
...❤Happy Birthday untuk Author❤...
Namun kini Shuwan tau bahwa ternyata Junsi memiliki tahapan yang hampir sama dengan nya. Ia berpikir mungkin akan menarik saat ia dan Junsi adu tanding.
......................
Junsi dan Luan sudah berada di lingkaran arena yang sudah di perbaiki. Mereka ber dua sama-sama memasang wajah datar dan dingin dengan pedang di tangan mereka siap ayun.
Pertandingan di mulai dan Wasit kembali menepi. Segera mereka Mengayunkan pedang masing-masing dan membuat nya saling beradu. Saling bertukar serangan dan teknik satu sama lain, nafas mereka sendiri masih teratur menampilkan ketenangan.
Tranggg
Kedua Bilah Pedang kembali beradu seperti beberapa saat yang lalu. Saling mengalahkan, saling menjatuhkan, dan saling memperebutkan kemenangan. Meski tatapan mereka ber dua terkesan acuh, namun pertandingan tak dapat di hentikan.
"Bola-bola Air! " Junsi mengeluarkan beberapa bola yang tercipta dari air dan melemparkan nya ke Luan.
Swooshh
"Bola-bola Api! " Siapa yang menyangka kalau Luan membalas nya dengan elemen yang berlawanan.
Swooshh
Boooomm
Terdengar suara ledakan saat dua elemen yang berlawanan itu saling bertabrakan. Asap muncul karena air memadamkan api, hal ini membuat jarak pandang sedikit menipis.
"Tebasan Mata Angin Biru! "
Slaashh
"Tebasan Pedang Air"
Slaashh
Tringg
Kemampuan mereka yang terlihat imbang membuat pertandingan berjalan lambat. Namun sayang nya Waktu selalu berhasil membawa perubahan. Mereka yang awal nya imbang, kini mulai berat sebelah saat Junsi melepaskan aura nya.
***
"Dou Emperor Tahap 9? " Gumam Shuwan seraya menyeringai.
"Tak ku sangka, kakak menyembunyikan bakat nya" Ucap Jinsu kagum.
"Ini salah satu cara mengelabui musuh, membuat mereka berfikir bahwa diri nya lemah sehingga musuh tersebut lengah. Namun siapa yang menyangka? " Jinsu mengangguk angguk kan kepala nya mendengar ucapan Shuwan.
"Sebenar nya aku sedikit tidak menyukai cara ini, karena menurut ku cara ini terkesan curang"Ucap Jinsu sambil terus fokus pada pertandingan.
" Curang? Hahaha~Kakak kau lucu sekali! Dalam suatu pertarungan tak ada yang nama nya curang, terlebih bila sudah menyangkut nyawa" Shuwan terkekeh mendengar ucapan kakak angkat nya.
"Huh! Kau benar, mereka hanya ingin menang dan mengalahkan"Jinsu Mendengus kesal.
" Hm" Shuwan bangkit dari duduk nya saat mengingat sesuatu yang penting.
"Kemana? " Tanya Jinsu heran.
"...... " Shuwan tak membalas dan langsung pergi mengabaikan pertandingan yang berlanjut.
Dia masih penasaran dengan sosok Ayah kandung nya, kalau Jieru tak bisa memberi tahu, kenapa tidak bertanya kepada Xuan? Sambil berjalan Shuwan memikirkan cara membujuk kakak nya.
Ia berhenti saat sudah di dekat tempat duduk Xuan, yaitu tempat duduk kerajaan di mana Kursi Shuwan yang kosong berada. Shuwan pun duduk di kursi kosong itu membuat Xuan terkejut karena tak merasakan aura keberadaan Shuwan.
".... " Shuwan diam saja memandang Xuan yang sedang mengelus dada mencoba sabar.
'Mengagetkan saja' Batin Xuan serya
'Aneh' itu lah yang terlintas dalam benak Shuwan saat melihat Xuan menggeleng geleng kan kepala nya.
" Ada yang ingin ku tanya kan pada mu"Ucap Shuwan datar tanpa melihat ke arah Xuan.
"Tanya kan saja" Jawab Xuan santai sambil tetap menatap pertandingan.
"Siapa sebenar nya ayah kandung ku? " Pertanyaan Shuwan berhasil membuat Xuan mengalihkan pandangan dan menatap Shuwan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Emm apa maksud mu? " Shuwan pun segera mengalihkan pandangan nya dan menatap Xuan.
"Ku yakin kau mengerti maksud ku" Ucap Shuwan dingin.
"Te-tentu ayah kita kaisar Qin" Ucap Xuan gugup bahkan bulir-bulir halus sudah mengalir dari dahi nya.
"Benarkah? Ku rasa bukan" Shuwan masih tak percaya karena terlihat jelas Xuan yang gugup.
"Emm apa maksud mu? " Tanya Xuan lagi seraya mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Jelaskan atau jangan harap mendapat maaf dari ku" Shuwan segera mengalihkan pandangan nya ke depan masih dengan wajah dingin nya.
Mendengar ucapan Shuwan, mata Xuan terbelalak. Jantung nya berdegup kencang bukan karena jatuh cinta. Ia tak ingin tidak mendapat maaf dari adik nya, namun juga tak bisa memberi tahu sekarang.
