
Namun dengan segera kedua nya menyeimbangkan diri dan mendarat di batu tempat Wei Tianzi berpijak tadi.
"Kalian pikir mengalahkan ku akan semudah itu? Mimpi saja! " Ucap Wei Tianzi muncul di hadapan mereka dengan melayang.
Syuuuuttt
Ddduuaaarrr
Swoooossshhhh
......................
Wei Tianzi meledakkan energi dengan membelokkan dimensi agar Energi yang dia tembakkan dapat merambat lurus ke arah Shuwan dan Li Chen.
Namun kedua nya dapat menghindar dengan melompat ke arah yang berlawanan, saling menjauhi.
Shuwan yang mendarat lebih dulu dengan cepat memutar kaki nya dan melesat ke arah Wei Tianzi. Tak lupa mengalirkan Qi ke pedang milik nya.
"Teknik Halilintar-Sambaran Mega Halilintar! " Ujar Shuwan yang entah sejak kapan telah berada di samping Wei Tianzi seraya mengayunkan pedang nya.
Swooshh
Syuuuttt
Pedang itu terayun menciptakan garis cahaya yang lurus dan melesat cepat pada lengan kanan Wei Tianzi. Hingga membuat Wei Tianzi terdorong oleh lonjakan energi.
Sreett
Srakkk
Di sisi lain Li Chen melemparkan pedang nya, hingga pedang itu berputar cepat dan melesat ke arah Wei Tianzi.
Kemudian pedang milik Li Chen itu memberikan goresan cukup dalam pada leher Wei Tianzi. Namun Kaisar Iblis tidak mati hanya karena hal itu bukan?
Mereka bertiga kembali mendarat di tanah berlapis Es di sisi yang berbeda-beda. Tentu dengan Wei Tianzi yang berada di tengah-tengah.
'Zhao Li Chen ini memiliki pengendalian Qi yang sempurna, sayang nya Qi milik nya cukup kurang. Mungkin karena itu lah dia dapat mengendalikan Qi nya dengan sangat baik. Tanda itu juga tidak membantu apa pun untuk Qi nya' Batin Wei Tianzi mengamati Shuwan dan Li Chen dengan seksama.
'Sementara Fu Shuwan.... Qi dan kemampuan nya sudah bagus, tapi pengendalian nya sangat buruk. Dia hanya akan membuang sia-sia Qi melimpah nya. Mungkin karena Qi nya yang terlalu besar, hingga dia tidak mampu mengendalikan nya dengan sempurna' Lanjut Wei Tianzi dalam hati dengan tatapan intens nya.
"Sayang sekali" Gumam Wei Tianzi saran menghunuskan pedang nya ke depan.
Syuuuutttt
Kemudian dengan cepat dia mengayunkan pedang nya, menciptakan belahan sekaligus retakan besar di tanah.
Retakan itu membelah tanah sekitar membuat Shuwan dan Li Chen berada di dua sisi yang berlawanan. Dengan Wei Tianzi yang berada di tengah retakan itu.
Baik Shuwan mau pun Li Chen dengan cepat melesat ke arah retakan saat melihat nya semakin meluas. Itu dapat membahayakan.
Tapp
Sreett
Mereka sampai dan dengan segera menancapkan pedang mereka di sana. Membuat segel tangan dan membaca mantra.
Swooshh
Dari pedang kedua nya muncul cahaya yang kemudian menahan retakan untuk semakin melebar. Kedua nya berusaha untuk menyatukan kembali retakan itu.
"Lepas! " Ucap Wei Tianzi setelah membuat segel tangan, dia kini sudah melayang mendekati pohon tanpa daun tempat sang Leluhur tersegel.
Shuwan menyeringai saat menyadari rencana nya berjalan dengan baik. Dia menatap Li Chen yang kebetulan juga sedang menatap nya, kembali menyunggingkan senyum miring.
Tepat saat itu kulit Wei Tianzi mengelupas. Luaran biru itu hilang, dan hanya menyisakan warna merah. Jangan lupakan pedang nya yang kini berubah menjadi seperti sabit.
Tanduk Wei Tianzi yang awal nya hanya sebelah itu mulai tumbuh menjadi lebih panjang dan besar. Tubuh nya kini tidak lagi berwarna biru.
Swooosshhh
Shuwan yang mengetahui hal itu pun segera melompat dan melesat tak lupa membawa pedang milik nya yang dia cabut lebih dulu.
