
"Semoga setelah ini tidak lebih sulit! " Gumam nya seraya mendorong pelan pintu gubuk tersebut tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
......................
Setelah nya Chen pun kembali menutup pintu gubuk tersebut dengan perlahan dan penuh perasaan.
Kemudian dia berkeliling gubuk tersebut dengan mata yang menelisik ke seluruh sudut ruangan yang ada.
'Tidak ada apa-apa di sini' Batin nya bingung kamudian tatapan nya tertuju pada meja kayu kecil di mana terdapat beberapa benda di atas nya.
'Legenda Bai Long? 'Mata Chen terfokus pada buku legenda yang menceritakan tentang Naga Putih.
Kemudian Chen mengambil nya dan membuka beberapa lembar, lalu Chen pun membaca nya dengan dahi mengerut.
"Naga Putih, dari ras naga War Craft Beast Kuno. Memiliki kekuatan Cahaya yang besar dan menjadi tunggangan seorang Dewa/Dewi yang kuat. Naga putih menghilang setelah kematian Dewa Pertapa yang legendaris, tepat setelah Dewa tersebut menyegel Leluhur Iblis? " Gumam Chen membaca beberapa halaman awal buku tersebut.
"Dewa Pertapa? Liu Jiancheng? "Tanya nya lebih tertuju untuk diri sendiri.
Lalu Chen pun memutuskan untuk menyimpan buku tersebut karena menurut nya buku tersebut sedikit menarik.
Chen menyimpan nya dalam Ruang Dimensi, di mana Jiangxi berada. Dan tentu nya Jiangxi membaca buku itu dengan perasaan aneh.
Setelah nya Chen kembali melihat sekitar dan menelisik sekeliling dengan fokus dan berusaha teliti.
'Cangkir yang bagus' Batin Chen saat melihat cangkir giok putih yang terdapat lukisan Serigala melolong di atas gunung dekat dengan bulan berwarna merah.
Chen pun mengangkat tangan nya dan menyentuh cangkir itu dengan hati-hati takut merusak nya.
Sreettt
Namun saat Chen hendak mengangkat cangkir itu, Chen bingung karena cangkir tersebut tidak bisa di angkat.
" Putar lah Cangkir itu Tuan! Kemudian Suntik kan energi Positif anda sedikit untuk mengaktifkan Formasi nya"Tiba-tiba terdengar suara Jiangxi dalam benak Chen membuat sang empu mengerutkan alis nya sedikit.
Tak ingin ambil pusing, Chen pun mengikuti apa yang Jiangxi kata kan. Memutat cangkir itu bersamaan dengan menyuntik kan sedikit energi positif nya.
Kreekk
Dughh
Chen tersenyum tipis saat tiba-tiba di dekat meja muncul lubang dengan diameter sebesar peraduan yang terdapat tangga menuju bawah.
"Aku hampir melupakan hal ini" Gunanya Chen pelan seraya melangkah kan kaki nya menuruni tangga tersebut.
Tepat setelah Chen memasuki lubang itu, lubang tersebut seketika kembali tertutup dan menghilang seolah tidak pernah ada.
Sedang kan Chen berjalan menyusuri lorong gelap yang dingin dengan cahaya remang-remang. Hanya terdapat beberapa lilin di dinding.
Kemudian tatapan Chen tertuju pada sebuah pintu besar di ujung lorong. Pintu yang terdapat penghalang khusus.
"Penghalang lagi? " Gumam Chen mengerutkan dahi nya tidak senang.
'Hanya Aray biasa' Chen tersenyum sinis karena penghalang kali ini tidak serumit dengan Aray Seribu Lapis tadi.
Kemudian Chen mengangkat kedua tangan nya sebatas dada, lalu menautkan jari-jari nya dengan pola rumit.
Seketika jari Chen yang saling bertautan itu memancarkan cahaya kehijauan yang samar. Cahaya hijau tersebut segera menyoroti penghalang dan menghancurkan nya.
Kraakk
Penghalang tersebut pecah berkeping-keping ketika cahaya hijau yang Chen cipta kan menembus nya begitu saja.
Krieeett
Lalu setelah nya Chen mendorong pintu itu saat merasakan dua aura yang sangat familiar meski terasa sangat tipis, nyaris tidak terasa.
Mata nya terbelalak saat melihat pertarungan singkat yang terjadi. Pertarungan antara dua orang yang sangat familiar dengan sosok yang dia cari berada di belakang.
***
"Kau!! " Ucap De An terkejut seraya melompat mundur ke belakang.
"Apa yang kau lakukan Kak? " Lanjut De An pada sang kakak, Kang De Lu.
"Ini bukan waktu yang tepat untuk membunuh nya" Jawab De Lu dengan nada sinis seraya melirik ke arah Pintu.
Tapp
Tapp
Tapp
Baik Shuwan mau pun De An segera memalingkan wajah ke arah pintu di mana Chen berada yang segera bergegas ke arah Shuwan.
'Umpan Termakan' Gumam De Lu dalam hati seraya menyeringai tipis. Setelah nya sedikit melompat ke sisi adik nya, De An.
Chen segera merentang kan tangan kanan nya yang menggenggam pedang seolah sedang melindungi gadis di belakang nya.
Tatapan Chen begitu tajam menusuk saat mata nya tak sengaja melirik lebam di sudut bibir Shuwan.
Ada gejolak amarah yang tidak dia mengerti saat ini!
'Dia.... Berniat melindungi ku? 'Batin Shuwan menatap rumit punggung Chen di hadapan nya.
"Tenang lah! Aku akan melindungi mu! " Ucap Chen pelan seraya menoleh kan kepala nya sedikit ke belakang.
Sedang kan Shuwan tetap diam tidak bergeming namun tanpa sengaja menangkap seringaian De An.
'Dia berencana memancing kedatangan Pangeran Zhao dan mengalahkan nya menggunakan ku? Aku harus segera membuka Titik yang tertutup ini' Batin Shuwan mengerutkan dahi nya memasang ekspresi serius.
"Kata kan! " Ucap Chen dengan desisan amarah di mata nya. Kemudian melanjutkan dengan nada yang tajam....
"Kata kan! Tangan mana yang kau guna kan untuk menyentuh nya!? " Tanya Chen seraya menatap tajam De An dan De Lu yang diam di tempat.
"Apa kah penting bagi ku menjawab pertanyaan mu? Seperti nya tidak! " Balas De An dengan tatapan sinis nya. Sementara De Lu tetap diam dengan wajah sinis.
"Kalau begitu, biar kan aku mematahkan kedua nya! " Setelah mengucapkan hal itu, Chen menghilang dari sana dan tiba-tiba muncul di belakang De An seraya mengayunkan pedang nya.
Tring
Dengan cepat De An berbalik dan menangkis serangan tersebut kemudian melompat mundur ke arah Shuwan membuat Chen mengerutkan dahi nya tidak senang.
'Seperti nya aku mengerti alasan dia menculik Wan Wan' Batin Chen kemudian melesat dengan cepat ke arah De An dan mencoba menerjang nya.
......................
...Attention Please!!...
Maaf untuk satu minggu ke depan author mungkin akan slow update karena mulai hari senin besok author harus fokus ujian.
Author akan usahakan untuk tetap update, hanya saja mungkin tidak bisa update per hari seperti biasa nya.
Harap para reader memaklumi author yang masih seorang pelajar...!
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Sedikit banget ya? Maafkan author yang harus fokus belajar untuk besok!!
Sekali lagi maaf...!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!