Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 70 Best Mom



Di apartemen.


Hana menerima pesan video dari Lucy, mertuanya. Video tentang Rei yang sedang mendeskripsikan dirinya di kelas. Seharusnya Hana atau Lucas yang datang sebagai wali murid. Tetapi Hana berada di Amerika. Sedangkan Lucas bekerja. Jadilah Lucy yang datang ke sekolah Rei dan Rio.


Satu persatu murid berdiri membacakan cerita mereka tentang ibu mereka. Akhirnya tiba giliran Rei. Rei berdiri di bangkunya. Ia membaca tulisan yang ia buat.


Dear Mama,


I miss you so much everyday.


You're in America and I'm in Indonesia.


But I know we'll meet again soon.


I wish I can have a little sister again.


Because I want to make power puff girls.


Maybe my mom is not the best mom in the world.


But for me she is the best mom in the world.


Untuk Mama,


Rei merindukanmu setiap hari.


Mama berada di Amerika dan Rei berada di Indonesia.


Tapi Rei tahu kita akan bertemu lagi.


Rei pengen punya adik perempuan lagi.


Karena Rei ingin bikin power puff girls.


Mama mungkin bukan ibu terbaik di dunia.


Air mata Hana menetes. Ia juga merindukan Rei dan Rio. Tetapi apa mau dikata. Saat ini ia berada lebih lama di Amerika dari rencana sebelumnya.


Mama sekarang sedang bersiap-siap untuk menjalani iseminasi buatan. Doakan mama, Rei. Jika berhasil, maka mama bisa pulang ke Indonesia.


Hana melihat Rin yang sedang berbaring di ranjangnya. ~ Rin, kok aneh, ya. ~ Hana melihat Rin yang berkeringat dan gelisah.


Hana menyentuh dahi Rin. ~ Panas.


"Rin makan apa di sekolah tadi?" Hana tahu pasti Rin salah makan. Selama ini Rin selalu baik-baik saja.


"Maysmallow." Rin mengaku.


"Mama, kan sudah bilang kalau Rin itu alergi marsmallow. Kenapa masih dimakan?" Hana merasa kesal. Tapi ia juga mengerti Rin masih kecil. Ia lalu mengambil obat penurun panas untuk anak di kotak obat. ~ Kok sudah habis? Padahal nggak pernah diminum.


"Sus, apa pernah kasih obat panas ke Rin?" Hana bertanya ke suster yang menjaga Rin.


"Tidak pernah, Nyonya. Rin tidak pernah sakit selama di Amerika."


Asisten Richard melihat botol kosong yang dipegang Hana. "Tadi siang Rin minta dibukakan botol itu. Tapi saya tidak memperhatikan botol itu berisi apa."


"Rin, mama mau tanya kenapa botolnya kosong?" Hana bertanya.


"Yin minum semuanya." Rin tahu ia alergi marsmallow dan bisa mengakibatkan badannya menjadi panas. Ia lalu meminum obat supaya badannya tidak panas. Tapi rupa-rupanya Rin meminum satu botol penuh.


Hana langsung membawa Rin ke rumah sakit karena overdosis obat panas. "She drunk one bottle Paracetamol 60 ml." (Rin meminum satu botol obat Paracetamol 60 ml)


Dokter langsung memberikan pertolongan. Perlahan keadaan Rin membaik. "Rin, obat itu memang bisa bikin kita sembuh. Tapi minumnya nggak boleh sembarangan. Untung aja tadi Rin cepet-cepet dibawa ke rumah sakit." Hana mulai menangis. Ia tadi begitu ketakutan jika Rin kenapa-kenapa.


"Maapin Rin, Ma." Rin merasa bersalah membuat ibunya kawatir.


"Lain kali kalau Rin mau minum obat tanya mama dulu. Nggak semua obat, Rin boleh minum. Rin masih anak-anak. Minumnya juga obat untuk anak."