
Rin memutuskan untuk istirahat sejenak. Ren mendengar suara pisau beradu dengan telenan. Ia langsung berlari ke dapur.
Ren melihat Hana sedang membelah sangka utuh. "Mama, Yen minta separonya ya." Ren mengambil setengah semangka. Ia mulai mengerok daging buah semangka dengan sendok. Ia lalu meminta Hana membelah jeruk nipis untuk memberi rasa asam.
Ren memeras jeruk nipis ke dalam semangka. Ia mengaduknya. Ia mulai makan. Buah semangka yang dingin terasa menyegarkan.
Matthew, Mark, Rin yang menggandeng Ricka datang ke dapur. Ia melihat Hana sedang memotong semangka.
Mereka mulai makan. Ricka ingin mencoba semangka milik Ren. Ren menyuapi Ricka. "Enak?"
Ricka mengangguk.
Reading dilanjutkan kembali.
...***...
Syuting Spider Family dimulai.
Saat ini Rin, Ren, Ricka, Matthew dan Mark sudah mengenakan kostum Spiderman. Rio meminta mereka berbaris rapi. Ia mulai memotret.
"Pose imut." Rio mengarahkan. Ren menggembungkan pipinya dan membuat tanda v dengan tangan kirinya kemudian meletakkannya ke pipi kirinya. Ricka meniru Ren.
"Pose gagah." Rio memberikan contoh dengan menaruh kedua telapak tangannya di pinggang.
"Pose hormat." Rio memberi contoh lagi dengan menaruh jari telunjuknya di pelipis.
"Pose bebas."
Lima super Hero cilik berpose. Ren mengangkat kedua tangannya.
"Sekarang Rin dan Ricka foto berdua."
"Sekarang Ren, Matthew dan Mark."
Adegan pertama dimulai di rumah Richard di kamar yang sudah direnovasi jadi wahana permainan.
"Wow." Ren melihat dengan takjub perosotan raksasa di depannya.
"Yen boleh naik?" Ren bertanya ke Hana.
"Boleh."
Ren mulai naik. Ia mencoba perosotan itu. Ricka juga ikut naik. Perosotannya memang raksasa tetapi tidak curam. Jadi aman untuk Ricka.
"Ready. Camera. Action." Rei memberi aba-aba. Ia bertugas menjadi sutradara.
Rio mulai merekam dengan ponselnya. Lima bocah super Hero mulai bermain di perosotan raksasa. Mereka sengaja tidak mengenakan topeng supaya penglihatan mereka tidak terhalang.
Rei menyaksikan hasil rekaman Rio.
"Bagus. Sekarang kita mau pindah ke kamar sebelah," ucap Rei.
"Kakak Yei, Ren masih mau main." Ren mulai naik lagi.
"Sekali lagi aja ya. Habis syuting Ren bisa main lagi."
"Iya." Ren mulai meluncur.
Akhirnya mereka bisa syuting di kamar sebelah. Rayhan datang. Ia mengenakan setelan jas hitam dengan rambut yang tertata rapi.
Ricka berlari menuju Rayhan. "Kaka Yei."
"Riiiiickaaaaa!' Rayhan menggendong Ricka. "Kakak kangen." Rayhan menciumi Ricka.
Syuting dilanjutkan kembali.
Rayhan menjadi penculik. Ia menculik Ricka. Tetapi tidak ada perlawanan saat terjadi penculikan. Ricka malah memeluk Rayhan.
"Ricka harus gerak. Ricka harus teriak," ucap Rei. Tapi Ricka tidak paham.
"Rei, kita rekam punggungnya Ricka aja. Nanti kita kasih suara Ricka teriak," saran Rio.
Rei setuju. Syuting dimulai lagi dengan merekam punggung Ricka yang berada di gendongan Rayhan.
Selanjutnya mereka syuting saat Black Spider menyadari Spider Baby tidak ada bersama mereka. "Spider Baby diculik."
"Okay. Cut."
Syuting dilanjutkan adegan super Hero cilik berhasil menemukan Spider Baby. Mereka juga mengalahkan penculiknya.
Red Spider, Twin Spider melawan penculik. Sedangkan Black Spider mengamankan Spider Baby.
Syuting selesai.
Rin berterima kasih kepada Rayhan. "Kakak, terima kasih sudah mau bantu Rin."
"Iya. Kalau nanti Rin mau bikin film lagi, bilang aja ke Kakak. Nanti Kakak datang."
Lukman datang membawa camilan. Semuanya datang menyerbu. Makanan buatan Lukman selalu super lezat.
"Opa, Enak." Semua memberi jempolnya untuk Lukman.