"Ba-baiklah! Huft! Ayah Kandung mu adalah-"
"Pemenang nya adalah Tuan Muda Pertama kediaman Hua. Selamat kepada Hua Junsi!! " Teriakan wasit memotong ucapan Xuan membuat Shuwan memandang dingin ke arah wasit.
'Kenapa dingin ya? 'Batin Wasit itu seraya memegang tengkuk nya yang dingin. Ia mengedarkan pandangan nya dan bertemu dengan pandangan Shuwan.
Glekk
'Ada apa dengan nya? 'Batin Wasit itu bertanya-tanya, pasal nya Shuwan menatap tajam sang wasit. Melihat Wasit memandang ke arah nya, Shuwan segera menatap dingin wasit itu.
'Apa salah ku ya Tuhan? 'Ia meratapi nasib nya saat lutut nya lemas serta dada nya sesak.
"Kaisar Fu, Fu Haifeng! " Bisik Xuan, sementara Shuwan mengernyit mendengar nama yang begitu asing menurut nya.
Shuwan segera menatap Xuan yang sudah menjauhkan wajah nya dari telinga Shuwan. Tatapan menyidik lah yang Shuwan berikan, namun tak ada tanda kebohongan dari mata Xuan.
"Oh? Huft! " Shuwan hanya menghela nafas, lalu teringat sesuatu.
"Apa dia tahu hal ini? " Tanya nya lagi.
"Siapa? " Tanya Xuan bingung.
"Pangeran ke empat" Suara Shuwan mengecil saat mengucapkan kata tersebut.
"Apa kau sudah memaafkan ku? " Bukan menjawab, Xuan justru malah bertanya membuat Shuwan sedikit jengkel.
"Tergantung-" Shuwan sengaja menggantung ucapan nya dan menatap Xuan yang menatap nya penuh harap.
"Seberapa keras kau berusaha" Lanjut Shuwan dan terlihat lah raut wajah kecewa dari wajah Xuan.
"Jadi apa pangeran ke empat tahu kalau kaisar Qin bukan ayah nya? " Tanya Shuwan sedikit lebih panjang pengucapan nya.
"Belum saat nya"
"..... "
Mereka pun larut dalam pikiran masing-masing, keheningan menyapa hingga wasit kembali mengumumkan bahwa sudah waktu nya pertandingan antara Hua Junsi dan Qin Shuwan.
***
"Apakah semua nya sudah siap Lee? " Tanya Fu Hang kepada Fu Lew yang baru saja masuk dalam tenda nya.
"Semua nya sudah siap ayah! Kita hanya perlu menunggu waktu" Ucap Fu Lee pelan, meski raga nya di sana tapi fikiran nya melayang jauh ke pujaan hati.
"Bagus! Pastikan tidak ada masalah"
"Baik! "
Setelah nya mereka hanya diam tak ada yang berniat untuk bicara. Fu Lee sekarang sedang memikirkan pujaan hati, terbesit sebuah rasa yang rumit di hati nya
Rasa ingin tahu, rasa tak ingin jauh dan rasa ingin bertemu. Rindu. Ia merindukan sosok gadis cantik bermata coklat terang dengan lesung pipi. Dia jadi penasaran.
'Apa yang sedang di lakukan Lin Lin ya? apa dia mengingat ku? aish ada apa dengan mu Lee? 'batin nya bertanya-tanya.
"Sabar lah Lee, sebentar lagi musim salju tiba. Saat putri berulang tahun, kita akan kesana membawa kejutan. Yang terpenting sekarang adalah kita harus berhasil membawa kemenangan" Ucap Fu Hang yang bisa menebak isi fikiran Fu Lee.
Mendengar ucapan Fu Hang, wajah Fu Lee memanas hingga menampilkan rona merah yang menjalar hingga tulang pipi. Fu Hang tertawa melihat nya.
"Ekhem baiklah kau benar ayah! Sebaiknya kita fokus dengan perang ini dulu" Ucap Fu Lee setelah menetralkan degup jantung nya.
"Ya! "
***
Sementara itu di Kekaisaran Qin, Shuwan dan Junsi sudah naik di lingkaran arena. Mereka saling berhadapan memasang wajah datar dan dingin andalan nya.
Saling melepaskan aura, seluruh penonton dan peserta dapat merasakan nya. Dingin! Itu lah yang mereka rasakan. Mata Shuwan menatap dingin ke arah Junsi, begitu pun sebalik nya.
Gong berbunyi, wasit menyingkir dan pertandingan pun di mulai. Kedua nya melesat dan saling beradu tinju, kembali melompat ke belakang lalu merapalkan mantra.
...----------...
Happy Birthday untuk author 👏👏👏
14 Desember ini yang ke-14
Semoga ke depan nya author bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Semoga karya author ini bisa di kembangkan dengan lebih baik lagi.
Terimakasih untuk para readers setia author yang sudah dukung karya ini dati titil terendah.
Intinya terimakasih untuk semua nya 🙏🙏
...❤❤❤❤❤...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')