Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 99 Rain Rain Go Away



Selesai audisi Lucas dan Rin hendak keluar dari ruang audisi. Tapi ditahan oleh salah satu juri.


"Tunggu di sini." Salah satu juri meminta Lucas dan Rin tetap tinggal.


Para juri audisi berdebat. Mereka berselisih. Ada yang memilih Rin sebagai pemeran Marie. Tapi ada juga yang menolak karena Rin masih terlalu kecil.


Peran Marie seharusnya diperankan oleh anak perempuan berusia 5 tahunan.


"Dia terlalu kecil untuk peran Marie."


"Tapi kau bisa melihatnya. Ia punya bakat."


"Rin tidak punya pengalaman akting."


"Oh, Man. Kita itu menemukan mutiara terpendam."


Juri audisi mengambil break sejenak. Mereka harus mendinginkan pikiran. Apakah memilih Rin adalah keputusan tepat? Atau mereka harus memilih aktris cilik yang lebih sesuai dari segi umur.


"We'll regret it if we not choose Rin. (Kita akan menyesalinya jika kita tidak memilih Rin)."


Akhirnya salah satu juri memberikan naskah tambahan. Saat syuting terkadang akan ada perubahan naskah. Para aktor dituntut bisa cepat menghafal skenario yang baru.


Hal ini juga karena ada yang mengira Rin telah menghafal naskah jauh-jauh hari. Dalam artian curang.


Lucas membacakan dialog Marie karena Rin belum bisa membaca. "Rin sudah hafal?"


"Sudah." Rin lalu ijin sebentar keluar ruangan. "Mama, Yin pinjam mascaya (mascara)."


"Buat apa, Rin?" Hana bingung. Apa Rin mau di-make-up?


Hana mengeluarkan mascara dari pouch make-up miliknya untuk Rin. Ia mencoba memakaikan mascara buat Rin tapi Rin malah mengusap jarinya ke kuas mascara lalu mengoleskannya ke pipi mungilnya sehingga kelihatan kotor.


"Yin sudah siap." Rin hendak mengucapkan dialog beserta ekspresi yang dibutuhkan. Kali ini adegan Albert membawa Marie mengumpulkan barang bekas untuk dijual kembali.


Albert menaruh Marie di troli. Albert mulai mengorek-ngorek tong sampah. Ia menemukan boneka Barbie yang dibuang pemiliknya, membersihkannya dengan tangannya lalu memberikannya ke Marie.


"Thank you, Gyandpa." Marie memeluk boneka Barbie yang usang itu. Ia menerima dengan gembira boneka Barbie yang pakaiannya sudah kotor dengan rambut acak-acakan. Bukan hadiah yang pantas buat Marie. Tetapi Albert tidak punya uang untuk membelikan mainan yang baru.


Mereka lalu berjalan lagi menuju tong sampah lainnya. Tapi Albert tidak menemukan sesuatu yang bisa ia jual kembali.


Hujan turun. Mereka menepi di bawah pohon menunggu hujan reda.


"Yain, yain go away. Come again anothey day." Marie menyanyikan lagu pengusir hujan. Ajaibnya hujan berhenti turun.


"Gyandpa, yihat. Itu yainbow (rainbow \= pelangi)." Marie menunjuk pelangi yang terlihat di langit.


"It's very beautiful (Pelanginya sangat cantik)."


"Mayie yebih cantik." Marie tersenyum. Albert ikut tersenyum.


Juri yang memberi naskah terkejut. Ia baru saja membuat skenario di tempat. Jadi tidak mungkin Rin curang. Dialog yang diucapkan Rin juga tepat dan tidak terbalik-balik. Belum lagi ekspresi Rin yang sesuai dengan dialog.


Juri akhirnya bisa memutuskan.


Lucas dan Rin keluar dari ruang audisi. Lucas menangis tersedu-sedu. "Hiks ... Hiks ... Hiks ..."


”Rin lolos?" Hana sudah menunggu terlalu lama di luar ruang audisi. Sepertinya durasi waktu audisi Rin lebih lama dari peserta lain.


Lucas hanya bisa menggelengkan kepalanya.