat " Jelas Feiye saat melihat Chen yang menatap nya dengan dahi berkerut tidak suka.
Lalu mereka segera melesat melewati Jalan menuju Ibu Kota Kekaisaran Xia. Yaitu Kota Nanhui.
***
Di dalam penginapan Nanliang Chen dan Feiye memesan Tiga kamar untuk beberapa hari, mereka pun segera memanggil Tabib.
Saat ini di sebuah ruangan Chen dan Feiye duduk di kursi yang tersedia menunggu hasil pemeriksaan dari seorang tabib muda yang sedang memeriksa Shuwan.
"Ini.... " Nafas tabib itu tercekat saat mengetahui kondisi kesehatan Shuwan, tabib itu menoleh ragu ke arah Chen dan Feiye.
"Bagaimana keadaan nya? " Tanya Chen dengan nada dingin membuat tabib muda itu gemetar.
"Nona ini.... Terkena Racun Es yang perlahan sudah menyerang Jaringan Meridian nya" Ucap Tabib itu dengan suara rendah membuat Jantung Chen berdegup.
'Jangan-jangan..... ' Batin Chen menatao lekat Shuwan yang terbaring kaku di peraduan.
"Lalu? " Kali ini Feiye lah yang berbicara karena dia melihat Chen yang masih membeku di tempat.
"Racun nya harus segera di angkat namun saya tidak bisa mengangkat nya. Saat ini kondisi Nona ini mulai kembali stabil dan racun nya telah di tekan dengan sendiri nya oleh Nona ini. Kita hanya bisa menunggu Nona ini sadar " Jelas Tabib itu setelah menetral kan rasa takut nya.
"Kau boleh pergi! " Ucap Chen seraya menyerahkan kantung koin.
Setelah nya Tabib muda tadi pun segera pergi meninggalkan mereka. Chen berjalan ke arah peraduan dan duduk di sana seraya menggenggam tangan Shuwan.
Feiye yang tidak nyaman melihat adegan yang menguras jiwa tersebut memilih untuk keluar dan memberikan ruang untuk Chen.
"Hah! Cinta memang selalu rumit" Ucap Feiye dengan suara rendah seraya berjalan ke kamar pesanan nya.
***
Di sisi lain dunia, lebih tepat nya di aula rapat Kekaisaran terlihat seorang pria paruh baya yang memakai jubah kebesaran sedang duduk memijit pelipis nya dengan frustasi.
"Yang Mulia! Kaisar Kekaisaran Alam Baka mengadakan Pertemuan Antar Kekaisaran di Istana Zhao dan mengundang Kekaisaran Xia untuk membahas Kasus yang sedang meresahkan Rakyat saat ini! " Ucap seorang pria muda berusia sekitar 27 Tahun, Dia adalah salah satu pilar Kekaisaran. Yaitu Mentri Pertahanan.
"Ini adalah kasus ke Delapan Belas laporan tentang menghilang nya para pemuda di Desa mau pun Kota" Ucap pria itu yang tak lain adalah Kaisar dari Kekaisaran Xia.
"Bahkan Kedua ku belum di temukan! Kaisar ini khawatir dengan nya" Lanjut Kaisar Xia seraya menatap para pejabat di hadapan nya.
"Hingga saat ini kasus menghilang nya para pemuda tersebut masih menjadi misteri dan tidak memberikan petunjuk sedikit pun" Ucap kasim pribadi Kaisar Xia yang berdiri tak jauh dari tempat Kaisar Xia duduk.
"Apakah ada ciri-ciri sebelum menghilang nya para pemuda itu? Seperti sebuah pertanda mungkin? " Tanya seorang pejabat dengan tatapan bertanya.
"Menurut laporan dari warga sekitar, sebelum menghilang nya para pemuda itu, orang serumah akan merasa kantuk yang berlebihan" Jelas mentri pertahanan tadi seraya membaca laporan di tangan nya.
"Kalau begitu.... Mungkin kah pelaku menabur kan obat tidur? " Tanya pejabat lain nya kepada mentri pertahanan tadi.
"Mungkin seperti itu, namun bisa saja Pelaku menyebarkan Qi penenang yang membuat orang-orang mengantuk" Balas yang lain memberi kan pendapat.
"Apakah semacam Melodi Jiwa? " Mentri yang lain ikut menyuarakan pendapat dengan bertanya.
"Apa pun itu, untuk tindak pencegahan jika menggunakan Obat tidur maka setiap rumah harus memiliki penawar nya. Namun jika memang menggunakan Melodi Jiwa, itu akan semakin sulit! " Timpal mentri pertahanan lalu menatap Kaisar dan melanjutkan...
"Yang mulia, silahkan turunkan Titah Kekaisaran" Ucap Mentri pertahanan yang di ikuti yang lain seraya berlutut.
"Tulis Perintah Kaisar ini! Setiap rumah di wajib kan memiliki penawar dari obat tidur, dan penyelidikan akan berlanjut untuk memastikan kebenaran sehingga Rakyat harus menunggu Arahan lanjutan dari Kekaisaran" Ujar Kaisar Yang segera di tulis oleh kasim pribadi nya.
"Mentri Zhong, Kapan Pertemuan Para Kaisar di Kekaisaran Alam Baka di adakan? " Tanya Kaisar kepada mentri pertahanan yang ternyata bermarga Zhong.
"Menjawab yang mulia, Sepuluh Hari dari Sekarang yang mulia" Jawab Mentri pertahanan seraya membungkuk hormat.
"Kirim balasan bahwa Kaisar ini akan datang Delapan hari dari sekarang" Ujar Kaisar seraya menegakkan punggung nya.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!