Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 106: Mereka Ini!!



Shuwan masih mengingat dengan jelas panggilan dari pemuda yang berada di ramalan saat itu meski wajah nya tak begitu spesifik.


......................


"Apa ada yang salah? "Tanya Chen bingung melihat Shuwan yang terdiam menatap kosong ke depan, dan itu sangat aneh menurut nya.


'Apakah dia tak menyukai panggilan yang ku buat? 'Ingin sekali Chen mengungkapkan apa yang dia pikirkan, namun perkataan nya hanya bisa ia telan karena ia memang tak ingin bicara banyak.


Pukk


" Apa kau baik-baik saja? "


Tepukan di bahu membuat lamunan Shuwan buyar dan sontak menolehkan kepala nya menatap Chen yang tampak khawatir.


"Huft! Lupakan" Ucap Shuwan kembali dengan nada dingin nya lalu melangkah kan kaki nya pergi.


'Ada apa dengan nya? 'Batin Chen tak henti-henti bertanya.


'Kenapa aku b*doh sekali! 'Shuwan memaki diri nya sendiri dan merutuki keb*dohan nya sendiri.


Sreettt


Tiba-tiba Chen kembali berada di sisi nya dan kembali mengikuti nya dengan wajah santai. Shuwan sendiri hanya bisa menghela nafas.


Kenapa laki-laki di samping nya ini lumayan hebat? Shuwan sendiri tak tahu berapa tingkat kultivasi Chen.


Seperti nya meski terbaring karena racun es, Chen tak menghentikan kultivasi nya. Dan hal itu patut di acungi jempol, Shuwan mengakui hal itu.


Sejak tadi hanya berputar mengelilingi luas nya istana Kekaisaran Zhao yang Shuwan akui melebihi Kekaisaran Qin.


Tapi jika di bandingkan dengan Kekaisaran Langit, Shuwan tak tahu karena saat di sana Shuwan tak sempat berkeliling.


"Shuwan!! "


Saat memutuskan untuk kembali ke kediaman tamu, Shuwan berhenti saat mendengar teriakan seseorang yang dia kenal, Qiu.


"Apa perjamuan nya sudah selesai? " Tanya Shuwan kala gadis itu berada di sisi nya.


"Seperti nya, tapi aku sungguh bosan! " Tutur Qiu lalu tersentak melihat Pangeran Mahkota Zhao yang juga berada di sana.


"Ah salam yang mulia" Qiu segera membungkukkan tubuh nya sedangkan Chen hanya membalas nya dengan anggukan singkat.


Entah bagaimana cara nya dia berubah dengan sangat cepat. Shuwan sendiri bingung, apakah pemuda di sisi nya ini memiliki kepribadian ganda?


"Di mana Shen? " Tanya Shuwan lagi tak menggunakan sebutan 'Pangeran', dan Chen tersenyum tipis menduga kalau adik nya dan gadis ini cukup dekat.


"Pangeran Shen masih berada di aula perjamuan bersama yang mulia kaisar dan permaisuri" Jawab Qiu sopan karena ada orang lain selain mereka.


"....."


Shuwan tak menjawab lagi dan memilih untuk meninggalkan mereka dengan wajah dingin nya yang kembali lagi.


Tentu saja mereka segera mengambil langkah mengikuti langkah Shuwan. Chen sendiri menghilang dan muncul di sisi Shuwan, Qiu hanya bisa terpaku melihat nya.


'Jika menjadi pasangan, mereka akan sangat serasi. Kekuatan mereka pun seperti nya tak bisa di remehkan' Batin Qiu tersenyum kecut namun tetap mengikuti langkah mereka.


'Ck menyebabkan sekali'Geram Shuwan dalam hati lalu menghilang dari pandangan membuat Chen terdiam.


'Seperti nya dia cukup kuat' Batin Chen lalu ikut menghilang meniggalkan Qiu yang hanya bisa mematung.


"Mereka ini! " Gumam Qiu dengan wajah kesal karena di tinggalkan. Mau tak mau ia kembali ke kediaman tamu sendirian.


***


Mata nya membulat menatap wajah tampan Yixuan dari samping. Jantung nya terpacu dengan cepat.


Sementara yang di tatap hanya menatap datar harimau di bawah sana. Harimau itu kembali mengaum dan hendak menyerang.


"Teknik Pedang-Tebasan Menbelah bumi! "


Sreettt


Zzzrrrrrtttttttt


Yixuan mengayunkan pedang nya tanpa melepas rengkuhan nya, pedang nya bergerak dari kanan ke kiri dan menciptakan daya hancur beberapa puluh meter ke depan.


