
Mobil Lucas tiba di rumah. Ia menggendong Rin dan membawanya masuk. Setelahnya ia membaringkan Rin di ranjang.
Lucas menemui Hana yang sedang berada di dapur. "Han, aku mau bicara berdua."
Mereka lalu menuju ke kamar.
Lucas mulai berbicara. "Rin tadi sepertinya diam-diam masuk ke mobil."
Ia melanjutkan. "Ia mendengar semua perkataan ku ke Luke. Saat aku berbalik hendak pulang, aku melihat Rin berurai air mata."
Lucas mengambil nafas dalam-dalam. "Aku rasa sudah saatnya kita mengatakan siapa ayah Rin yang sebenarnya."
Hana berbicara. "Aku yang akan mengatakannya ke Rin."
"Aku akan berbicara ke papa dan mama jika kita akan memberitahu Rin. Sekarang Rin memang masih terlalu kecil. Tetapi seperti yang sudah kita duga, berita papa Rin bukan aku sudah tersebar."
"Nanti setelah Rin bangun dari tidurnya dan makan, aku akan ngobrol dengannya."
Lucas mendapat panggilan telepon. Ada keadaan darurat di rumah sakit. Padahal hari ini hari liburnya.
"Nanti kabari aku. Sekarang aku harus ke rumah sakit." Lucas segera menuju ke mobilnya.
Hana beranjak dari ranjang dan menuju kamar Rin. Merapikan selimut Rin. Mengecup kening Rin. Lalu menuju ke ruang anak.
Ia melihat Ren sedang bermain bersama Ricka. Ia lalu menuju ke dapur.
Di ruang anak.
"Yicka, yihat kakak Yen." Ren merapatkan kedua tangannya ke tubuhnya. Ia sedang menirukan T-Rex. Dinosaurus predator yang berada di puncak rantai makanan.
"Sekarang kakak jadi T-Yen." Ren menirukan suara T-Rex. Ricka tertawa melihat kelakuan kakaknya.
* T-Ren (dibaca Tiren) : nama yang dibuat Ren saat menirukan T-Rex.
"T-Yen lagi lapay. Mau makan Yicka." Ren berpura-pura memakan tangan Ricka.
Sekarang Ricka menirukan Ren. Ia menjadi T-Ricka dan menggigit tangan Ren sungguhan. Meninggalkan bekas gigi di tangan Ren.
Ren kesakitan dan menangis. Hana buru-buru menuju ke ruang anak.
"Mama, Yicka jahat. Tangan Yen digigit." Ren menunjukkan tangannya yang ada bekas gigitan Ricka.
Hana melihat Ricka yang merasa bersalah. Ia bingung kakaknya menangis.
Ricka menghampiri Ren dan memeluk kakaknya. Ren balas memeluk Ricka.
"Jangan gigit kakak lagi. Tangan kakak sakit. Gigitnya puya puya aja."
Mereka akhirnya bermain bersama lagi. Hana kembali ke dapur.
Sore harinya Richard datang membawa mobil mainan aki. Mobil yang bisa dicas.
Ren terpesona melihat mobil mainan. Ia memang ngin bisa mengemudikan mobil seperti papanya.
"Ini buat Ren main sama Ricka," ucap Richard.
Ren langsung masuk ke dalam mobil. Ricka juga ingin masuk.
"Ricka tunggu sebentar. Papa mau ajari kakak Ren dulu." Richard menggendong Ricka sambil mengajari Ren cara mengemudikan mobil mainan itu. Cara melaju, berbelok dan menyetop.
Richard melihat Ren yang sudah lancar. Ia memperbolehkan Ricka naik ke mobil.
"Yicka tunggu sebentay." Ren menuju kamarnya. Ia mengambil dua kaca mata hitam miliknya. Satu untuk dirinya dan satu untuk Ricka. Ren melihat penampilannya di cermin.
Yen ganteng.
Ren memasangkan kacamata untuk Ricka. Tapi Ricka membuangnya. Ia tidak menyukai kaca mata itu.
Ren masuk ke dalam mobil. Berpura-pura memasang seatbelt untuk dirinya dan Ricka. Lalu mulai mengemudi.
Ia menuju ke dapur. "Mama ..."
Ricka melambaikan tangannya. Hana terkejut. Ia tahu Richard datang. Tapi ia tidak tahu kalau Richard membawa mobil mainan.
"Kakak yang bawa?"
"Iya."
"Ren sama Ricka sudah bilang terima kasih ke papa Richard?"
"Beyum. Teyima kasih, Om."
Sedangkan Ricka hanya tersenyum lebar dan mengatakan "Papa."