Dia melayang tepat di hadapan makhluk Iblis berwarna merah itu kemudian menghunuskan pedang nya.
"Akhir nya muncul juga! Aku sudah menunggu mu! " Ujar Shuwan membuat makhluk itu bingung.
"Siapa kau? " Tanya Makhluk itu seraya menggeram dengan suara rendah nya.
"Murid dari Liu Jiancheng!! " Ucap Shuwan dengan wajah datar nya, sementara makhluk itu terkejut mendengar nya.
"Benarkah? Hah.... Sudah berapa tahun aku tidak menemui nya, sekarang sudah punya murid saja" Ucap makhluk itu membuat sudut bibir Shuwan berkedut.
Yang ada dalam bayangan Shuwan, makhluk di depan nya akan sangat mengerikan dan sulit di ajak bicara. Tapi ternyata ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan.
"Itu sudah sangat lama sekali, guru ku sudah sejak lama tiada asal kau tahu, ayah guru" Ucap Shuwan memutar bola mata nya malas.
"Oh? Jadi apa tujuan mu melepaskan segel yang mengurung ku? Ingin meminta ku untuk membangkitkan Cheng'er? " Tanya makhluk itu yang tadi Shuwan panggil Ayah guru. Makhluk itu tersenyum miring.
"Bukan aku yang membangkitkan mu! Tapi pelayan setia mu itu" Ucap Shuwan yang lagi-lagi membuat makhluk itu bingung sejenak.
"Wei Tianzi? " Tanya makhluk itu yang di balas anggukan oleh Shuwan.
"Pelayan setia mu itu bahkan hampir menghancurkan seluruh dunia beserta isi nya hanya untuk membangkitkan mu. Leluhur Iblis" Ucap Shuwan setelah mengangguk tadi.
"Huft! Memang merepotkan, namun tidak mengecewakan" Ucap makhluk yang ternyata adalah leluhur Iblis.
Lantas mengapa Shuwan terlihat begitu dekat dengan sosok leluhur itu?
Bahkan Li Chen yang ternyata sedari tadi berada di sana pun hanya menyimak dengan rasa bingung dan penuh tanda tanya.
Meski saat mendengar kata 'Liu Jiancheng' dia cukup mengerti. Karena bagaimana pun dia pernah melihat samar sosok Jiancheng saat berada di Istana Shaolin milik huo Shuai dulu.
"Jadi apa yang kau ingin kan Bocah? " Tanya Leluhur Iblis yang mulai memasang ekspresi serius nya.
"Aku ingin mengembalikan semua seperti awal. Sebelum kekacauan yang telah kau perbuat" Ucap Shuwan yang juga memasang ekspresi serius.
"Hahahahaha! Kau pikir akan semudah itu hanya karena kau adalah murid anak ku? " Leluhur Iblis tertawa terbahak-bahak, mengabaikan Shuwan yang hanya menatap nya datar.
"Kita lihat saja.... Sehebat apa hasil didikan Liu Jiancheng, Putra dari Liu Bei sang Leluhur Iblis!!?? " Ujar Leluhur Iblis seraya menyeringai dengan keji.
Leluhur iblis berkedip, dan seketika dunia di sekitar berhenti bergerak. Lalu dia melesat cepat ke arah Shuwan yang berada di hadapannya.
Swoosh
"Akh.." Dia mengibaskan sabitnya ke arah perut Shuwan. Dan tepat setelahnya dunia kembali bergerak normal. Namun tentu saja kibasan tadi menciptakan luka besar yang menganga di perut Shuwan.
"Apa itu tadi?" gumam Shuwan yang perlahan jatuh ke tanah dengan posis bertekuk.
Syuttt
"Wan wan, lukamu." Li Chen menghampiri dengan khawatir, dia ikut bertekuk untuk memeriksa keadaan Shuwan.
"Kamu harus diobati!" ujar Li Chen dengan raut cemas yang amat ketara.
"Aku baik-baik saja, tenanglah." Shuwan tersenyum, meski sebenarnya luka itu sangat sakit. Tapi luka itu tidak cukup untuk membunuhnya.
Setidaknya, kini dia tahu kekuatan utama Leluhur Iblis itu meski harus membiarkan tubuhnya terdapat luka. Dia perlu waktu lagi untuk menganalisa kelemahan sang Leluhur Iblis.
...TBC...
Berapa lama author gak update? Satu tahun yaa? Mungkin.
Tapi sekarang bakal update lagi, Nantikan!!