Dan serangan Yixuan mampu menghalau serangan harimau tadi. Kembali Yixuan melompat dan berdiri tepat di atas punggung harimau itu bersama gadis yang ia selamat kan.


Jleebb


Kraakkk


Yixuan menancapkan pedang nya tepat di kepala harimau besar itu. Dan seketika harimau itu mati membuat semua orang bernafas lega.


Tapp


Kembali melompat dan mendarat tepat di sisi pria paruh baya yang merupakan seorang kultivator. Baru lah ia melepas rengkuhan nya.


Sreettt


"Te-terimakasih" Ucap gadis itu mengangkat kepala nya mencoba tersenyum.


"..... "


Yixuan hanya menatap datar gadis itu tanpa minat untuk menjawab.


"Kami mengucapkan banyak terimakasih pada anda tuan! " Pria paruh baya itu mengangkat suara karena nona nya di abaikan.


Yixuan hanya menbalas nya dengan anggukan kepala singkat. Sedangkan Pria paruh baya itu tersenyum canggung.


'Dingin sekali' Batin nya menatap kaku Yixuan.


"Nama saya Chorou, dan ini nona kami Hao Piaoliang. Kami dari kediaman Hao menawarkan-"


"Sebaiknya kalian pergi dari hutan ini" Ucap Yixuan memotong ucapan pria paruh baya bernama Chorou.


"Jika takdir mengijinkan, kita pasti bertemu lagi Nona tabib" Setelah mengatakan hal itu Yixuan melesat pergi tanpa berniat mendengarkan ucapan mereka.


Dan mereka yang di tinggalkan hanya bisa menatap kagum tempat Yixuan tadi berdiri. Sementara Hao Piaoliang yang di sebut Nona tabib menatap mereka bingung.


'Darimana dia tahu kalau aku adalah tabib? 'Batin nya di penuhi tanda tanya.


Baik Chorou mau pun Piaoliang sama-sama merasa kalau pemuda yang membantu mereka bukan orang yang bisa di singgung.


Hanya berharap kelak jika bertemu lagi, mereka di tempatkan pada posisi dan situasi yang tepat dan tidak seperti ini.


Sedangkan Yixuan kini kembali ke tempat awal nya menunggu Junsi. Ia sebenarnya malas membantu orang di dunia lain, hanya saja entah bagaimana tubuh nya seakan bergerak dengan sendiri nya.


'Ku harap jika kita bertemu lagi, aku sudah menemukan jawaban nya! 'Yixuan mengernyit bingung, apa yang membuat tubuh nya bergerak spontan menyelamatkan gadis tabib itu?


Ia tahu kalau gadis itu adalah tabib karena aliran Qi yang di miliki gadis itu cukup kecil, nyaris tak ada sehingga mustahil dia seorang Kultivator.


Kemungkinan terbesar nya adalah Tabib atau Alchemist. Hanya bisa membuat obat dan mengobati, namun juga tak bisa di remehkan karena para tabib akan berbahaya dengan racun nya.


***


Shuwan terduduk di sebuah batu yang berada di sisi danau. Meski ia tak tahu saat ini berada di mana, ia tetap tenang dan acuh.


Dia menarik nafas dan membuang nya perlahan, meresapi segala energi yang ada di sekitar, dan mencoba menarik nya.


Shuwan memejamkan mata nya dan memposisikan diri dengan bersila, lalu nafas nya mulai teratur.


Menarik hawa panas dan menyebarkan nya dalam tubuh. Mencoba menahan rasa dingin menusuk yang ia rasakan.


Dan mencoba menenangkan pikiran nya yang berkecamuk, teringat dan terbayang ramalan nenek tua beberapa waktu yang lalu.


Shuwan merasa kalau pemuda bermata hijau di ramalan itu adalah Chen. Namun ia tak mengerti kenapa mereka di pertemukan.


Bagi nya, tak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua yang terjadi adalah atas campur tangan takdir.


Dan ia mencoba melupakan sejenak masalah nya yang terus berdatangan. Fokus para semedi nya untuk memenangkan pikiran.


...---------...


Hai...!


Apa kabar reader???


Semoga sehat selalu ya....


Doa author buat para reader yang baik-baik saja, dan jangan lupa do'akan balik untuk author hehe....


Author Up lagi nih.... Jangan Lupa LIKE ya....


Karena LIKE itu GRATIS!!!


Jangan lupa juga untuk komen, sempatkan tekan tombol LIKE Yang ga nyampe satu jam hehe....


Ga lama, ga bayar.... Dan yang pasti tekan LIKE itu ga merugikan.....


Author akan Up lagi hehehe do'akan yaa....


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...RATE...


...FAVORIT...


See You Next Time~~